
"Mama! Mama kenapa harus ceritakan kisah buruk itu juga pada Amelia?"
Lukman yang kembali ke rumah orangtuanya langsung menyemburkan emosi.
"Man..., Mama ingin perempuan yang akan mendampingi kamu nanti tahu kisah kamu!"
"Tidak dengan Amel! Lukman serius ingin menikah dengan Amel! Lukman beneran cinta Mbak Amel! Tapi Mama justru lagi-lagi menghancurkan rencana masa depan Lukman. Mama tahu, kenapa Linda memutuskan hubungan waktu itu? Seroja, juga Viona. Semua mundur setelah Mama ceritakan kisahku! Mereka bahkan mengolok-olok Aku sebagai lelaki setengah matang! Rudal ku tidak berfungsi dengan normal bla bla bla!"
Fanny tertegun mendengar curahan hati sang putra yang akhirnya terkuak juga sebab kandasnya kisah cinta Lukman dimasa lalu.
"Itu karena Mamamu ingin calon istrimu menerima dirimu apa adanya. Bukan ada apanya!" Bimo membela sang istri.
Bimo memang tidak pusing sekali dengan kelakuan Lukman yang sulit diatur. Itu karena Lukman tidak mau meneruskan perusahaannya yang bergerak di bidang properti. Lukman kekeuh ingin membangun usaha retail lewat jalur spesialisasi desain pakaian perempuan. Itu pilihan yang sangat Bimo benci.
Sempat Bimo merasa tenang, ketika Lukman berhasil Ia masukkan pesantren di wilayah Jawa Barat dan bertahan satu tahun setengah tetapi kemudian. Tapi Lukman justru kabur dari pesantren membuat malu dirinya pada Kiyai Maksum.
Lukman merasa dirinya tidak salah. Dan pilihan hobi serta cita-citanya yang dianggap nyeleneh menurut Bimo yang lebih suka pria perkasa dengan pekerjaan macho.
"Pa! Janganlah mendiskriminasikan suatu pekerjaan! Semua pilihan pekerjaan itu hak asasi setiap orang warga negara Indonesia termasuk Lukman!"
"Tapi kau adalah anakku! Anak laki-laki ku satu-satunya! Aku hanya ingin kau duduk manis di kantor. Menjabat sebagai CEO dan mulai mempelajari bisnis properti sampai kau faham benar dan aku lengser dengan tenang!" semprot Bimo kala itu ketika Lukman masih dengan keinginannya buka usaha butik dan konveksi sendiri.
"Kenapa Papa jadi orang tua yang egois? Di luar sana banyak pria yang pandai mendesain pakaian. Pandai menjahit. Ada juga yang pandai memasak, make up bahkan. Tapi orang tua mereka mendukung keinginan anaknya karena pekerjaan itu bukanlah pekerjaan halal!" sengit Lukman masih membela diri.
"Itu memang pekerjaan halal. Tapi pekerjaan itu lazimnya dilakukan oleh para perempuan! Dan Aku tidak ingin kamu menggeluti usaha di bidang itu! Titik! Tidak ada tawar menawar! Dan kalau kau tidak terima argumenku, silakan angkat kaki dari rumah ini! Kartu-kartu ATM mu aku blokir! Dan cari makan sendiri jangan minta orangtua. Sanggup?"
Lukman yang saat itu berusia 24 tahun, akhirnya memutuskan untuk hengkang dari rumah besar orang tuanya yang nyaman dan megah.
Ia benar-benar mencari uang sendiri dari kerja serabutannya di toko-toko pakaian dan pabrik konveksi. Hingga akhirnya bertemu Diki dan masuk kerja di perusahaan konveksi milik keluarga Adam yang kini dilanjutkan putranya yaitu Adam Malik.
Lukman pernah memimpikan dirinya bisa seperti Adam. Memimpin perusahaan konveksi sesuai dengan desain yang Ia buat dan dipasarkan di butik-butik anakan perusahaannya.
__ADS_1
Namun sayangnya, Bimo tetap tidak bergeming dan tidak tertarik untuk menanamkan saham modalnya pada Lukman.
Bimo ingin Lukman belajar dulu usaha properti. Mengenal pangsa pasar fluktuasi harga rumah, mengetahui bahan-bahan immaterial yang bagus untuk membangun suatu bangunan yang kokoh.
Hanya itu keinginan terbesarnya.
Ketiga anaknya yang lain perempuan semua. Bimo ingin Lukman yang memimpin perusahaannya dan mengatur keuangan keluarga. Bukan diatur oleh menantunya seperti sekarang ini.
Suami Diana putri kedua itu mulai masuk perusahaannya. Dan perlahan menggeluti bisnis yang sama dengan Bimo di kesempatan yang berbeda. Alasan Akmal adalah untuk belajar mandiri setelah mengambil pelajaran dan ilmu rahasia perusahaan yang dibangunnya dari nol.
Bimo sebenarnya kecewa. Tapi mau bagaimana lagi. Toh Akmal memiliki perusahaan yang sama dengannya juga untuk dipersembahkan kepada Diana dan anaknya kelak. Bimo tidak bisa berbuat apa-apa selain mendukung Akmal dan Diana.
Bimo aslinya sangat sayang pada Lukman.
Bimo bahkan sampai membawa Lukman berobat ke Singapura agar putranya itu kembali normal rudalnya karena pernah dipotong sendiri oleh Lukman diusia 5 tahun.
Kesalahan sepenuhnya memang berasal dari keluarga Fanny dan juga Bimo sendiri.
Sejak kecil Lukman hanya bergaul dengan para perempuan di rumah. Bahkan almarhumah Mamanya Fanny mendandani Lukman seperti anak perempuan sampai usia balita.
Lukman kecil bahkan memotong sendiri alat kel+minnya karena ingin memiliki alat vi+t+l yang sama dengan Mama dan ketiga adiknya.
Lukman yang masih polos lugu.
Justru harus rusak karena ulah keluarganya sendiri. Fanny dan Bimo sangat menyesal di masa itu.
Mereka mulai mengganti didikan pada Lukman agar keluarga sifat lelakinya.
Usia pra remaja, Lukman masuk sekolah khusus anak laki-laki. Dia juga mengambil kelas ekstrakurikuler karate agar tubuhnya berubah semakin kuat.
Namun kepribadian Lukman yang lembut dengan kemampuan mendesain dan menjahit pakaian telah terbentuk sejak dini. Lukman diam-diam masih suka membuat pola pakaian. Mengoleksi majalah desain pakaian khusus wanita.
__ADS_1
Bimo murka sampai membakar semua barang yang disembunyikan Lukman di kamar rahasia termasuk mesin jahit kesayangan Lukman.
Lagi dan lagi, Lukman merasa dikecewakan oleh keluarganya sendiri.
Lukman akhirnya menurut sampai tamat SMA. Karena Fanny menjanjikan kebebasannya setelah usianya 18 tahun.
Keributan Bimo dengan Lukman masih terus berlanjut meskipun Lukman telah lulus SMA.
Bimo ingin agar Lukman kuliah. Tapi Bimo memberinya opsi. Kuliah di jurusan desain fashion atau tidak kuliah.
Tentu saja Bimo akhirnya angkat tangan. Melepaskan semua tanggung jawab termasuk biaya kursus desain Lukman sendiri.
Bimo benar-benar orang yang sangat keras.
Hanya satu orang yang mampu meluluhkan Bimo, yaitu Ibunya sendiri.
Seiring waktu, pernikahan mereka yang awalnya tidak disetujui Tiur karena perbedaan suku akhirnya mencair juga.
Tiur menyadari kalau Bimo dan Fanny saling mencintai dan saling melengkapi satu sama lain.
Usaha Bimo pun kian berkembang karena support Fanny. Sementara perempuan yang se-suku dengan Bimo yang pernah Tiur jodohkan justru bercerai dari suaminya setelah ketahuan korupsi dan menggunakan uang negara belasan miliar. Bahkan perempuan itu juga ikut terciduk aparat kepolisian karena berperan juga melakukan pencucian uang.
Tiur malu hati.
Tiur akhirnya perlahan mendekati Bimo kembali dan menerima pernikahannya dengan Fanny yang sudah dikaruniai empat orang anak.
Bimo senang. Ibundanya bahkan memberikannya tambahan modal usaha dengan menjual aset-aset keluarga di tanah Toba hingga usaha Bimo semakin berkembang pesat seperti sekarang ini.
Dan berkat Tiur pula, kekesalan Bimo pada Lukman putra pertamanya bisa diminimalisir.
Lukman akan pulang ke rumah Bimo jika Tiur datang berkunjung selama beberapa hari.
__ADS_1
Karena Lukman juga sangat menyayangi Neneknya itu.
BERSAMBUNG