
Fu Duan terdiam setelah memberi semua informasi yang ia dapatkan, keringat dingin mengucur di pelipisnya karena ketakutan melihat reaksi Tiandou yang datar. Dalam hatinya, akhir hidup mungkin akan segera mendatanginya bersamaan dengan langkah ringan Tiandou lebih mendekatinya.
Tiandou menepuk pundak Fu Duan, tepukan ringan yang dibarengi senyum tipis.
"Aku cukup puas dengan informasimu, pergilah sebelum aku berubah pikiran,"
Fu Duan menelan ludahnya menatap nanar kemudian menunduk, "Terimakasih atas kebaikan hati tuan pendekar! Aku tidak akan berbuat onar lagi,"
Setelah berucap serta memberi hormat, ia bergegas berlari secepat yang ia bisa. Meninggalkan Tiandou yang masih tersenyum-senyum.
"Benar yang diperkirakan Tuan Muda, desa ini menyimpan sesuatu yang istimewa. Pantas saja banyak pendekar berada disini,-!! Mereka mencoba peruntungan rupanya, heh." batin Tiandou sembari memutar badannya bersiap melesat kembali ke kedai.
Ketika dalam laju larinya, ia tak sengaja melihat ada sekelompok pendekar dengan jubah serupa. Tiandou memutuskan untuk berhenti dan bersembunyi untuk mencaritahu siapa mereka dan apa tujuan mereka.
Tak perlu cukup dekat untuk melihat mereka, Tiandou menggunakan Mata Langit. Betapa terkejutnya Tiandou ketika mengetahui siapa mereka. Tiandou memukul batang pohon tempatnya bersembunyi sembari terus memperhatikan kelompok yang terdiri dari lima orang tersebut.
"Sekte Harimau Emas! Bukankah itu Gao Zhan? Ah ... Brengsek! Mereka pasti kemari juga untuk mengincar Bunga Melati Emas dan Harimau Sisik Naga? Sebaiknya aku bergegas kembali," geram Tiandou mengepalkan tangannya.
Informasi yang ia dapat dari Fu Duan nyatanya bukan sebuah rahasia, Tiandou mengenal benar sekte Harimau Emas. Beberapa tahun silam Tetua Jing Yun terluka parah ketika berhadapan dengan salah satu tetua sekte Harimau Emas saat menjalani misi di Kerajaan Hao.
Sekte Harimau Emas merupakan sekte aliran netral namun cenderung ke aliran hitam mengingat rekam jejak sekte tersebut selama ini, hubungan dekat dengan Lembah Hijau menjadi bukti tak terbantahkan.
Bahkan beberapa anggota Lembah Hijau yang selamat dari insiden beberapa tahun lalu melarikan diri dan bersembunyi di Sekte Harimau Emas yang berada di Kerajaan Hao tersebut.
Saat kembali ke Tujuh Tombak Emas waktu itu, Tetua Jing Yun hanya menyinggung satu nama, Gao Zhan. Hal tersebut di ingat oleh semua tetua tombak yang mendengar penjelasan Tetua Jing Yun termasuk Tiandou yang kala itu tak mengambil misi bersama karena kesedihannya.
Semua ciri-ciri beserta kekuatan yang dimiliki Gao Zhan diceritakan t dengan sangat jelas oleh Tetua Jing Yun. Meskipun luka parah yang dialami tak sampai membahayakan nyawanya namun itu cukup membuatnya menghilang selama 2 tahun dari dunia persilatan.
"Yue Yin! Dapatkah kau mencaritahu keberadaan Harimau Sisik Naga yang diceritakan orang brengsek barusan?" tanya serius Tiandou pada Yue Yin dalam laju larinya.
"Dimengerti,Tuan!"
__ADS_1
Yue Yin keluar dari ruang jiwa Tiandou kemudian mengubah wujud menjadi burung merpati berbulu putih setelah berdiskusi sejenak. Keduanya berpisah jalan. Tiandou melesat dengan kecepatan tinggi menuju kedai, sementara Yue Yin terbang kearah sebaliknya.
•••••
"Apakah anda yang berbicara padaku? Maaf jika perbuatanku membuat kakek tidak nyaman," ujar Tan Hao melalui pikirannya.
Orang tua bercamping lusuh tersebut mengangkat kepalanya, terlihat oleh Tan Hao senyuman serta ekspresi wajahnya begitu tenang dan menyenangkan.
"Tidak masalah, tidak masalah,-!! Aku suka pemuda yang memiliki insting tinggi sepertimu. Sepertinya temanmu butuh bantuan, coba perhatikan," balas orang tua tersebut sembari memegang seruling tua yang terbuat dari sejenis gading hewan berwarna hitam kekuningan.
Tan Hao tersentak kemudian menoleh ke arah Lan Lihua berada, "Mereka bisa mengatasinya. Oh ya kakek, namaku Tan Hao! Nama kakek siapa ... ."
Ketika Tan Hao kembali menoleh, orang tua bercamping tersebut telah menghilang. Bahkan Tan Hao tak mengetahui pergerakan energi yang terjadi maupun merasakannya.
Kebingungan jelas tersirat dari ekspresi wajahnya, Tan Hao mematung memandang gelas arak di depannya.
"Siapa kakek tua itu! Kekuatannya sungguh sama sekali tak bisa aku lihat, keberadaannya pun bahkan seperti tidak ada. Apakah itu tadi imajinasiku saja, ah ... Sialan,"
"Senior Tiandou! Oh kau sudah kembali ... Bagaimana?" ujar Tan Hao sedikit terkejut.
Tiandou meraih kursi kemudian duduk di samping Tan Hao, ekspresinya begitu serius.
"Benar. Di wilayah ini bukan hanya ada Harimau Sisik Naga seperti yang Tuan Muda katakan, namun juga terdapat Bunga Melati Emas. Aku sudah meminta Yue Yin untuk mencaritahu keberadaan hewan spiritual kelas langit itu, mengenai Bunga Melati Emas. Hmm ... ."
Tiandou mengatur nafasnya kemudian berbisik.
"Sumber daya itu sudah di ambil oleh pengemis tua yang memakai camping dan memiliki seruling. Menurut yang aku dengar,"
"Pengemis bercamping? Seruling? Orang dengan ciri-ciri yang kau maksud baru saja dia ada disini dan pergi entah kemana sebelum senior datang," sahut Tan Hao merasa tak percaya dengan apa yang ia dengar.
Tiandou yang terkejut kali ini, hingga ekspresi dingin nya berubah bodoh.
__ADS_1
"Tidak mungkin!"
Menurut informasi yang di dengar Tiandou beberapa saat lalu, pengemis tua yang dimaksud telah meninggalkan hutan benua naga setelah berhasil mengambil Bunga Melati Emas yang berada di puncak gunung hibei.
Tiandou juga menceritakan tentang adanya kemungkinan pergerakan dari sekte-sekte aliran hitam yang mengincar Harimau Sisik Naga. Termasuk menceritakan tentang sekte Harimau Emas.
"Aku pikir pengemis bercamping lusuh itu salah satu pendekar masa lalu yang telah lama meninggalkan dunia persilatan,-!! Baiklah, lupakan soal itu,"
Tan Hao menjadi lebih tenang setelah meneguk dua gelas kecil arak. Raut wajah tak menunjukkan bahwa ia sedang mabuk tetapi pandangan matanya seperti tertahan sejenak ketika menoleh.
"Gao Zhan ini seberapa kuat dirinya?" tanya Tan Hao yang melihat ke arah jalan menuju kedai.
Di kejauhan terlihat lima orang dengan pakaian serupa tengah berjalan santai menuju kedai. Kelima orang tersebut hanya ada dua orang yang terlihat tua.
"Melebihi kekuatan Tetua Jing Yun! Aku merasa mungkin setara kekuatanku sebelum naik tingkat," jawab Tiandou yang sesaat kemudian melihat ke arah yang sama.
"Ah ... Itu mereka! Yang aku maksud orang yang berada paling depan sebelah kiri. Itu Gao Zhan,"
Tan Hao memejamkan matanya, ia mencoba menguasai tubuhnya yang perlahan mulai terdampak arak.
"Bagaimana! Apakah Tuan Muda sudah tau kekuatannya?" tanya Tiandou dengan penasaran setelah Tan Hao membuka mata.
"Fiuhh ... Bagaimana apanya! Kekuatan siapa? Barusan aku menghilangkan efek mabuk dari arak ini," jawab Tan Hao dengan polosnya setelah membuang nafas pelan.
Tiandou mengumpat bodoh dalam hati, ia telah salah menilai apa yang dilakukan Tan Hao. Tiandou hanya mengubah posisi duduknya membelakangi Tan Hao dengan ekspresi bodohnya.
Sementara itu Tetua Shuxan sedang beradu mulut dengan tiga orang pendekar muda yang masih menggoda Lan Lihua dan Liu Zey bahkan setelah dia tegur.
"Apa masalahmu! Menyingkirlah. Kedua gadis ini milik kami,"
"Tenang, tenang. Aku tak ingin ada kekerasan disini. Aku hanya memperingatkan kalian ... ." Tetua Shuxan mengakhiri ucapannya saat menyadari ekspresi yang ditunjukkan Lan Lihua.
__ADS_1
Lan Lihua melirik tajam, seolah tatapannya mengandung amarah yang siap meledak.