
Sui Jiu terdiam dalam kebingungannya, sebab ditinggal begitu saja tanpa penjelasan apapun bahkan tak ada perkenalan. Ia hanya memandang arah perginya pengemis tua itu.
Dalam benaknya, ia masih tak menyangka ada orang yang memiliki kemampuan setinggi itu. Meskipun ia tak bisa membaca tingkat kekuatan yang dimiliki pengemis tua itu, namun Sui Jiu dapat merasakannya saat pengemis itu mengalirkan energinya guna membantu mengisi kembali energi Sui Jiu yang hilang terserap rantai besi.
"Apa mungkin pengemis tua barusan adalah kenalan Tuan Muda Tan Hao? Jika benar, maka tak heran lagi kalau dia memiliki kekuatan tinggi! Hmm ... Sepertinya aku harus segera memulihkan tenagaku sebelum hal buruk terjadi lagi," batin Sui Jiu sesaat kemudian mengubah posisi duduknya.
Sementara itu, Fen Fang melesat dengan kecepatan tinggi, ia terlihat terburu-buru hingga menyebabkan daun pepohonan yang terlewati terhembus hebat. Meskipun dalam hati percaya dengan kecerdasan Tan Hao, namun pikirannya tak bisa tenang begitu saja. Sebab, lawan yang dihadapi bukanlah lawan sembarangan.
"Semoga saja dia baik-baik saja, tapi jika dia terjadi sesuatu! Aku pasti akan membunuh anak kurang ajar itu...!" gumam Fen Fang dalam laju terbangnya menyibak lebatnya daun pepohonan.
Tak butuh waktu lama baginya untuk sampai ditempat pertarungan antara Tan Hao dan Yan Mu. Kegusaran Fen Fang terbayar ketika melihat Tan Hao tersandar di salah satu pohon tak sadarkan diri. Tatapannya begitu tajam sebelum berhenti tepat di depan Tan Hao.
"Hao Hao...! Sadarlah, hei ... Bangun!" seru Fen Fang sembari menggoyangkan tubuh Tan Hao, ia juga melihat beberapa ceceran darah dibaju dan tanah di sekitar Tan Hao.
"Dasar payah! Bangunlah...! Bukankah aku sudah memberitahumu untuk memakan pil itu sebelum berhadapan dengannya? Jangan bilang kau tak sempat! Hei ... Bangunlah bodoh!" cecar Fen Fang, terlihat ia begitu cemas padahal baru beberapa hari bertemu dan mengenal Tan Hao.
__ADS_1
"Ukh! Uhuk ... Uhuk! Aku akan benar-benar mati kalau terus digoncangkan seperti ini!" lirih Tan Hao sembari membuka mata perlahan setelah beberapa saat tubuhnya terus menerus digoncang Fen Fang.
"Akhirnya kau bangun juga! Bagaimana kondisimu? Apa kau baik-baik saja?" timpal Fen Fang sambil meneliti seluruh tubuh Tan Hao.
"Hentikan, hentikan itu...! Aku baik-baik saja,"
"Oh! Apa dia bertindak seperti yang aku katakan padamu? Atau dia bertindak diluar itu? Lalu bagaimana bisa kau berdarah seperti ini?" cecar Fen Fang penasaran, namun ekspresinya terlihat biasa saja. Seolah berbeda dari rasa cemas yang belum lama ini ia tunjukkan.
Tan Hao membenahi posisi duduknya, sembari mengatur napas beberapa kali. Terlihat wajahnya masih sedikit pucat namun kondisinya kelihatan baik-baik saja dimata Fen Fang.
"Orang itu benar-benar memiliki kemampuan tinggi, aku hampir saja mati untuk ke sekian kali, cih...! Dia juga menyerap seluruh energi di ruang jiwaku! Dan mengenai perkataanmu, ternyata benar! Dia seorang yang gila kekuatan, aku bahkan terpaksa bersiasat untuk menghindari tindakannya yang mungkin bisa lebih jauh lagi," terang singkat Tan Hao sambil berulang kali membuang napas.
"Ya ... Begitulah! Aku sebagai gurunya, merasa telah gagal mendidik seorang murid! Dulu, aku menemukannya dalam keadaan menyedihkan. Kurang lebih dua ratus tahun lalu, saat aku dalam perjalanan pulang setelah mengunjungi kawan lama, aku menemukan dia di pinggir jalan utama dalam keadaan kelaparan dan tanpa pakaian yang layak. Waktu itu aku prihatin dengan kondisinya, lalu aku ajak dia pulang dan lambat laun aku menyukai ketekunan dan kerja kerasnya dalam membantu pekerjaanku. Hingga akhirnya, secara perlahan aku mulai melatihnya ... Potensi dan kecerdasannya membuatku kagum kala itu, jadi aku memutuskan untuk serius melatihnya hingga sesuatu terjadi pada diri anak itu, emm ... Terkadang, aku ingin membunuhnya saja tetapi ketika melihat senyum riangnya, aku jadi tak tega. Ah ... Sudahlah, lupakan."
Tan Hao terkejut mendengar pengakuan Fen Fang, ia bukan hanya kaget dengan usia aslinya. Namun, Tan Hao juga tak mengira kalau guru dari orang yang hampir membunuh dirinya itu adalah pengemis yang ada di sampingnya kini, berbagai pertanyaan mulai muncul di benak Tan Hao tetapi tak ia utarakan.
__ADS_1
"Oh! Guru dan murid ya? Itu hubungan yang cukup rumit. Bahkan lebih rumit dari saudara kandung! Tapi kakek, aku penasaran mengenai kekuatan miliknya, aku seperti tak mampu membaca bahkan merasakannya pun aku seperti terhalang sesuatu," Tan Hao melirik santai Fen Fang, ia merasa ingin tahu tetapi ragu untuk bertanya.
Fen Fang membalas lirikan Tan Hao sebelum kemudian terkekeh ringan, gayanya seperti kembali ke kebiasaannya.
"Saat ini, kekuatan tenaga dalamnya hanya satu tahap dibawahku! Alam Dewa Petir tahap Atas. Tapi, dia yang sekarang sudah hampir mendekati kekuatan seorang Saint Sejati! Kau pasti paham apa yang kumaksud!" kata Fen Fang sembari mengeluarkan satu koin perak yang memiliki gambar berbeda di kedua sisi dari saku bajunya.
"Oh...! Pantas saja, dia tahu tentang spirit energi dan juga mengetahui tentang hewan spiritual suci surga. Ahh ... Andaikan aku terlambat mengkonsumsi Pil Yin Garis Biru, mungkin saat ini aku sudah benar-benar di akhirat! Dan aku juga harus mengorbankan setengah energi spiritku untuk mengelabuhinya, haish! Menyedihkan sekali kisahku," keluh Tan Hao sembari membuang napas, ekspresinya terlihat biasa saja bahkan terkesan seperti tak terjadi apa-apa.
"Hahaha! Harusnya kau berterimakasih padaku, jika aku tak memperingatkan dirimu sebelumnya, mungkin saat ini hanya namamu yang tersisa, hahaha! Eh, lalu bagaimana caramu menyembunyikan sebagian energimu?" kelakar Fen Fang tertawa renyah sambil memainkan koin peraknya.
"Aku sembunyikan di dalam ruang rohku! Memangnya kenapa? Hmm ... Pil Yin Garis Biru yang aku konsumsi termasuk kualitas atas bukan kualitas tinggi, selain lambat juga efeknya terasa menyakitkan. Tapi, aku tak menyangka! Pil yang hanya tingkat tiga, malah menyelamatkan nyawaku, hahaha!" timpal Tan Hao serius, kemudian berubah ekspresi dengan cepat. Seolah sangat bahagia karena telah berhasil mengelabuhi orang yang memiliki ilmu tinggi.
"Hahaha! Kau cukup cerdas juga ternyata...! Sia-sia aku mencemaskanmu, cih! Baiklah ... Ayo kita temui wanitamu, dia mungkin sudah baik-baik saja sekarang," kelakar Fen Fang sambil berdiri dengan tawa renyahnya.
Tan Hao hanya membalas tawa kemudian berdiri mengikuti Fen Fang. Pil yang di konsumsi Tan Hao beberapa waktu lalu, memiliki tujuan untuk melipatkan gandakan energi tenaga dalam walaupun bersifat sementara, namun itu berhasil membuat Yan Mu terkecoh. Tan Hao hanya mengorbankan sebagian kecil kekuatannya termasuk menyamarkan gumpalan energi hijau cerah yang sebelumnya telah ia pindahkan ke dalam ruang rohnya sebelum Yan Mu mulai menyerapnya.
__ADS_1
Masih dalam tawa renyah, Fen Fang melempar koin perak yang ia mainkan sedari tadi ke arah menara tujuh tingkat yang memiliki corak warna hitam kemerahan, terlihat di beberapa bagian bangunan menara rusak parah akibat pertarungan Tan Hao sebelumnya. Apa yang dilakukan Fen Fang sebelum keduanya beranjak pergi, membuat Tan Hao sedikit heran namun tak berniat menanyakannya.
Keduanya melesat di udara hampir bersamaan menuju ke arah gubuk tua tempat Sui Jiu berada. Meninggalkan menara yang berfungsi selayaknya penjara siksaan itu begitu saja. Disisi lain, Mu Yuan dan Xinxin saling pandang tanpa mampu berbicara sepatah kata pun setelah mengetahui apa yang Tan Hao dan Fen Fang bicarakan.