
Saat Tan Hao ingin mendiskusikan hal tersebut, Han Ning tiba-tiba datang menemui, terlihat tangannya membawa sebuah kotak kayu. Dan yang membuat Tan Hao heran, sejak kapan anak pertama Han Song tersebut memiliki bekas luka di pipi, sebab seingat Tan Hao gadis itu sama sekali tak memiliki luka.
Han Ning melangkah dengan sangat hati-hati, terlihat raut wajahnya antara takut dan khawatir, "Tu-tuan pendekar! Maaf atas sikap saya sebelumnya ...!" pandangan gadis itu kesana kemari seperti mencari sesuatu sebelum menatap tipis Tan Hao.
Tan Hao mengerutkan dahinya, "Tidak masalah! Tan Hao, panggil aku Tan Hao saja. Apa ada masalah? Katakan,"
Fen Fang melirik gadis itu sesaat sebelum kemudian berpamitan pada Tan Hao untuk membersihkan diri.
"Hati-hatilah, gadis ini penuh tipu daya!" bisiknya pelan setelah itu Fen Fang melompat ke arah atap bangunan.
Han Ning menyodorkan kotak kayu berukuran kecil tersebut, "Kakak Yin Song membawa ini saat mendatangi markas mereka, aku tidak tahu ini apa.Tapi aku pikir Tuan Hao mengetahuinya!"
"Oh, ah iya. Akan aku periksa! Masih ada hal lain?" ujar Tan Hao setelah mengamati sesaat kotak tersebut.
"Ah itu, emm ... Bisakah Tuan Hao mengajariku beladiri? Sebagai kakak, aku tak bisa menjaga adikku dan itu aku ...!" Han Ning ragu untuk melanjutkan perkataannya, tubuhnya sedikit gemetaran dan hal itu membuat Tan Hao merasa benar-benar heran.
"Aku pikir itu tidak perlu, Yin Song bisa mengajarimu! Jika tidak ada keperluan lain lagi, bisakah memberikanku waktu! Aku ingin memeriksa kotak ini,"
'Ada apa dengan gadis ini? Sikapnya benar-benar aneh, lebih baik nanti meminta Lan Lihua mengawasinya,' Tan Hao melirik Han Ning beberapa saat sebelum beranjak dari duduknya.
Perkataan Tan Hao itu membuat Han Ning tersentak sesaat, terlihat tangannya mengepal pakaian sementara tatapannya berubah lain.
"Baiklah, terimakasih sebelumnya Tuan Hao!" ucap Han Ning berbalik badan kemudian melangkah pergi.
__ADS_1
"Tunggu dulu! Kapan kau mendapatkan luka itu?" tanya Tan Hao tanpa menoleh.
Han Ning tersentak kaget mendengar pertanyaan itu, "Ba-baru saja, tidak sengaja terkena pisau saat menguliti daging sapi," setelah menjawab, ia buru-buru melanjutkan langkahnya seakan tidak ingin mendengar pertanyaan dari Tan Hao lagi.
Baru beberapa langkah, Han Ning melirik tipis ke arah Tan Hao, 'Tidak tahu sampai kapan kau akan berlagak sombong! Cih, beraninya menolakku. Lihat saja nanti,'
***
"Ini hanya sebuah kunci yang terbuat dari perak, tidak ada apapun selain ini! Maksudnya apa? Apa kakek tahu tentang ini ...?" Tan Hao membolak balikan sebuah benda berbentuk kunci yang ia dapatkan dari kotak kecil pemberian Han Ning.
Fen Fang terlihat tengah menikmati araknya, beberapa saat lalu ia bukan hanya membersihkan diri tetapi juga mengganti pakaiannya. Kini ia terlihat bukan lagi seorang pengemis lusuh, melainkan seorang yang memiliki karakter kuat dengan pakaian biru tua yang terdapat corak naga di bagian punggung belakangnya.
"Heh...! Aku mana tahu, mungkin itu semacam kunci gudang harta atau sejenisnya ... Ini arak yang bagus, Tuan Han selalu tahu kesukaanku,"
Tan Hao meletakkan kembali benda berbentuk kunci itu kemudian berjalan mendekati Fen Fang, "Hey, jangan habiskan sendiri dong! Aku juga menginginkannya, dasar seruling tua...!"
Lan Lihua datang dengan wajah kusutnya, mereka yang telah berada di kamar penginapan belum terlalu lama nampak heran dengan Lan Lihua yang begitu saja melewatinya lalu terduduk di sisi lain kamar.
Tan Hao dan Fen Fang saling pandang, sebelum kemudian Fen Fang menaikkan kedua bahunya.
"Ada apa denganmu? Apa ada yang menggangu pikiranmu?" tanya Tan Hao mengerutkan dahinya.
Lan Lihua menghela napas panjang, "Keluarga ini penuh dengan tipu daya, apa kau tahu? Han Xue bukan menjadi korban tetapi dikorbankan, jika tidak aku paksa. Dia tidak akan menceritakan kebenarannya! Harimau Gunung itu suruhan Penginapan Mawar Hitam yang berada di kota Zhuhai ... Han Song dan Yin Song! Dua orang itu dulunya pemilik Penginapan Mawar Hitam sebelum diambil alih oleh Walikota Zhuhai ...!"
__ADS_1
Tan Hao terkejut, pada saat yang sama ia memandang Fen Fang yang ternyata tidak menunjukkan reaksi apa-apa.
"Apa kakek sudah mengetahuinya?"
"Ya! Tepatnya sepuluh tahun lalu, saat aku menjadi buronan kota. Han Song lah yang memberiku tempat persembunyian, aku pikir Keluarga Han ini orang-orang baik tapi ternyata aku keliru. Mereka ini keluarga cabang dari Bangsawan Han Moon yang berada di Kota Kekaisaran Shao Guan. Han Song termasuk keturunan tak murni, posisinya di keluarga cabang tak begitu kuat. Dan yah, kau bisa tebak sendiri kelanjutannya ...!"
"Han Xue bukan anak kandung dari Han Song melainkan anak yang ia pungut sewaktu melarikan diri ke tempat ini! Nama kecilnya Zhi Ruo, perlakuan terhadapnya sangat berkebalikan dengan apa yang didapatkan Han Ning ... Entah, aku tidak tahu hal itu benar atau tidak tapi yang aku lihat saat dia menceritakan semuanya, tak nampak kebohongan di matanya." Lan Lihua menimpali perkataan Fen Fang, kelihatan kalau dirinya sedang menahan kegeraman.
Tan Hao mengambil napas untuk beberapa saat, dirinya tak begitu memahami permasalahan itu. Baginya, ini merupakan kali pertama ia bertemu orang-orang yang bukan pendekar.
"Lalu apa hubungannya semua ini dengan kita? Tujuan kita Tujuh Tombak Emas untuk kemudian Kota Kekaisaran Shao Guan, bukan? Apa masih ada waktu mengurusi permasalahan keluarga orang lain sementara kita sendiri tidak punya waktu untuk itu?"
"Kau salah, Hao...! Justru dengan ini kita bisa mengenal yang namanya politik di dalam kerajaan maupun kekaisaran. Permasalahan di dalamnya tak lepas dari adanya Bangsawan ataupun Keluarga besar. Bangsawan Han Moon ini contohnya, mereka memiliki kekuasaan yang kuat di dalam kota, bahkan Ketiga bangsawan lain pun bukan tandingan mereka soal wilayah politik kekuasaan...."
Tan Hao di buat bingung dengan penjelasan Fen Fang tersebut, ia tak menduga jika ada hal seperti itu di luar sekte ataupun aliran pendekar. Sejenak ia terdiam mencoba memahami.
Pada saat yang sama Lan Lihua nampak melihat keluar jendela dengan tatapan tajamnya, dirinya tahu benar tentang kekejaman politik di dalam sebuah keluarga. Kebenciannya begitu dalam jika menyoal permasalahan dalam Keluarga Besar.
"Apa yang sedang kau pikirkan? Coba tanyakan istrimu itu, seberapa penting dan menakutkannya sebuah politik di dalam kekuasaan! Aku pikir, dia sangat paham tentang itu...! Bukankah begitu, Nona Lihua!"
Lan Lihua segera menoleh tajam memandang Fen Fang, "Sejauh mana kau tau, Pak Tua? Aku tak pernah mengetahui kalau kakekku pernah menceritakannya pada siapapun?"
Tan Hao memandang Lan Lihua dan Fen Fang dalam satu waktu, ia merasa benar-benar tidak paham apa yang sedang dibicarakan keduanya.
__ADS_1
"Tunggu dulu! Kalian sedang membicarakan apa? Keluarga, Politik, Kekuasaan? Kakekmu? Oh ayolah, aku sudah dengar darimu cerita tentang Keluarga Lan dan Keluarga Lin dari Kota Foshan. Tapi kenapa dihubungkan dengan yang kita bahas disini!"
"Dasar bodoh! Kalau tidak paham ya dengarkan dan lalu tanyakan!" Lan Lihua melempar vas bunga tepat mengenai kepala Tan Hao, terlihat muka sebalnya ketika Tan Hao menyela namun tak mengerti apa yang di tanyakannya.