Legenda Dewa Surgawi

Legenda Dewa Surgawi
Ch. 108 ~ Keberuntungan Lan Lihua


__ADS_3

Selesai perjamuan, Fen Lian mengajak Tan Hao untuk langsung menuju ruang penyimpanan yang terletak di bawah tanah. Selain karena keamanan juga karena bisa untuk menambah ketahanan daya tahan sumber daya tersebut.


Fen Lian sengaja melakukan itu untuk mengetahui apakah Tan Hao masih bersedia tergabung dalam Asosiasi. Sebab selama ini, semua kebutuhan yang telah dijanjikan oleh Tan Hao semuanya di penuhi oleh sekte Tujuh Tombak Emas dan Tetua Jing Yun sebagai perantaranya.


Satu hal yang Tan Hao tak ketahui adalah hutan sumber daya yang telah ia pindahkan kedalam cincin dimensi miliknya, selama lebih dari lima tahun tak sekalipun ia kunjungi atau bahkan periksa. Kini bukan lagi menjadi sebuah hutan sumber daya melainkan surga sumber daya, perbedaan waktu yang ada didalam cincin dengan dunia nyata memberikan efek luar biasa.


Bukan hanya semakin banyak, namun juga ada beberapa sumber daya yang telah berevolusi menjadi semakin tinggi kualitas dan khasiatnya.


Fen Lian membuka pintu yang terdapat di lantai yang berada di ruangan khusus dengan menggunakan plakat emas seperti yang Tan Hao miliki.


"Oh ... Jadi itu kegunaan lain benda ini?" kata Tan Hao sambil mengamati pintu masuk gudang penyimpanan tersebut.


"Jadi bagaimana, Tuan Muda?"


"Maksudmu?"


Fen Lian tertawa kecil kemudian melangkah masuk diikuti Tan Hao dan Lan Lihua. Terpampang jelas rak-rak panjang berjejer rapi, terdapat ratusan rak yang ada dengan berbagai macam sumberdaya. Tempat yang sangat luas, bahkan luasnya melebihi luas bangunan Asosiasi itu sendiri.


Ketika pertama kali masuk ruangan tersebut, Tan Hao maupun Lan Lihua merasakan dengan jelas bahwa tempat itu memiliki energi pelindung yang cukup besar. Mungkin setara dengan kekuatan gabungan seratus pendekar Pertapa tahap Ahli.


"Sesuatu yang bernilai akan selalu dijaga dengan baik, bukan?" ujar Fen Lian seakan mengerti perubahan raut wajah keduanya.


"Perlu Tuan Muda ketahui, bahwa tempat ini merupakan gudang penyimpanan nomor dua terbesar milik Asosiasi Menara Emas! Tak ada yang tahu lokasi serta keberadaan tempat ini, kecuali aku dan manager Xinxin,"


"Ya. Aku cukup paham soal itu! Dan juga alasan mengapa kau berada disini, bukan?" sahut Tan Hao sambil mengamati tata letak sumberdaya yang terpisah rapi menurut tipe dan golongan masing-masing.


"Bukan seperti itu! Alasan aku ada disini berkenaan tentang adanya hewan spiritual yang muncul cukup dekat dari sini dan juga ada rumor menyebutkan bahwa pendekar masalalu telah muncul kembali, aku takut jika kekacauan terjadi maka tempat ini akan diketahui orang banyak," terang Fen Lian sembari menatap lembut Tan Hao.


Sementara Lan Lihua merasa bosan dan dibuat kesal, hingga dirinya memutuskan untuk berkeliling sendirian meninggalkan Tan Hao dan Fen Lian.

__ADS_1


"Apa-apaan wanita tua itu! Apa dia kira aku tak tahu usia aslinya? Tch ... Menyebalkan." Lan Lihua mengeluh dengan manjanya, terlihat reaksi ketidaksukaan terhadap Fen Lian begitu besar.


"Orang yang memiliki seruling maksudmu?" tanya Tan Hao melirik Fen Lian.


"Benar. Bagaimana kau bisa tahu? Kabar terakhir menyebutkan dia sudah meninggalkan tempat ini,"


"Belum lama, aku bertemu dengannya di kedai arak. Pantas jika kau begitu khawatir, bahkan aku saja tidak bisa mengetahui batas kekuatannya," sahut Tan Hao sambil mengamati salah satu sumber daya berbentuk buah namun mempunyai kelopak seperti bunga berwarna kuning kecoklatan.


"Bukankah ini Buah Mange?" tanya Tan Hao kemudian setelah mengamati cukup dekat.


"Ya. Ini Mange Mawar Darah! Apa Tuan Muda tidak mengetahuinya?" balas Fen Lian setelah mengambil sumber daya tersebut.


"Ha ha ... Sepertinya banyak terjadi perubahan atau memang aku belum cukup tahu soal sumber daya," ujar Tan Hao setelah tertawa polos.


Tak lama setelah itu, Tan Hao terdiam. Ia langsung memasang sikap waspada. Ia melirik ke salah satu ruang hampa yang tak jauh dari tempatnya berada.


"Apa maksud Tuan Muda?" Fen Lian celingukan berusaha menemukan apa yang dimaksud Tan Hao tetapi ia tak melihat siapapun.


Senyuman tipis tersungging di bibir Tan Hao, sesaat lalu ia merasa waspada namun kali ini dirinya seolah bersikap biasa. Seperti tak menganggap ada bahaya yang sedang mengintai dirinya.


"Keluar sendiri atau aku paksa?" kata Tan Hao sedikit membentak tapi ekspresi wajahnya santai.


Fen Lian terkejut, tiba-tiba muncul sebuah pusaran dimensi tak jauh dari tempatnya berdiri. Ekspresi wajahnya cukup buruk dengan berbagai pemikiran yang terus muncul.


"Mustahil ini terjadi! Bagaimana mungkin?"


Fen Lian tak bisa percaya, pertahanan kuat yang melindungi ruang penyimpanan seakan tak bekerja sama sekali bagi pemilik pusaran dimensi tersebut.


"Tenanglah, untuk apa bereaksi seserius itu? Bukankah ada aku disini? Lagipula, dia tak akan melanjutkan pekerjaannya," lirih Tan Hao sambil terus mengamati Buah Mange yang telah berevolusi yang ia pegang, setelah mengetahui kegusaran Fen Lian.

__ADS_1


Belum sempat Fen Lian mempertanyakan maksud perkataan Tan Hao, seseorang muncul dengan santai dari balik pusaran dimensi tersebut. Seorang wanita berbibir merah menyunggingkan senyum sembari melirik tajam kearah mereka berdua.


"Gawat! Bukankah itu ... Bagaimana bisa dia juga muncul? Aku tak mengerti seberapa berharganya hewan spiritual itu sampai mengundang banyak pendekar mengerikan daratan ini," pekik Fen Lian dalam hati mengetahui identitas wanita pemilik pusaran dimensi itu.


"Oh ... Sepertinya kau harus membatalkan pekerjaanmu, Nona!" kata Tan Hao santai sembari meletakkan kembali sumber daya yang baru saja ia teliti.


Wanita dengan pisau terselip dikedua pahanya tersebut tertawa kecil namun pandangannya tajam kearah Tan Hao. Kemudian menatap remeh Fen Lian sesaat.


"Apa urusannya denganmu? Aku hanya bekerja sesuai bayaran yang telah aku terima, hi hi hi ... Untuk membunuhnya,"


Fen Lian terkejut setengah mati hingga wajahnya memucat, keringat dingin mulai membasahi pelipisnya. Tubuhnya bergetar, menoleh kearah Tan Hao pun terasa berat.


"Kau tahu? Ini seperti mengulang peristiwa beberapa tahun silam. Dengar! Aku akan sedikit bercerita, dulu aku sempat akan di bunuh oleh pembunuh bayaran yang menyamar sebagai pelayan penginapan, bukannya aku yang mati tetapi malah pembunuh itu yang berakhir menyedihkan ... ."


"Kau?!"


"Ha ha ha. Coba tebak apa yang menimpa pembunuh bayaran itu?"


Lagi-lagi Fen Lian dibuat terkejut, kali ini ia terkejut karena perubahan sikap wanita yang ingin membunuhnya tersebut. Hanya beberapa kata yang diucapkan Tan Hao, langsung membuat wajahnya memutih disertai mata terbelalak.


"Tu-tuan Mu-muda? Tan Hao?" kata wanita itu terbata-bata, sesaat setelahnya ia meneteskan airmata.


"Aku terkejut kau tak mengenaliku! Apa aku terlalu banyak berubah?" ujar Tan Hao tersenyum tipis sembari membuka kedua tangannya.


Sementara itu, Lan Lihua berkeliling ruang penyimpanan sumber daya tersebut dengan masih menyimpan kekesalan hingga langkahnya terhenti ketika tak sengaja melihat salah satu sumber daya yang terletak di rak paling atas sisi kanan tempatnya berdiri.


"Ekor Naga Sisik Iblis?!"


Lan Lihua begitu terkejut sebab ia tahu kalau sumber daya tersebut golongan langka yang hanya ada beberapa buah di tiga benua utama. Diketahui sumber daya tersebut merupakan bahan utama pembuatan Pil Sutra Tujuh Kehidupan.

__ADS_1


__ADS_2