
Setelah kembali ke Lembah Hijau, Tetua Xianjin serta Su Ling langsung menghadap Pemimpin Jiwei Dan beserta 8 Tetua Anggota Lembah Hijau.
Mereka langsung menggelar pertemuan tertutup setelah Xianjin dan Su Ling kembali membawa berita yang tidak bagus.
Mereka hanya duduk diam dengan tenang di didalam sebuah Ruangan dengan meja panjang berongga serta terdapat singgahsana berbalut emas di ujung meja dengan kursi-kursi perak di kanan kiri meja.
Jelas terlihat bahwa orang yang duduk di singgasana emas itu memiliki wajah garang serta tatapan mata tajam. Ekspresinya menahan amarah serta beberapa kali dengusan kasar.
Ruangan itu begitu hening, tidak ada satupun dari mereka yang memulai berbicara. Hingga akhirnya Xinjian memberanikan diri untuk memulai pembicaraan.
"Ketua yang terhormat. Maafkan atas kegagalan saya atas perintah Ketua. Saya mengakui kesalahan".
"Tsk.. lalu bagaimana seharusnya?" sergap orang yang dipanggil ketua itu dengan senyum sinis penuh kecewa.
"Kakak Jiwei Dan, ini murni kesalahan Shi fei. Dia terlalu tidak bisa diatur, terburu-buru dengan rencananya sendiri. Bahkan mengorbankan rencana kami demi kegagalan ini". kata Su Ling dengan wajah memucat.
"Oh, orang itu. hehh.. Dimana dia sekarang?" ucap ketua Jiwei Dan dengan melempar senyum menakutkan.
"Kami tinggalkan dia saat para Tetua Tujuh Tombak Emas mengepung kami". Ucap singkat Xinjian mengatur perkataannya agar tidak menyinggung.
"Hmm.. lalu? Apakah karena ini kalian mengalami kegagalan? Bahkan harus kabur?". ucap geram Ketua Jiwei Dan.
"Kakak, sejujurnya ada pemuda yang mempunyai kemampuan sepertimu yang turut campur, kami tidak berdaya dihadapannya. Pemuda itu orang asing yang baru masuk sekte. Menurut orang-orang sekte, dia berusia 13 tahun tapi menurut saya dia kurang lebih berusia 20 tahun. Saya pernah bertemu dengannya sekali namun saya tidak dapat melihat tingkat kekuatannya". kata Su Ling bercerita jelas dengan wajah menunduk.
"oh hohoho..Menarik? Seorang pemuda pengguna Spirit Energi yaa.. Hahahaaha akhirnya aku bertemu lawan sepadan.
Hng..Katakan padaku dimana dia sekarang?". ucap Ketua Jiwei Dan dengan mengangkat sebelah alisnya diakhiri tawa seram serta licik.
"Kami tidak tahu Ketua, keberadaannya sulit kami deteksi, dia selalu menghilang tanpa jejak juga muncul dengan tiba-tiba". kata Xianjin tegas dengan pandangan yakin.
"Jian Heng, Jian Ying. Pergi cari tahu tentang dia, temukan infomasi apapun tentangnya.." ucap Ketua Jiwei Dan dengan tatapan tajam kedepan.
"Baik, Ketua Yang Terhormat". jawab mereka bersamaan lalu menghilang bagai asap.
Ketua Jiwei Dan menyuruh kedua bersaudara itu untuk mencari informasi mengenai pemuda yang dia dengar memiliki kemampuan yang sama, ya pemuda itu adalah Tan Hao.
Alasan Jiwei Dan menyuruh dua bersaudara itu tidak lain karena kemampuan individu mereka juga kekuatan gabungan yang mereka miliki bisa membunuh 10 Pertapa Bumi tanpa kesulitan.
Jian Heng atau disebut Cakar Racun merupakan seorang Pertapa Langit tahap Puncak yang sudah berumur 120 tahun, sedangkan Jiang Yin atau disebut Cakar Bintang merupakan seorang Pertapa Cahaya tahap Dasar yang sudah berumur 130 tahun.
__ADS_1
Meskipun begitu, penampilan mereka terlihat seperti seorang yang berumur 50 tahun dengan jenggot pendek hitam legam serta berkulit kemerahan. Satu-satunya yang membedakan mereka adalah bentuk senjata yang digunakan.
Keduanya merupakan saudara kandung yang mempunyai jurus gabungan yang sangat mematikan, bahkan bagi Seorang Pertapa Alam Semesta sekalipun. Kedua iblis bersaudara tersebut terkenal dengan jurus gabungan mereka, Cakar Ganda Racun Bintang. Yang pada masalalu pernah digunakan untuk membunuh Biksu Suci yang pada saat itu merupakan orang terkuat diseluruh kerajaan Shio yang memiliki kekuatan Pertapa Alam Semesta Tahap Atas pemimpin ke 17 Sekte Biara Kehidupan.
Nama besar keduanya menggema diseluruh bagian Benua Perak kala itu. Namun 10 tahun terakhir kedua nya menghilang bagai di telan bumi tanpa seorang pun yang tahu keberadaan mereka. Ada rumor bahwa keduanya telah tewas, ada juga rumor bahwa keduanya telah meninggalkan dunia kependekaran.
Tapi pada kenyataannya, kedua cakar iblis itu berada di Lembah Hijau dan menjadi bawahan seseorang yang bahkan lebih muda dari mereka.
10 tahun lalu mereka di buat hampir mati oleh Jiwei Dan bahkan kekuatan gabungan mereka tak bisa melukainya sedikitpun, sejak saat itulah mereka bersumpah setia menjadi bawahannya serta bergabung dengan sekte Lembah Hijau.
Kembali ke Ruang pertemuan.
Dengan masih penuh keheningan setelah kepergian kedua Cakar iblis, Su Ling kembali berbicara dengan penuh kehati-hatian.
"Kakak, aku berfikir untuk memenggal kepala Shi fei, dia sudah tidak ada gunanya bagi kita. Apakah kakak mengizinkanku".
"junior Su, kau.." gumam Xianjin dengan menatap Su Ling tajam, meskipun marah namun ia juga tak berani berkata keras di depan Jiwei Dan.
Su Ling hanya menatap balik xianjin dengan menggerakkan sebelah alisnya sebagai jawaban.
Xianjin hanya mendengus pelan serta menatap meja di hadapannya penuh amarah.
"Hehh, kau iblis wanita. Tak sia-sia aku memeliharamu. Pergilah, bawa darahnya padaku dan kau harus memberiku kepuasan setelah itu.." ucap Ketua Jiwei Dan dengan membelai dagu Su Ling serta Menjilat pipinya lembut dengan ekspresi kejam menakutkan.
Para Tetua Anggota yang berada di ruangan itupun tak ada yang berani bernafas keras ataupun memandang langsung. Yaa, mereka semua ketakutan dengan ekspresi wajah yang ditunjukan Pemimpin Lembah Hijau itu.
Jiwei Dan awalnya memang orang luar, yang datang ke Lembah Hijau 15 tahun lalu membantai seluruh anggota sekte yang tidak setuju dengan dirinya. Bahkan Ketua Sekte Lembah Hijau mati ditangannya hanya dengan serangan satu jarinya.
Kedatangannya bagaikan seorang Dewa Iblis yang penuh nafsu membunuh serta memiliki perangai buruk.
Dia selalu meminum darah dari seorang Pertapa dan menikmatinya bersamaan dengan tubuh seorang wanita.
Bahkan adik kandungnya pun mati mengenaskan karenanya.
Satu-satunya wanita yang masih bertahan hidup adalah Su Ling. Dia merupakan sahabat dekat adik kandung Jiwei Dan. Dengan kematian sahabatnya itu 8 tahun lalu, praktis hanya Su Ling seorang yang harus melayani Jiwei Dan serta menyiapkan darah seorang pertapa setiap seminggu sekali.
Di sekte Lembah Hijau, tak ada gadis satu pun yang masih hidup bahkan para anak gadis Tetua Anggota serta penghuni sekte Lembah Hijau, semuanya telah mati mengenaskan setelah hanya diminta melayani serta menikmati darah pertapa.
Su Ling pernah ingin melarikan diri, namun tanpa ia tahu di jantungnya terdapat sebuah segel yang akan meledak. Saat sudah jauh meninggalkan lembah hijau tiba-tiba tubuhnya terasa terbakar dari dalam.
__ADS_1
Sejak peristiwa itu, hati dan pikiran Su ling menjadi mati. Dia hanya tahu perintah yang harus di lakukan.
Para Tetua Anggota yang masih diam membisu akhirnya berani bersuara tentang masalah Shi fei.
"Aku setuju dengan saudara Su Ling, kematiannya cukup pantas untuk pembangkangannya". ucap Chang Yi atau disebut Pedang Iblis.
"Benar, tapi alangkah baiknya jika sebelum membunuhnya, kita kuras lebih dulu sumber daya serta harta yang ia simpan". tandas Qixuan atau disebut Panah Setan.
"Oh benar. Aku setuju dengan pendapat saudara Qixuan". balas tetua yang lain secara hampir bersamaan.
Wei heng atau disebut Tulang Naga Emas lalu Zhang junda atau disebut Pedang Belati lalu Xingguang Zhao atau disebut Cakram Jarum Racun Api, dan terakhir Xia He kakak dari Xianjin atau disebut Cambuk Api Beku.
Semuanya berpendapat sama, sebelum membunuh Shi fei lebih dulu menguras seluruh harta, benda berharga serta sumber daya yang dia miliki.
Meskipun Xianjin tidak setuju dengan itu namun dia tidak dapat berkata apapun.
"Baiklah baiklah. Wei Heng, urusan Shi fei aku serahkan padamu. Pastikan lakukan dengan cepat dan bawa darahnya padaku". ucap tegas Jiwei Dan.
"Baik, Ketua Yang Terhormat". ucap singkat Wei Heng lalu menghilang dengan cepat.
"Dan untuk kalian, urus Tujuh Tombak Emas. Oh ya, setelah selesai. Bawa putri dari Sun sian itu padaku. Gadis cantik itu akan kujadikan peliharaanku selanjutnya". ucap Jiwei Dan dengan memainkan lidah panjangnya menyapu seluruh bibirnya dengan tatapan licik yang kejam.
"Baik Ketua Yang Terhormat". ucap bersamaan mereka setelah itu pergi dengan cepat seperti tidak ingin mendengar perintah kedua kalinya.
"Sekarang tinggal tugasmu, wanita iblis cantik. Kau tahu aku selalu merasa puas denganmu. Jadi jangan harap lepas dariku.. hahahhahahaa". kata Jiwei Dan dengan lembut menatap tajam lalu tiba-tiba berubah kejam disertai tamparan keras di bagian bawah pinggang Su Ling dengan tawa kesombongannya.
"Baik Ketua Yang Terhormat. Akan saya siapkan keperluan Ritualnya". kata Su Ling tegas memberi hormat kemudian melangkah pergi meninggalkan ruangan itu dengan berjalan cepat.
Kekuatan yang dimiliki Jiwei Dan memang sangat sakti, dia juga merupakan pengguna Spirit Energi. Namun sumber kekuatannya terletak pada setiap persembahan darah pertapa serta persetubuhan yang ia lakukan setiap seminggu sekali. Ritual itu di lakukan pada malam bulan berada di sudut Bintang Hongse.
Yaa, spirit energi yang dimilikinya itulah yang mengharuskan ia melakukan ritual itu sebagai bayarannya.
Sebuah Spirit Energi yang kekuatannya sangat mengerikan. Entah darimana asalnya atau bagaimana Jiwei Dan bisa mendapatkan Spirit Energi itu, tidak ada yang tahu. Saksi mata satu-satunya adalah Adiknya sendiri yang telah tewas akibat Ritual itu karena tubuhnya tidak mampu bertahan.
Sebuah Spirit Energi kegelapan.
Iblis Absolut Dewa Neraka : Diyu Zhi Shen
Ritual yang dilakukan Jiwei Dan bersama Su Ling bernama Ritual Zhi Shen. Ritual ini juga yang bertanggungjawab atas menyebarnya ribuan jiwa iblis yang masuk kedalam hati seseorang dan menguasainya dalam jangkauan 20 ribu mil atau keseluruhan bagian wilayah Kerajaan Shio.
__ADS_1