Legenda Dewa Surgawi

Legenda Dewa Surgawi
Ch. 195 ~ Salah Paham


__ADS_3

Pengawal yang sebelumnya diam dalam posisi tegap langsung bergerak dan menghadang jalan Lan Lihua tanpa diperintah.


Jun Mehui melangkah sedikit cepat mendekati Lan Lihua yang terdiam memunggunginya sembari masih memegang bahu pria sepuh itu.


"Sebagai seorang putri bangsawan, seharusnya kau tidak mudah berhubungan dengan orang rendahan seperti ini. Katakan padaku, kau putri bangsawan mana? Biar ku antar...! Pria tua ini biar bawahanku yang mengurusnya,"


Lan Lihua menoleh ringan, ia tak percaya kalau penampilannya disebut sebagai seorang putri dari bangsawan. Tatapannya yang tak ramah diartikan lain oleh Jun Mehui, ia mengira kalau Lan Lihua memiliki status yang tinggi.


Bukan hanya pakaian yang ia kenakan, tapi juga tindakan dan perilakunya seolah mencerminkan kalau Lan Lihua merupakan seorang putri dari kalangan bangsawan terkemuka.


Orang-orang disekitar juga menyingkir perlahan seperti membuka jalan setelah keributan tersebut.


"Terimakasih tapi tidak perlu, aku bisa melakukannya sendiri. Lebih baik kau pergilah, sebelum kau menyesal!" Lan Lihua melirik tajam Jun Mehui, tatapan itu berhasil membuat Jun Mehui bergidik ketakutan.


'Dia ini...! Dilihat dari cara bicaranya ... Apakah mungkin dia Putri Lun Lisha? Jika benar, maka akan gawat kalau harus bersinggungan dengan Bangsawan Lun, Keluarga Jun-ku tidak memiliki kemampuan untuk itu. Harus cepat meminta maaf sebelum ini jadi lebih buruk...!' Jun Mehui mengamati Lan Lihua, entah apa yang dipikirkannya namun ia merasa yakin kalau gadis di depannya itu merupakan putri ketiga dari Bangsawan Lun yang memiliki kekuasaan di dalam kota area dalam.


Kota Zhongnan yang luas memang memiliki dua wilayah. Area luar kota dikuasai oleh beberapa Keluarga Besar sedangkan area dalam dikuasai oleh para bangsawan. Meskipun dari beberapa keluarga besar memiliki hubungan baik dengan para bangsawan kota tapi tetap saja kasta dan kekuasaan mereka berbeda.


Ada tiga Bangsawan yang menguasai kota bagian dalam, Bangsawan Du, Bangsawan Lun dan Bangsawan Qing. Mereka merupakan keturunan luar dari bangsawan yang ada di kota kekaisaran. Sedangkan di bagian luar, terdapat empat Keluarga Besar, Keluarga Jun, Keluarga Gang, Keluarga Ye dan Keluarga Chang mereka merupakan orang-orang penting kerajaan.


Beberapa saat Jun Mehui berpikir, ia buru-buru mengubah sikapnya. Sementara Tan Hao yang mengamati dari jauh terlihat menghela napas panjang sebelum kemudian tersenyum tipis.


"Maafkan ketidaksopananku Tuan Putri! Saya mohon undur diri ...!"


Jun Mehui memerintahkan para pengawalnya untuk segera memasuki kota, ia terlihat mengamati Lan Lihua sekali lagi sebelum kembali masuk ke kereta kuda.

__ADS_1


Orang-orang yang ada di sekitar Lan Lihua tak ada yang berani mendekat, setelah mendengar pernyataan Jun Mehui. Mereka semua secara sadar sembari tertunduk membuka jalan bagi Lan Lihua untuk melanjutkan langkahnya.


Han Xue yang sejak tadi terdiam, buru-buru membututi Lan Lihua sembari masih tertunduk menyembunyikan wajahnya dibalik tudung. Orang-orang yang terlewati mengira kalau Han Xue merupakan seorang pelayan dari cara pandang mereka.


Menyadari situasi menjadi berbeda Lan Lihua menatap tanah sembari memapah pria tua itu dan sesekali juga ia melirik ke arah orang-orang yang seolah membentuk barisan disisi jalan sambil menunduk 'Siapa Lun Lisha ini? Apakah wajah kami mirip, bagaimana bisa dia salah mengenali orang? Cih ... Tapi sudahlah, salah pun tidak masalah yang penting mereka tak membuat masalah lebih jauh lagi,'


"Kakek mau kemana? Biar aku antar...!" tanya Lan Lihua setelah hanya berjarak beberapa langkah dari tempat pemeriksaan.


Pria sepuh yang tak membawa barang apapun itu tersenyum ramah, "Terimakasih, Tuan Putri! Cukup sampai disini saja, aku akan menunggu sampai giliranku tiba,"


Lan Lihua bersikeras ingin membantu pria sepuh itu tetapi hanya dibalas senyum ramah dan ucapan terimakasih. Hingga pada akhirnya Lan Lihua mengalah dan tidak memaksakan keinginannya.


"Baiklah jika begitu! Lain kali, kakek lebih berhati-hati lagi ya!" pinta Lan Lihua sebelum kemudian melangkah ke tempat pemeriksaan diikuti Han Xue.


Petugas periksa masih berdiri tertegun saat Lan Lihua berada di depannya, ia mengamati dengan teliti tapi anehnya dari cara pandang dan juga gelagat. Petugas tersebut seperti tak mengenali kalau itu bukan putri yang dimaksud.


Petugas itu tersentak kemudian terduduk dengan cepat, "Ah iya, maafkan saya. Anda silahkan langsung masuk saja,"


Lan Lihua menatap Han Xue sesaat sebelum melihat Tan Hao tengah melambaikan tangan ke arahnya.


Menyadari kesalahpahaman tersebut membuat Lan Lihua berpikir untuk memanfaatkan situasi, "Lebih baik dahulukan orang-orang yang lebih tua dan jangan mempersulit mereka, Kota Zhongnan menerima dengan baik semua pengunjung. Mengerti!" setelah berkata Lan Lihua nampak sedang menahan senyumnya sebelum kemudian melangkah masuk diikuti Han Xue.


Tangan petugas itu terlihat gemetaran sesaat sebelum mengubah posisi duduknya, "Siap Tuan Putri...!"


Tan Hao tersenyum penuh makna ketika Lan Lihua menghampirinya kemudian dengan cepat menaikkan sebelah tangannya didepan dada seperti memberi salam hormat, "Siap Tuan Putri...! Kita akan kemana, biar saya yang mengawal Tuan Putri Lun Lisha...!"

__ADS_1


PLAAK!


"Bicara sekali lagi, jangan harap aku mau satu kamar denganmu! Lebih baik kita mencari penginapan, hari semakin sore. Kita tunggu Si Tua Fang di penginapan terdekat."


Tan Hao menjadi lebih pendiam setelah terdapat benjolan di kepalanya, ekspresinya nampak bodoh saat berjalan di belakang Lan Lihua.


***


Area luar Kota Zhongnan terlihat sangat ramai, banyak kedai makan berjejer dan juga berbagai macam toko jual beli. Terdapat banyak jalan kecil bercabang yang setiap sisi jalan dipenuhi toko dan aktifitas jual beli maupun barter.


Hanya ada satu jalan besar yang mengarah ke area dalam Kota Zhongnan, Tan Hao masih mengikuti Lan Lihua mencari penginapan tanpa bicara sepatah kata pun.


"Hei lihat, bukankah itu Tuan Putri Lun Lisha yang belum lama tadi bersinggungan dengan Jun Mehui! Setelah lama tidak kembali, kecantikannya bahkan tidak berubah."


"Sstt ... Jangan keras-keras! Ku dengar Putri Lun Lisha itu gadis yang galak dan sangat perhitungan, lebih baik diam saja jika masih ingin memiliki nyawa."


"Benar ... Benar yang dikatakannya! Lebih baik kita bekerja dengan benar, jangan mempersulit diri sendiri."


"Sudah. Hentikan omong kosong kalian! Lihat pengawalnya, dia pasti seorang pendekar yang hebat. Ayo kembali bekerja, jangan menyinggung orang lagi."


"Cih ... Kalian ini penakut sekali! Aku kan hanya mengagumi kecantikannya bukan mennyentuhnya."


Tan Hao menahan tawa ketika mendengar sayup-sayup obrolan orang-orang mengenai Lan Lihua. Dirinya tak menyangka kalau akan terjadi hal seperti ini saat memasuki Kota Zhongnan.


Disisi lain, Tan Hao menjadi penasaran sosok Putri Lun Lisha itu seperti apa. Dari reaksi orang-orang yang melihat, Tan Hao mengambil kesimpulan kalau mungkin saja wajah dan karakternya mirip dengan Lan Lihua.

__ADS_1


'Niat hati ingin mencari kuda, malah jadi seperti ini! Haih ... Bukannya akan jadi tidak mudah kalau ini masih berlanjut,' Tan Hao menggaruk pelipisnya yang tidak gatal, sementara ekspresinya benar-benar kelihatan malas.


__ADS_2