
"Apa ini???"
Lukman terkejut melihat Amelia teriak dengan mulut menganga dan mata menatap layar ponselnya.
"Ada apa, Sayang? Ada apa?" tanyanya langsung melesat ke arah istrinya yang termenung tak berkedip.
Lukman segera mengambil alih ponsel Amelia.
Rupanya Amel sedang menonton berita online di medsosnya dan,
"A_pa??? Kenapa si Arthur ada di antara,..."
Lukman menatap mata Amelia yang terlihat suram.
"Berita terbaru hari ini, dua orang sutradara sekaligus produser film terlihat terlibat percekcokan memperebutkan seorang wanita cantik misterius. Yaitu Arthur Handoko dan Victor Valdes. Apakah mereka memperebutkan wanita itu untuk menjadi pemeran utama di film masing-masing yang berbeda genre, ataukah lebih dari itu, seperti berebut hati sang perempuan yang diketahui bernama panggung Putri Fania. Pendatang baru yang belum pernah terlihat di produksi film manapun itu menjadi rebutan dua sutradara senior langganan festival. Apakah gosip menjadi makin berkembang karena Arthur Handoko diketahui belum lama menikah dengan seorang gadis belia yang masih kuliah. Baru kurang satu tahun pernikahan mereka, apakah ini pertanda perceraian akan terjadi diantara mereka? Belum ada konfirmasi masih kedua belah pihak. Yang pasti berita ini cukup menghebohkan dunia infotainment Indonesia. Kita beralih ke kabar selanjutnya."
Lukman duduk membatu sebentar. Kemudian mematikan ponsel Amelia dan memeluknya erat memberi kekuatan.
"Sayang,... itu hanyalah gosip murahan. Bukan hal yang penting untuk kita juga. Sudahlah. Anggap kamu tidak pernah menonton tayangan tadi. Oke?"
"Bagaimana Arthur bisa mengenal Juriah, Mas?" tanya Amelia dengan wajah tegang bingung.
"Dunia ini sempit, Sayang. Kemungkinan dia ke Jakarta untuk mencapai tujuannya dan bertemu dengan Arthur di acaranya Ram Production dan diliput banyak wartawan. Sudahlah, tiada guna kamu fikirkan perempuan itu."
"Dia sudah cerai dari mas Soleh. Sekarang..., dia datang dan mendekati mas Arthur suaminya Inayah. Aku takut, Mas! Aku takut!"
Amelia benar-benar cemas. Bahkan perasaannya itu sampai tersalurkan kepada dua anak kembarnya yang masih batita.
Adam dan Hawa menangis keras secara berbarengan. Membuat Lukman kerepotan menenangkannya sementara Amelia termenung duduk di pinggir ranjang tak keluarkan sepatah katapun dari bibirnya selain memangku Hawa dalam diam.
Lukman khawatir dengan kondisi jiwa Amelia yang shock berkelanjutan setelah melihat tayangan gosip barusan di berita online.
Ia segera memanggil para suster pengasuh kedua anaknya. Lalu menyuruh mereka untuk membawa Adam dan Hawa ke kamar lainnya.
"Sayang..."
Lukman meraih bahu Amelia yang masih diam termenung.
"Aku tidak tahu, apa lagi rencananya. Kenapa Juriah bisa kenal Arthur dan narasi pemberitaan itu membuat lemas lutut ku, Mas. Aku takut,... takut Juriah memiliki hati dan berniat menggoda Arthur. Sungguh aku takut, Mas!"
Amelia meraih ponselnya. Nama Inayah menjadi fokusnya di kontak handphone.
__ADS_1
Klik.
Panggilan teleponnya bersambung.
"Hallo, assalamualaikum."
...[Waalaikum salam. Mbak Amel, apa kabar?]...
"Baik, Nay. Kamu sendiri? Bagaimana keadaannya?"
...[Baik, Mbak. Ada apa, Mbak? Sepertinya ada hal penting yang ingin Mbak katakan. Betul kan? Soalnya Mbak jarang telepon tiba-tiba begini. Biasanya kita chattan dulu. Hehehe...]...
"Inay,"
...[Ya?]...
"Apa Arthur sering pulang malam? Atau bahkan tak pulang-pulang ke rumah?"
...[Kadang-kadang, Mbak. Mas Arthur juga suka pergi ke luar kota atau ke luar negeri buat urus pekerjaan. Kenapa, Mbak?]...
"Apa... dia pernah menyakitimu? Atau, apalah itu yang membuat kalian ribut dan bertengkar hebat?"
Tak lama terdengar suara tawa Inayah yang manis di telinga.
"Apa kalian baik-baik saja? Kenapa aku begitu mencemaskan kamu, Inayah? Apa ada sesuatu yang mau kamu ceritakan karena selama ini jaga rahasia?"
Inayah tak berkutik, merasa bersalah.
Difikirnya sang kakak sudah mengetahui perihal kehamilannya yang masih dirahasiakan. Padahal bukan itu.
...[Jadi Mbak sudah tahu?]...
"Jadi benar? Benar apa yang berita online itu katakan?"
...[Benar, hehehe... Ehh? Apa tadi kata Mbak? Berita online? Maksudnya keadaanku sampai diberitakan di media online? Hadeeuh... apa ini kerjaan mas Arthur ya? Sudah kubilang untuk jaga rahasia sampai lewat empat bulan]...
"Apa? Jadi, hubungan mereka sudah sampai empat bulan? Inayah! Kenapa kamu sesantai ini menyikapi kelakuan Arthur seperti itu? Harusnya kamu marah, kecewa pada suamimu itu!"
...[Hm. Aku memang akan marah, Mbak. Soalnya dia mengingkari janji untuk tidak berkoar-koar tentang keadaanku ini. Hehehe... Baiklah, nanti mas Arthur pulang akan kusemprot pakai omelan. Hehehe...]...
"Ya Allah, Inay. Masalah sebesar ini kamu anggap sepele. Bagaimana kalau sampai suamimu terpincut perempuan itu?"
__ADS_1
...[Apa? Perempuan apa, Mbak? Apa ini? Sumpah aku gak ngerti, Mbak!]...
"Inay, buka berita online XYZ hari ini. Suamimu sedang jadi bahan gosip. Coba kamu tengok dulu."
...[Iya. Sebentar, Mbak. Biar aku cross cek dulu]...
"Oke. Kututup dulu teleponnya. Biar kamu bisa lihat berita itu dulu. Assalamualaikum."
...[ Waalaikum salam]...
Kini Inayah yang jadi penasaran ingin melihat tayangannya langsung soal gosip yang sedang berkembang menerpa suaminya tercinta.
Tak butuh waktu lama untuk men-searching video berita online yang Amelia katakan.
Dan,
Inayah terkesiap. Matanya terbelalak tak percaya.
Perempuan yang sebulan lebih yang lalu menginap di rumahnya itu berdiri ditengah-tengah Arthur dan seorang laki-laki lain rekan kerja Arthur.
Narasi si pembaca berita pun terdengar menohok sekali.
Isinya mengabarkan kalau kedua pria itu sedang berebut perempuan cantik misterius dalam suatu urusan.
Semua itu adalah kabar yang sangat mengejutkan bagi Inayah. Mengingat dahulu Arthur justru terlihat tidak suka melihat Juriah berniat menumpang semalaman karena Suster Arini yang membawanya.
Terlihat saat ini Juriah berubah drastis seratus delapan puluh derajat. Semakin cantik tentu karena polesan make up dan perawatan wajah dan tubuh pastinya.
Seketika Inayah merasa seperti sedang dibohongi oleh Arthur Handoko.
"Mas Arthur!!! Lihat saja nanti, kalau kamu pulang ke rumah, kamu akan pusing mencariku di rumah ini karena aku akan kabur sementara, bersembunyi di rumah Mbak Amelia!" katanya dengan geram.
Ya Allah, Mas! Pernikahan kita baru mau satu tahun. Dan aku sedang mengandung janin calon anak kita pula. Bagaimana bisa kamu menutupi semuanya hingga serapi ini. Jangan-jangan, Mbak Juriah dibiayai hidupnya oleh mas Arthur hingga jadi glowing seperti sekarang ini.
Akhirnya, apa yang ditakutkan Arthur kejadian juga.
Keberadaan Juriah kini juga turut mengguncang keharmonisan rumah tangga dirinya. Bukan rumah tangga Amelia Lukman, tapi rumah tangganya sendiri karena ketakutannya yang berlebihan.
Ketakutannya dulu itu kini jadi kenyataan.
BERSAMBUNG
__ADS_1