Istri Muda Untuk Suamiku

Istri Muda Untuk Suamiku
BAB 31 Amelia Yang Tersadar Dari Kekeliruannya


__ADS_3

"Yu'..."


Alif mendekati Kakak iparnya dengan ragu-ragu.


Pria berusia 28 tahun itu adalah suaminya Tia, adik kandung Amelia.


"Iya, Lif?" respon Amelia setelah menyimpan kembali ponselnya di kantong celana panjangnya.


"Tadi Aku seperti melihat Bang Soleh bawa motor gede boncengan sama perempuan di jalanan."


"Iyakah? Salah lihat kali' kamu, Lif!"


"Aku yakin itu Bang Soleh. Suara tawanya juga sama persis. Kami barengan di perempatan lampu merah."


"Terus, kamu tegur?" tanya Amel.


"Enggak. Aku takut salah orang, Yu'!"


"Nah tuh. Kamu aja yang lihat kurang yakin. Hehehe... Ya sudah, kata Bang Soleh dia akan kemari besok. Lagipula, Bang Soleh memang lagi cari-cari kerjaan Lif! Makanya kami pulang kampung. Siapa tahu ada loker buat Bang Soleh di sini."


"Hm. Semoga saja."


Alif tidak lanjutkan pembicaraan dengan Amelia. Pikirannya masih tertuju pada suami kakak iparnya itu. Seperti ada sesuatu yang aneh dan janggal melihat Soleh berboncengan mesra dengan perempuan lain selain dengan Amelia, istrinya.


Alif tahu, mana batasan seorang teman. Karena dia juga laki-laki normal.


Melihat kejadian tadi Soleh yang dipeluk mesra oleh perempuan, Alif merasa kalau mereka punya hubungan spesial. Bukan sekedar pertemanan.


Dan Amelia yang mulai tersadar jika suatu saat keluarganya melihat dan mengetahui kalau Soleh telah memiliki istri lain, kini berusaha tenang dengan menutup-nutupi dulu kenyataannya.


Almarhumah Bu'Denya telah selesai dikebumikan. Kini semua anggota keluarga sudah duduk-duduk lesehan di sekitar area rumah.

__ADS_1


Amelia dan Mia, Emaknya berniat menginap sedangkan Kan'an, Tia dan Alif serta Inayah juga Gaga pulang ke rumah mereka karena besok pagi ada kegiatan kerja dan sekolah.


"Kalian bisa ya lakukan aktifitas bangun pagi tanpa Emak ya?!" Mia memberikan nasehat kepada dua anaknya yang masih sekolah.


"Iya, Mak. Tenang aja. Si Gaga kalo susah dibangunin, biar Inay guyur pake air segayung." Inayah menjawab nasehat Mia membuat Kan'an tertawa kecil.


"Kami pulang ya, Mak! Besok siang ba'da Dzuhur InshaAllah kembali lagi kesini!" kata Kan'an pada Mia.


"Iya, Pak. Maaf ya, Emak masih bantu-bantu disini."


"Iya. Ga papa. Setidaknya bisa meringankan beban Dedi dan anak-anaknya karena ditinggal Marni."


"Iya."


Amelia hanya bisa menatap kosong Bapak dan adik-adiknya yang pamitan pulang lebih dulu.


Fikirannya kembali pada ucapan Alif soal Soleh yang sepertinya sedang berboncengan dengan Juriah dan tanpa sadar berbarengan dengan Alif yang melihat kemesraan mereka.


Bang... Sepertinya kamu sedang sibuk dengan istri mudamu. Hhh ... Aku baru tersadar. Aku lupa, sekarang Aku tidak boleh egois ingin mengaturmu sepenuhnya seperti dulu. Ada perempuan lain yang sedang bersamamu. Dan dia adalah Juriah, istri muda suamiku.


"Dengarkan penjelasanku, Amelia. Aku justru memikirkan dirimu. Memikirkan kita kedepannya. Sudah pernah kukatakan sebelum Aku pulang ke kampung halaman. Ini hanyalah sebuah kesepakatan antara kita bertiga. Cobalah pakai otakmu untuk berfikir! Aku hanya minta kesediaanmu berbagi selama tiga tahun. Hanya tiga tahun, Amelia. Dan kita lanjutkan hidup setelah tiga tahun itu dengan tenteram dan damai. Hanya Kau dan Aku! Kita berdua!"


Tiga tahun waktu yang Soleh minta untuknya melakukan semua ini.


Saat ini, Soleh pasti sedang berupaya menyenangkan Juriah dan keluarganya. Untuk sesuatu yang menurutnya berharga. Mendapat keturunan juga sedikit mengeruk harta dari keluarga Juriah yang kaya raya.


Seketika Amelia merasa dirinya sebagai manusia sangatlah jahat.


Demi harta dan juga tahta, Ia rela mengikuti tujuan Soleh yang tidak baik. Bahkan dengan sangat bodoh membantu memberinya izin menikah lagi.


Sejatinya poligami adalah pilihan sulit yang benar-benar diambil dalam keadaan tertentu. Bukan dengan niatan yang kurang baik seperti Soleh dan keluarganya.

__ADS_1


Hanya karena tekanan ekonomi, hutang piutang dan juga alasan belum punya keturunan, Soleh, Mariana dan Anta memilih jalan pintas yang sangat beresiko.


Terutama bagi Amelia yang harus legowo mengorbankan perasaannya.


Kini Amelia menyadari kekeliruannya. Dan bertekad akan mengatakan pada Soleh kalau jalan yang telah diambil dan disepakati diawal adalah suatu perbuatan dosa.


Amelia justru tersadar, Juriah adalah perempuan korban kejahatan s++++l hingga nama baik dan juga psikologisnya terganggu selama ini.


Jika tiga tahun kemudian, Juriah lantas diceraikan Soleh begitu saja apalagi diambil anaknya jika mereka dikaruniai anak. Apakah tidak mungkin mental dan psikis Juriah semakin terluka dan bisa menimbulkan goncangan jiwa yang hebat.


Itu adalah kejahatan besar. Dan Amelia kini termangu memikirkan itu.


Bagaimana mungkin Amelia bisa bahagia tiga tahun selanjutnya jika sebelumnya justru memiliki konspirasi rencana jahat bersama suami dan juga kedua mertuanya.


"Amel? Mel!"


"Ah! Iya, Mak?"


"Kamu melamun terus dari tadi. Kenapa? Ayo, cepat kita bantu Yu' Dasih di dapur. Bikin penganan kecil buat cemilan tahlilan nanti malam."


"Iya, Mak! Tapi Amel mau Ashar dulu ya? Sepertinya azan ashar sebentar lagi berkumandang, Mak!"


"Oh iya. Ya udah, kita sholat dulu biar jongjon kerja di dapurnya."


Amelia hanya ingin meminta maaf kepada Allah karena khilaf dan tidak memikirkan jangka panjangnya.


Ia terlalu takut dihujat terus menerus oleh Mariana dan Anta yang selalu memandang rendah dirinya sebagai seorang menantu.


Padahal, jika Soleh mengizinkan Ia bekerja di pabrik konveksi, setidaknya perekonomian rumah tangga mereka bisa terbantu perlahan. Bukankah rezeki setiap suami istri sudah diatur sedemikian rupa oleh Yang Maha Kuasa.


Jika suami yang bekerja, istri lebih banyak diberi rezeki lewat suami. Dan disaat suami sedang bermasalah dengan keuangannya, Allah pasti akan mudahkan usaha istri dan bisa bantu suami.

__ADS_1


Bukankah begitu sistematis hubungan suami istri dan rezeki yang sudah Allah atur? Wallahu, Amelia mulai menyadari kekeliruannya yang terbawa perasaan karena tekanan ibu dan bapak mertua.


BERSAMBUNG


__ADS_2