
Pekikan kuda terdengar dikejauhan, beberapa orang mengenali siapa penunggang kuda tersebut sebagian lagi acuh akan kedatangannya. Ada empat kuda pacu berkulit hitam dengan perawakan tinggi besar, sementara hanya ada tiga orang penunggang serta banyak barang bawaan.
Seorang berpenampilan layaknya bangsawan turun dari kuda setelah hanya berjarak beberapa meter dari kedai, diikuti oleh dua orang lainnya yang mana itu merupakan pengawal pribadi. Terlihat dari pakaian maupun sikap tunduk yang dilakukan.
"Ketua Desa Jun Shan datang!! Segera siapkan tempat dan hidangan," seru salah seorang dari pengawal pria berpenampilan bangsawan tersebut.
Pelayan kedai yang mendengar seruan tersebut bergegas menyiapkan tempat di dalam kedai, mereka terlihat ketakutan hingga sempat bertabrakan badan satu sama lain.
"Oh itu yang bernama Jun Shan? Orang tidak tahu malu yang sok berkuasa,"
"Sebaiknya kita pergi saja, selera makanku hilang lagi karena kedatangannya,"
"Kalian! Pelan sedikit bicaranya, apa tidak lihat dua pengawalnya setidaknya merupakan seorang Pertapa Bumi,"
Beberapa pendekar yang berada di dalam kedai mulai memperbincangkan ketua desa Hibei yang baru saja tiba. Tak jarang dari mereka menilai keburukannya saja, beberapa pendekar yang telah lama menetap di desa kecil ini cukup mengetahui siapa Jun Shan.
Disisi lain, pandangan mata Jun Shan langsung tertuju pada Lan Lihua yang tengah berdiri di depan tiga orang pria muda. Wajah cantik serta pakaian yang Lan Lihua kenakan cukup mencolok di tengah para pengunjung kedai yang sebagian besar hanya memakai jubah.
Gaun biru keunguan dengan selendang dikanan kiri pinggangnya nampak kontras dengan baju bagian atas yang terbuat dari sutra bercorak bunga. Diatas kedua telinganya terdapat mahkota berbentuk seperti sayap berwarna putih.
Jun Shan terpana akan kecantikan yang dimiliki Lan Lihua, mata Jun Shan tertuju pada bibir mungil Lan Lihua yang nampak merona. Ia melangkah ringan menuju meja Lan Lihua dengan mengacuhkan dua orang pelayan wanita yang berdiri menyambut di depannya.
"Oh ... Gadis yang sangat cantik! Berada di desaku dan aku baru melihatnya, sungguh keputusan tepat aku kembali," gumam Jun Shan sembari tersenyum sopan.
Beberapa pendekar yang mengenalnya nampak muak ketika Jun Shan melewati mejanya. Disisi lain, ketiga orang yang menggoda Lan Lihua sebelumnya tanpa pikir panjang langsung beranjak dari tempat mereka ketika menyadari Jun Shan berjalan kearah mereka.
Tan Hao melirik tajam Jun Shan, ekspresi datar pada wajahnya membuat bingung Tiandou. Bahkan Su Kong pun berhenti menghitung uangnya.
"Aku merasa akan terjadi pembantaian disini, sesaat lagi, eh hehe hehe," kekeh konyol Tiandou.
__ADS_1
Tetua Shuxan menyadari ini akan jadi masalah serius jika ia tak segera bertindak, meskipun ia bukan pengguna energi spiritual namun ia dengan jelas merasakan rembesan energi Tan Hao yang begitu mencekam.
"Maaf aku menyela Tuan! Wanita yang tuan pandang ini sudah memiliki suami, bangsawan seperti tuan bukan tandingan bagi kami yang hanya pengelana,"
Jun Shan tersenyum tipis sembari mengibaskan telapak tangannya.
"Bukan masalah! Tidak masalah, aku akan mengirim beberapa peti harta untuk suaminya. Wanita ini sungguh membuat hatiku kembali bergelora setelah sekian lama,"
Liu Zey yang hanya duduk diam sedari tadi tersentak oleh pernyataan Jun Shan, ia merasa itu bukan sesuatu yang sopan bagi seorang bangsawan apalagi menyangkut harga diri wanita.
"Tuan yang terhormat! Mungkin aku salah mendengar perkataan tuan, hanya saja aku merasa itu bukan sesuatu yang bagus untuk tuan katakan," ujar Liu Zey setelah berdiri menghadap Jun Shan.
"Aku tidak tertarik dengan pria seperti anda! Jadi kuharap anda bisa mengerti," sinis Lan Lihua sembari memutar tubuhnya hendak melenggang pergi.
Namun belum sempat ia melangkah, Jun Shan dengan cepat meraih tangan kanannya menyebabkan kursi yang diduduki Lan Lihua beberapa saat lalu roboh karena hentakan langkah Jun Shan.
"Apa maksud anda! Lepaskan atau ... ." Lan Lihua berseru geram dengan tatapan benci.
"Atau apa? Aku tak bermaksud jahat, aku hanya ingin mengenal Tuan Putri lebih dekat,"
"Dari gaya bicara serta pakaian yang digunakan wanita ini, seharusnya dia berasal dari keluarga kekaisaran atau paling tidak keluarga kerajaan. Aku harus memanfaatkan kebetulan ini, yah ... Siapa tahu akan bisa membantu rencanaku," batin Jun Shan setelah mengamati lebih teliti Lan Lihua.
Sebelum Lan Lihua bertindak untuk memberi pelajaran, tiba-tiba angin berhembus ringan namun bertekanan kuat. Anehnya, angin itu hanya berhembus kearah Jun Shan dan kedua pengawalnya.
Tetua Tiandou terkejut merasakan hal tersebut, pandangannya langsung terarah pada Tan Hao.
"Tuan Muda! Kendalikan diri anda, ini bukan sesuatu yang harus anda turun tangan sendiri. Biar aku yang turun tangan,"
Bukan hanya khawatir dengan dampak yang terjadi bila Tan Hao mengeluarkan kekuatannya, namun juga Tiandou merasa ini sesuatu yang sepele bagi Tan Hao untuk bertindak.
__ADS_1
Tan Hao memandang Tiandou sembari tersenyum tipis.
"Aku tidak melakukan apapun! Mengapa kau begitu khawatir seperti itu,"
"Ah ... Bukannya Tuan Muda sedang menahan marah, lalu menekan orang-orang itu menggunakan angin ini," sahut Tiandou kebingungan.
"Kau salah sangka Senior Tian! Yang melakukan ini Bing Long, panglima naga timur Spirit energi Lan Lihua. Dan oh ya ... Aku hanya sedang menahan ingin buang air. Aku baru menyadari sudah lama aku tak buang air, he hehe hehe," kekeh Tan Hao polos.
Tiandou menepuk dahinya bersamaan menghela nafas, "Sepertinya aku butuh berlibur,-!! Iya ... sungguh aku butuh berlibur,"
Angin yang berhembus ringan lambat laun menjadi berat hingga dirasakan oleh seluruh pengunjung kedai. Tak ayal banyak dari mereka meninggalkan kedai yang berfikir akan terjadi hal buruk.
WHOONG ... WHONGG ..
WUSHHH ... WUSHHH ..
"Brengsekk ... Siapa yang berani bertingkah di wilayahku," seru Jun Shan sembari menyilangkan kedua tangannya mencoba menahan tekanan angin tersebut yang kian memberat.
Kedua pengawal nya juga bertindak cepat dengan melompat ke depan Jun Shan dan mencoba menjadi tameng tubuhnya.
"Siapa?! Keluar kau, Brengsek," teriak Jun Shan penuh amarah.
Lan Lihua termenung dalam posisi berdiri, ia mencoba menenangkan Bing Long yang telah dalam mode haus darah. Didalam ruang jiwa, Bing Long mendengus kasar hingga membuat ruang jiwa Lan Lihua dipenuhi kabut yang keluar dari hidung panglima naga timur tersebut.
"Long! Bing Long, Apa yang terjadi padamu? Kenapa kau tiba-tiba menjadi brutal seperti ini," tanya Lan Lihua dengan cemas.
Bing Long mendengus beberapa kali, gemeretak gigi-giginya cukup membuat Lan Lihua merasa tidak nyaman. Beberapa kali Lan Lihua berseru tetapi sama sekali tak di anggap oleh Bing Long.
Justru semakin lama, Bing Long menjadi semakin liar. Kedua tanduknya bahkan memunculkan api dingin yang lebih gelap dari sebelumnya.
__ADS_1
"Orang itu! Orang itu punya sesuatu yang membuatku ingin mencabik-cabiknya dan meminum darahnya,"