Legenda Dewa Surgawi

Legenda Dewa Surgawi
Ch. 198 ~ Bertemu Lun Weiyuan


__ADS_3

Butuh waktu lama bagi Tan Hao untuk menghentikan pertarungan Fen Fang, setelah berbagai cara dilakukan akhirnya Lun Lihao baru bisa berhenti menyerang ketika Tan Hao menggunakan Aura Dewa untuk menghentikan gerakannya.


Satu jam kemudian barulah Tan Hao mengetahui kalau Lun Lihao merupakan anak dari wanita yang dulu menyukai Fen Fang dan berakhir mati saat Fen Fang menjadi iblis pembantai.


Meskipun begitu, kemarahannya bukan karena ia dendam tetapi lebih ke membenci caranya menjelaskan kepada keluarganya.


Keberadaan Tan Hao di tengah keduanya juga sedikit banyak membuat Lun Lihao sedikit lebih baik dalam bersikap.


Tanpa berbasa basi lagi, Tan Hao menggunakan kesempatan tersebut untuk menanyakan perihal Qing Feng Xian dan juga mengenai Bangsawan Du Tianxing.


Fen Fang memutuskan untuk sendiri dan memberikan Tan Hao kesempatan untuk mencaritahu situasi kota, sementara dirinya pergi ke kediaman Qing mengawasi Lan Lihua setelah diberitahu oleh Tan Hao.


Dalam perjalanannya ke area bagian dalam kota, banyak hal yang diceritakan Lun Lihao kepada Tan Hao. Salah satunya mengenai keterlibatan Keluarga Besar dan salah satu keluarga bangsawan atas perang yang terjadi di Hibei. Seluruh biaya dan persediaan yang dibutuhkan diketahui kalau itu berasal dari kota Zhongnan, itulah sebabnya wilayah ini tak tersentuh pendekar aliran hitam saat terjadi penyerangan di Hibei. Padahal jika mempelajari letak geografi wilayah, harusnya para aliansi pendekar itu singgah atau paling tidak melewati kota Zhongnan.


Kenyataannya tak pernah ada satupun penduduk yang melihat pergerakan aliansi aliran hitam tersebut. Cerita Lun Lihao kemudian berlanjut menyinggung masalah pergerakan salah satu bangsawan di bawah kendali Raja Yan. Dirinya juga mengatakan kalau adanya mata-mata dari pihak bangsawan dalam mengawasi kota Kerajaan Shio dan juga sekte tempat Pangeran Li Fen An mengasingkan diri.


Ekspresi Tan Hao berubah-ubah ketika Lun Lihao menyinggung soal sekte Tujuh Tombak Emas, tapi ia mengerutkan dahi ketika Lun Lihao mengatakan jika salah satu bangsawan itu ada kaitannya dengan Permaisuri Zhu Mei yang merupakan ibu kandung dari kedua pangeran yang berebut tahta.


Tak adanya cukup bukti yang membuat Keluarga Bangsawan Lun yang merupakan pendukung setia Pangeran Li Fen An tidak dapat melakukan tindakan.


Lun Lihao menghela napas panjang, "Satu-satunya yang kami dapat dari mata-mata yang kami kirim, mereka berencana menggunakan orang dari Klan Iblis Peri untuk melancarkan tujuan mereka. Ya meskipun menurut rumor, klan itu telah lama musnah tapi kami tidak dapat memandang remeh kabar itu, maka dari itu untuk berjaga kemungkinannya. Kepala Keluarga Weiyuan menyiapkan putri ketiga dan memalsukan kematiannya! Ku pikir kau punya hubungan yang kuat dengan sekte Tujuh Tombak Emas, aku mempercayaimu ketika kau mengatakan kalau Tetua Jing Yun salah satu dari sahabatmu,"


Tan Hao terdiam sembari memikirkan apa yang baru saja dikatakan Lun Lihao tersebut, dirinya tak percaya jika itu benar maka dia lah yang mengantarkan sendiri orang dari klan iblis peri itu.

__ADS_1


Perjalanan keduanya terhenti ketika mereka telah sampai di depan pintu gerbang Kediaman Lun, perhatian Tan Hao teralihkan ketika tak sengaja melihat sebuah bangunan kuning tua yang cukup besar berjarak beberapa bangunan dari Kediaman Lun.


"Untuk lebih jelasnya, biar Kepala Lun Weiyuan sendiri yang mengatakannya. Mungkin dirimu bisa membantu meringankan kesulitannya,!" Lun Lihao mengajak Tan Hao untuk langsung menemui kepala keluarga.


Begitu masuk, Tan Hao menyapu pandang area kediaman itu. Terdapat tiga bangunan besar dan beberapa bangunan kecil, disamping itu terlihat cukup banyak penjaga di berbagai sudut bangunan.


'Pengamanan yang lumayan ketat! Tapi mereka semua hanya pendekar ahli puncak dan hanya beberapa Pertapa Ahli, jika ada penyusup diatas Pertapa Bumi ... Mereka bisa apa, hmm!' Tan Hao mampu membaca tingkatan dari semua penjaga yang ada sembari berjalan menuju salah satu dari tiga bangunan besar yang ada.


Keluarga Bangsawan Lun memang tak sekuat dua keluarga bangsawan lainnya tetapi untuk beberapa urusan, mereka menguasai lebih dari setengah wilayah area kota bagian luar. Kepala keluarga Lun Weiyuan dikenal memiliki tempramen baik dan lembut, berbeda dari kepala keluarga lainnya.


Tan Hao tak mengira, perjalanannya ke sekte Tujuh Tombak Emas harus tertunda di kota ini. Padahal untuk sampai di sekte hanya perlu melewati tiga kota lagi dan jika menggunakan jalur lain, harus melewati lima desa sebelum sampai di Kota Shuning.


Tak berapa lama, ia telah sampai di ruangan besar sementara di kiri kanan terdapat beberapa orang yang tengah duduk saling berhadapan sementara di ujung ruangan ada seorang pria berambut panjang memakai pakaian serba putih dengan motif laba-laba sedang duduk menatap ke arah depan dimana Tan Hao berjalan.


Total ada enam orang yang duduk di sisi kiri dan kanan Tan Hao berdiri. Mereka semua menatap Tan Hao tanpa ekspresi, sementara orang yang berada di depannya itu berdiri setelah mengangguk sekali.


"Jadi pemuda yang di maksud Fang itu kau? Tan Hao, jenius nomor satu dari sekte Tujuh Tombak Emas yang dulu diusia delapan tahun memimpin pasukan memusnahkan sekte Lembah Hijau...!"


"Benar, Tuan Weiyuan! Perkenalkan, aku Tan Hao. Tapi untuk soal itu, sepertinya anda keliru. Aku bukan jenius dan tidak juga berhasil dalam misi itu, anda jangan terlalu melebihkan," Tan Hao mengepalkan kedua tangannya sembari merendahkan kepala.


Terdengar jelas di telinganya, bisik-bisik keenam orang tersebut yang sepertinya mereka adalah para tetua keluarga.


Lun Lihao melangkah ke tempat duduknya membiarkan Tan Hao masih berdiri ditengah ruangan tersebut, "Pemuda ini juga yang datang bersama seorang gadis yang sangat mirip dengan Nona Lun Lisha, jika tidak mengenal benar. Orang yang melihatnya tidak akan bisa membedakan gadis itu dengan Nona Lisha,"

__ADS_1


Weiyuan memandang Lihao sejenak kemudian menatap Tan Hao kembali, "Apakah itu benar? Lalu dimana gadis itu...? Apa tujuanmu di kota ini?"


Tan Hao tersenyum tipis sebelum menjawab, "Mungkin sekarang berada di kediaman bangsawan Qing? Qing Feng Xian itu salah mengenali orang lalu menawan salah satu teman kami untuk memaksanya datang ke kediamannya, dia juga mengirimkan catatan kecil yang berisi perkataan ingin melanjutkan rencana perjodohan ...!"


Weiyuan terkejut ketika Tan Hao sembari tersenyum menceritakan hal itu, menurutnya masalah itu cukup berat untuk dihadapi, mengingat Bangsawan Qing memiliki watak keras dan tidak menerima penolakan.


"Bukankah itu hal yang gawat? Lalu kenapa kau tidak menyelamatkan temanmu itu dan malah datang kemari? Perjodohan yang dimaksud itu tak pernah ada, mereka hanya memanfaatkan situasi karena ketegangan akhir-akhir ini,"


"Tidak masalah! Jika mereka berani macam-macam, mereka akan binasa dalam satu malam. Lagipula aku lebih tertarik mengenai apa yang Tuan Weiyuan ketahui tentang Raja Yan Ho ...!"


Pernyataan Tan Hao berhasil membuat keenam orang tetua itu menahan tawa. Weiyuan juga tak kalah terkejutnya sampai membuatnya terduduk kembali sembari memegang kening.


"Anak muda yang memiliki kepercayaan diri tinggi memang kadang-kadang terlalu bersemangat, heh!"


"Benar! Anak muda sekarang terlalu menganggap mudah persoalan,"


"Aku percaya yang dia katakan barusan! Lebih percaya lagi kalau itu tidak mungkin, haha!"


Lun Lihao terdiam dan hanya menatap wajah Tan Hao lekat-lekat, 'Pemuda ini pintar sekali membual, aku harap tak salah menceritakan hal rahasia pada orang yang salah,'


Tan Hao tersenyum lebar sembari membuka kedua tangannya, "Yang ku katakan memang benar, jika mereka berani macam-macam dengan istriku! Bukan cuma Keluarga Qing, kota ini sekalipun akan ku musnahkan! Dan lagi, kalian tidak mengetahui seberapa mengerikannya dia jika sedang marah, aku tak khawatir soal akan ada beberapa tempat yang mungkin hancur ...."


BOOM!

__ADS_1


Belum selesai Tan Hao berbicara, sebuah ledakan terdengar begitu nyaring hingga menyebabkan ruangan tersebut bergetar sesaat. Semua orang saling pandang, ekspresi dan reaksi mereka berubah total. Sementara, Tan Hao masih tersenyum lebar sembari melipat tangannya ke belakang menatap Weiyuan.


__ADS_2