Istri Muda Untuk Suamiku

Istri Muda Untuk Suamiku
BAB 201 Juriah Yang Merasa Beruntung


__ADS_3

Juriah melongo terkesima.


Rumah Victor seperti istana. Besar dan megah. Seperti rumah-rumah para selebritis yang seringkali Juriah tonton di acara gosip di televisi.


"Masuklah!"


Juriah kian terpukau. Matanya tak berkedip memandang semua isi rumah Victor yang terlihat berkilauan dimatanya.


Dulu Ia termasuk anak orang berada. Ibu Bapaknya penyuka perhiasan perak dan lampu-lampu kristal kwalitas imitasi.


Tapi kali ini, yang dilihatnya adalah barang kelas atas alias yang original.


"Waah... Indahnya!" gumam Juriah tak bisa menyembunyikan kekagumannya menilai rumah Victor yang luas dan mewah itu.


"Waah..., berapa Mas beli lampu kristal itu?" tanyanya spontan.


"Itu? Asli dari Bangkok. Limited edition, hanya diproduksi sepuluh di pengrajinnya. Harganya... 200 lebih."


"Dua ratus ribu?"


"Dua ratus juta, Juriah!"


"Hahh???"


Mulut Juriah menganga besar.


Dulu Ibunya sampai pesan ke toko reseller elektronik yang ada di kampungnya seharga 1 juta 300 ribu rupiah. Itupun baginya terlalu mahal karena hanyalah sebuah lampu penerangan saja. Dan kini lampu itu habis dilalap api ketika kebakaran besar menghanguskan rumah Ojan Samsiah satu tahun lebih yang lalu.


"Ini kamarmu! Dan ingat, kau tidak boleh keluar rumah tanpa seizin dariku!"


"Saya... disini kerja apa, Mas Victor?"

__ADS_1


"Terserah. Bersih-bersih, memasak sudah ada Surti dan Tejo yang mengerjakan. Tapi kalau kamu mau, boleh bantu mereka. Dan sesekali jika aku butuhkan untuk jadi asisten dadakan, kamu harus siap sedia, Juriah. Oiya, aku tak suka nama asli kamu. Kampungan! Biar kuganti menjadi Putri Fania. Oiya, hari ini aku akan terbang ke Vietnam untuk urusan kerjaan. Kamu di sini, bersama dua asisten rumah tanggaku. Dan jangan pernah keluar rumah tanpa pemberitahuan sebelumnya."


"Mas Victor..."


"Apa? Ada apa? Aku belum bisa memberimu penjelasan lainnya tapi kau boleh memakai semua fasilitas di rumah ini selagi aku tidak ada di rumah! Surtiiii, Surtiiii!"


Seorang perempuan separuh baya berlari tergesa-gesa menghampiri Victor.


"Iya, Tuan?"


"Ini, kenalkan Putri Fania. Dia adalah asisten aku yang baru. Dia akan jadi bagian dari pekerjaku. Tolong bantu dia biar kerasan tinggal di rumah ini! Oiya, Tejo mana?"


"Tejo sudah siapkan semua barang keperluan Tuan Victor untuk perjalanan kali ini, Tuan. Tejo sedang pergi ambil tuxedo Tuan di butik Koko Aliem."


"Oke. Kalau Tejo sudah pulang, suruh langsung ke atas temui Aku!"


"Baik, Tuan!"


"Mari, Non, ikut Surti."


Juriah tersenyum tipis. Ia kikuk tapi bangga di panggil 'Non' oleh ART Victor.


Masa-masa kejayaannya dahulu seolah terulang kembali. Otaknya traveling mengenang masa lalu yang indah dengan semua harta dan kemewahan keluarga Juriah hasil dari pesugihan.


Orang ini kaya sekali. Apakah kekayaannya hasil kerja kerasnya selama ini? Atau..., hasil pesugihan juga seperti yang Ibu Bapakku lakukan di masa lalu? Apakah di kota besar ini ada juga orang yang melakukan pesugihan? Sungguh aku bingung. Apakah si bule Arthur, atau suami barunya Mbak Amel kaya raya asli hasil kerja keras atau keluarganya pesugihan?


Juriah bergelut dengan fikirannya sendiri.


Otaknya sudah terkontaminasi dengan cara kaya instan seperti yang dilakukan almarhum almarhumah kedua orangtuanya.


Ojan dan Samsiah ternyata kaya karena melakukan perjanjian gaib dengan makhluk astral lewat dukun sakti yang membukakan jalan kekayaan kepada mereka.

__ADS_1


Namun hasilnya,


Hhh... Juriah menghela nafas.


Penyesalan yang mendalam dan menyesakkan dada.


Semua harta akhirnya musnah. Tiada tersisa, karena semua didapat dari jalan yang haram dan penuh kemaksiatan.


Bahkan Juriah menyaksikan sendiri bagaimana kedua orang tuanya menjadi tumbal atas perjanjian gaib yang mereka lakukan.


Keduanya meninggal dunia dengan keadaan mengenaskan.


Padahal Juriah tidak mengetahui sepak terjangnya terlalu dalam. Tidak mengetahui siapa-siapa saja yang sudah jadi tumbal kekayaan orangtuanya. Tapi dia sangat takut dan seolah tak mau bersinggungan lagi dengan dunia supranatural mencari harta dengan jalan gaib.


Itu karena Juriah mendapatkan cerita dan masukan dari sepupu Bapaknya yang selama ini menjadi walinya setelah Ojan dan Samsiah meninggal dunia.


Kini Juriah ingin menghapus kenangan buruk itu.


Ia ingin menjadi pribadi yang baru. Ingin membuat takdirnya sendiri dengan mengubah nasib buruk menjadi nasib baik.


Juriah hijrah ke Ibukota dengan harapan bisa seperti Amelia yang kini makmur hidupnya.


Cukup sudah dirinya yang polos dan pernah salah melangkah dengan memilih pasangan hidup sembarangan. Dirinya yang dulu dijuluki sebagai perebut suami orang. Dirinya yang pernah di-bully karena hilangnya keperawanan dan jadi korban tindakan pelecehan di lingkungan sekolah.


Juriah merasa beruntung bertemu Victor yang menawarkan kerjasama namun belum jelas apa pekerjaannya karena pria itu harus pergi ke luar negeri untuk urusan lain.


Setidaknya Juriah bisa tenang dan aman di rumah besar Victor dengan berbagai macam fasilitasnya yang menggiurkan.


Bahkan Victor sampai mengubah namanya menjadi Putri Fania. Sungguh keberuntungan yang besar bagi Juriah.


Juriah berharap, ini adalah masa keemasannya. Dan bisa mengubah takdir setelah sekian lama hidupnya susah terlunta-lunta sejak kedua orang tuanya tiada.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2