Legenda Dewa Surgawi

Legenda Dewa Surgawi
Ch. 228 ~ Kembali Pulang


__ADS_3

Suasana perkemahan Pangeran Li Fen menjadi tidak baik sepeninggal Shin Buya, terbukti tak berapa lama para bangsawan bersamaan pamit untuk kembali ke perkemahan masing-masing.


Pangeran Li Fen yang sedari awal cukup senang menikmati suasana, kini juga menjadi lebih serius. Setelah meminta budak wanitanya untuk pergi, ia meminta pendapat Tang Yu tentang masalah yang terjadi.


Meskipun ia tak tahu kejadian apa yang menimpa pasukan Shin Buya tetapi ia cukup mengetahui tentang kekuatan pendekar samurai, tidak mungkin hanya karena hewan buas. Tak peduli itu apa, tapi yang jelas kejadian ini bisa melemahkan semangat pasukannya.


Li Fen An memang berencana memanfaatkan pasukan Shin Buya untuk memulai penyerangan Tujuh Tombak Emas, sebelum kedatangan pasukan dari Kerajaan Shu. Tetapi karena hal ini, mungkin rencana akan sedikit berubah.


Tang Yu juga hanya diam saja, tak berkomentar apa-apa saat mendengar pembantaian yang terjadi. Sifatnya yang dingin sejalan dengan cara pikirnya yang tenang dan jauh ke depan.


Ia cukup tahu kemampuan yang dimiliki Totsuki Hirada, selain memiliki pedang tertajam di seluruh benua. Kekuatannya juga hanya setingkat dibawahnya, untuk itulah ia tak mau mengambil resiko untuk campur tangan atas apa yang terjadi dalam pasukan Shin Buya.


Meskipun mempunyai sebanyak puluhan ribu pasukan yang ada di perkemahan berada di bawah kendalinya, menurutnya Pangeran Li Fen terlalu polos untuk memikirkan langkah demi langkah sebelum menggerakkan pasukan utama.


Pendekar Pengguncang semesta itu melirik ke arah Pangeran Li Fen yang masih terus berbicara tanpa tujuan yang jelas, semua perkataannya hanya berisi keluhan dan kekhawatiran.


“Pangeran tenang saja, semuanya masih sesuai rencana. Kita hanya perlu menunggu beberapa waktu, pasukan dari Shu akan memulainya,” Tang Yu memandang ke arah luar tenda dengan tatapan tajam.


Hanya untuk menyerang sebuah sekte, diperlukan ratusan ribu pasukan. Secara taktik dalam bertempur, itu bisa di bilang berlebihan dan buang-buang biaya. Tetapi apa yang di lakukan Tang Yu ini sangat di luar kewajaran sebuah kerajaan.


Hanya demi membunuh pewaris tahta sampai harus menggerakkan pasukan begitu banyak, jika Kekaisaran Wang mengetahui hal itu dapat dipastikan kalau Kerajaan Shio berada dalam masalah administratif.


Namun karena jarak dan juga kelihaian Tang Yu dalam menyamarkan pasukannya untuk berkemah membuat Kaisar Wang tak menaruh curiga dan hanya mengirim surat yang berisi titah kaisar untuk tidak melibatkan rakyat dalam pelatihan tempur yang di lakukan.

__ADS_1


Bisa di bilang ia telah mendapatkan kepercayaan dari Kaisar Wang, oleh karena itu dirinya bisa dengan mudah menyusun dan melakukan rencana.


Menjawab atas keluhan Pangeran Li Fen, Tang Yu berpendapat jika seharusnya pasukan Raja Shu akan datang besok. Kejadian yang menimpa pasukan Shin Buya memang di luar dari perkiraan, tetapi mengetahui situasi Tujuh Tombak Emas yang sampai saat ini masih tenang-tenang saja tanpa pergerakan membuatnya tidak harus terburu-buru dalam bertindak.


Disaat yang sama, Tan Hao mengakhiri meditasinya saat hujan telah berhenti. Ia mengatur napas beberapa kali sebelum kemudian membuka mata.


Terlihat raut wajahnya cerah dan tersenyum penuh makna, “Sepertinya cukup untuk hari ini, akan aku lanjutkan setelah tiba di sekte.” Tan Hao merasa senang dengan peningkatan energinya meskipun masih jauh untuk bisa naik ke tahap selanjutnya.


Untuk bisa naik ke tahap selanjutnya, Tan Hao masih harus mengkonsumsi seribu energi roh siluman buas atau inti kristal siluman buas. Kecepatan peningkatannya memang bisa dibilang lambat, meskipun kekuatannya bertambah sangat pesat.


Kemampuan Saint-nya masih di tingkat dasar, tetapi untuk kekuatan spirit energi-nya berada di Raja Roh tanpa Ye Yuan. Untuk itulah perkembangan Tan Hao masih belum bisa dikatakan seimbang.


Kekuatannya lebih besar dibanding kemampuan alami tubuhnya dalam menampung energi alam. Antara potensi keturunan saint murni dengan peluang peningkatan kemampuan masih belum ia gunakan semaksimal mungkin.


Tan Hao menoleh kesana kemari dan tersenyum tipis ketika melihat Lan Lihua tidur bersandar batang talas gunung sementara Yi Jin berjaga di dekatnya.


“Aku kira kau tak akan pernah bangun lagi, apa kau marah padaku?” ucapan Fen Fang menyadarkan pandangan Tan Hao yang terlihat mengagumi kecantikan wanita pemilik tanda di dahi itu.


Tanda yang berada diantara dua alis itu berbentuk layaknya permata, terwujud setelah Lan Lihua mampu membangkitkan kekuatannya, tetapi baru saat ini kelihatan lebih jelas.


Tan Hao mengubah pandangannya ke arah Fen Fang sambil tersenyum lebar, “Alasan apa yang membuatku marah! Lagipula aku tahu mereka akan kemana dan untuk apa, jadi mau itu sekarang atau nanti, mereka akan tetap mati,”


Seketika raut wajah Fen Fang berubah, ia merasa dikerjai Tan Hao. Rasa geram itu hanya sesaat sebelum kemudian tertawa panjang. Ia tak menduga perasaannya akan menjadi sangat sensitif setelah mengikuti Tan Hao.

__ADS_1


“Kau bajingan kecil, membuatku seperti orang bodoh saja, hahaha...!”


Beberapa saat kemudian, Tan Hao berdiri sambil membersihkan bajunya dari embun akibat udara lembab. Bersamaan dengan itu Lan Lihua terbangun setelah punggung tangannya dijilat Yi Jin.


“Sewaktu aku berlatih di dalam ruang roh, aku merasakan ada gelombang energi yang begitu besar. Sepertinya itu berasal dari pasukan Pangeran Li Fen...!” ungkap Tan Hao merasa ada yang aneh, keberadaan pasukan itu sudah lebih dari dua hari tetapi sama sekali tak melakukan pergerakan apapun.


Tan Hao berpikir kemungkinan pasukan itu sedang menunggu sesuatu, jika masalah waktu harusnya itu bukan persoalan. Sebab Sekte Tujuh Tombak Emas hanya berjarak tak terlalu jauh dan lagi pasukan aliansi yang masih memulihkan diri membuat Tujuh Tombak Emas kekurangan pendukung.


Fen Fang menghentikan tawa kemudian mengubah posisi duduknya, “Aku juga merasakannya! Aku sempat berpikir jika mungkin saja keberadaan pasukan ini bukan hanya untuk menyerang Tujuh Tombak Emas. Kita tidak akan tahu sebelum sampai di sekte,”


Ia melanjutkan bahwa mungkin saja peluang menyerang secara langsung itu bisa terjadi tapi kecil kemungkinan, sebab Tujuh Tombak Emas terlalu tidak berharga untuk menggerakkan pasukan sebanyak itu.


Fen Fang meyakini jika bukan soal Pangeran Li Chen An saja tapi bisa jadi lebih dari itu. Apalagi Tujuh Tombak Emas hanya memiliki delapan orang tetua dan hanya mempunyai anggota tak lebih dari lima ribu pendekar selain murid sekte, jumlah itu tak bisa dibandingkan dengan kekuatan pasukan satu kerajaan ditambah gabungan sekte aliran hitam.


Tan Hao mengangguk beberapa kali, ia membenarkan pemikiran Fen Fang itu. Memang sejauh ini keduanya hanya bisa menerka sebelum mengetahui situasi sebenarnya.


“Sebaiknya kita langsung kesana saja, daripada hanya menebak tak jelas,” Lan Lihua memberi saran.


Baik Tan Hao maupun Fen Fang setuju dengan itu. Kemudian mereka memutuskan untuk kembali bergerak setelah mengisi perut dengan beberapa buah-buahan segar yang diperoleh Fen Fang entah darimana.


Tak begitu jauh dari tempat mereka, tiga orang wanita tengah melesat melewati pepohonan dengan kecepatan tinggi menuju ke arah Kota Shuning. Ketiga wanita itu memiliki penampilan yang terlihat hampir mirip.


Mereka melewati perbatasan antara Pegunungan Kaca Api dan Hutan Kota Shuning. Dari arah datangnya, mereka seharusnya dari arah ibukota kerajaan. Gerakan mereka seperti sedang terburu-buru dengan punggung dihiasi senjata masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2