
Ming Yin terpental mundur namun dengan cepat ia bisa menguasai keseimbangan tubuhnya. Jelas terlihat ekspresi wajahnya menahan keterkejutan, dengan menggigit bibir bawahnya ia mengumpati diri sendiri.
"Bagaimana bisa dia mampu mempelajari pedang itu! Bahkan juga mampu menggunakannya dengan begitu baik? Siapa sebenarnya orang ini? Siapa gurunya?"
"Ahh ... Sialann! Aku bunuh kau," seru Ming Yin sembari mengangkat tangan kanannya yang memegang selendang iblis.
Ming Yin melesat kearah Tiandou, kali ini ia tak mengeluarkan jurus melainkan menggunakan Selendang Iblis yang sebagian melilit tangannya.
Tiandou melihat dengan begitu jelas pergerakan Ming Yin, bahkan ia juga bisa melihat jalur energi didalam tubuh Ming Yin.
"Mata Langit bisa seperti ini? Ini bahkan seperti aku melihat semuanya," gumam Tiandou.
Kesadaran Tiandou tetap terjaga berkat Yue Yin menyatukan energinya dari ruang jiwa. Meskipun tidak sepenuhnya namun itu cukup untuk membuat Tiandou memiliki waktu menyesuaikan dirinya dari rambatan energi gelap pada bilah pedang.
Tiandou menyambut serangan Ming Yin menggunakan Pedang iblis, keduanya bertarung dengan kecepatan tinggi. Bahkan hanya terdengar dentingan benda keras ketika keduanya beradu senjata.
Lan Lihua tersentak kaget merasakan bagaimana jalannya pertarungan mereka. Indera perasa Lan Lihua sudah tak diragukan lagi, bahkan seekor semut pun dapat dengan mudah ia temukan ditempat tersembunyi sekalipun.
"Apa ini kekuatan asli dari pedang yang digunakan orang itu? Apa kau mengetahuinya, Long?"
Bing Long tertawa kecil, meskipun ia masih pada wujud naga di dalam ruang jiwa Lan Lihua tetapi ekspresi maupun reaksinya dapat terbaca.
"Sejujurnya aku belum pernah melihat pusaka itu, dimasa lalu pun aku tak pernah mendengar ada pusaka yang seperti itu. Entahlah Dewi,-!! Aku tak mengetahui darimana dan siapa yang menciptakan pusaka terkutuk itu," terang Bing Long yang diakhiri dengan menggelengkan kepalanya.
BLAARRR
WUSSS...WUSSS..
HONGGG..HONGGG..
Ledakan terjadi begitu keras, tubuh Tiandou mengeluarkan aura energi yang begitu pekat sementara tubuh Ming Yin mengeluarkan aura energi gelap yang sekilas berwarna merah darah yang mencekam.
Keduanya beradu pusaka sekaligus tenaga dalam di udara, seolah berhenti beberapa detik sebelum keduanya sama-sama terlempar mundur.
DEGH...
"Uhk..uhk.. Kurang ajar, dasar brengsek!"
Sesaat setelah menginjakkan kaki ditanah Ming Yin muntah darah segar, tangan kirinya memegang dadanya. Umpatan kesal terus terlontar dibalik tatapan dendamnya.
Sementara dilain sisi Tiandou dapat dengan mudah menguasai keseimbangan tubuhnya, bukannya ia baik-baik saja seperti yang terlihat. Tiandou juga mengalami luka dalam sama seperti Ming Yin, namun adanya Yue Yin membuatnya tak merasakan dampak luka dalam yang menderanya.
__ADS_1
Tanpa menunggu perintah dan permintaan tolong, ia membantu mengontrol kesadaran Tiandou sekaligus menyembuhkan luka dalam yang dialami Tiandou.
"Dia sungguh jenius, bisa menguasai pedang iblis itu. Andaikan aku menemukannya lebih dulu sebelum Dandan kecil ... Ah sudahlah, itu tak penting! Sekarang bukan waktunya memikirkan hal membosankan seperti itu,"
"Sepertinya aku harus benar-benar serius sekarang atau aku yang akan tumbang," Ming Yin berdecak kesal.
TARIAN DEWI IBLIS : SELENDANG JARUM NERAKA
HNG.. HONGG ... HONGG
SWOSHH ... SWOSHH ... WHOONGG
NGING ... NGING ... NGING
Selendang yang di genggam Ming Yin menari mengikuti gerakan Ming Yin, tarian yang membuat tubuhnya melayang terbang bebas diudara.
Tak lama selendang tersebut seolah membesar dan mengembang, tak cukup itu saja. Bahkan sela-sela lipatan kecil di permukaan selendang tersebut mengeluarkan ribuan jarum kecil keemasan.
"Sudah saatnya kau mati, tidak ada yang pernah keluar hidup-hidup setelah terkena jarum nerakaku. Ha ha haha ha," seru Ming Yin tertawa lantang di ketinggian.
Tiandou membuang muka seolah tak menghiraukan ucapan Ming Yin, rambut panjangnya terhempas angin yang dihasilkan dari gerakan Ming Yin.
"Aku akan perlihatkan padamu apa itu keputusasaan," balas Tiandou dengan suara datar.
WHUNGG ... WHUNGG
KLREKKK
BLAARRR ...SWISH ... SWISH
"MAJULAH ... ."
"KURANG AJAR ... ."
Tiandou dan Ming Yin berseru hampir bersamaan. Keduanya bergerak mengarahkan jurus hampir diwaktu yang sama.
Tarian jarum neraka yang terlihat seperti hujan jarum namun berpola berputar berhadapan dengan jurus ketiga dari Pedang Sabit Matahari yang hampir mirip jurus pancaran penghangus namun dalam intensitas perputaran energi yang jauh lebih tinggi dan besar.
•••••
Tan Hao telah berhasil menyerap seluruh kekuatan yang tersisa didalam diri Yin Zhu. Kondisi Yin Zhu sendiri begitu menyedihkan, bukan hanya tubuhnya menjadi kurus kering namun juga menyusut hingga tak berbentuk seperti manusia normal dan mustahil dikenali lagi.
__ADS_1
"Apa kau merasakannya sekarang," ujar Ye Yuan penasaran.
Tan Hao tersenyum merekah, ekspresinya terlihat begitu bahagia.
"Memang benar aku merasakan dimana tubuh aslinya, tapi aku harus katakan bahwa ini tidak ada hubungannya dengan Shilling mu itu, ehmm ... ."
Pernyataan Tan Hao yang terlihat mengejek justru membuat Ye Yuan tertawa renyah, ia paham benar bahwa Tan Hao mungkin telah mendapatkan petunjuk mengenai Phoenix Petir Ungu. Hewan suci peringkat pertama yang juga merupakan pasangan spirit dari Gagak Raja Langit.
"Katakan padaku! Katakan padaku apa yang kau ketahui," kata Ye Yuan berlagak seperti anak-anak yang tengah merengek di dalam ruang jiwa Tan Hao.
Tan Hao menepis rengekan Ye Yuan dengan mengalihkan pandangan ke tempat pertarungan Tiandou dan Ming Yin berlangsung.
"Simpan rengekan manjamu itu! Apa kau tak melihat sedang ada pertunjukkan seru disana? Ayo kita lihat,"
Ekspresi Tan Hao serius yang dibuat-buat terbaca jelas oleh Ye Yuan, ketika Tan Hao mulai berjalan menuju tempat pertarungan. Ye Yuan berdecak kesal menahan kecewa tanpa berani membantah lebih jauh lagi.
"Terserah kau, hmm ... ."
Tan Hao tersenyum kecil menyadari kekecawaan Ye Yuan. Bukan ia tak mau memberitahu namun ia tak mau memberikan harapan tanpa kepastian. Seperti jalannya cinta di dalam alam dunia yang menguasai namun tak ada yang pasti dan berlalu pergi tanpa permisi.
Ketika baru berjalan beberapa meter Tan Hao dikejutkan oleh tusukan ringan Pedang Dewa Surgawi di bawah pinggang nya.
"Eh ... ."
"Ohh aw aw, jangan disana jangan disana! Kurang ajar kau ini," pekik Tan Hao yang tubuhnya terdorong kedepan.
"Ah haha haha, rasakan itu! Rasakan," tawa Ye Yuan terpingkal di dalam ruang jiwa Tan Hao.
Beberapa saat kemudian, Tan Hao berhasil memegang gagang pedang dewa surgawi. Eksresi polos sembari memandangi pedangnya.
"Kau punya nyawa atau kau ini apa? Selama ini bukannya kau benda mati," gumam Tan Hao yang masih memandangi pedangnya dari ujung ke ujung.
Pedang Dewa Surgawi bergetar ringan seolah menjawab gumamam Tan Hao. Ye Yuan yang keluar dari Ruang Jiwa pun sama hal nya memandanginya.
"Apa kau tak bisa bicara!" ujar Ye Yuan mencoba menyentuh bagian tengahnya.
SLLSSTTT...
Ye Yuan terkejut bukan main, ia seperti tersengat petir namun tidak menyakitkan hanya membuat mukanya menjadi konyol.
"E ... Ku-kurang ajar kau ...aduhh," erang Ye Yuan kesal.
__ADS_1
Tan Hao hanya memandangi kedua sahabatnya itu bergantian tanpa mengerti keadaan.