
"Gila...! Jumlah kita sangat banyak, bahkan bisa di bilang mampu menghancurkan satu kota. Tapi melawan pasukan yang secara kekuatan dibawah kita saja kewalahan seperti ini!"
"Kita bukan bertarung, tapi menunggu untuk di bantai! Siapa saja, lakukan sesuatu!"
"Harusnya aku tak ikut bergabung, percuma saja mendapatkan uang banyak tapi nyawa jadi taruhan."
"Aku ingin kembali ke sekte. Aku harus menyelamatkan nyawaku sendiri."
Teriakan putus asa keluar dari mulut para pendekar topeng emas. Sementara pendekar topeng hitam masih berjibaku melawan gelombang serangan yang tidak ada habisnya.
Pasukan Aliansi Aliran Putih-Netral kini berada diatas angin, pendekar yang terluka juga sudah di obati oleh Kaisar Obat. Mereka benar-benar menguasai jalannya pertempuran yang kini beralih menjadi medan pembantaian.
Tak ada satupun dari para tetua sekte yang tergabung dalam aliansi bertindak lebih jauh, kecuali tetua dari Pedang Langit. Mereka seakan menjadi pembunuh berdarah dingin, kesana kemari melenyapkan nyawa seolah sangat menikmatinya.
Tetua dari Biara Kehidupan juga tak habis pikir dengan apa yang dilakukan tetua dari Pedang Langit itu. Begitu pula dengan Patriark Su Long, dirinya yang aliran netral juga tak sampai begitu menggilanya dalam membunuh lawan meskipun ini bisa dibilang peperangan besar.
"Sekte Pedang Langit memang sungguh ...." kata Patriark Su Long sembari menggeleng pelan.
Tak banyak yang bisa ia lakukan, karena memang dirinya tak punya kesempatan untuk bertarung. Satu-satunya yang bisa ia lakukan hanyalah mengawasi sebagian anggota sektenya yang kesemuanya tak lebih dari Pertapa Ahli Puncak.
__ADS_1
Patriark Gunung Pandan itu bahkan tak menduga kalau anggotanya sejauh ini tak ada yang tewas dan bahkan mampu bertarung satu lawan satu melawan pendekar topeng emas yang ia taksir memiliki kemampuan Pertapa Bumi.
***
Bersamaan dengan rembesan energi hitam tersebut, Tan Hao mempersempit ruang dimensi yang melingkupi tubuh Yin Fen. Hal itu membuat Yin Fen semakin meronta di tengah ketidaksadarannya.
Tan Hao menajamkan tatapan matanya, 'Hmm ... Kau pikir aku mau melawanmu begitu saja! Katakan, apa yang kau ketahui tentang Long Wang?' Energi hitam tersebut keluar tetapi berubah menjadi gumpalan tak berbentuk.
'Aku tahu kau mengerti yang ku katakan dan kau mampu untuk menjawabnya!' Tan Hao semakin mempersempit ruang dimensi itu mencoba mengancam. Gumpalan hitam seperti kobaran api itu perlahan bergerak setelah Tan Hao memasukkan sedikit energi petir ungu kedalam ruang dimensi.
'Baiklah, baiklah! Aku mengaku, tapi sebelum itu singkirkan dulu petirmu,' gumpalan itu bergetar sebelum akhirnya menjawab, percakapan mereka dari dalam alam bawah sadar membuat siapapun tak dapat mendengar.
Tan Hao menarik kembali petirnya tetapi masih mempertahankan besaran ruang dimensi, 'Katakan!' ancamnya sambil menajamkan tatapan mata.
'Dewa Long Wang, begitu dia menyebut dirinya. Raja Naga Hitam yang menguasai sebagian alam daratan langit, dia menurunkan kami untuk memanen jiwa manusia yang akan menjadi nutrisi kekuatannya. Kami hanya ditugaskan untuk memberi kekuatan pada manusia tetapi dengan syarat kontrak ikatan darah. Akibat pertarungan melawan Dewa Yaoshan ratusan tahun lalu, tubuhnya hingga sampai saat ini masih belum menyatu. Dewa Yaoshan saat itu memecahnya menjadi tujuh bagian kemudian menyebarkannya, salah satunya yang beberapa tahun lalu berada di dalam tubuh seorang manusia. Dia lah yang memerintahkan kami,' roh iblis itu menceritakan dengan sangat jelas, terlihat dari nada bicaranya ia seperti terpaksa menuruti perintah.
Tan Hao mengerutkan keningnya, ia tahu benar siapa orang yang dimaksud roh iblis itu tetapi yang mengganggu pikirannya bukanlah itu. Satu pecahan roh Long Wang saja sudah sangat kuat sampai tak ada yang bisa menandinginya di alam bumi, apalagi jika sampai menyatu dan kembali membentuk tubuh fisiknya.
'Apa kau tahu yang lainnya! Seberapa banyak dari kalian? Apa itu termasuk iblis hati,' roh iblis itu bergetar sesaat seperti enggan menjawabnya dan hal itu terbaca oleh Tan Hao.
__ADS_1
'Katakan,' ancam Tan Hao sambil mulai melancarkan kembali petir ungu melalui ujung jarinya.
'Aku tidak tahu! Aku hanya kelas rendah, iblis rendahan. Yang kau maksud iblis hati itu tipe iblis kelas puncak. Ia bahkan mampu memiliki tubuh fisik, bukan hanya mampu mengambil jiwa secara langsung. Aku hanya bisa katakan, Iblis Hati itu mungkin setara ketua sekte kalau menurut pemahaman manusia. Lebih dari itu aku tak tahu,' roh iblis itu perlahan menyusut sementara Tan Hao masih terlihat berpikir.
'Jangan coba kabur dong! Kau kan nutrisi untuk kekuatanku, eh! Ngomong-ngomong terimakasih sebelumnya ...!' Tan Hao menggerakkan telapak tangan kanannya yang seketika menciptakan lubang hitam disertai pusaran angin, Roh Iblis itu terserap dengan cepat tanpa mampu berbuat apa-apa.
Tan Hao mengerutkan kening ketika ia menghilangkan ruang dimensi yang ia ciptakan, tubuh Yin Fen kering bagai batang kayu lapuk padahal ia sama sekali tak menyentuhnya apalagi membunuhnya.
'Cara kerja yang menggelikan! Hanya untuk mendapatkan kekuatan, rela kontrak darah dengan iblis." batin Tan Hao memandang Yin Fen sebelum kemudian melesat ke arah pasukan yang tengah bertempur.
'Hei, bocah bodoh! Aku peringatkan kau untuk segera memeriksa Kota Kerajaan Shio dan juga Sekte Tujuh Tombak Emas! Jika bukan karena kita terhubung, aku tak sudi membuang-buang tenaga hanya untuk memberitahumu. Sudah itu saja, aku sedang sibuk bermain dengan Tian Kecil. Sampai jumpa.' suara yang sangat akrab tiba-tiba terdengar di dalam kepala Tan Hao ditengah laju lesatannya.
Tan Hao mengeram, ekspresi wajahnya terlihat begitu kesal tetapi seketika fokusnya mengarah kedua tempat itu. Seketika ia mengubah arah menuju ke tempat Tetua Jing Yun berada.
'Oh ya lupa, pergerakan kalian telah diawasi dari balik bayangan oleh orang yang merencanakan ini. Pergi dan cari tahu sendiri, tempat itu gelap dan sedikit lembab! Hais, kau harus mengganti tenagaku yang berkurang banyak, bocah bodoh.' kembali suara itu memenuhi kepala Tan Hao yang memiliki nada sangat khas, kemudian menghilang begitu saja.
Tan Hao berpikir keras tentang semua ini, seketika ia mengkilas balik semua kejadian sebelum perang terjadi. Tetapi harus terhenti ketika ia telah sampai ditempat Tetua Jing Yun berada.
"Tetua Yun! Siapa yang ada di sekte dan siapa yang menjaga mereka?" Tan Hao langsung bertanya tanpa berbasa-basi lagi, meskipun Tetua Jing Yun terkejut karenanya.
__ADS_1
"Pangeran Li Fen An dan Putri Li May Lin...! Ada Patriark Sun, Tetua Ling Ling dan Tetua Bai Huang. Ada juga beberapa perwakilan dari aliansi dan asosiasi, kenapa kau tanyakan itu?" jawab Tetua Jing Yun sambil menaikkan sebelah alisnya.
"Kalian telah di tipu! Kota Kerajaan sekarang dalam bahaya besar, dan Sekte Tujuh Tombak Emas juga terancam. Patriark Sun dan dua orang Tetua tak mampu bertahan lama menangani itu...!"