Legenda Dewa Surgawi

Legenda Dewa Surgawi
Ch. 47 ~ Putri Kerajaan


__ADS_3

Bersamaan dengan berkumpulnya seluruh Pendekar di Sasana Latihan sekte. Para tawanan sedang membersihkan diri dengan di bantu beberapa pelayan.


Sementara Liqin Mei dan Gadis muda itu berada di tempat tinggal Liqin Mei.


Selama ini dia hanya diam tanpa berbicara kepada siapapun termasuk pada Liqin Mei, ketika masih di tawan pun tak pernah berteriak atau mengumpat kesal.


Dia baru mulai bicara ketika telah selesai membersihkan diri dan berganti gaun yang merupakan milik Liqin Mei, tapi dia terlihat senang dengan itu tanpa keluhan.


Ketika sedang berjalan di lorong untuk menuju ke Podium Sasana Latihan bergabung dengan Patriark Sun beserta Tetua Tombak. Gadis muda itu mulai berbicara dengan sangat sopan penuh keramahan.


"Kakak, saya sangat berterimakasih atas kebaikan Sekte Tujuh Tombak Emas. Maafkan saya selama ini hanya diam. Perkenalkan, Nama saya Li May Lin."


Liqin Mei tersenyum ramah dengan masih berjalan pelan penuh wibawa.


"Tidak apa-apa. Kita semua tahu kondisi masing-masing. Aku senang dengan sikap ramahmu tapi aku lebih senang lagi kalau kau bersikap biasa saja. Bukankah kita sekarang menjadi Teman."


May Lin terkejut dengan perkataan terakhir Liqin Mei, ia tersenyum senang sesaat kemudian.


"Teman ya? Sepertinya itu lumayan bagus. hiihhii.. Baiklah, aku akan bersikap biasa tapi tetap saja anda lebih tua daripada saya, jadi perkenankan saya memanggil kakak Mei."


"Baiklah. Kedengarannya itu bagus. Jadi sekarang kita adalah Teman. Kapanpun kau butuh bantuan atau sesuatu yang sulit, jangan sungkan untuk meminta bantuan padaku. ok." ucap Liqin Mei ramah dengan menoleh kearah May Lin disertai senyum tipis.


Tak lama setelah perbincangan singkat kedua sahabat baru itu pun telah sampai di area Sasana Latihan.


Mereka langsung bergabung dengan petinggi sekte. Yang dengan bersamaan pandangan mereka tertuju sepenuhnya pada sosok May Lin. Bahkan para pendekar yang tengah berbaris rapi juga memandang dengan kagum.


Tapi, pandangan para Tetua dan para pendekar itu terlihat berbeda.


Ketika Liqin Mei dan Li May Lin sampai di tempat masing-masing. Tiba-tiba semua Tetua Tombak menunduk dengan tangan kanan di depan dada.


"Hormat Tuan Putri."


Sontak saja membuat semua orang terkejut, termasuk Patriark Sun sian dan Liqin Mei yang memang tidak pernah bertemu ataupun mengenal Putri Kerajaan. Hanya para Tetua Tombak yang pernah bertugas di sekitar Kota Kerajaan yang mengenalnya.


Sementara itu di barisan para pendekar terdengar suara suara mereka yang seakan tidak percaya, suasana menjadi riuh.


Ketika Patriark Sun berteriak untuk menenangkan para pendekar, Tiba-tiba Tan hao dan empat wanita muda lainnya datang dengan cara tidak biasa, melayang diudara diatas para pendekar. Tan hao berada di depan sedangkan empat wanita muda berada di belakangnya.


Semua orang jelas merasakan tekanan akibat aura kehadiran mereka. Tetapi dari semua yang hadir, Tetua Tiandou, Feiying, Jing yun dan Patriark Sun terlihat biasa saja.

__ADS_1


"Halo semuanya, maafkan atas ketidaksopanan saya dengan muncul seperti ini. Bisakah kita tenang sekarang dan mendengarkan penjelasan serta arahan dari Patriark Sun.." seru Tan hao dengan memberi hormat singkat lalu menuju Podium bersama empat wanita di belakangnya.


Para pendekar mendengar dengan jelas seruan Tan hao dan langsung diam dengan kembali ke posisi semula.


Tanpa menunggu lagi, Patriark Sun sian segera berbicara dengan menggunakan energi spiritnya agar bisa di dengar oleh seluruh yang hadir.


Suasana menjadi hening, semua mendengarkan dengan tanpa bergerak ataupun berkata apapun.


•••


Sementara itu Wei Heng yang ditugaskan untuk membawa kepala Shi Fei, kini sedang berhadapan dengan Shi Fei di sebuah Lembah yang penuh hawa dingin. Lembah Iblis, nama yang di kenal oleh para pendekar yang bisa keluar hidup-hidup dari Lembah berhawa dingin ini.


"Shi Fei, Hari ini aku Wei Heng si Tulang Naga Emas yang akan memenggal kepalamu. Jangan bermimpi bisa lari dari hadapanku.." seru Wei Heng dengan posisi siap menyerang serta tubuhnya terselimuti aura emas seperti kobaran api.


Meskipun begitu, ancaman serta gertakan Wei heng tak membuat Shi Fei gentar, dia masih terlihat santai dengan berdiri tangan terlipat kedepan.


"Phuihh..Aku ingin lihat, bagaimana caramu membunuhku. Heh, kau terlalu percaya diri.."


"Cuihh, dasar sampah kurang ajar.."


Bersamaan dengan berseru lantang, Wei heng melepaskan serangan pukulan yang terlapisi tenaga dalamnya dengan kecepatan tinggi.


Ketika pukulan Wei Heng tepat berada di depan wajah Shi fei, tiba-tiba gerakannya terhenti.


"Siialaan, siapa kau ikut campur urusan Lembah Hijau." seru Wei heng dengan melompat mundur.


Terlihat seseorang berjubah hitam bertudung berdiri di depan Shi Fei dengan tatapan tajam.


"Siapa aku? heh.. kau yang masuk ke wilayahku, tapi tidak boleh ikut campur. Lelucon macam apa itu.. Tch.. Kuperingatkan, pergi atau mati.."


"Hahahha. Sekarang, apakah kau masih bisa sombong?" tawa keras Shi fei dengan nada licik.


Terlihat ekspresi Wei Heng pucat ketakutan. Bukan tanpa alasan, Wei Heng merasakan sendiri bagaimana dia mampu menahan serangan kuatnya dan lagi Wei heng tak bisa mengukur tingkatan pria berjubah hitam bertudung itu.


"Kurang ajarr, tidak ada kata mundur. Kalau begitu kalian berdua mati saja bersama."


.HiAAAAAAA... keluarlah..


..Naga Mengarungi langit..

__ADS_1


Dengan gerakan cepat Wei heng menghentakkan kedua kakinya ketanah dengan kedua tangan bersatu di depan dada.


Seketika itu Aura emas seperti kobaran api itu keluar dengan wujud naga emas dengan tekanan luar biasa dan langsung menyerang Shi fei dan Pria berjubah hitam itu dengan kecepatan tinggi disertai goncangan tanah dan angin badai.


"Cuihh, Lemah.." Gerutu remeh Pria berjubah itu dan langsung berposisi menyambut serangan.


..Tapak Iblis Langit..


Seketika itu sebuah energi terbentuk dan berwujud sebuah telapak tangan dengan warna merah darah yang berukuran dua kali lipat dari aura naga emas milik Wei heng.


Benturan kedua energi itu membuat goncangan terasa hebat dengan disertai cahaya menyilaukan.


Terlihat jelas, aura tenaga dalam Wei heng yang berbentuk Naga emas itu terhempas hancur beberapa saat setelah benturan dan tapak itu masih terus melaju kearah Wei heng.


"Siial. Kekuatan ini, seperti milik Ketua Jiwei Dan. Orang ini, sungguh siiallan." batin Wei heng.


Tanpa mampu menghindar lagi Wei heng tertelan Tapak berwarna merah darah itu dan langsung memancarkan sinar terang seperti meledak.


Goncangan besar terjadi dengan hawa dingin berubah menjadi seperti panas gunung api.


Beberapa saat kemudian.


"Terima kasih atas bantuan Panglima Yin Fen.." ucap Shi fei dengan senyum licik penuh kepuasan dengan melihat bekas tempat berdirinya Wei heng.


"Hng..jika bukan karena perintah, aku malas berurusan dengan orang lemah seperti kalian.." dengus kasar Pria berjubah itu yang di panggil Panglima Yin Fen oleh Shi fei.


Terlihat jelas bahwa Shi fei lebih hormat serta takut pada Yin Fen di banding dengan Penatua Lembah Hijau maupun Ketua Jiwei Dan.


"Benar. Panglima Yin Fen tidak seharusnya melakukan ini, tapi perintah Dewa Iblis Yong adalah yang utama. Aku telah membuat kesepakatan dengannya jadi aku harus di lindungi dari siapapun yang akan membunuhku, bukankah begitu seharusnya.." ucap Shi fei dengan nada berani namun ekspresinya jelas menunjukkan ketakutan yang ditutupi.


Panglima Yin Fen tidak membalas perkataan Shi fei, hanya melirik tajam kemudian menghilang bagai asap tak berbekas.


"Hahahaha hahahha.. Aku Shi Fei. Akan meratakan Tujuh Tombak Emas dan membantai Lembah Hijau. hahahaha... Aku lah Penguasa.. hahaha.."


Tawa lantang Shi fei dengan penuh kesombongan serta memuji dirinya sendiri bergema di Lembah berhawa dingin yang telah kembali sediakala selepas redamnya energi pertarungan yang mengguncang hebat.


Tanpa Shi Fei sadari, dirinya telah membantu melemahkan kekuatan Lembah Hijau. Dan itu menguntungkan Aliansi Dua sekte yang akan menyerang Lembah Hijau.


Dengan masih tertawa sombong, Shi fei berjalan santai dengan tangan terlipat kebelakang seakan tubuhnya menghilang tertelan kabut dingin Lembah itu.

__ADS_1


__ADS_2