Legenda Dewa Surgawi

Legenda Dewa Surgawi
Ch. 188 ~ Harimau Gunung


__ADS_3

"Berisik...!" seru datar Tan Hao muncul dari balik pintu masuk penginapan.


"Siapa kau...! Beraninya menyinggung Harimau Gunung, apa kau ingin sepertinya!" tantang pendekar yang menginjak kepala Yin Song.


'Jadi memang benar, mereka dari Golok Bara Api...! Heh, aku penasaran bagaimana keadaan Su Xiang saat ini!' Tan Hao tersenyum tipis ketika melihat tanda yang sama di pakaian lima orang tersebut.


"Apa tujuan kalian subuh begini repot-repot mendatangi penginapan sepi seperti ini?" tanya Tan Hao datar, terlihat ia berdiri dengan tenang sementara kedua tangannya ia lipat dibelakang.


Salah satu dari mereka yang terlihat memiliki pangkat lebih tinggi mengeram, ia memandang Tan Hao tajam sementara kakinya menekan kuat kepala Yin Song yang dalam keadaan setengah sadar.


"Oh ... Pemuda yang berlagak tangguh! Aku beritahu kau, kami dari Harimau Gunung. Jika kau tak ingin mati sia-sia lebih baik enyah dari sini,"


"Kami siap kapanpun, Senior Yong Sheng!" kata salah seorang yang berperawakan lebih besar dibanding lainnya.


Empat orang dibelakang pendekar tersebut bersiap untuk menyerang dengan golok masing-masing. Seolah mereka bertindak hanya menunggu aba-aba.


"Sebaiknya kalian tahu diri dan lepaskan orang itu atau ...!"


Tan Hao sedikit menaikkan kepalanya, ia mencoba menekan kelima pendekar tersebut menggunakan aura pembunuh. Tapi ternyata, orang yang bernama Yong Sheng itu menekan balik Tan Hao menggunakan aura pembunuh yang lebih kuat.


"Kalian! berdua Habisi dia...!" perintah Yong Sheng setelah terdengar gemeretak giginya menahan geram.


Kedua pendekar dibelakangnya langsung melompat kearah Tan Hao sembari menghunuskan golok. Dilihat dari ekspresi wajah, mereka begitu percaya diri.

__ADS_1


Sebelum Tan Hao sempat bergerak untuk menyambut serangan tersebut, tiba-tiba Lan Lihua melesat dari dalam penginapan menyambut serangan dua orang tersebut menggunakan Pedang Petir.


Pertarungan segera terjadi sangat singkat, mereka bertiga saling serang dan tak ada yang memilih bertahan. Hanya butuh waktu kurang dari dua menit, Lan Lihua menghabisi nyawa kedua orang tersebut.


Tan Hao menggeleng kepala pelan melihat tindakan Lan Lihua tersebut yang tak pandang bulu dan rasa kasihan sama sekali.


Menurutnya, status Lan Lihua sebagai Reinkarnasi Dewi Kehidupan tak cukup baik jika terlalu sering menghabisi nyawa orang, sebab aura pembunuh yang terkumpul bisa saja menutup kemampuan Lan Lihua. Sementara Lan Lihua belum mempelajari teknik mengubah aura pembunuh ke dalam Aura Dewa.


"Apa-apan itu...!"


Yong Sheng dibuat terkejut tak percaya dengan apa yang ia lihat, seorang wanita berpakaian layaknya bangsawan menghabisi nyawa dua orang Pertapa Ahli Puncak tak kurang dari empat teknik jurus.


"Kau...! Sialan...!" geram Yong Sheng kemudian menendang perut Yin Song dan menyebabkan tubuh tak berdaya itu terlempar hingga menabrak dinding bangunan.


Lan Lihua menatap Yong Sheng dengan tatapan membunuh, namun sebelum bergerak untuk menyerang, Tan Hao lebih dulu menghentikannya.


"Oh, tuan pendekar jangan bertindak berlebihan. Jika tidak ingin menyesal," ujar Tan Hao sambil mengamati situasi sekitar menggunakan Insting Dewa yang telah lama tak pernah ia gunakan lagi.


Yong Sheng membuang ludah sebelum akhirnya melesat cepat menyerang Tan Hao, tak ada kata yang keluar dan hanya tatapan membunuh yang ia tunjukkan.


Tan Hao mendengus pelan sebelum akhirnya menyambut serangan tersebut hanya dengan sebelah tangan.


BAM!!

__ADS_1


Yong Sheng muntah darah segar sesaat setelah terkena hantaman di bagian dada. Bahkan tubuhnya terseret mundur beberapa meter.


'Sial! Dia kuat sekali, bahkan pukulannya tak terlihat sama sekali? Aku bukanlah lawannya, sebaiknya aku kembali dan melaporkan ini pada Ketua Su Jie dan Ketua Su Xiang.' Yong Sheng mencemooh dirinya sendiri ketika sadar telah menyinggung orang yang salah, rasa percaya dirinya lenyap seketika setelah menerima satu pukulan telak.


Tan Hao tersenyum tipis menyadari perilaku aneh yang ditunjukkan Yong Sheng, "Katakan pada Su Xiang untuk tidak mengganggu penginapan ini lagi, atau pengemis muda akan memberi pelajaran kecil lagi,"


Yong Sheng tersentak kaget sejenak ketika akan mengambil langkah melarikan diri. Kedua anak buahnya juga bersikap sama sebelum akhirnya Tan Hao membiarkan mereka pergi begitu saja.


Lan Lihua menatap sinis Tan Hao sebelum akhirnya membuang badan meninggalkannya begitu saja. Tan Hao tersenyum kecut, 'Apa aku melakukan kesalahan? Kenapa sikapnya begitu ...!'


Di dalam penginapan, Han Song yang bersembunyi di bawah meja kasir terlihat ketakutan. Begitu juga dengan putri pertamanya, Han Ning. Tetapi lain hal dengan Han Xue, ia terlihat datar seolah tak merasakan rasa takut apapun.


"Jadi orang ini yang dimaksud Yin Song itu? Parah sekali ...!" ujar Tan Hao sebelum membawa Yin Song masuk kedalam penginapan.


Mentari terlihat mulai menunjukkan cahayanya, Tan Hao bersandar santai di samping depan penginapan setelah beberapa waktu lalu membantu Yin Song memulihkan diri. Sementara Lan Lihua nampak sedang mengajak bicara Han Xue.


Fen Fang juga belum kembali, membuat Tan Hao merasa bosan sendirian tanpa teman bicara. Ia hanya diam memandangi cahaya mentari yang samar-samar menerpanya akibat terhalangi dedaunan.


"Apakah seperti ini rasanya berkelana? Membosankan sekali. Aku jadi merindukan ocehan burung bodoh itu, heh kira-kira dia sedang apa disana?" gumam Tan Hao pelan diselingi tawa kecil.


Kebosanannya menghilang ketika tiba-tiba Fen Fang telah duduk di samping kanannya.


"Aku sudah mencaritahu, Kelompok Harimau Gunung ini memiliki dua orang pemimpin yang memiliki kultivasi seorang Pertapa Angin. Mereka berasal dari sekte Golok Bara Api. Aku tidak mendapatkan informasi lainnya mengenai tujuan mereka ingin menguasai tempat ini," kata Fen Fang santai.

__ADS_1


Tan Hao terkejut tetapi ia lekas menguasai dirinya. Terasa olehnya, hawa pembunuh yang dimiliki Fen Fang menjadi lebih tinggi dibanding sebelumnya. Selain itu, jubah lusuhnya juga terdapat bercak darah yang mulai mengering.


'Apa yang telah dilakukannya? Kenapa perasaanku mengatakan kalau telah terjadi pembantaian,' pikir Tan Hao sejenak terdiam dari pernyataan yang dilaporkan Fen Fang.


__ADS_2