Legenda Dewa Surgawi

Legenda Dewa Surgawi
Ch. 183 ~ Permintaan Selir Xin


__ADS_3

Ketakutan Mu Yuan cukup beralasan, bagaimana tidak. Meskipun ia telah melihat pertarungan dan mengenal betul nama besar Fen Fang, tapi sebuah kepala manusia menjadi gantungan pinggang bukanlah sesuatu yang biasa ia lihat.


Fen Fang dikenal luas tanpa mengikuti aliran yang ada, dia bertindak sesuka hati tanpa memikirkan akibatnya. Untuk itu, namanya sangat diperhitungkan oleh petinggi maupun pemimpin sekte aliran hitam. Tak terkecuali Mu Yuan.


Tan Hao tersenyum tipis memandang Mu Yuan, "Untuk apa seperti itu! Kendalikan dirimu, aku jamin dia tak akan menjadikan kepalamu sebagai pelengkapnya,"


Selir Xinxin terkejut hingga melompat cepat ke sisi Mu Yuan kemudian menggenggam lengannya, "Kau...! Ternyata kau? Mau membunuhku ... Cih, coba saja lakukan jika mau berhadapan dengan Patriark Mawar Putih!" Mu Yuan langsung melirik sinis Xinxin, ia merasa sangat geram.


"Hahaha, demi apa kau bersembunyi dan berharap pada orang yang ketakutan sepertinya!" kelakar Fen Fang sebelum Tan Hao mengatakan sesuatu, hal itu membuat Tan Hao menggeleng kepala ringan sambil terkekeh pelan.


"Kakek, bisa tidak memberiku kesempatan untuk tampil lebih banyak?" Fen Fang menaikkan bahu sementara ekspresi wajahnya membuat Tan Hao merasa kesal.


Mu Yuan dan Selir Xin beradu pandang sejenak melihat situasi tersebut, mereka sama herannya namun tak berani berkata lebih.


Ketakutan Selir Xin bertambah saat Tan Hao berjalan mendekatinya, ia menggenggam lebih erat lengan Mu Yuan menahan gemetar tubuhnya.


"Aku tak akan menyakitimu, jadi tenanglah! Aku hanya ingin bertanya, apa yang membuatmu ketakutan seperti itu!" ujar Tan Hao sembari melewati Selir Xin begitu saja kemudian duduk di samping meja tempat bola kristal itu berada.


Selir Xin yang hanya memiliki kemampuan Pertapa Ahli Dasar tak salah jika merasa nyawanya terancam dengan kehadiran dua orang pembunuh berkemampuan tinggi. Wajah pucatnya masih belum membaik sementara Mu Yuan melepas paksa tangannya sebelum mengambil jarak darinya.


Setelah beberapa waktu terlewati tanpa ada kata yang keluar. Selir Xin berinisiatif melakukan penawaran untuk nyawanya, bukan masalah jika rencana gagal untuk saat ini. Nyawa lebih penting untuk bisa kembali dan memulai ulang semuanya.

__ADS_1


Tatapan matanya masih meremang sementara gemetar tubuhnya sudah lebih membaik walaupun masih terlihat dengan jelas, "Aku bisa memberimu seluruh hartaku, sebagai ganti nyawaku! Tidak ada untungnya bagimu membunuhku,"


Tan Hao menghentikan ketukan jemarinya pada meja setelah Selir Xin angkat bicara, ia tersenyum sembari mengubah posisi kakinya, "Aku tak butuh uang! Tapi jika kau ingin, kau bisa memberiku pilihan lain. Informasi mengenai Raja Yan misalnya?"


Selir Xin melebarkan mata sejenak sebelum kembali tertunduk, hatinya diliputi rasa cemas. Antara mau menjawab iya dan tidak. Jika mengatakan semuanya, berarti dia telah berkhianat tetapi jika tidak mengatakan maka nyawanya bisa terancam.


Setelah mengambil napas beberapa kali, Selir Xin akhirnya mulai mengatakan semua informasi mengenai Raja Yan. Terlihat Mu Yuan acuh terhadap tindakan selir ke empat Raja Yan Ho tersebut, ia lebih mengkhawatirkan nyawanya sendiri yang masih terancam oleh Fen Fang yang duduk santai di reruntuhan batu beberapa jarak darinya.


Alis Tan Hao naik turun mendengarkan cerita Selir Xinxin, ia tak menyangka kalau ternyata Yan Ho bukan merupakan saudara kandung Kaisar Wang saat ini tetapi anak pungut Kaisar Wang sebelumnya. Identitas asli Yan Ho juga sangat rahasia, bagaimana Xinxin bisa mendapatkan informasi tersebut masih menjadi keheranan tersendiri bagi Tan Hao.


Tan Hao berdiri dari tempat duduknya ketika Xinxin mengatakan soal Benua Naga, bahkan Fen Fang pun bereaksi serius lewat tatapan matanya. Tak terkecuali Mu Yuan.


Selir Xin mengakhiri ceritanya dengan helaan napas berat, "Semua yang aku katakan memang benar! Yan Ho kelihatannya saja seperti manusia biasa, tapi dalam tubuhnya tersimpan sesuatu yang mengerikan. Pernah aku sekali melihatnya sendiri ketika menemaninya tidur,"


"Baiklah, aku percaya! Lalu, apa maksudmu menceritakan ini? Aku hanya ingin tahu informasi mengenai tujuan dan rencananya tapi kau malah menambahkan sesuatu yang sulit aku terima," ujar Tan Hao serius sembari melirik Selir Xin.


Tan Hao memainkan dagu menggunakan jemarinya, 'Aku tidak menduga Benua Naga juga ada penguasanya, awalnya aku kira hanya benua tempat para hewan buas dan sumber daya. Klan Iblis Peri ya...! Apakah Leluhur Lan juga mengetahuinya? Ah sudahlah ... Aku akan menanyakannya jika bertemu lagi, sekarang yang terpenting adalah keselamatan Pangeran Li Fen An dan Kerajaan Shio!"


Fen Fang dan Mu Yuan bersikap sama, mereka hanya diam dengan pemikiran masing-masing tanpa berniat ikut berbicara. Tidak jelas apa yang dikatakan Selir Xin tetapi Fen Fang berubah reaksi ketika mendengar soal Klan Iblis Peri.


"Aku bermaksud memintamu jika bisa, menghentikan rencana Raja Yan ini. Karena jika ini berhasil, maka langkah selanjutnya akan lebih mengerikan. Aku pun tak sanggup membayangkan, terlebih dia di lindungi oleh lima orang misterius ...!"

__ADS_1


Tan Hao menaikkan sebelah alisnya, "Jangan bercanda...! Setelah semua yang kau lakukan dan sekarang kau memintaku menghentikan? Haha konyol sekali pendirianmu...?"


Selir Xin membuka kaitan gaunnya dan membuka sedikit pakaian yang menutupi punggungnya, "Karena ini...!"


Yan Yu yang sedari tadi menguping pembicaraan mereka, tersedak napasnya sendiri ketika melihat hal berbeda dari yang ditunjukkan Selir Xin. Bersamaan dengan itu, darah segar mengalir dari salah satu rongga hidungnya.


"Kau...! Tanda ini? Jadi selama ini kau ...!" Mu Yuan terperanjat pucat melihat tanda yang terdapat di punggung Selir Xin.


Sementara Fen Fang langsung berdiri dari duduknya kemudian mendekati Tan Hao yang masih terdiam melihat tanda itu yang berbentuk seperti sebuah jantung lengkap dengan serabut nadi yang menyebar.


"Kutukan Darah! Wanita ini akan segera mati setelah membocorkan rahasia, tapi aku kira dia tidak mengetahui hal itu," bisik Fen Fang.


Tan Hao langsung menatap tajam Fen Fang dan hanya dibalas dengan sekali anggukan, lagi lagi ia dibuat terkejut soal itu.


Semakin jauh berjalan di alam dunia, semakin dalam juga menemui berbagai hal yang tersimpan didalamnya, Tan Hao sekali lagi melihat salah satu hal yang tersimpan itu.


"Benar! Ini Kutukan Darah...! Sejak aku menjadi selir, tanda ini tiba-tiba telah tertanam ketika aku bangun dari tidur malam pertamaku. Apa yang ku lakukan, sebenarnya demi bisa terbebas dari ini tapi ternyata kecerdasanku menyusun rencana hancur dengan mudah karenamu," kata Selir Xin sembari mengaitkan kembali gaunnya.


Mu Yuan menelan ludahnya, sifat dingin dan galak yang dimilikinya seolah tiba-tiba lenyap begitu saja setelah mendengar pengakuan Selir Xin. Sementara Tan Hao sendiri terlihat diam, ia tengah berdiskusi singkat dengan Fen Fang melalui pikiran.


'Demi apa aku sampai basah kuyup serta kedinginan, ternyata aku mendapatkan informasi sedetail dan sepenting ini tanpa bertaruh nyawa...! Dan lagi, Si Xinxin itu ternyata cantik juga ... Pantas saja menjadi selir kesayangan Raja Yan,' batin Yan Yu sambil mengusap darah dari hidungnya.

__ADS_1


__ADS_2