Istri Muda Untuk Suamiku

Istri Muda Untuk Suamiku
BAB 222 Hidup Terus Berjalan


__ADS_3

"Ma_maaf, Mas! Maaf!"


Rama menatap tajam kearah Rendy yang langsung berubah mimik.


"Aku ini kakak kandungnya! Kamu fikir aku ini siapa? Orang jahat yang mau berbuat picik di pinggir jalan, begitu?"


Rendy terus-terusan mengangguk-angguk menyadari kesilapannya.


"I_inay, a_aku m, aku permisi duluan. Mas, maaf. Maaf sekali lagi mohon maaf. Saya tidak tahu kalau mas adalah kakaknya. Saya cuma panik melihat Inayah menangis di pinggir jalan dan ada pria yang tidak saya kenal dengan raut wajah tegang di sampingnya. Saya... hanya khawatir kalau Inayah kenapa-kenapa. Saya minta maaf sekali lagi. Saya pamit permisi."


Tak butuh waktu lama, Rendy langsung cabut dan tancap gas dengan wajah merah, kuning, hijau seperti lampu lalu lintas.


Setelah Rendy pergi dengan Avanza-nya, Rama tertawa terbahak-bahak.


"Gimana aktingku? Bagus gak, Nay? Nanti kalau mas Arthur sudah sembuh, bilang dia ya? Casting aku untuk jadi aktor pendatang baru. Hahaha..."


Inayah yang tadi begitu sedih sekali sampai sembab wajahnya menangis sepanjang jalan dari bandara, tersenyum tipis sembari berkata, "Mas, jahat kamu! Anak orang itu sampe shock gitu lho! Ga liat apa mukanya merah kayak gitu?! Ampun deh mas Rama ini!"


"Hahaha... Iya juga sih. Tapi, siapa suruh dia yang akting duluan sok-sokan sok akrab rangkul-rangkul kamu. Ehh, cerita. Siapa dia? Apa kalian akrab? Apa ga apa-apa itu mas Arthur kalau dia tahu kamu punya teman lelaki yang sekarang itu?"


"Ya enggaklah. Kita sama sekali gak seakrab tadi. Itu pertama kalinya dia berbuat begitu juga. Aku juga kaget pas tiba-tiba responnya seperti itu. Bukan Rendy banget. Secara dia itu anak kiyai lho, Mas!"


"Waduhh?! Mas Arthur beneran ga masalah? Gak bahaya ta punya saingan lumayan berat model anak boyband gitu?"


"Hehehe, apa sih Mas? Rese' kumat deh! Kami beneran gak dekat. Lagipula kamu tahu anak itu saingan dari mana?"


"Hei, Tiwul! Dari tatapan dan perhatiannya yang begitu, aku bisa tahu kalo dia itu ada rasa sama kamu! Bisa-bisanya kamu pura-pura polos. Ck. Dasar perempuan!"


"Memang sih, di kampus dia pernah nembak aku dan ngajak ta'aruf. Tapi langsung kujawab kalau aku ini perempuan bersuami dan sudah punya anak."


"Hahh? Hahaha... Terus, terus? Responnya?"


"Ya dia kaget. Secara umurku baru dua puluh tahun tapi bilang udah married dan punya anak satu. Dia bilang kalo nolak jujur aja. Jangan buat alasan yang gak masuk akal. Hm... Dia itu mahasiswa berprestasi yang gak punya sosial media. Kerjanya belajar dan belajar. Makanya dia gak tahu sama sekali kalau suamiku adalah orang yang cukup terkenal sebenarnya. Setelah kubilang suamiku seorang sutradara film indie dan mungkin setelah itu dia mulai searching tentang suami aku dan tahu kebenarannya, dia mulai menjauh. Sudah."

__ADS_1


Rama tersenyum.


Diusapnya pucuk jilbab Inayah dengan lembut.


Ia senang adiknya kini telah kembali tenang dan tak lagi larut dalam kesedihan seperti tadi.


Ada hikmahnya juga kejadian lucu barusan yang melibatkan teman kampus Inayah itu.


Berbeda dengan Rendy.


Sepanjang perjalanan ia terus-terusan mengumpat memaki dirinya yang sangat bodoh bahkan bertingkah super bodoh dengan tiba-tiba merangkul Inayah.


Bukan bermaksud untuk ambil kesempatan, tapi tindakannya itu spontanitas. Hanya untuk mengubah keadaan yang dia pikir begitu urgent demi keselamatan Inayah.


"Shiiiiit!!! Ampuuuun, beg+ bangeeet Lo, Reeenn!!!" pekiknya berteriak kesal pada dirinya sendiri.


Tangan kirinya berkali-kali menepuk keningnya.


Untunglah Inayah sedang cuti kuliah jadi Rendy tidak akan bertemu lagi perempuan yang Ia sukai itu dalam jangka cukup lama.


Di rumah, Rendy masih tak bisa melupakan kejadian memalukan tadi di pinggir jalan kota Jakarta.


Wajah Inayah dan kakak laki-lakinya membuat Rendy selalu menutup mata serta mulutnya sambil geleng-geleng kepala.


Rasa kepo mulai menjalar otak kecilnya untuk menelusuri konten-konten yutub milik Arthur yang ia ikuti beberapa waktu lalu.


Sebenarnya Rendy seperti yang Inayah kata. Tidak punya medsos layaknya cowok-cowok seusianya yang sedang lucu-lucunya di dunia maya.


Rendy tidak.


Dia bukan tipe pria yang seperti kebanyakan.


Bahkan meskipun Ia sangat tertarik pada Inayah, ia tidak pernah sedikitpun meluangkan waktunya untuk men-stalking apalagi menyelidiki perempuan pujaannya itu.

__ADS_1


Cukup dengan kejantanannya menembak langsung. Ia ingin proses yang berjalan apa adanya tanpa harus mengetahui diam-diam jati diri sang pujaan.


Rendy mem-follow yutub Arthur justru ketika Inayah mengatakan kalau Ia adalah istri dari Arthur Handoko dan sudah punya satu anak.


Itu pun cuma untuk memastikan apakah Inayah sedang berbohong demi berkelit dari serangan pengakuan cinta dari dirinya. Ternyata tidak.


Tapi kali ini, Rendy sengaja ingin tahu ada permasalahan apa dengan sutradara dan produser film itu sehingga Inayah sampai nangis Bombay di pinggir jalan ditemani kakak laki-lakinya.


Baru saja Ia membuka yutub dan mengetik nama akun yutub Arthur. Tiba-tiba,


..."Saya Arthur Handoko, sutradara dan produser film indie Indonesia. Kali ini ingin mengabarkan pada para fans serta khalayak ramai, kalau saya untuk saat ini vakum dulu dari dunia perfilman. Mohon maaf jika chat atau email-email para sahabat atau kerabat yang terkesan saya abaikan. Saya hanya ingin rehat dari dunia ini. Saya juga sudah putuskan akan pindah ke San Fransisco, kota kelahiran saya dan tinggal bersama orang tua serta anak semata wayang saya. Pernikahan saya juga sepertinya akan segera divorce. Jadi, apapun kini urusan saya sudah tidak ada lagi sangkut pautnya dengan istri saya yang bernama Inayah. Sekali lagi mohon maaf kepada semua orang yang ada kepentingannya dengan saya serta kebijakan yang saya ambil ini. Terima kasih atas perhatiannya. Saya permisi undur diri. Bye-bye, sayonara!"...


Tersentak Rendy melihat tayangan barusan yang di-posting Arthur satu jam yang lalu.


Pantas saja, Inayah sampai sembab begitu matanya tadi siang di jalan raya! Ternyata...


Rendy mematikan laptopnya.


Ia melamun memikirkan nasib diri wanita pujaannya itu.


Bagaimana bisa, perempuan baik-baik itu begitu suram nasib percintaannya. Bahkan diceraikan dalam kondisi sedang mengandung. Dan bagaimana kondisi kejiwaannya, suami yang dibangga dipuja telah pergi membawa serta putra sambung yang begitu Inayah sayangi.


Seketika jantung Rendy berdebar sangat kencang.


Ia menscroll nama kontak yang ada di hapenya.


...Bidadari Surga...


Rendy terdiam dengan rahang mengeras.


Hubungi jangan, ya? Apa tindakanku ini kelewat batas kalau tiba-tiba care menanyakan keadaannya!? Hhh... Ya Allah! Apa aku, terlalu terburu-buru kalau melakukan hal yang berlebihan? Tapi..., menanyakan kabar teman bukanlah hal yang berlebihan, kan ya? Haish! Hm... telepon jangan ya? Apa nanti kata kakak laki-lakinya tentang aku. Hhh... Tapi, apa sebaiknya chat dulu deh ya?! Basa-basi minta maaf dulu soal yang tadi siang ya?!? Oke, bismillah.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2