
Tan Hao menyeringai tajam ketika mata dewa miliknya melihat apa yang terjadi setelah hantaman kedua jurus tersebut. Ekspresi wajahnya terlihat cukup pelik, namun tiba-tiba berubah ketika ia menyadari tak jauh dari tempat keduanya berada, pedang dewa surgawi mulai mengeluarkan cahaya keemasan.
"Kurang ajarr!! Aku hampir mati, bajingannn?! Haha ha haha ... Burung rendahan yang terkenal liar, sekarang tak berdaya dihadapanku!"
Zhi Shen tertawa lantang melihat Ye Yuan berdiri tak berdaya yang menderita luka pada sekujur tubuh seperti terbakar, wajahnya menunduk dengan kedua tangan menggantung. Terlihat begitu menyedihkan, sementara Zhi Shen sendiri juga mengalami luka yang cukup serius pada kedua tangan dan sebagian tubuhnya.
Tak berselang lama, tubuh Ye Yuan terkulai dan terjatuh. Terlihat sorot matanya kosong menatap langit yang bersih dari awan hitam beberapa saat yang lalu.
"Ye Yuan!"
Tan Hao melesat di udara dengan kecepatan tinggi mencoba menangkap Ye Yuan. Namun, belum sempat ia berhasil memegang tangan Ye Yuan sebuah sulur hitam lebih dulu mengikat kemudian menarik paksa.
"Dia milikku sekarang, dan kau selanjutnya! Ha ha ha ...."
Sulur hitam tersebut muncul dari tangan kiri Zhi Shen, seperti bayangan yang bisa bergerak leluasa di udara bebas. Tanpa kesulitan sama sekali, ia berhasil mendapatkan tubuh Ye Yuan. Disisi lain, Tan Hao mengumpat dalam hati menyadari dirinya tak cukup cepat.
"Tan Haochun! Ha ha ha ... Si bodoh Yaoshan itu mencoba bermain-main denganku? Menempatkan orang lemah sepertimu yang bahkan di dunia bawah ini tak berguna sama sekali. Sungguh naif, bukan?"
"Cih, seorang Saint gagal sepertimu berani menghina ayahku? Kupikir kau kekuatan dari pedang iblis itu, aku cukup terkejut mengetahui rencana busukmu dengan bersembunyi didalamnya dan memanfaatkan kerakusan manusia agar kau bisa memakan jiwa sepuas hatimu," sinis Tan Hao sembari menebar tatapan mengancam, sementara tangan kirinya sedang menyiapkan manik-manik teratai yang telah ia simpan dilipatan baju bagian pinggang belakang.
Zhi Shen mendengus berat mendengar perkataan Tan Hao, dia tak percaya bahwa orang yang ada di depannya itu mengetahui tentang dirinya yang sebenarnya.
"Heh! Manusia alam bawah memang bodoh dan sampah, hanya memikirkan bagaimana cara mendapatkan kekuatan besar dengan mudah! Jika bukan karena si bodoh Yaoshan itu, aku tak mungkin terbuang dari klanku. Dan sekarang, aku memiliki kesempatan membalasnya dengan membunuhmu. Hng ...."
__ADS_1
Tan Hao tersenyum dingin, ia berusaha mengulur waktu bagi pedang dewa surgawi menyelesaikan persiapannya dan ia juga butuh waktu mempersiapkan manik-manik teratai yang akan menjadi pertama kali ia gunakan.
"Iblis Absolut Dewa Neraka! Ku akui di dunia ini kau yang terkuat dari jenis iblis dan lawan paling kuat yang pernah aku hadapi. Diyu Zhi Shen, Saint bintang 4 dari Klan Iblis Tempur di Alam Langit. Nama yang cukup keren tapi sayangnya, kekuatan aslimu hanya sebanding dengan pendekar tahap Alam Dewa Petir tingkat menengah di dunia bawah ini. Itu setara kekuatanku saat ini, dan yah!! Jika kau tak menggunakan teknik Iblis Penyerap Jiwa, sudah pasti kau akan tewas ditanganku beberapa detik yang lalu, apa aku benar?"
"Apa? Kau bicara apa?" sergah Zhi Shen dengan nada meninggi, raut wajahnya jelas menunjukkan keterkejutan.
"Bagaimana mungkin, seorang manusia lemah sepertinya bisa mengetahui tentangku? Yaoshan sialann ... Apa yang kau ajarkan padanya, bedebah?!" batin Zhi Shen sembari menahan kegeraman.
"... Dan kau pemilik asli pedang sabit matahari, bukan? Orang yang hampir tewas saat pertempuran kemudian memutuskan membelah jiwa dan menyembunyikan diri ratusan tahun di dalam pedang tersebut, setiap pedang itu membunuh manusia maka kau akan mendapatkan asupan energi kehidupan dari jiwa orang tersebut. Oh, aku hampir lupa! Seruling Iblis dan Palu Pembalik Jiwa juga sama halnya denganmu, bukan?" Tan Hao melanjutkan perkataannya, namun mata dan instingnya bekerja keras untuk segera menyelesaikan persiapan yang ia lakukan. Karena bukan tidak mungkin, kalau Zhi Shen akan menyadarinya lebih cepat.
"Omong kosong!! Manusia yang terlalu banyak bicara seperti kau akan mati lebih cepat! Dan untuk temanmu ini, relakan saja teman tak berguna sepertinya,"
Zhi Shen menyerap energi kehidupan Ye Yuan melalui sulur dari tangan kirinya sembari menahan kedengkian yang mendalam pada Tan Hao. Ia merasa harus melenyapkannya secepat mungkin sebelum semuanya terlambat ia kuasai.
Sementara itu Tan Hao tersenyum sinis, ia tak merasa cemas atau khawatir sedikitpun saat Zhi Shen menyerap energi Ye Yuan. Membuat Zhi Shen menaikkan sebelah alisnya menyadari gelagat aneh Tan Hao.
Beberapa saat sebelumnya, tak berselang lama setelah hantaman terjadi. Dengan sisa-sisa kekuatannya, Ye Yuan membuka portal dimensi lalu masuk dan menggantikan tubuh aslinya menggunakan satu bulu mahkota yang ada dikepalanya. Kesadarannya sebagai hewan suci masih lebih kuat walaupun kekuatannya telah habis terkuras.
Dimensi tersebut merupakan ruang waktu yang terhubung langsung dengan cincin dimensi milik Tan Hao, sedangkan Tan Hao mengetahui hal tersebut namun ia memutuskan untuk berpura-pura.
"Aarrgghh ... Kurang ajar?!"
Zhi Shen mengerang dengan hebatnya, kedua matanya menonjol karena kemarahan yang menjadi-jadi. Sebab ia merasa ditipu mentah-mentah. Energi yang seharusnya dapat mengembalikan kekuatannya, kini hanya tinggal angan-angan saja. Tubuh pengganti yang Ye Yuan ciptakan sama sekali tak menyimpan energi kehidupan dan hanya sedikit mengandung energi roh.
__ADS_1
"Kau cukup bodoh untuk ukuran seorang iblis!" ujar Tan Hao pelan kemudian mengubah posisi tubuhnya siap menyerang.
HYAAAAAA ...
"Dasar bedabah, sialann ... Kubunuh kau!!"
SWOOSSHH ...
WHIRR ... WHIRR ...
Zhi Shen mengeluarkan sulur hitam di kedua tangannya yang kian melebar dan membesar. Kecepatannya begitu tinggi, membuat Tan Hao harus mengerahkan kekuatan fisiknya demi menghindari kaitan sulur-sulur tersebut.
"Aku tak boleh tersentuh benda ini, atau aku akan kehilangan nyawa!! Dan sepertinya sebentar lagi dia telah siap," batin Tan Hao sembari bergerak bebas menghindari sulur tersebut, disaat itu juga ia melirik sekali ke arah pusakanya yang terhalang awan.
Tan Hao sempat bertanya-tanya, bagaimana bisa Zhi Shen tak melihat atau merasakan aura dari pedangnya yang kian terasa meningkat. Sampai saat ini bahkan Zhi Shen tak menyadarinya, Tan Hao menebak beberapa kemungkinan namun ia tak cukup yakin.
Fokusnya saat ini hanya memancing amarah Zhi Shen sekaligus menghindari setiap serangannya, tapi sebenarnya Tan Hao ingin mengakhiri ini seorang diri sebab ia yakin bisa mengalahkan Zhi Shen yang telah kehabisan banyak energi.
Satu-satunya alasan bagi Tan Hao melakukan rencana ini hanya untuk memberi ruang bagi pedang dewa surgawi menunjukkan wajah aslinya. Sesuatu yang paling dinantikan Tan Hao setelah mengetahui rahasia pusaka peninggalan ayahnya itu.
Pusaka tersebut seolah sangat ingin berhadapan dengan Zhi Shen, itu terasa dari saat bergetarnya ia di genggaman Tan Hao tatkala Ye Yuan bertarung dengan dewa iblis tersebut.
Tak berselang lama, Tan Hao tersentak ketika kepalanya seperti dilewati benang emas halus, senyum tipis mengembang setelah itu. Ia melaju sembari mengeluarkan manik-manik teratai dari celah bajunya, yang kemudian berubah menjadi dua cakram emas yang berputar berlawanan melayang di kedua sisi tubuh Tan Hao.
__ADS_1
Tangan kanan Tan Hao membentuk sebuah tanda dengan hanya dua jari menunjuk keatas di depan dadanya.
"SHENG LONG!! MAJULAH ...."