Legenda Dewa Surgawi

Legenda Dewa Surgawi
Ch. 237 ~ Tantangan Terbuka


__ADS_3

Setelah mendapat saran dari Bing Long, Lan Lihua memandang Liqin Mei sejenak sebelum kemudian mengeluarkan beberapa benda kecil dari cincin langit dan menyerahkannya pada Liqin Mei.


“Ini...!” Liqin Mei tentu saja terkejut, tiba-tiba dirinya diberikan tiga benda berbentuk bintang yang terbuat dari Giok Baja.


“Saudari Mei, ini mungkin akan sedikit membantu! Kita kedatangan tamu, aku minta saudari tetap berpura-pura tak menyadari mereka!” Lan Lihua mengingatkan Liqin Mei sambil melirik ke arah dimana dua orang topeng emas bermotif bunga berada.


Tentu saja apa yang disampaikan Lan Lihua membuat dirinya merasa tidak nyaman, sekali lirik Liqin Mei bisa merasakan kekuatan dua orang yang dimaksud Lan Lihua.


“Jika mereka bertindak dan menyerang kita, aku takut kita bukan tandingan mereka! Aku masih seorang Pertapa Angin tahap Atas, dan Putri Li May Lin hanya seorang Pertapa Ahli tahap Puncak. Bukankah sebaiknya kita bergegas memanggil bantuan!” Liqin Mei berpendapat, sementara wajahnya menunjukkan ketegangan.


Mereka berdua hanya berbisik, Putri Li May Lin bahkan tak mendengar percakapan keduanya. Suasana yang sebelumnya sangat santai dan teduh, kini berubah menjadi dingin dan tak biasa.


Dua orang yang memakai Topeng Bunga Emas itu masih belum beranjak dari tempatnya, bahkan posisi mereka masih belum bergeser dari sejak awal.


Lan Lihua meyakini bahwa selain menyusup mereka juga saat ini tengah mempelajari situasi sebelum melakukan tindakan lebih lanjut.


Dan perkataan Liqin Mei membuatnya langsung tersadar bahwa di dekatnya ada seorang putri kerajaan, tentu saja Lan Lihua langsung bisa memahami tujuan dua orang itu tetapi dirinya tak mau terlalu cepat menebak.


“Dilihat dari penampilan dan gaya mereka, aku cukup yakin dua orang itu berasal dari Organisasi Malam Gelap,”


Liqin Mei tidak menyangka jika malam ini akan kedatangan anggota dari organisasi yang merupakan bawahan dari organisasi paling terkenal, Organisasi Biara Setan.


“Apa Saudari Mei yakin!” Lan Lihua masih bersikap tenang tetapi tingkat kewaspadaannya masih sangat tinggi.


“Ya, setidaknya hanya mereka yang punya kemampuan menyusup di bawah langit malam! Tapi semoga saja mereka bukan dari Organisasi Biara Setan!”


Lan Lihua mengangguk pelan seraya memejamkan mata sambil terus memegang cangkir tehnya. Sikapnya sangat santai dan tenang, hal itu membuat Putri Li May Lin masih terus menceritakan tentang dirinya walaupun perkataannya bisa dibilang tidak didengarkan.

__ADS_1


Murid Patriark Zhang Weili itu kembali melanjutkan bahwa meskipun berpusat di Benua Emas tetapi organisasi itu memiliki banyak bawahan, Liqin Mei tahu benar tentang organisasi yang bahkan Kaisar Chu pun tak berani bertindak gegabah menghadapi mereka. Dirinya mengetahui ketika beberapa tahun berlatih di Sekte Anggrek Suci.


Organisasi Biara Setan memiliki beberapa bawahan yang sejauh ini telah diketahui, ada Organisasi Iblis Darah, Organisasi Malam Gelap, dan Organisasi Bulan Merah.


Khusus untuk Organisasi Bulan Merah, sejauh yang diketahui markas mereka berada di wilayah Kerajaan Hao. Tetapi untuk dua organisasi lainnya, mereka memiliki wilayah yang hampir tumpang tindih, meskipun begitu keduanya tak memiliki gesekan saat menjalankan aksinya.


Tetapi tanpa disadari, Liqin Mei ternyata salah mengenali darimana dua orang itu berasal. Ia benar menduga tetapi salah dalam menebak.


Topeng yang mereka gunakan bukan berasal dari organisasi tempat Sui Jui dulunya bernaung. Bahkan kekuatan mereka berdua sangat berbeda dari anggota organisasi pembunuh bayaran tersebut.


Disela-sela cerita Liqin Mei padanya, Lan Lihua mencoba memberi pesan pada Tan Hao lewat alam pikiran. Insting Dewi Kehidupan miliknya meningkat seiring kemampuan persepi jiwa-nya naik tingkat beberapa waktu lalu.


Sementara di lain sisi, kedua orang itu nampak saling berbincang. Mereka adalah Shan Ming dan Wang Ting, dua pendekar Alam Dewa Bumi.


“Bagaimana! Apa kita akan membawanya sekarang? Aku pikir disini cukup sepi,” Wang Ting bertanya setelah cukup lama mempelajari situasi.


“Aku tahu! Wanita itu memiliki kemampuan yang cukup bagus, dia juga telah menyadari kehadiran kita sejak awal. Tapi apakah hanya karena satu orang, kita tidak jadi membawa target itu? Oh... Ayolah Ming!”


Shan Ming melirik singkat Wang Ting sebelum kembali memandang Lan Lihua, “Alam Dewa Bumi tahap Atas sepertimu mana tahu, wanita itu bukan hanya memiliki kemampuan tinggi tapi juga ada sesuatu yang lain dalam dirinya yang tak bisa aku pastikan,”


“Hei, aku juga tahu itu! Jadi apa kita terus berdebat? Raja Shu Anming sudah terlalu lama menunggu kita...!” Wang Ting terlihat kesal tetapi hanya ucapannya saja.


“Lain kali, aku tidak sudi bekerja sama denganmu! Banyak omong, otak kosong...!” Shan Ting melepas kedua tangannya yang sejak awal terkait ke belakang.


Bersamaan dengan itu, Lan Lihua tersentak. Ia merasakan aura yang sangat kuat tiba-tiba memenuhi area kediaman putri patriark sekte tersebut.


“Saudari Mei, mulai dari sini berhati-hatilah dan jaga Saudari May Lin! Mereka akan segera datang!” Lan Lihua merapatkan giginya sebelum akhirnya berdiri menghadap ke arah kedua orang itu.

__ADS_1


Bertepatan dengan perubahan sikap Lan Lihua itu, Shan Ming melesat ke arahnya berkecepatan tinggi. Sementara Wang Ting masih diam mengamati.


Liqin Mei langsung meraih tangan Putri Li May Lin dan menajamkan instingnya. Ia juga menggenggam erat pemberian Lan Lihua. Giok Bintang Teratai, senjata yang mirip dengan milik Tan Hao tetapi berbeda penggunaan.


Jika Tan Hao diberi oleh Dewi LianHua yang merupakan neneknya, Lan Lihua mendapatkannya sendiri ketika telah membangkitkan kemampuan Bintang Gajah Naga. Tetapi saat ini ia hanya bisa membuat tiga buah bintang teratai.


Hal itu masih bukan apa-apa dibanding Dewi Kehidupan sebelumnya, Dewi Yu Huanran bahkan mampu membuat seribu Giok Bintang Teratai dan mengontrol mereka bersamaan. Meskipun bentuknya terlihat indah dan tidak berbahaya seperti Cakram Teratai Amarah tetapi kekuatannya sama-sama mengerikan.


Pertarungan antara Lan Lihua melawan Shan Ming tak terhindarkan lagi, mereka berdua sama-sama melakukan pergerakan.


Udara dingin malam hari yang masih muda bertambah dingin dan mencekam, keduanya beradu serangan tapak yang berlapis tenaga dalam di udara.


Terlihat Shan Ming cukup terkejut ketika beradu tapak pertama kali. Ia memandang telapaknya ketika sama-sama terpental mundur.


Telapak tangannya yang bersih kini memerah, terdapat luka tipis mirip goresan pisau tajam tak beraturan.


‘Kekuatan macam apa ini...! Bagaimana bisa tenaga dalamnya bisa lebih tajam dari pisau!’


Hal berbeda justru terlihat dari Lan Lihua, ia tak mengira kalau kekuatan seorang Saint akan sebegitu kuatnya. Padahal ia hanya menggunakan sedikit tenaga dalam tetapi efek yang ditimbulkan begitu hebat menurutnya.


“Kau lumayan, aku mengira pertarungan yang akan datang pasti lebih seru jika tempat ini memiliki beberapa orang sepertimu! Tapi sayangnya, kau akan jadi yang pertama mati!”


Shan Ming melepaskan hawa kekuatan yang tak pernah dilihat Lan Lihua sebelumnya, tak berbentuk dan tak berasa, seperti kabut yang menyebar dengan cepat. Hawa kekuatan itu membuat Liqin Mei lambat laun merasa sesak napas, begitu juga dengan Putri Li May Lin, keduanya bereaksi sama.


Lan Lihua merapatkan giginya menyadari Shan Ming hanya menyerang dua orang di belakangnya, “Jangan banyak omong kosong, bertarunglah! Lawanmu adalah aku...!”


***

__ADS_1


senajan usaha ajur, kudu tetep bersyukur, kabeh kui wes ono sing ngatur. Semangat semuanya...


__ADS_2