Legenda Dewa Surgawi

Legenda Dewa Surgawi
Ch. 71 ~ Bangkit


__ADS_3

Dewi Busur membawa Su Kong ketempat dimana hanya ada mereka berdua. Tempat yang indah untuk menikmati matahari terbit.


"Sekarang katakan apa yang kamu mau ketahui?!" ucap datar Dewi Busur setelah sampai di ketinggian tebing batu.


Su Long tak lantas bertanya, ia masih menyesuaikan dirinya serta sibuk mengatur nafasnya. Kecepatan Dewi Busur dalam menarik dan membawanya pergi sangat luar biasa berat dirasakan tubuh Su Long.


"Aku masih tidak mengerti,-!! Dengan kemampuan kalian, kenapa harus membuka Paviliun Bintang,-!!" kata Su Kong setelah beberapa saat menguasai tubuhnya.


Su Kong mengubah posisi duduknya sejajar dengan Dewi Busur, keduanya cukup merasa santai setelah beberapa saat lalu terjadi ketegangan.


"Ini semua kami lakukan, jika suatu saat nanti Tuan Muda kembali, ini akan menjadi rumahnya untuk pulang." kata Dewi Busur dengan mata berkaca-kaca.


Su Kong hanya tersenyum penuh makna melihat Dewi Busur. Ia merasa wanita memanglah berhati lembut dan penuh kasih sayang, hanya tampak luarnya saja yang terlihat kejam.


"Orang seperti apa yang bisa membuat kalian berdua sampai begini seriusnya menyiapkan dan menunggu kepulangannya, apakah dia seorang Dewa,-!! Haha ha ha?!"


Dewi Busur tak merasa marah atas ucapan Su Kong dengan tawa renyahnya. Ia merasa biar bagaimana pun akan sulit meyakinkan jika belum melihat dengan mata kepala sendiri.


"Hehh?! Kami berempat berkumpul karenanya, memiliki kekuatan juga karenanya, dan senjata kami juga pemberiannya. Bisa dikatakan Dia lebih Dewa dari sekedar Dewa,-!! Dia penyelamat hidup dan masa depan kami semua."


Dewi Busur bercerita singkat tentang masa lalunya. Raut wajahnya berubah-ubah sesuai alur cerita yang ia ceritakan. Membuat Su Kong kadang tertawa kadang tersenyum kecut bereaksi sesuai apa yang diceritakan Dewi Busur.


Di tengah ia mendengar ocehan Dewi Busur tentang perjalanannya, Su Kong tersenyum tipis dengan memandang penuh. Merasa dirinya semakin lebih dekat dengan Dewi Busur, dalam hatinya terbersit keinginan untuk menjadi seseorang yang lebih baik dari sebelumnya.


"Karena aku sudah berjanji dan pasti ku tepati,-!! Bisakah aku mengetahui setiap nama dan ciri-ciri dari Dewi Empat Penjuru,-!! Jika nanti aku bertemu dua yang lainnya, setidaknya aku bisa mengenali mereka,-!!" kata Su Kong dengan memasang senyum manis dan wajah ramahnya.


"Hei, ini tidak gratis?! Kau tau? Akhir-akhir ini aku suka dengan arak di kedai minum kemarin?" sergap Dewi Busur yang membalas senyum Su Kong dengan wajah galaknya.

__ADS_1


Su Kong bersikap santai, sesantai ia melemparkan kerikil kecil kearah dasar tebing sembari mengubah posisi lututnya.


"Diterima?!"


"Hehh,-!! Namaku Zey Liu, Dewi Bintang itu bukanlah julukan sebenarnya, Dewi Bintang yang asli adalah Wen Liu kakak keduaku. Sedangkan yang mengelola Paviliun Bintang adalah kakak pertamaku Ran Liu, julukan sebenarnya Dewi Perang. Dan yang terakhir bukanlah saudari kami tetapi karena Tuan Muda, ia menjadi saudari tertua kami dikenal sebagai Dewi Ilusi, mantan pembunuh bayaran Sui Jiu."


Su Kong sedikit tersentak mendengar nama terakhir yang ia dengar, sebab nama Dewi Ilusi cukup tersohor di kalangan pejabat daerah maupun penatua Sekte.


"Aku tak menyangka salah satu Dewi Empat Penjuru merupakan orang itu,-!! Nasib baikku ternyata masih ada." batin Su Kong menyadari dirinya memilih keputusan yang tepat. Dengan bertemannya ia dengan kedua Dewi membuatnya juga bisa berteman dengan orang paling sadis dalam hal membunuh tersebut.


"Oh ya, julukan kami sebenarnya berkaitan dengan senjata yang kami gunakan,-!! Kau tau?! Senjata milikku bernama Busur Bulan, kau sudah tau itu. Sedangkan milik kakak Ran Trisula Dewi Perang, Kakak Wen memiliki Pedang Bintang Kembar, sementara Kakak Sui memiliki Pisau Naga Perak dan Pisau Ilusi."


"Kau tau,-!! Sejak menghilangnya Tuan Muda, Kakak Sui Jiu tak pernah menggunakan Pisau Naga Perak, entahlah aku tidak mengerti alasannya, tapi hanya dengan Pisau Ilusi yang merupakan Senjata kelas Langit saja sudah membuatnya sangat hebat, jauh lebih hebat di bandingkan denganku?!


Mata Su Kong terbelalak saking terkejutnya, ia baru mengetahui informasi ini. Su Kong tak menyangka jika Dewi Ilusi yang selama ini di takuti oleh pejabat korup dan Penatua Sekte menyimpang ternyata belum mengeluarkan kemampuan aslinya dalam bertindak.


Hal ini bisa menjadi berita baik namun juga berita buruk. Su Kong berfikir akan menyampaikan ini pada ayahnya ketika pulang ke Gunung Pandan. Informasi sepenting dan serahasia ini bukanlah barang murah.


Su Kong tak menampik jika di dalam Sekte Gunung Pandan telah lama disusupi oleh paham aliran sesat dan juga aliran hitam. Bahkan dirinya merasa beruntung bertemu dengan Dewi Bintang disaat yang tepat, menyebabkan mata nya terbuka lebar mengenai berbagai macam hal.


Pikiran Su Kong kini tertuju pada ayahnya, sudah lebih dari 4 bulan ia meninggalkan Gunung Pandan. Ia bahkan tak tau apa yang telah dan akan terjadi apabila orang-orang yang menyimpang dalam sektenya mulai bertindak. Tentu saja sasaran pertama adalah Patriark Su Long.


"Hei,-!! Apa yang sedang kau lamunkan,-!! Mau dengar lanjutannya atau tidak,-!!"


Seruan Dewi Busur menghentikan lamunan Su Kong yang segera tersenyum kecut. Nampak jelas kerutan di keningnya seperti seorang yang memikirkan hal berat.


"Bukan apa-apa?! Lanjutkan saja, setelah ini aku akan mentraktirmu daging dan arak." balas Su Kong singkat sembari melempar kembali kerikil kecil.

__ADS_1


Dewi Busur sesaat menatap heran Su Kong tetapi tidak terlalu ingin tau. Ia kembali melanjutkan ocehannya.


"Tuan Muda kami namanya Tan Hao. Dia merupakan Dewa bagi kami,-!! Selama bersamanya, kakak Sui lah yang kerap kali bertengkar dengan Tuan Muda, pertengkaran bodoh yang membuatku cukup terhibur.-!!"


Kemudian Zey Liu melanjutkan cerita berpisahnya mereka. Zey juga mengatakan alasan mereka meninggalkan kota Shuning. Su Kong kembali kaget dengan asal dari Dewi Empat Penjuru, ia sungguh tak menyangka bahwa mereka memiliki sebuah rumah penampung anak terbuang dan sejenisnya.


Zey Liu mengatakan alasan lain berdirinya Paviliun Bintang berkenaan untuk membiayai Rumah Cahaya milik mereka, walaupun jarak antara Kota Shuning dan Kota Huizhu cukup jauh, mereka tak pernah melupakan para anak-anak yang kini sudah menginjak remaja.


"Sudah cukup,-!! Aku tak terlalu tertarik dengan anak-anak,-!! Aku rasa ocehanmu terlalu berlebihan hingga matahari telah meninggi, he he?! Ayo pergi, aku akan mentraktir sepuasmu,-!!"


Su Kong berdiri dengan memasang senyum tipisnya yang kemudian mengulurkan tangannya. Dewi Busur tersenyum tipis tanpa mengatakan sesuatu, ia meraih tangan Su Kong.


Keduanya berjalan santai menuruni tebing dengan sesekali terlihat Su Kong mengatakan sesuatu dan diakhiri dengan tawa renyahnya.


•••


"Ada apa ini,-!! Kenapa tidak juga menunjukkan tanda-tanda berhasil?! Apa aku melakukan kesalahan?!" ucap Tan Hao yang tak percaya beberapa hari berlatih namun tanpa hasil.


"Ada apa?! Apakah gagal lagi,-!! Sepertinya ada yang salah dengan dirimu, Kakek Lan mungkin tau jawabannya? Apa tidak sebaiknya kau tanyakan? Beberapa hari ini kau selalu menolak saranku,-!!" seru Lan Lihua yang tersadar dari meditasinya karena ucapan Tan Hao.


Tan Hao selama beberapa hari memang tengah berlatih tenaga dalamnya, ia berfikir untuk berlatih mulai dari dasar pelatihan. Namun, ia selalu di buat terkejut ketika meditasinya tidak pernah berhasil.


Bahkan Kitab 1000 Kehidupan tak menunjukkan sesuatu yang salah, semuanya nampak baik-baik saja. Tetapi, selama ini Tan Hao tak pernah berhasil bahkan mengumpulkan satu lingkaran tenaga dalam pun tidak bisa.


Latihan fisik yang ia terima dari Leluhur Lan dan Feng Zhenzu, ia berhasil menjalaninya dengan baik.


Selama beberapa hari ia secara sembunyi-sembunyi berlatih tenaga dalam dengan alasan tersendiri.

__ADS_1


Berulang kali juga Lan Lihua menyarankannya untuk bertanya pada Leluhur Lan namun Tan Hao menolak dengan alasan itu bukan hal yang besar.


"Ahh, konyol sekali aku masih tidak bisa mengumpulkan tenaga dalamku,-!! Apakah sebaiknya aku tanyakan pada kakek Lan? Ahh.. Tubuhku?! Ada apa dengan engkau,-!!"


__ADS_2