Legenda Dewa Surgawi

Legenda Dewa Surgawi
Ch. 93 ~ Pertemuan


__ADS_3

Belum sempat Tiandou menguasai emosinya, ia termenung melihat dua sosok bayangan samar yang tertutup kabut di kejauhan. Liu Zey bahkan bereaksi cepat mengambil sikap waspada penuh kala melihatnya, begitu pun Tetua Shuxan dan juga Su Kong.


"Aku merasakan adanya dua kekuatan luar biasa besar yang sedang menuju kemari,-!! Semoga bukan musuh yang merepotkan lagi." lirih Tetua Shuxan pada Su Kong yang berada di sisi kirinya memandang arah yang sama.


Su Kong menyipitkan matanya mencoba melihat sosok bayangan tersebut dengan jelas.


"Kehadirannya membuatku merasa takut, jika benar itu musuh lalu bagaimana nasib kita kedepannya?"


"Tentu saja aku tak ingin berakhir mati disini, dasar bodoh! Senior Tiandou dan Liu Zey cukup tangguh daripada kita, sebaiknya kita tidak saling berjauhan untuk berjaga-jaga." timpal Tetua Shuxan.


Mereka tidak mengetahui jika dua sosok itu adalah Tan Hao dan Lan Lihua yang telah berjalan santai setelah keluar dari istana emas megah tempat pusaka tersimpan. Mereka seolah tidak merasa heran dengan menghilang tiba-tibanya istana emas tersebut setelah mereka keluar beberapa meter dari gerbang masuk.


Berdebatan panjang yang dialami Lan Lihua dengan pemikirannya akhirnya mendapatkan hasil baik, Lan Lihua menerima permintaan Bing Long, tentu saja juga karena saran dari Tan Hao yang setengah memaksanya untuk menerima.


Kini di dalam diri Lan Lihua terdapat kekuatan Api Dingin Naga Timur yang juga milik Panglima Naga Timur, Bing Long.


Hal itu membuat Ye Yuan tak ingin berbicara banyak, ia bahkan mengurungkan niatnya untuk membicarakan tentang pasangan kekuatannya pada Tan Hao. Ye Yuan tak ingin merusak kebahagiaan Tan Hao dengan membicarakan masalah yang masih belum jelas ia ketahui.


Keduanya saling bercanda membahas hal-hal yang terjadi sebelumnya sembari berjalan santai menuju tempat Tiandou dan yang lainnya. Anehnya, Tan Hao tak mengetahui keberadaan empat orang tersebut yang bisa dengan jelas melihat Tan Hao beserta Lan Lihua.


"Kakak! Yang ada di pinggang orang Itu bukannya Pedang Dewa Surgawi? Apa aku salah lihat." seru Liu Zey pelan.


Liu Zey tak mengenali Tan Hao, justru ia lebih mengenali pedang yang terselip rapi di pinggang kirinya.


Memang Tan Hao tak menyimpan kembali Pedang Dewa Surgawi setelah menyimpan seluruh pusaka dan harta yang ia ambil dari istana emas, Tan Hao menerima saran dari Ye Yuan jika lebih baik tak menyimpan senjatanya di dalam cincin untuk berjaga-jaga jika setelah keluar terdapat bahaya mengancam meskipun tubuh Tan Hao kini terlindungi oleh Zirah Naga Suci.


Tan Hao bahkan belum mencaritahu kemampuan serta keistimewaan yang dimiliki pusaka berbentuk zirah tersebut yang melekat di tubuhnya.

__ADS_1


Tiandou menelan ludahnya ketika apa yang ia lihat ternyata juga dilihat oleh Liu Zey. Kedua matanya berair secara mendadak dengan tatapan nanar.


"K-kau benar Zey, itu memanglah Pedang Dewa Surgawi. Satu-satunya pusaka dewa yang hanya dimiliki satu orang saja di dunia ini! Apa kau tahu apa artinya itu!" lirih Tiandou menahan perasaannya yang bercampur aduk.


Setelah mengatakan hal tersebut, Tiandou terkenang masa dulu saat masih bersama Tan Hao. Ia bisa melihat perubahan tinggi badan beserta wajah Tan Hao yang kini terlihat begitu tampan penuh wibawa.


Liu Zey menelan ludah, kedua matanya membelalak tak percaya memandang lurus kearah Tan Hao yang masih tertawa kecil berbalas canda dengan Lan Lihua yang sesekali memeragakannya menggunakan kedua tangannya ketika bercerita.


"Tidak mungkin ini nyata! Bukankah Tuan Tan Hao waktu itu ... Dan orang ini ... Pedang itu tak mungkin bisa dipakai orang lain kan? Jadi benar orang ini Tuan Hao?" batin Liu Zey tak percaya seolah sedang meyakinkan dirinya sendiri.


Sementara Tetua Shuxan masih belum menyadari atau lebih tepatnya tidak mampu mengenali karena memang waktu kebersamaan mereka dulu tergolong cukup singkat, tak seperti Liu Zey yang setiap waktu menyertai Tan Hao. Tak seperti Tiandou yang dari awal sampai akhirnya berpisah selalu menghabiskan waktu bersama untuk berlatih.


Hal lain justru menjadi fokus utama Su Kong. Ia terkejut bukan main ketika telah melihat dengan jelas sosok wanita yang tak lain adalah Lan Lihua bersama seorang laki-laki yang tak lain adalah Tan Hao yang sesaat lalu hanya terlihat bayangan hitam samar sebab kabut menutupi.


Bukan paras maupun tubuh anggunnya yang ia lihat melainkan sebuah kalung ia wanita itu kenakan.


Giok biru cerah yang memiliki corak ukiran didalamnya tergantung indah di muka baju Lan Lihua, membuat siapapun bisa melihatnya.


Disisi lain, Tan Hao mulai menyadari jika ada yang sedang mengamati keduanya. Tawa ringannya terhenti tiba-tiba, yang kini memasang wajah serius bereaksi dingin. Begitu pula Lan Lihua yang melakukan hal sama saat keduanya hanya berjarak belasan meter dari Tiandou dan yang lainnya.


"Kak HaoHao! Mereka sepertinya orang baik-baik. Aku bahkan tak merasakan ada niat buruk di diri mereka kecuali orang yang berada paling belakang." ujar pelan Lan Lihua pada Tan Hao.


Orang yang ia maksud tak lain adalah Su Kong, Lan Lihua bahkan bisa dengan jelas merasakan keinginan menggebu yang dimiliki Su Kong dari pancaran aura energi pada tubuhnya.


Tan Hao hanya mengangguk ringan, mata dewa miliknya telah berhasil melihatnya sebelum Lan Lihua mengatakan hal tersebut.


Yang membuat Tan Hao tak menjawab pernyataan Lan Lihua adalah dirinya yang memandang serius Tiandou, meskipun jarak keduanya masih cukup jauh namun terkihat keduanya sedang beradu pandang.

__ADS_1


"Tak perlu kau pastikan lagi Tuan Tan Hao yang tampan menggoda! Dia memanglah si TianTian kecil." ujar Ye Yuan yang bersikap acuh di dalam ruang jiwa Tan Hao.


Tan Hao dibuat jengkel oleh perkataan Ye Yuan, ia sudah belasan kali memperingatkan untuk tak bersikap seperti anak kecil lagi. Bahkan panggilannya yang nyeleneh padanya kini di ikuti oleh Lan Lihua beberapa waktu lalu.


"Kau bisa diam atau tidak! Seenaknya mengganti nama orang, apa kau sudah bosan berada di dunia?" sinis Tan Hao pada Ye Yuan dalam hati.


"Iya baiklah baik. Aku mengaku salah memanggilmu begitu. Tapi apa kau punya nyali untuk mengatakan hal yang sama pada Dewi Lihua, kak HaoHao yang tampan menggoda." balas Ye Yuan yang menyunggingkan senyum mengejek.


"Sudahlah, abaikan gurauanku yang tak jelas ini. Lebih baik kau segera temui si Tiandou itu! Aku merasakan di hatinya begitu setia menunggumu." lanjut Ye Yuan yang merubah sikapnya menjadi lebih serius.


Tan Hao tak merasakan apa yang dirasakan oleh Tiandou tetapi dirinya begitu bahagia bisa bertemu dengan sahabat pertama yang ia miliki setelah keluar dari Pulau Phoenix.


Untuk beberapa saat, Tan Hao dan Tiandou melangkahkan kaki mereka bersamaan. Hal tersebut membuat Lan Lihua terkejut, begitu juga Liu Zey dan Tetua Shuxan. Ketiganya merasa aneh dengan apa yang dilakukan Tan Hao dan Tiandou.


Melangkah dengan pelan tapi pasti, sedangkan tatapan mata mereka begitu serius. Siapapun yang melihatnya akan mengira mereka akan berakhir bertarung.


Hal lain justru sedang menerpa Su Kong, pikirannya tak bisa lepas dari kalung bermata biru cerah yang dikenakan Lan Lihua.


"Jika mereka bertarung, aku harus memanfaatkan kesempatan untuk merebut kalung legendaris dari gadis itu." batin Su Kong yang tengah menyiapkan beberapa rencana.


Namun, Su Kong tak mengetahui jika niatannya telah diketahui selain itu ia juga tak mengetahui siapa pemilik kalung tersebut yang mana bisa dikatakan adalah orang terkuat kedua setelah Tan Hao di benua ini.


Lebih dari itu, Su Kong juga tak memiliki informasi apapun tentang Tan Hao. Membuatnya begitu percaya diri dengan rencananya.


Disisi lain, jarak antara Tan Hao dan Tiandou semakin dekat. Keduanya melakukan hal tak terduga secara bersamaan.


Hanya berjarak beberapa meter keduanya berhenti dan saling beradu pandang, sesaat kemudian keduanya melepaskan spirit energi masing-masing secara bersamaan tanpa perencanaan.

__ADS_1


Liu Zey dan Tetua Shuxan terkejut bukan main melihat energi besar berbentuk burung gagak berwarna ungu sedang beradu tekanan dengan energi lainnya berbentuk burung merpati berwarna biru tua.


__ADS_2