Legenda Dewa Surgawi

Legenda Dewa Surgawi
Ch. 92 ~ Rekan Setia


__ADS_3

Penjelasan Yue Yin yang begitu serius membuat Bing Long mempercayainya. Tak butuh waktu lama hingga Tiandou dan yang lainnya terlepas dari tekanan mengerikan tersebut.


"Dewi Lihua sebentar lagi akan keluar, aku harus pergi! Lebih baik kau urus mereka terlebih dahulu. Aku cukup senang bisa bertemu dirimu disini. Kita akan bertemu lagi, Dewi Yue." ujar Bing Long sesaat sebelum menghilang.


Yue Yin tak menjawabnya hanya sekali mengangguk sebagai tanda mengerti, kemudian ia segera melesat kembali ke tempat Tiandou berada.


"Apa yang terjadi? Apakah itu tadi halusinasi akibat kabut tebal ini ataukah ada hal lain," kata Tetua Shuxan begitu terkejut dengan apa yang ia rasakan.


Begitu pula Su Kong, dirinya hanya diam membisu dengan hanya berulang kali melihat dirinya sendiri.


"Kakak? Jelaskan pada kami, sebenarnya apa yang telah terjadi?" timpal Liu Zey yang juga penuh penasaran bercampur rasa tak percaya.


Tiandou tersenyum kecil, ia bukannya tidak bisa menjelaskan namun ia bingung harus bagaimana memberi penjelasan.


Sementara itu ditempat lain, Tan Hao bersama Lan Lihua melangkah keluar dari ruang harta berornamen naga dengan santainya, terlihat berulang kali Tan Hao memutar-mutar cincin dimensi di jarinya.


Hanya beberapa langkah keluar dari ruang penyimpanan harta, mereka dikejutkan dengan hadirnya Bing Long secara tiba-tiba dengan wujud lebih kecil dari sebelumnya.


"Salam hormat Dewi Lihua! Bing Long ada disini untuk Dewi." kata Bing Long dengan menundukkan kepalanya.


"Eh.. kakek naga ini lagi! Apakah ada sesuatu yang lain?" celetuk Tan Hao dengan ekspresi masa bodohnya.


Lan Lihua memandang tajam Tan Hao, ia segera memberi peringatan akan sikap Tan Hao yang tidak sopan.


"Ada apa Paman Bing menemuiku?" Lan Lihua berkata ramah.


"Bing Long tak suka bertele-tele. Izinkan Bing Long untuk mengikuti Dewi Lihua seperti sebelumnya,-!! Di masa ini tak ada yang paling Bing Long inginkan kecuali mengikuti kemanapun Dewi Lihua pergi." jawab Bing Long yang masih menundukkan kepalanya.


Tan Hao membelalak polos mendengar ucapan Bing Long.


"Apa aku tak salah dengar? Untuk apa kakek naga mengikuti Hua'er?"


Lan Lihua kembali menatap tajam Tan Hao seolah menyuruhnya diam. Sementara Bing Long tertawa kecil.

__ADS_1


"Aku suka anak muda sepertimu yang bicara tanpa basa-basi. Tuan Tan Hao jangan salah paham, maksudku adalah menjadi sebagian dari kekuatannya. Bukankah aku sudah pernah jelaskan jika kekuatanku saat ini merupakan pemberian dari Dewi Kehidupan sebelumnya. Jadi pada intinya aku kembali kepada pemilik sebenarnya." terang Bing Long sembari menaikkan kepalanya.


Seketika Tan Hao terdiam dan hanya melirik Lan Lihua. Ia tak bisa berkata-kata lagi, sebab apa yang dikatakan Bing Long memang kebenaran. Ia hanya menunggu jawaban dari Lan Lihua.


Tan Hao kemudian berpikir, jika Lan Lihua menerima permintaan Bing Long tentu saja kekuatan keduanya akan sangat hebat. Tan Hao bersama Ye Yuan sedangkan Lan Lihua bersama Bing Long, akan sangat bagus sebagai pasangan yang memiliki kekuatan besar.


Meskipun saat ini kekuatannya belum ia ukur dengan benar, namun ia yakin jika Lan Lihua menerimanya itu akan sangat membantu dalam perjalanan mereka nantinya.


"Aku tidak bisa menerimanya Paman Bing! Aku merasa belum pantas di panggil dewi dan di juluki Dewi Kehidupan. Aku masih jauh dari kata cukup untuk menerima hal hal tersebut." jawab Lan Lihua yang seketika membuat Tan Hao melongo terkejut.


"Hua'er! Coba pikirkan lagi dengan baik kesempatan ini," sergap Tan Hao cepat.


"Aku sudah memikirkannya kakak!" balas Lan Lihua singkat.


Bing Long menegakkan kepalanya, tatapannya begitu pasti.


"Jika dewi tidak menginginkanku lalu untuk apa dewi memberiku pengharapan selama ini! Bukankah sebuah janji bisa dikatakan tertepati jika kedua belah pihak saling menerima situasi dan saling memberi kesetiaan? Lalu apakah Dewi Lihua meragukan kesetiaanku? Harus berapa lama lagi aku membuktikannya jika bukan sekarang?"


Lan Lihua terdiam, ia menunduk. Seketika kepalanya penuh dengan berbagai macam pemikiran.


Liu Zey yang beberapa waktu terakhir lebih banyak diam dan hanya mencuri pandang Tiandou, kini ia menatap bahagia punggung orang yang disenanginya tersebut.


Tiandou bukannya tidak mengetahui tetapi ia lebih memikirkan tentang kebenaran keberadaan Tan Hao seperti apa yang dikatakan Yue Yin sebelumnya.


Perasaannya begitu ambigu untuk ia pahami, seolah ia sedang bermain tebak-tebakan dengan takdir. Tan Hao baginya bukan hanya seorang guru tapi juga seorang sahabat dan lebih dari itu. Lebih dari keluarga dari apa yang ada didalam hatinya.


Keempatnya melangkahkan kaki mereka begitu pelan mengikuti Tiandou sebagai orang yang paling depan.


"Kakak! Apakah kau tidak apa-apa?" kata Liu Zey bertanya pelan bahkan seperti berbisik.


Tiandou terkejut mendengar suara Liu Zey begitu dekat di telinganya.


"A-apa maksud adik Zey?"

__ADS_1


"Kita mungkin sudah hampir empat jam berjalan, tapi coba kakak lihat! Bahkan tempat kita berada sebelumnya masih bisa dilihat." balas Liu Zey sembari menoleh kebelakang.


Tetua Shuxan dan Su Kong tertawa kecil bersamaan. Keduanya bereaksi polos seolah tak ingin ikut campur.


"Ah benar, apakah ini karena aku terlalu lambat?"


Liu Zey hanya membuka kedua tangannya sembari memejamkan mata.


"Baiklah baiklah, kita percepat langkah kita. Maafkan aku karena terlalu kaku." lanjut Tiandou canggung.


Tiandou yang sebelumnya berjalan begitu pelan kini ia justru terlihat begitu tergesa-gesa. Membuat Tetua Shuxan dan Su Kong yang saling mengenal beberapa waktu terakhir hanya mengelengkan kepala mereka.


"Sebenarnya apa yang ada di otak Tiandou itu sih?" celoteh pelan Su Kong.


Tetua Shuxan terkekeh ringan.


"Mungkin hatinya sedang dilanda rindu tak menentu hingga membuat isi kepalanya menjadi buntu. He hehe he.."


"Aih, urusan rindu memang membuat siapapun menjadi setengah gila, untuk itu lah aku tidak mau berurusan dengan rindu, ha haha ha." timpal Su Kong tertawa cukup keras yang di dengar oleh Tiandou.


Keduanya terdiam tiba-tiba saat Tiandou dan Liu Zey menoleh ke arah mereka bersamaan, Tetua Shuxan dan Su Kong bereaksi seperti tak ada apa-apa sebelumnya.


Belum lama mereka berjalan, Yue Yin yang sejak tadi hanya diam kini bersuara di dalam pikiran Tiandou.


"Tuan, beberapa langkah lagi kita akan sampai di gerbang emas tempat masuknya ruang penyimpanan pusaka yang kita cari! Tapi saranku, Tuan tunggu saja didepan gerbang emas itu. Kalau pun masuk, kita tak akan dapat apa-apa."


Langkah Tiandou langsung terhenti tatkala Yue Yin mengatakan hal tersebut, apa yang ia pikirkan bukan soal pusaka tetapi maksud lain dari perkataan Yue Yin yang mengganggu pikiran Tiandou.


"Apakah maksudmu?"


"Benar Tuan! Kita akan segera bertemu sahabat lama." sergap Yue Yin cepat.


Tiandou diam terpaku hingga tanpa sengaja energi tenaga dalamnya merembes keluar. Detak jantung Tiandou begitu cepat. Tangannya gemetaran yang kemudian memegang sebuah cincin yang ia ambil dari sela-sela kain di pinggangnya.

__ADS_1


"Tu-tuan Muda! Tan Haochun?" gagap Tiandou sembari memandang cincin ditangannya.


__ADS_2