
"Dokter,... ada apa dengan memori ingatan suami saya? Kenapa suami saya tidak mengenal saya?"
Inayah meminta penjelasan kepada dokter yang menangani Arthur dari awal sang suami masuk UGD.
"Suami Ibu mengalami amnesia sementara. Kemungkinan besar terjadi karena benturan keras pada kecelakaan lalu lintas. Amnesia atau kehilangan memori ini dapat terjadi akibat kerusakan bilateral pada sistem limbik otak, yaitu yang bertanggung jawab atas menyimpan, memproses dan mengingat kembali ingatan."
"Apa... suami saya akan hilang ingatan untuk selamanya, Dokter? Mengapa dia bisa mengingat masa lalunya sementara dia tidak mengingat saya?"
"Pak Arthur terdiagnosa amnesia retrograte. Orang dengan amnesia retrograde dapat kehilangan keseluruhan ingatan atau hanya sebagian dari ingatannya. Kondisi tersebut tergantung pada bagaimana tingkat kerusakan otak yang dialaminya."
"Lalu bagaimana dengan kondisi kejiwaannya? Apa mas Arthur bisa kembali normal seperti dulu lagi? Bagaimana mungkin kami menjadi seperti orang asing kini, Dok? Saya sangat cemas dengan keadaannya selanjutnya."
"Hanya waktu yang bisa membuat pak Arthur kembali normal seperti sediakala. Dan juga keluarga, pelan-pelan bisa membantu daya ingatnya kembali pulih dengan memberikan penjelasan tentang memori masa lalunya yang hilang. Semoga pak Arthur segera pulih dan kembali mengingat. Ibu yang sabar ya? Ini hanyalah bersifat sementara. Entah seminggu, sebulan, atau bahkan setahun, kami tidak bisa memberikan kepastian tepatnya. Hanya bisa memberikan resep obat yang dapat membantu daya ingat pasien dan memulihkan kondisi fisik beliau agar sehat kembali."
Inayah hanya bisa termenung.
Sungguh diluar dugaan, Arthur yang tidak mengalami luka parah dari kecelakaan lalu lintas seminggu yang lalu justru tersadar dengan memori ingatan dirinya yang tiga tahun lalu.
"Siapa... kamu?"
Pertanyaan Arthur membuat hancur berantakan perasaan Inayah.
"Mas Arthur, aku istrimu."
"Istri? Istri siapa? Aku? Hahh??? Hah??? Hahaha, gila kau ya? Perempuan seperti dirimu, jadi istriku? O my Gosh, damn! Hahaha..."
"Mas Arthur?!? Mas?!"
"Pergi! Pergi dari sini! Go out!"
"Mas? Mas!?! Aku Inayah, Mas! Aku istrimu dan kamu adalah suamiku! Demi Allah aku gak bohong!"
"Hah?!? Hahaha... Hahaha hahaha! Ya ampun, hai Nona! Kamu, lumayan cantik! Tapi, perempuan seperti dirimu? Jadi istriku? O-o, I am sorry, kamu bukan tipeku. Maaf! Jangan manfaatkan aku yang baru saja kena musibah kecelakaan."
"Mas?!?"
Tentu saja remuk redam hati Inayah.
Arthur tak mengenal dirinya sama sekali. Bahkan nada bicara terkesan meremehkan penampilan Inayah.
Satu hal yang membuat Inayah kian shock.
Victor dan Juriah yang kebetulan datang berkunjung menjenguk, justru mendapatkan sambutan hangat dari Arthur.
"Victor, how are you, Man?"
"I am fine, how about you, bro?"
"Seperti yang kamu lihat. Keadaanku baik, tapi juga tidak baik. Ada seorang perempuan mengaku-ngaku sebagai istriku. Haish! Sejak kapan aku menikah? Sejak kau bawa perempuan juga? Hahaha... Hhh, perempuan adalah racun dunia. Bukankah begitu?"
Tentu saja Victor terkejut. Ada rasa bingung bercampur kaget mendengar penuturan Arthur yang sekarang.
__ADS_1
"Arthur, apa otakmu baik-baik saja?" tanya Victor cemas.
"Of course yes. Hanya gegar otak saja. Oh iya, bagaimana film biru buatanmu? Pastinya laris manis dipasaran dong?! Hehehe..."
"Sure. Hehehe..."
Juriah yang kini bermetamorfosa menjadi Putri Fania hanya diam tak ikut bersuara.
Ia hanya sesekali melirik Inayah yang menangis di balik pintu ruang inap Arthur Handoko.
Kenapa mas bule ini jadi seperti ini? Apakah ini karma untuk si Inayah? Benarkah adiknya Mbak Amel itu benar-benar tulus mencintai mas bule? Atau..., semua demi uang? Pria muda yang tampan yang pernah kulihat waktu itu pastinya tak se-kaya mas bule. Atau..., jangan-jangan Inayah menginginkan harta warisan mas bule jika mas bule meninggal dunia. Apakah..., kecelakaan yang mas bule alami ada sabotase dari Inayah dan pacar gantengnya itu? Ada kemungkinan gak sih kalau mereka ikut berperan dalam kecelakaan ini? Ternyata, mas bule gak sampai meninggal. Perkiraan merasa diluar dugaan. Dan sekarang, mas bule lupa ingatan. Anehnya, dia hanya lupa ingatan pernah menikah dengan si Inayah. Hehehe... hm. Aku gak mendoakan keburukan untuk mereka, tapi toh ternyata karma itu ada ya ga?! Hm... Bukan urusanku juga, sih. Sudahlah, kita lihat saja tayangan berikutnya. Mungkin tontonan ala-ala sinetron ini lumayan bagus ceritanya.
Juriah hanya bisa menduga-duga. Berkhayal dengan jalan fikirannya yang masih suka belok kanan belok kiri melihat kesedihan keluarga mantan madunya itu.
Setelah cukup lama menemani Victor berbincang di dalam kamar opname Arthur, Juriah pamit izin keluar.
"Jangan jauh-jauh! Sebentar lagi aku akan keluar. Tunggu saja di mobil!" pesan Victor membuat Arthur memicingkan matanya.
"Hei, ada hubungan apa kamu dengannya? Dia,... artis spesialmu?" tanya Arthur.
"Yap, dia... pacarku!" jawaban Victor membuat Juriah tersipu malu sebelum benar-benar pergi keluar ruangan.
"Hah? Beneran? Woow, tapi lumayan juga. Walau aku speechless karena dia tidak seperti perempuan lain yang pernah kau pacari."
"Bukankah kau yang memintaku untuk berubah dan merubah Putri Fania?"
Arthur menganga. Ia mengangkat bahu dan tangannya.
Sementara Inayah teringat pada Pupu, putra pertama Arthur dengan Bianca yang harapannya bisa membuat Arthur kembali ingat.
Agak sedikit lega hatinya. Harapan Arthur kembali ingat dirinya kembali meninggi.
"Ya Allah, semoga mas Arthur segera kembali memori ingatannya dan kembali seperti mas Arthur yang dahulu begitu menyayangiku."
Doa Inayah pelan seraya mengusap wajahnya yang terlihat letih dan lelah.
Juriah terlihat keluar dari kamar rawat suaminya.
"Mbak Juriah!" serunya membuat Juriah terkejut dan menoleh pada Inayah.
Keduanya berdiri berhadapan dengan mata saling berpandangan.
"Aku turut prihatin atas keadaan mas bule." Juriah mengulurkan tangannya ingin menjabat tangan Inayah. Agak kikuk, Inayah menyambut juga.
Keduanya berjabatan.
"Mbak, terima kasih... sudah membuat video klarifikasi tentang suami saya. Saya minta maaf, karena sempat berfikir buruk pada Mbak Siti."
"Nama beken saya sekarang adalah Putri Fania. Sebaiknya Inayah panggil saya dengan nama yang diberikan oleh mas Victor mulai dari sekarang."
"Baiklah, Mbak Putri."
__ADS_1
"Inayah!"
Sontak Inayah dan Juriah menoleh pada suara seseorang yang memanggil.
"Mbak Yu'?"
Tegang seketika raut wajah Juriah.
Amelia terlihat berjalan dengan tenang mendekat ke arah mereka.
"Mbak..." kata Juriah dengan suara pelan dan bergetar.
Ini adalah pertemuan pertama mereka setelah Amelia resmi bercerai dengan Solehuddin.
"Juriah. Selamat. Kamu sekarang adalah seorang artis selebritis. Aktingmu di sitkom Istri Bule lumayan oke."
Juriah menelan ludahnya.
Sekeras apapun Ia berusaha menjadi perempuan yang elegan penuh percaya diri, tetap saja sikapnya menjadi ambyar dihadapan Amelia.
Amelia adalah roll model Juriah yang sesungguhnya.
"Saya cuma cameo saja di sitkom itu. Hanya baru sebagai artis pendatang baru, Mbak!" jawabnya dengan agak terbata-bata.
"Selamat dan semangat ya?"
Tentu saja Juriah bingung mendapati pujian serta support Amelia.
Dirinya yang dulu jahat, pernah merebut suaminya, bahkan sampai saat ini pun masih seringkali iri hati dan inginkan kehancuran keluarganya walau hanya di hati saja. Ternyata mendapatkan dukungan tulus Amelia tanpa melihat masa lalu mereka yang cukup menyedihkan.
"Inay, bagaimana dengan mas Arthur? Apa keadaannya sekarang sudah jauh lebih baik?" Amelia beralih tanya pada Inayah.
Spontan Inayah menghambur ke dalam pelukan kakaknya.
Juriah yang melihat kalau itu adalah ranah privasi keluarga mereka pelan-pelan mundur menjauh dan pergi setelah lambaikan tangan pada Inayah sebagai kode.
Mbak... Maaf, bahkan sampai saat ini pun aku masih iri denganmu, Mbak. Kamu perempuan hebat. Kamu benar-benar perempuan yang disayangi Allah. Kamu punya keluarga yang solid yang selalu mendukungmu. Sedangkan Aku? Aku ini perempuan yang menyedihkan. Hidup sebatang kara, tak punya siapa-siapa. Maafkan aku jika masih terus memiliki rasa iri kepadamu, Mbak Amel!
Juriah turun ke lantai dasar dengan naik lift.
Air matanya menetes perlahan, mengingat masa lalunya yang selalu pahit menyakitkan.
Ia hanya ingin bahagia.
Ingin mendapatkan cinta yang indah seperti Amelia.
Kini, Victor adalah pacarnya. Pacar pura-pura lebih tepatnya. Semua ini adalah karena Victor ingin membuktikan pada Arthur kalau dia bisa menjadi pribadi yang lebih baik.
Walau hanya pura-pura, tapi Victor cukup membuatnya agak besar kepala. Karena Victor benar-benar memperkenalkan dirinya sebagai pacar pada semua orang dimuka umum. Victor juga menjaga Juriah dengan penuh kasih sayang.
Meski hubungan mereka palsu dan aslinya hanya sekedar berteman saja. Namun Juriah berharap suatu saat nanti Victor benar-benar akan jatuh cinta kepadanya.
__ADS_1
BERSAMBUNG