
"Sudah lebih baik, sebenarnya kakak darimana saja? Meninggalkanku tanpa penjelasan, apa kau pikir aku orang asing yang dengan mudah ditinggalkan tanpa alasan?" sungut sebal Lan Lihua, sikapnya benar-benar telah kembali seperti sebenarnya.
Sikap kasar dan egois yang menjurus ke perbuatan seenaknya sendiri selama beberapa waktu terakhir, kini tak terlihat sama sekali.
Tan Hao sendiri langsung mengaktifkan mata dewa sementara telapaknya ia letakkan di kening Lan Lihua, hanya beberapa saat saja hal itu ia lakukan sebelum berjalan kearah meja, "Aku rasa memang benar keadaanmu semakin membaik, kupikir mungkin karena bantuan Elang Emas itu. Kita akan bekerja lebih keras sebentar lagi."
"Nona Ying Yue, apakah kau sudah mendapatkan apa yang aku minta?" Tan Hao menuang teh sembari mengambil tempat duduk diikuti Lan Lihua yang masih terlihat kesal.
"Kau?! Bukankah kau orang yang kemarin menolong ibu dan anak saat penyerangan? Apa tujuanmu ke tempat ini...!" Bao Jia tak percaya jika orang di hadapannya itu adalah orang yang memberikan peringatan atas sikapnya kemarin lalu.
Perasaan pendekar setingkat Pertapa Angin itu kini campur aduk, antara takut dan tidak percaya. Beberapa kali ia berusaha melirik Ying Yue untuk mendapatkan jawaban secara jelas namun tak ada sepatah katapun yang keluar.
Tan Hao tersenyum tipis setelah meneguk teh, "Tujuanku tak ada hubungannya denganmu! Bisakah kau keluar dari sini? Aku ingin membicarakan sesuatu yang penting dengan Nona Ying Yue!"
Bao Jia menoleh kearah Ying Yue tapi tanggapannya seolah membenarkan pernyataan Tan Hao dan bukan membelanya.
Sambil bersungut kesal Bao Jia berbalik badan menuju pintu keluar, "Kau sangat sombong, lihat saja apa yang akan kau dapatkan dengan sikapmu itu!"
Ying Yue menggelengkan kepala ketika Bao Jia membanting pintu dengan keras, ia merasa seperti dipermalukan di depan pemilik kekuasaan terbesar kedua di asosiasi yang secara tingkat hanya dibawah dari pendiri Asosiasi Menara Emas.
"Maafkan atas sikap Bao Jia, Tuan Muda Hao! Dia masih muda dan memiliki emosi yang tak stabil,"
"Sudahlah, itu tak penting! Lalu apakah kau sudah mendapatkan yang aku minta?"
"Awalnya aku kira akan sulit mendapatkannya dalam waktu sehari semalam, tapi karena Tuan Muda Hao yang meminta maka asosiasi bekerja keras untuk ini,"
__ADS_1
Lan Lihua nampak penasaran tapi tak mengerti dengan apa yang mereka berdua bicarakan, ia hanya duduk tenang sambil mendengarkan. Tak ada lagi sikap arogan yang menyela pembicaraan, kini sikapnya lebih lembut dari sebelumnya.
Hal itu bisa dikatakan karena agresifitas dari Bintang Gajah Naga yang mulai normal meskipun cahaya energinya masih menumpang pada bintang yang lain.
Entah apa yang diberikan burung Elang Emas tetapi hal itu membuat Lan Lihua baik-baik saja untuk sekarang.
Reaksi Tan Hao biasa saja namun lirikan matanya terlihat serius, "Ini berkaitan dengan sekte tempatku bernaung, aku tak akan membiarkan rumahku dipenuhi tikus. Hama semacam itu jika tidak diketahui tempat persembunyiannya akan sangat sulit membantai mereka!"
Ying Yue mengangguk seolah membenarkan ucapan Tan Hao sambil mengeluarkan sebuah gulungan dari cincin bumi di jarinya, "Aku bisa menjamin informasi ini benar adanya tapi mengenai rinciannya aku tak berani bilang apapun,"
Tan Hao meraih gulungan hitam itu kemudian mengamatinya, "Itu bukan masalah, aku hanya ingin mendapatkan garis besarnya saja. Oh ya ... Selagi aku mempelajari ini, bisakah Nona Ying Yue mempersiapkan tempat di Pagoda Tao Suci! Setelah ini aku akan melakukan pelatihan di sana bersama Hua'er!"
"Apa Tuan Hao serius? Tempat itu bahkan bukan tempat yang baik untuk berkultivasi, tuan bisa berlatih di mata air jernih! Aku akan menyiapkan tempatnya sekarang juga," Ying Yue menawarkan Tan Hao, memang selain Mata Air Jernih tak ada lagi tempat terbaik di kota untuk berlatih.
"Tidak! Aku akan berlatih di bangunan itu! Jangan bertanya lagi, persiapkan tempatnya!"
"Oh ya ... Tak perlu cemas lagi soal manusia ular gurun! Mereka tak akan lagi menyerang tempat ini, katakan pada penduduk untuk tak perlu lagi merasa takut beraktifitas. Aku menjamin keamanan mereka,"
Ying Yue tersenyum sebelum akhirnya menutup kembali pintu setelah keluar dari kamar, tersirat rona bahagia diwajahnya saat melangkah meninggalkan kamar penginapan khusus itu.
Tak jauh dari anak tangga lantai kedua bangunan asosiasi itu, Bao Jia bersandar di dinding sambil memandang tajam Ying Yue.
"Hei, siapa pemuda sombong itu? Kenapa kau tak membelaku? Posisi seperti apa yang dia miliki sampai kau mengabaikan aku?" ia berbicara dengan nada tinggi, dirinya memang menunggu Ying Yue keluar dari kamar untuk meminta penjelasan.
Ying Yue membalas tatapan Bao Jia tak kalah tajam bahkan terdengar dengusan kasar, "Kau pikir siapa yang lebih berkuasa daripada tiga orang? Nona Fen Lian yang merupakan anak Master Zhang Shen saja hanya berada di nomor tiga. Jika kau pintar seharusnya kau tahu apa artinya itu...!"
__ADS_1
Bao Jia tertegun sambil melotot tak percaya, sementara Ying Yue melanjutkan langkahnya menuruni anak tangga membiarkan Bao Jia begitu saja.
"Master Zhang Shen pendiri dari asosiasi tentu saja menjadi nomor satu paling berkuasa di asosiasi! Nona Fen Lian berada di nomor tiga? Itu artinya ... Pemuda itu paling berkuasa diurutan nomor dua? Ah ... Sialan! Pantas saja orang tua itu mengatakan agar aku tak menyesal atas sikapku!" Bao Jia meremas kepalanya sendiri, ia tak menyangka jika identitas orang yang telah ia remehkan tak main-main.
Dirinya yang seorang pendekar kelas dua yang baru saja dipromosikan menjadi pendekar kelas satu karena kedekatannya dengan Fen Lian bukanlah sesuatu yang bisa menyelamatkannya dari keangkuhan sikapnya pada orang yang salah.
Sementara itu Ying Yue langsung menuju ke ruang kerjanya dan menemui beberapa pendekar yang ditugaskan untuk menjaganya.
Dua orang pendekar bertudung emas berada dibalik bayangan korden, mereka tak menampakkan wujudnya tetapi bayangannya terlihat jelas.
"Tuan Muda Hao meminta tempat di bangunan kuil itu untuk berlatih, salah satu dari kalian persiapkan tempat itu dan pastikan tidak ada orang yang memasuki areanya. Waktumu hanya dua jam dari sekarang!" Ying Yue baru saja duduk dan langsung memberi perintah dengan nada serius.
Tak ada jawaban tetapi salah satu dari bayangan itu menghilang tiba-tiba setelah perintah disampaikan.
"Keluarlah...! Aku ingin meminta pendapatmu mengenai manusia ular ini?" pinta Ying Yue sejenak kemudian reaksinya berangsur melembut.
Sosok pendekar bertudung emas itu keluar dari bayangan korden jendela, dilihat dari pembawaannya pendekar itu terlihat seperti seorang wanita.
"Aku percaya dengan apa yang disampaikan Tuan Muda Hao soal manusia ular gurun tak akan menyerang lagi, tetapi dilain sisi aku masih khawatir masalah itu tak sesederhana itu! Bagaimana menurutmu?" terlihat wajah Ying Yue lesu sambil menatap muka meja.
Pendekar bertudung emas itu tak bergerak dari posisinya, "Aku rasa itu benar! Beberapa waktu lalu aku mendapati ada delapan koin emas yang tersebar dibeberapa titik yang tak jauh dari batu besar! Menurut pemahamanku, koin itu seharusnya adalah bentuk lain dari sebuah formasi. Aku tak tahu apa itu tapi jika dilihat dari udara, itu seperti membentuk sebuah bintang dengan delapan sudut,"
Ying Yue mengerutkan keningnya, "Apa kau yakin? Menurutmu apakah Tuan Muda Hao yang memasang formasi itu?"
"Tidak! Aku rasa kakek tua yang selalu bersamanya itulah yang memasangnya, aku tak berani memastikan tapi batu besar di tengah gurun itu sepertinya pintu masuk ke dunia manusia ular! Beberapa kali aku mencoba tetapi seperti ada sesuatu yang menahanku untuk tetap diluar, itu yang aku tahu sejauh ini!"
__ADS_1
Ying Yue menatap pendekar yang bertugas menjaganya itu untuk sesaat sebelum akhirnya bernapas lega, "Jika begitu, maka tempat ini akan aman dari ancaman mulai dari sekarang. Hah ... Aku tak percaya akan ada waktunya aku bisa menikmati pekerjaan ini...."