
Lan Lihua tak dapat melihat apa yang dilakukan Tan Hao pada Bing Long, walaupun berada di ruang jiwa miliknya. Kuasa Tan Hao lebih kuat dibandingkan kuasa Lan Lihua.
Terdapat sekat pelindung yang tercipta bersamaan dengan masuknya roh energi Tan Hao, Lan Lihua hanya bisa menyaksikan sekejap kala tangan kanan Tan Hao diletakkan pada bagian atas dahi Bing Long.
Roh energi Lan Lihua seperti terdorong menjauh dari keberadaan Bing Long, akibat sekat pelindung yang memancar dari roh energi Tan Hao yang memiliki warna putih keunguan.
Keheranan Lan Lihua berlanjut ketika menyaksikan hanya butuh waktu kurang dari satu menit bagi Tan Hao membuat Bing Long tenang, lebih tepatnya tertidur.
"Ah ... Apakah sudah selesai, Kak Hao?" tanya Lan Lihua ketika roh energi Tan Hao melayang mendekatinya.
"Tak apa! Dia sudah tenang," balas singkat Tan Hao.
Ye Yuan mendekati Tan Hao, ia memberitahu apa yang baru saja terjadi. Dirinya tak mengetahui siapa orang yang membawa pergi Jun Shan tanpa terlihat dan terasa.
Tan Hao hanya mengangguk ringan, ia hanya tersenyum.
"Baiklah aku mengerti! Lebih baik kita lanjutkan perjalanan, sudah terlalu lama kita berada disini,"
Tiandou melepaskan energi yang melindungi kedai tersebut dengan sekali kibasan tangannya. Orang-orang yang berada di dalam kedai saling berpandangan tanpa tahu apa yang harus mereka katakan.
Pemilik kedai hanya menyampaikan rasa terimakasih lewat beberapa bekal yang diberikan pada Tiandou.
Sebelum mereka meninggalkan kedai, Tan Hao memandang satu arah dengan pandangan dingin yang disertai sorot mata tajam.
•••••
Ramai orang terlihat cukup sibuk, ada beberapa dari mereka yang melakukan barter, berjualan makanan kering, ada pula para pengemis tengah duduk di depan toko-toko pakaian maupun makanan dengan memegang mangkok mereka masing-masing.
"Oh, aku kagum dengan cara kerja desa kecil ini! Biarpun berbaur, tapi tak ada gesekan yang terjadi," ujar Shuxan yang membuka lebar matanya.
"Aku rasa tempat ini seperti pasar serba ada! Hihi hihi ... ." ringkik Su Kong, kedua matanya menutup.
Tan Hao dan Lan Lihua saling berpandangan sejenak, keduanya merasa ada yang aneh dengan pasar yang ada di depan mereka.
Setelah berdiskusi singkat, akhirnya mereka memutuskan berpencar untuk mencari informasi apapun yang bisa didapatkan.
__ADS_1
Tan Hao bersama Lan Lihua sedangkan Tiandou bersama dengan Liu Zey, sementara Tetua Shuxan dan Su Kong hanya bertugas membeli beberapa persediaan makanan ringan serta beberapa pakaian ganti.
Cukup lama Tan Hao dan Lan Lihua menyusuri pasar tersebut yang ternyata memiliki gang-gang kecil, bangunan yang ada memang cukup tinggi. Bisa dikatakan pasar tersebut menyerupai sebuah kota, menurut tata letak bangunannya.
Ketika telah sampai diujung gang, Tan Hao menyipitkan matanya. Ia melihat ada bangunan yang berwarna kuning tua, tepat di depan jalan masuk bangunan tersebut ada sebuah plakat memanjang tergantung bertuliskan Asosiasi Menara Emas.
"Asosiasi Menara Emas! Sepertinya aku tidak asing dengan nama itu? Tapi, dimana aku pernah melihatnya?" tanya Tan Hao dalam hati.
Tan Hao mencoba mengingat nama bangunan tersebut, namun belum sempat ia berfikir Ye Yuan berbicara padanya dengan ekspresi malas.
"Asosiasi yang menyediakan informasi dan juga sumber daya! Bukannya kau pernah berhubungan dengan mereka? Ya ... Meskipun tidak berjalan,"
Tan Hao membuka lebar kedua matanya.
"Yue Yun?! Oh ... Aku melupakan wanita itu? Eh ... Tunggu sebentar! Sepertinya aku punya sesuatu untuk masuk kesana?"
Lan Lihua hanya terdiam, ekspresi wajahnya terlihat tidak senang tatkala Tan Hao menyinggung nama wanita lain. Pipinya mengembung sementara raut wajahnya memerah.
"Ayo! Kita kesana," ajak Tan Hao ketika telah menemukan benda yang ia cari di dalam cincin dimensi miliknya.
"Maaf Tuan dan Nona! Tempat ini ditutup sementara, silahkan kembali dua hari lagi jika menginginkan sumber daya," kata salah satu penjaga dengan cukup ramah.
"Apakah ada masalah hingga tempat ini harus ditutup begitu lama?" sahut Tan Hao mencoba bertanya.
"Ya! Manager pusat sedang mengadakan pertemuan disini, kami diminta untuk tidak mengizinkan siapapun masuk selama belum ada perintah untuk membuka kembali tempat ini," terang penjaga yang lainnya.
"Apa aku tetap tak bisa masuk meskipun memiliki ini?" sergap Tan Hao sembari menunjukkan sebuah tanda pengenal dari kayu berwarna emas yang mempunyai corak ukiran berbentuk menara.
Kedua penjaga melotot tak percaya, mereka saling pandang sejenak.
"Siapa orang ini? Bisa memiliki tanda pemilik saham? Selama ini bukannya hanya ada tiga orang yang memilikinya,"
"Aku juga tidak pernah mendengarnya! Sudahlah, cepat bawa plakat masuk untuk mengetahui keasliannya,"
Salah seorang penjaga meminta plakat emas yang di pegang Tan Hao untuk kemudian bergegas membawanya masuk.
__ADS_1
Sementara di dalam bangunan kuning tua itu tengah terjadi pertemuan, meskipun suasana cukup santai yang hanya terdapat empat orang duduk berjejer berhadapan.
Satu orang pria setengah baya dan tiga wanita yang salah satunya terlihat cukup muda. Canda tawa mereka terhenti ketika penjaga tersebut menghadap.
"Maafkan saya telah mengganggu, Tuan dan Nyonya! Diluar ada seorang pemuda dan seorang gadis ingin memasuki tempat ini ... ."
"Sudah kubilang, bukan! Siapapun tidak boleh masuk, suruh mereka kembali dua hari lagi?" bentak kasar wanita yang berpakaian hitam bercorak putih dan memiliki rambut merah muda.
"Maafkan kelancangan saya, Nyonya! Tapi pemuda itu memiliki ini ... ." sanggah penjaga tersebut dengan menunjukkan plakat emas yang Tan Hao perlihatkan padanya.
"KAYU NAGA EMAS!"
Ketiganya berdiri bersamaan ketika melihat plakat yang ditunjukkan penjaga tersebut. Hanya gadis yang memakai pakaian biru kehijauan yang masih tak bergeming.
"Bisa saja itu palsu! Coba lihat lebih teliti, pasti akan ketahuan," ujarnya sembari memegang cangkir teh ditangannya.
"Manager Fen Lian benar! Mungkin ini palsu? Coba sini biar aku lihat!"
Penjaga tersebut berdiri kemudian berjalan mendekat lalu memberikannya pada pria paruh baya tersebut. Kibasan ringan tangannya setelah menerima plakat tersebut mengisyaratkan pada penjaga gerbang tersebut untuk kembali ke tempatnya.
Tak perlu waktu lama bagi pria paruh baya tersebut untuk menelitinya, "Ini benar-benar asli. Disini tertulis, Tan Haochun bintang dua!"
Gadis berpakaian biru kehijauan yang dipanggil Manager Fen Lian tersebut tersedak teh, matanya melotot tajam kemudian meletakkan cangkir tehnya diatas meja.
"Apa kau bilang! Tan Haochun?" ia berseru kemudian berdiri sembari mengingat-ingat nama itu.
"Oh, aku ingat sekarang! Itu tuan muda yang berasal dari kota Shuning! Pantas kalau dia memiliki plakat bintang dua. Dia merupakan orang penting kedua setelahku namun kabar terakhir yang aku dengar menyebutkan bahwa ia telah tewas dalam pertempuran. Yue Yun juga mengabarkan hal yang sama, lalu? Bagaimana mungkin dia bisa ada disini?"
Fen Lian bertanya-tanya namun ketiga orang di depannya hanya terdiam tanpa bisa menjawab.
"Baiklah! Biar aku sendiri yang menjamunya. Pertemuan kali ini telah usai, kalian boleh kembali ketempat masing-masing," perintah Fen Lian tegas.
"Oh, Manager Xinxin tolong siapkan semuanya segera!" tambahnya memberi perintah pada wanita berpakaian hitam bercorak putih tersebut yang merupakan manager cabang Hibei.
"Baik, Nona Fen Lian!"
__ADS_1
Setelah memberi perintah pada bawahannya, Fen Lian bergegas keluar untuk menemui Tan Hao yang masih menunggu di depan pintu masuk.