Legenda Dewa Surgawi

Legenda Dewa Surgawi
Ch. 28 ~ Pengkhianatan Shi Fei


__ADS_3

Sekte Lembah Hijau merupakan tempat dimana berkumpulnya sekelompok perampok serta pembunuh bayaran yang memiliki banyak anggota berilmu tinggi. Tetua Shi Fei memang menjadi salah satu Tetua sekte Tujuh Tombak emas akan tetapi dirinya mulai menunjukkan gelagat menyimpang setelah Ketua Sekte Tujuh Tombak Emas lebih menyerahkan urusan sekte pada Tetua Jing yun dan menyerahkan urusan para murid pada Tetua Feiying.


Sebenarnya Tetua Shi fei sudah berulang kali memprovokasi Tetua Tombak lainnya, hanya saja mereka tidak termakan bujuk rayuan Tetua Shi fei hanya Tetua Xianjin yang bersikap seakan mendukungnya tetapi hanya sebatas perkataan.


Karena merasa dirinya tidak dianggap akhirnya Tetua Shi fei pergi ke Sekte Lembah Hijau menawarkan ketersediaan menjadi bagian dari Lembah Hijau asalkan membantunya menguasai Sekte Tujuh Tombak Emas yang nantinya akan menjadi bawahan dari Lembah Hijau.


Para pembesar Lembah Hijau serta Ketua Sekte sempat meragukan tawaran Tetua Shi fei namun setelah memperlihatkan Salinan satu bagian dari isi kitab Dewa Tombak membuat Ketua Sekte Lembah Hijau tertarik dengan tawaran Shi fei.


Mereka tahu bahwa Kitab Dewa Tombak merupakan harta leluhur dari Sekte Tujuh Tombak Emas yang berisi kumpulan ilmu serta jurus Tombak tingkat tinggi yang hanya bisa di pahami serta dikuasai oleh mereka yang berada tingkatan Pertapa Langit keatas.


Tetua Shi fei datang ke Sekte Lembah Hijau berkenaan tentang percepatan pembunuhan Ketua Sekte Tujuh Tombak Emas, Sun Sian.


Dan yang menemui Tetua Shi fei hanya dua orang Tetua saja, Tetua Jian Ying dan Tetua Jian Heng yang merupakan kakak beradik dikenal sebagai Cakar Ganda Racun Bintang.


" Tuan Jian bersaudara, Kedatanganku kemari untuk meminta bantuan membunuh Sun sian dalam waktu dekat juga Putri nya, Liqin Mei. Alasanku mempercepat bukan hanya kondisi Sun sian yang memburuk tapi juga karena kedatangan seorang pemuda misterius yang mengaku berumur 13tahun, dia telah masuk dan mencampuri urusan sekte. Mohon Lembah Hijau memenuhi janji.." kata Tetua Shi fei penuh hormat.


Jian Ying dan Jian Heng tak lantas menjawab, mereka saling berpandangan lalu diam seperti sedang berfikir. Setelah itu Jian Heng lah yang mulai berbicara.


" Saudara Shi fei, masalah ini cukup sulit. Kami kekurangan biaya untuk mengutus Pembunuh bayaran yang kami punya. Dan juga.. Ketua Jiwei Dan meminta Nona Liqin Mei tidak boleh disentuh apalagi di bunuh.." ucapnya dengan mata terpejam dengan kedua tangan disembunyikan di balik jubahnya.


" Benar yang dikatakan kakak Heng, perlu persiapan matang juga biaya besar. Sebab sekte Tujuh Tombak Emas lebih besar dari sekte kami, jika tidak melakukan secepat dan sesenyap mungkin, takutnya mereka meminta bantuan sekte aliansi. Bahkan bisa membinasakan sekte Lembah Hijau jika gegabah.." ucap Jian Ying menimpali ucapan kakaknya.


" Masalah biaya, aku sudah membawanya bersamaku. Tapi, masalah Liqin Mei ini, mengapa dibiarkan hidup?? jika dia masih hidup, bukankah dia yang akan meneruskan posisi ayahnya. Lalu untuk apa aku lakukan semua ini sejauh ini.." ucap Tetua Shi fei dengan memendam amarah dengan menggenggam erat tangannya di balik jubahnya.


" Kami tidak tahu, Perintah Ketua Jiwei Dan adalah mutlak. Tidak ada satupun dari kami mempertanyakan. Tapi kami mengira bahwa Ketua tertarik dengan parasnya, mungkin akan menjadikannya budak selir.." ucap Jian Heng dengan penuh ketegasan dengan membuka sedikit matanya.


"Jika begitu, terserah kalian. Aku hanya ingin menguasai Tujuh Tombak Emas dan juga segala potensi sumber daya yang mereka belum ketahui. Ini sebagai biaya rencana kedepan, aku akan menunggu di hutan sebelah barat sekte tujuh hari lagi"


"Maaf aku tidak bisa berlama-lama di tempat ini. Tuan, mohon pamit.." kata Tetua Shi fei dengan menyerahkan beberapa kantong koin dan beberapa kantong berisi inti kristal ungu.


Setelah Tetua Shi fei meninggalkan ruang pertemuan. Saat itu juga kedua orang yang tadi bersikap dingin berubah menjadi tawa kesenangan.

__ADS_1


Sebab mereka telah berhasil membodohi Tetua Shi fei seperti keinginan Ketua mereka. Alasan mereka tidak bisa membunuh Liqin Mei yang berada di sekte Tujuh Tombak Emas karena memang Dia adalah Adik dari Ketua Jiwei Dan yang sedang menyamar yang juga sedang menemui kakak seperguruannya yang juga telah menyusup lama hingga jadi salah satu Tetua Sekte, Xianjin.


•••


Ketika hari mulai gelap Tetua Feiying mencari kesana kemari Tan hao namun tidak menemukan apapun. Tetua Feiying melupakan kemampuan barunya karena memang tidak sempat berfikir panjang.


Sementara itu setelah memberi perintah pada keempat pendekar wanitanya, Tan hao menyuruh mereka untuk tidak mengikutinya ke sekte dan menyembunyikan hubungan mereka dari siapapun.


Dalam perjalanannya kembali ke sekte yang jaraknya memang tidak terlalu jauh, Tan hao hanya berjalan dengan langkah biasa sambil memegang kantong kulit ditangan kanannya yang berisi susu dan sesekali meminumnya.


" Hei bocah, aku merasakan akan ada hal buruk terjadi. Sebaiknya kau mulai berlatih lagi sekarang. Beberapa waktu ini kau sudah menyia-nyiakan kesempatan berlatih. Ingat, meskipun kau sudah terbilang hebat namun dunia ini luas yang masih banyak pendekar hebat diatasmu.." kata Ye yuan muncul berupa Aura melayang di samping Tan hao.


" ahh kakak Ye tenang saja, dengan kemampuanku sekarang belum ada yang bisa mengimbangiku, lagi pula di wilayah ini tidak ada pendekar berilmu tinggi. Beberapa waktu lagi aku akan mulai berlatih.." ucap Tan hao datar sambil berjalan santai.


" Bukan begitu, aku punya firasat buruk soal ini. Bahkan kau pun akan kesulitan menghadapinya nanti. Aku hanya tidak ingin...


"Sudahlah kakak Ye, percayakan padaku. Dengan Kedua senjata dewa serta dua kitab dewi bersamaku. Apa yang perlu ditakutkan. Lagi pula aku masih memiliki sahabat baik yang pasti akan membantuku jika mengalami kesulitan..." sergap Tan hao memotong perkataan Ye yuan dengan berhenti sejenak melirik ramah.


Tak lama setelah itu, ketika sampai di pintu gerbang masuk sekte. Tan hao sudah ditunggu oleh Tetua Feiying yang sedang berdiri menyandar di samping gerbang.


" Dasar, kemana saja kau ini. Aku setengah hari mencarimu sampai ingin mati kelelahan. Dan kau malah dengan santainya berjalan.." seru Tetua Feiying dengan mengangkat tangan kanannya mengepal disertai expresi jengkel.


" e-eh..Kukira siapa. Ternyata hanya orang Tua saja..


" Bocah busuk, bicara apa kau, mana rasa hormatmu.. " seru Tetua Feiying dengan muka konyol serta kepala berasap.


"ehh, apa aku yang salah? yang bodoh itu aku atau kau orang tua pikun.." ucap Tan Hao dengan menunjuk Tetua Feiying dengan tanpa expresi serta badan melengkung kedepan.


" Apa kau?? bocah busuk, bocah idiot . sini kau.. rasakan ini rasakan ini..


" aw..aww..awaa jangan pukul kepala jangan pukul kepalaaa... ahh orang tua bodoh dari mana ini.. aw sakittt....

__ADS_1


Dengan konyol Tetua Feiying memukul serta bergulingan tak jelas dengan masih memukul konyol Tan hao disertai teriakan bodoh.


Tiba-tiba Ye yuan menampakkan diri yang masih berwujud aura melayang.


" Mau sampai kapan kalian bersikap konyol seperti itu.. dasar kakak dan cucu bodoh.." ucap Ye yuan dengan kedua tangan diangkat kesamping sambil menggeleng pelan yang dengan cepat di jawab kedua orang yang bertengkar konyol..


"Diaammmm beriisssiikkkkk..


" ehh.. " lenguh Ye yuan dengan muka datar yang konyol.


" Heh Hentikan atau ku bunuh kalian.." seru Tetua Tiandou yang tiba-tiba muncul begitu saja.


" ahh..Baikk.." ucap kedua orang itu bersamaan dengan melipat kedua kakinya serta mendudukinya dengan tangan menahan di kedua lutut juga kepala menunduk. Seperti anak yang sedang di marahi orang tuanya.


" Haaaa.." lenguh Ye yuan dengan mulut terbuka lebar serta expresi konyol tak percaya.


Alasan mereka bertengkar seperti anak-anak karena Tan hao mempertanyakan kebodohan Tetua Feiying yang kenapa tidak menggunakan Telepati tanpa harus mencari. Dan Tetua Feiying yang masih tidak paham serta sadar atas dirinya yang melupakan hal itu.


Kemudian berubah serius.


Dengan menepuk-nepuk halus pakaiannya Tetua Feiying mengatakan alasan mencari Tan hao.


"Dasar bocah, haih aku mencarimu karena kau diminta menemui Kaisar Obat langsung untuk bicara lebih lanjut soal kerjasama yang kau tawarkan, Dia ingin bertemu malam ini.."


" ohh.. begitu rupanya. Sepertinya Dia orang yang berhati-hati. Baiklah kita pergi sekarang.." ucap Tan hao serius dengan wajah datar.


" Kalian mau pergi, aku ikut.." ucap Tetua Tiandou.


" Baiklah, kita pergi sekarang. Ikuti aku.." Ucap Tetua Feiying yang langsung memulai berlari cepat menggunakan ilmu Angin senyap yang diikuti oleh Tan hao serta Tetua Tiandou.


Sementara itu, dibalik pintu gerbang sekte ada seorang wanita muda yang sedang tersenyum licik memandang kepergian ketiga orang itu.

__ADS_1


" Dasar manusia bodoh, xixixixi.." ucap wanita itu dengan tawa seram serta tatapan tajamnya.


__ADS_2