Istri Muda Untuk Suamiku

Istri Muda Untuk Suamiku
BAB 234 Akhir Yang Bahagia (Tamat)


__ADS_3

Setelah diskusi cukup panjang dan meminta pendapat ustadz, akhirnya ada titik temu. Inayah dan Arthur kembali rujuk dan ikrar ijab kabul ulang meskipun Inayah dalam kondisi hamil besar.


"Bagaimana Cara Rujuk Istri yang Sedang Hamil?"


"Selama istri belum melahirkan, dan talak yang dijatuhkan belum 3 kali maka suami masih berhak untuk rujuk. Bawakan dua saksi untuk proses rujuk, kemudian suami mengatakan kepada istrinya dengan kehadiran dua saksi itu: Saya rujuk kamu. Selesai. Selanjutnya jaga baik-baik lisan, jangan sampai melontarkan kata-kata cerai. Demikian pula wanita, tidak melakukan gugat cerai. Masing-masing bersemangat untuk membangun keharmonisan keluarga, meskipun harus berkorban demi mempertahankan pasangannya."


Arthur dan Inayah telah kembali menjalani biduk rumah tangga siang itu juga.


Setelah itu keluarga besar mereka langsung berangkat ke kampung melakukan ziarah kubur.


Emak dan Bapak mereka adalah orang-orang yang paling mereka sayangi. Sampai kapanpun meski telah tiada di dunia.


Dengan empat mobil bagus milik mereka masing-masing, kelima putra-putri Mia dan Kan'an langsung berangkat bersama pasangan masing-masing.


Inayah dan Arthur ditemani Pupu dan Gaga serta Reyhan putranya Tia.


Mereka semua terlihat begitu suka cita meskipun akan melakukan perjalanan jauh sampai beberapa belas jam sampai ke tujuan.


Pukul dua malam mereka sampai di rumah masa kecil.


Suasana pedesaan yang perlahan memudar diganti dengan perkembangan zaman.


Pagi hari menjelang siang mereka baru menjejakkan kaki di area pemakaman desa.


Pemakaman terlihat agak ramai. Katanya baru saja ada pemakaman dari salah seorang warga yang meninggal dunia semalam dan baru saja selesai dimakamkan barusan.


Betapa terkejutnya Amelia, ternyata yang meninggal dunia adalah Solehudin. Pria yang pernah menjadi bagian hidupnya selama sepuluh tahun itu ternyata meninggal dunia semalam dalam kondisi sakit dan kesepian.


Lukman sesekali merengkuh bahu sang istri. Karena ia tahu, Amelia pasti cukup kaget mendengar berita kematian Soleh, mantan suaminya.


Selama ini Amelia memang tidak pernah mendengar kabar berita setelah pertemuan terakhir mereka di kampung. Saat itu Soleh justru menjadi tetangganya karena membeli rumah salah seorang kerabat Amelia yang dijual murah.

__ADS_1


Mirisnya hidup Soleh.


Berniat hidup bahagia hingga akhir masa, ternyata semuanya tak seindah khayalan.


Soleh meninggal dunia dalam status duda tanpa anak.


Adik satu-satunya pun tidak diketahui di mana rimbanya setelah bercerai dengan suaminya waktu itu.


Amelia hanya bisa mendoakan Soleh, semoga diterima amal ibadah serta kebaikannya selama di dunia. Dan diampuni segala dosanya. Itu saja.


Selesai ziarah, Amelia beserta keluarga besarnya kembali pulang ke Ibukota.


Hatinya selalu berdoa, semoga Ia dan keluarga besarnya hidup bahagia. Tidak lupa pada kehidupan mereka di masa lalu. Bahwa hidup adalah perjuangan dan roda kehidupan akan selalu berputar selama nafas masih dikandung badan.


Oleh karena itu, terus berjuanglah. Berusaha dan berdoa. Yakin pada kebesaran dan kebaikan Tuhan Yang Maha Esa.


Semua ada masanya.


Jangan lemah dan putus asa.


Di perjalanan menuju Jakarta, tiba-tiba Inayah merasakan perutnya panas dan sakit melilit.


"Yang? Sayang? Ke_kenapa?"


Mendapati pertanyaan sang suami semakin membuat peluh dan keringat dingin mengucur deras di tubuh Inayah.


"Inay?!..."


"Sakit, Mas... Perutku..." jawabnya mulai terbata-bata.


Melihat raut wajah Inayah yang berubah membuat Arthur faham kalau istrinya itu akan segera melahirkan.

__ADS_1


Arthur teringat dirinya memiliki sebuah sirine bekas syuting film beberapa tahun lalu.


Dengan sigap Arthur segera memasang benda tersebut di atas kap mobilnya dan,


Ninuninuninuninu...


Sirene laksana ambulans dan mobil patroli polisi itu berbunyi besar sekali. Dan Arthur tancap gas menuju rumah sakit terdekat untuk membawa Inayah melahirkan.


Seketika para saudara Inayah yang berada di mobil yang berbeda mendapatkan firasat akan kehadiran anggota baru di keluarga besar mereka.


Gaga, Pupu dan Reyhan yang ada di mobil Arthur mengumandangkan shalawat nabi. Mencoba membantu Inayah untuk tenang sampai tiba di rumah sakit.


Proses yang cukup cepat seperti kilat.


Anak kedua Arthur yang berjenis kelamin perempuan lahir di rumah sakit Bersalin Bunda Harapan hari Senin pukul sebelas malam.


Arthur menangis sesegukan sembari menggaungkan azan di telinga kanan anak perempuannya dan iqomat di telinga kiri.


Betapa Maha Besarnya Allah, membuat hidup Arthur menjadi makin berwarna.


Inayah kini lega. Harapannya melahirkan dengan didampingi suami tercinta terkabul sudah.


Pintanya pada Allah, semoga ujian kehidupan yang akan Ia dan Arthur dapatkan bisa terlewati.


Impiannya adalah membesarkan buah hati bersama pasangan sampai akhir hayat bahkan sampai surga nanti.


Begitu pula Amelia, semakin kokoh berdoa dan berharap. Semoga rumah tangganya dengan Lukman berjalan dengan baik. Tidak lagi mengalami goncangan hebat yang memisahkan pernikahan mereka.


Jikalau ada ujian kehidupan, mereka berharap semuanya akan terlewati dengan baik.


Aamiin.

__ADS_1


T A M A T


Referensi: https://konsultasisyariah.com/17729-cara-


__ADS_2