Istri Muda Untuk Suamiku

Istri Muda Untuk Suamiku
BAB 26 Juriah Ibarat Angsa Emas


__ADS_3

Juriah berusaha menguatkan mentalnya untuk melakukan kegiatan yang lazim bagi pasangan suami istri.


Ia, ingin memberikan yang terbaik untuk Soleh. Ingin lebih disayang lagi oleh Sang Suami yang perlahan berhasil membuat Juriah nyaman dan jatuh cinta.


Soleh yang juga melihat tanda-tanda kalau istri mudanya itu telah membuka hati dan diri untuknya mulai membuat strategi.


Soleh adalah pria dewasa yang faham caranya bercinta dan memainkan peranan.


Pernikahan sepuluh tahun, cukup untuknya memiliki pengalaman serta kemampuan dalam membuai pasangan.


Amelia adalah bukti nyata bagaimana Soleh bisa memanipulasi perasaannya hingga istri pertamanya itu bisa jadi istri yang penurut dan tidak neko-neko selain karena memang sifat Amelia yang baik juga.


Soleh yakin dan percaya diri, Juriah juga akan bisa Ia taklukan seperti Amelia. Apalagi Juriah memiliki kelemahan yang bisa Soleh buka jika suatu saat istri mudanya itu tidak sesuai dengan keinginannya.


Juriah masih memijat kaki Soleh.


Dan mereka masih sedang berbincang dengan seling guyonan receh ala-ala Solehudin.


Kini Soleh mulai mendekat.


Ia meraih jemari Juriah seraya berkata, "Kamu juga lelah sepertinya. Sini, Yang... biar Aku pijat gantian tangannya."


Juriah merasa dadanya berdebar kencang.


Tangannya dipijat lembut oleh Soleh yang terlihat serius melakukannya.


Tidak ada sentuhan yang membuat Juriah merinding. Justru tingkah Soleh ini terasa nikmat dan memang merilekskan seluruh sendi-sendi pergelangan tangannya hingga pegalnya hilang.


"Mas pinter ngurut ya?" tanya Juriah dengan suara penuh perhatian.


Soleh tersenyum.


"Masa' sih? Ini pijatan asal, Yang!" jawabnya dengan santai.


"Iya. Beneran enak banget urutannya. Ini tanganku sebenarnya agak sakit kemaren-kemaren. Setelah mas pegang, rasanya jauh lebih baik."


"Alhamdulillah. Dulu-dulu kalo mas lakukan ini sama Amel, koq Amel bilang ga enak ya? Sakit atau kadang kurang tenaga katanya. Hehehe... Tapi ketika mas mengurut kamu, rasanya senang sekali karena dapat pujian!'


Sungguh semakin jauh kebohongan yang Soleh lakukan. Hati kecilnya turut mengakui itu.


Juriah yang kian terpancing langsung menarik tangan Soleh dan meyakinkan kalau ucapannya bukanlah suatu pujian yang asal.


"Demi Allah Aku ga bohong bilang seperti tadi, Mas!" kata Juriah membuat Soleh terkekeh geli dalam hati.


"Iya Sayang. Aku percaya, kamu adalah gadis yang polos, suci dan murni!"

__ADS_1


Kini Juriah yang menunduk malu.


"Polos apanya...! Polos, tapi sudah melahirkan. Suci, tapi sangat kotor sampai tidak punya lagi harga diri!"


"Stop!"


Soleh mendekap bibir Juriah yang bergincu merah muda dan basah oleh lipbalm.


Keduanya terdiam dengan debaran jantung yang saling berpacu kencang.


"Tidak boleh mengatakan hal buruk pada diri sendiri. Jangan, Sayang!"


Hati Juriah semakin bergetar mendengar penuturan Soleh.


"Dengar! Kamu sekarang adalah Istriku. Baik burukmu, semuanya adalah tanggung jawabku. Aku yang bertanggung jawab atas semuanya tentang dirimu setelah Aku ijab kabul dihadapan penghulu dan Abimu sebagai wali, juga dihadiri para saksi. Tidak boleh merendahkan diri sendiri. Ya?"


Juriah mengatupkan bibirnya rapat. Netranya menatap Soleh lalu menunduk.


Tapi


Grep.


Soleh mengangkat dagunya hingga mata mereka kembali bertatapan.


Juriah kalah dan menurunkan lagi pandangannya ke bawah.


Juriah menelan ludah. Dan menurut.


"Tatap Aku. Aku ini suamimu, Sayang. Aku... mencintaimu.. Dan kita akan merubah dunia seperti yang kita mau. Kita bisa, bila kita saling satukan kekuatan, Sayang!"


Juriah mend+s+h lembut.


Ada sisi ruang hatinya yang kosong perlahan dipenuhi kehangatan ucapan Solehudin.


Cup.


Kecupan pamungkas Soleh di kening, pipi kiri dan pipi kanan, membuat Juriah terpejam.


Soleh, sebenarnya ingin menjajal kemampuannya melakukan tindakan yang lumayan mendebarkan. Namun Soleh harus lebih bersabar. Juriah tidak sama dengan perempuan lain yang mudah untuk dirayu dan digoda oleh buaian kata-kata.


Juriah adalah perempuan yang pernah mengalami pel+cehan s+k+s+++ bahkan sampai hamil dan melahirkan. Ada ketakutan luar biasa yang kadung mengisi ruang hati hingga kokohkan pertahanan diri Juriah yang Soleh fahami.


Kecupan kecil nan manis di kening dan pipi kiri kanan Juriah hanyalah sebuah pembukaan. Dan Soleh belum mau melakukan lebih karena pasti Juriah akan menolaknya.


Padahal Juriah sudah berusaha pasrah dan siap jika Soleh memintanya. Ia, ingin jadi istri yang baik. Ingin menyenangkan suami yang begitu menyenangkan hatinya.

__ADS_1


Juriah sedikit kecewa, ketika Soleh tidak memiliki keinginan untuk menjebol pertahanannya.


Soleh hanya mengajaknya untuk melakukan ibadah sholat Isya bersama lagi. Kini Soleh sedang mempermainkan perasaan Juriah dengan cara yang dahsyat.


Dalam doa, Juriah berharap Soleh lebih menyayangi dan lebih mencintai dirinya dibandingkan Amelia nanti.


Ia semakin bertekad untuk memberikan kebahagiaan malam ini juga pada Sang Suami.


Umi Samsiah mengetuk pintu dan mengatakan kalau makan malam sudah siap.


Meskipun tinggal di kampung, Juriah adalah anak tunggal dari keturunan orang berada. Ia tak perlu susah-susah bekerja di dapur membantu Samsiah menyiapkan segala sesuatunya karena ada beberapa orang sanak famili yang tinggal dan bekerja dengan Abi Uminya.


Juriah adalah anak emas Ojan dan Samsiah.


Makan malam yang istimewa bagi Soleh.


Bertahun-tahun menikah dengan Amelia, ini adalah makan malam terbaik setelah menikah dengan Juriah.


Soleh bersyukur sekali dalam hati. Dan diam-diam Ia berdoa semoga situasi nikmatnya akan terus berlanjut hingga akhir masa.


Menu spesial untuk orang terbaik, begitu kata Ojan membuat mekar lubang hidung Solehudin.


"Leh, mulai besok, kamu pegang kunci bengkel di Asamka. Tolong diurus semua. Bapak sudah pasrahkan semuanya sama kamu dan Juriah. Ya? Sertifikat dan surat-surat akan segera Bapak urus balik nama kepemilikan nya menjadi nama Juriah."


Mata Soleh berbinar mendengar Ojan.


"Abi, tunggulah dulu. Biarkan dulu pengantin baru ini menikmati masa bulan madu mereka. Kan kasihan, baru juga beberapa hari, masa' sudah Abi suruh kerja!" tukas Samsiah membuat Soleh menunduk malu.


Padahal dalam hatinya Ia senang. Lebih cepat itu lebih baik. Sehingga Soleh bisa memegang semua keuangan bengkel dan dirinya kembali pegang duit seperti dulu dimasa bekerja.


"Oiya, maaf. Abi lupa. Hehehe..."


"Abi, Ju mau minta motor buat Mas Soleh, boleh?" kata Juriah tiba-tiba.


"Jangan, jangan buat saya malu di depan kedua orang tuamu, Juriah. Biarkan saya bekerja dulu dan mengumpulkan uang untuk beli sepeda motor sendiri. Rasanya, seperti suami yang,"


"Tidak apa-apa. Besok siang kita bisa pergi ke dealer Kang Bejo buat pilih-pilih motor yang sesuai untuk Soleh!" sela Ojan mantap.


Soleh yang merasa tidak enak hanya bisa menatap wajah istri dan bapak mertuanya.


Ya Allah, Pak Bu... Terima kasih banyak telah menjodohkan Aku dengan perempuan anak orang kaya ini. Ya Allah, bagaikan mimpi semua bisa diraih dengan mudah sekali. Alhamdulillah.


Soleh bersorak gembira dalam hati.


Juriah bagaikan angsa emas baginya.

__ADS_1


Dan kini tekad Soleh kian bulat. Ingin membahagiakan Juriah selamanya.


BERSAMBUNG


__ADS_2