Istri Muda Untuk Suamiku

Istri Muda Untuk Suamiku
BAB 99 Dunia Lani Yang Gila


__ADS_3

Lani senang, keinginannya tercapai. Tito telah hengkang dan mentalaknya.


Lani meminta Tito agar mengurus segera perceraiannya dan surat jandanya segera turun.


Itu karena Lani merasa telah mendapatkan pengganti Tito yang jauh lebih baik. Menurutnya.


Anton adalah karyawan Bank swasta yang baik hati dan begitu manis memperlakukannya.


Mereka diam-diam sering janjian ketemuan di luar padahal masih masa berkabung kepergian Felicia, putrinya dengan Tito.


Tapi setan Dasim dan setan A'war sepertinya sudah bersarang di otak dua insan yang dimabuk cinta itu.


Setelah selesai tahlilan, Lani diam-diam pergi keluar rumah untuk bertemu Anton di sebuah motel kecil di kotanya.


Mereka bertemu dan tidur satu ranjang. Bermesra-mesraan tanpa pikir panjang dan takut dosa. Padahal kala itu Ia masih bersuamikan Tito. Hanya sedang dalam tahap gencatan senjata. Sungguh Lani telah jauh melenceng jauh sekali.


Semua karena harta yang tidak halal.


Padahal Lani tidak tahu, kalau Anton adalah penjahat kel+m+n yang suka mempermainkan perempuan menikah seperti Lani.


Anton beberapa kali menghancurkan rumah tangga orang dan menggauli istri orang. Setelah resmi bercerai, Anton justru kabur dari pertanggungjawaban dan menolak menikahi para perempuan itu dengan alasan tidak ada lagi kecocokan.


Saat ini Anton sedang memuja Lani.


Terlebih ketika Anton tahu, Lani akan jadi janda kembang yang cukup lumayan. Rumah besar Lani menjadikan Anton semakin kuat mendekatinya.


Lani yang bodoh bahkan dengan sembrono memberikan sertifikat rumah barunya pada Anton yang beralasan butuh uang cash untuk membayar biaya pengobatan Ibunya di rumah sakit.


Herannya saat Lani ingin menjenguk Ibunya, Anton bilang tak perlu karena Ibunya ada di ruang isolasi. Sehingga percuma mereka datang berkunjung, sebab tetap tidak bisa menemui ibunya yang masih dirawat di rumah sakit.


Lani percaya sepenuhnya akan ucapan Anton.


Dan dia dengan bangganya menyebut dirinya adalah janda yang hebat. Baru beberapa hari ditalak Suami tapi ada pria yang sangat mencintainya sebesar gunung. Begitu status WhatsAppnya sampai dibaca banyak orang yang memiliki kontak pribadinya.


"Ck ck ck...! Dasar perempuan binal! Dia menuduh putraku selingkuh, padahal ternyata dialah yang punya cem-ceman!" umpat Nani, ibunya Tito dengan geram.


Nani yang tidak terima kelakuan Lani yang sudah mendzolimi putranya pun mendatangi rumah Mariana, yang juga tetangganya.


"Heh, Bu Mar! Didik anakmu itu dengan benar! Bisa-bisanya anakmu menyebutkan putraku tukang selingkuh padahal dia yang berselingkuh!"

__ADS_1


"Apa maksudmu, Nani?"


Sontak Mariana tidak terima.


Mantan besannya memakinya tanpa basa-basi.


"Iya. Itu lihat status WhatsAppnya si Lani! Bisa-bisanya ia pamerkan kemesraan dengan pria lain padahal baru beberapa hari anakku menceraikannya!"


"Itu karena anakku cantik! Bodinya bagus! Lelaki yang tahu anakku janda otomatis langsung memepetnya! Itu kan berawal dari kebodohan anakmu yang selingkuh duluan! Anakku jadi stres. Untungnya ga sampai depresi karena anaknya juga meninggal dunia gara-gara kelakuan bapaknya!"


"Kelakuan emaknya juga sama bobroknya! Jangan salahkan anakku selingkuh kalau bukan karena anakmu yang membuat anakku tidak nyaman dan lari ke wanita lain!"


Nani dan Mariana tahu alasan Lani minta cerai. Tetapi Lani tidak membongkar siapa wanita selingkuhan Tito pada kedua orang tua mereka.


Sehingga mereka hanya tahu ada perempuan lain di hidup Tito tapi tidak tahu kalau Tito berselingkuh dengan Samsiah.


Lani semakin hari semakin berani.


Bahkan hari kesepuluh Ia menjanda, Anton telah Ia perbolehkan menginap di rumah besarnya. Bahkan Anton dengan santainya memakai motor Tito pemberian Samsiah.


Samsiah yang rindu karena dua minggu tak bertemu Tito akhirnya memberanikan diri datang ke rumah yang Lani tempati.


"Mas, permisi. Apa Tito-nya ada?" tanya Samsiah pada Anton yang tidak dikenalnya.


"Tito? Tidak ada. Sudah tidak tinggal di rumah ini lagi."


"Hah? Lani? kalau Lani, apa masih tinggal di sini?"


"Lani ada. Tunggu sebentar ya, Bu!?"


Anton memanggil Lani yang sedang memasak di dapur.


Tentu saja Lani terkejut. Samsiah berani sekali mendatangi rumahnya lagi.


"Mau apa, Bu?" tanya Lani ketus.


"Lani, Tito kemana?" tanya Samsiah dengan gugup.


"Mana Aku tahu! Cari saja sendiri. Ke rumah orangtuanya mungkin!"

__ADS_1


"Maksudnya?"


"Puaskan ibu sudah main lato-lato suamiku? Eh mantan suami sekarang!"


Anton terbelalak. Ia mengetahui kalau suaminya Lani berselingkuh. Tetapi ternyata selingkuhannya usianya jauh di atas Tito. Bahkan lebih pantas disebut Ibunya daripada selingkuhan.


"Maksudnya Lani?" tanya Samsiah lagi dengan jantung berdebar kencang.


"Sudahlah, jangan pura-pura bego! Kecuali kalau memang kamu itu bego!" puas sekali Lani memaki Samsiah. Secara wanita itu pernah dengan pongahnya mengucapkan kalimat yang menghina dirinya serta keluarganya dahulu. Saat Ia meminjam uang Ojan lewat Juriah.


"Jadi, kalian sudah cerai? Lalu kenapa motor ini tidak dibawa Tito? Kenapa justru ada orang lain yang menggunakannya? Saya memberikannya untuk Tito, bukan untuk orang lain!" ujar Samsiah dengan suara lantang karena kesal.


"Kamu mau ambil motor ini? Siap-siap Aku datang fan ceritakan semuanya pada Pak Ojan!"


Ancaman Lani membuat Samsiah melunak.


Biar bagaimanapun rahasia itu harus tetap jadi rahasia untuk dirinya agar Ojan tidak tahu kebobrokannya.


"Lalu Tito dimana, Lani?"


"Mana kutahu? Sudah kubilang kami sudah cerai. seminggu yang lalu, dan Tito pulang ke rumah orangtuanya!"


"Berarti Tito sekarang bukan suamimu lagi?"


"Kenapa? Kamu semakin senang bukan? Cari sana berondongmu itu! Cari dan puaskan hasrat biologisnya dengan tubuh keriputmu, hei perempuan tua yang tak sadar diri! Wajah bisa kau permak! Dandanan bisa kau samarkan dengan pakaian bagus. Tapi dalamnya, tetap saja tua dan pastinya keriput! Cih, perempuan menyedihkan! Haus belaian suka lalap berondong!"


Samsiah beranjak pergi tanpa kata.


Tinggalkan Lani yang terus mengoceh tak terkendali dihadapan Anton yang terpikat Samsiah karena hartanya.


"Lani, itu siapa?"


"Dia istrinya juragan kontrakan dan angkot di kota ini! Dia juga ibu mertua Bang Soleh kakakku! Tapi gilanya, dia juga selingkuhan Suamiku! Hik hik hiks..."


Lani menangis dan Anton memeluknya erat.


Seperti biasa, Anton pandai bersandiwara dengan mengajak Lani masuk ke dalam kamar dan mereka pun lupakan kesedihan.


Dunia Lani yang gila.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2