Legenda Dewa Surgawi

Legenda Dewa Surgawi
Ch. 138 ~ Tujuan Lain


__ADS_3

"Orang-orang bodoh itu mudah sekali di jadikan umpan hidup. Aliansi aliran hitam apa! Semua ini tak lebih dari pengorbanan untuk ambisi Raja Yan yang ingin menguasai dua kerajaan sekaligus. Heh ... Kupikir Raja Shu terlalu naif dan mudah sekali terjebak," kata Xinxin sambil tertawa licik. Terlihat di sampingnya terdapat tiga orang yang tengah menikmati teh.


Sebelumnya, Manager Xin menggunakan pintu rahasia yang ada di dalam kamarnya, pintu tersebut memiliki lorong yang terhubung ke ruangan misterius yang seluruh perabotnya terbuat dari giok hijau khas Kerajaan Yan. Ia selalu didampingi dua pengawal bayangan yang tak pernah keluar dari bayangan tubuhnya kecuali disaat yang genting.


"Pangeran Li Chen An itu masih terlalu muda untuk memimpin sebuah kerajaan. Kematian Raja Shio tentu menjadi hal yang paling ditunggu oleh Raja Shu, tapi keduanya sama-sama naif. Tak menyadari jika ada seekor singa yang siap menerkam mangsanya kapanpun, ha ha ha ...." kelakar Yan Chui dengan santainya.


"Kakak! Jaga sikapmu di depan Selir Xin, kata guru itu tidak baik," timpal Yan Wu yang setiap waktu terlihat tersenyum. Seolah hidupnya penuh dengan kesenangan, seakan tak ada yang bisa membuat senyumnya itu hilang.


Disisi kanan Yan Wu seorang pria berbadan sedang serta memiliki tato kecil berbentuk mawar dibawah mata kanannya terlihat memainkan gelas, ekspresinya datar namun memiliki sorot mata tajam dan kedua alisnya tebal menjadikannya nampak seperti seorang yang selalu marah.


"Lalu, apa hewan itu sudah ditangani?" tanya Xinxin yang terlihat sedikit serius di wajahnya.


"Ah itu! Aku kira mereka berdua telah berhasil mengirimkannya tepat waktu. Lagipula, Adik Wu telah memberikan luka cukup serius pada hewan itu beberapa hari yang lalu. Keterlaluan sekali kalau mereka sampai gagal," balas Yan Chui sembari memandang gelas teh dan kemudian ia meminumnya dengan santai.


Yan Wu terlihat melebarkan senyumnya sambil memandang daging yang ia ambil menggunakan sumpit.


"Kenapa harus repot-repot seperti ini? Aku sendirian saja bisa mengatasi hewan lemah itu, hiss ... membuang-buang waktu! Kata guru, itu tidak baik,"

__ADS_1


Yan Chui dan Manager Xinxin hanya terkekeh pelan mendengar ulasan Yan Wu, keduanya seolah memaklumi sikapnya yang memang masih muda.


"Kenapa kau diam saja dari tadi, saudara Mu? Apa yang sedang kau pikirkan?" tanya Xinxin setelah beberapa saat.


Patriark sekte Mawar Putih tersebut hanya diam sepanjang percakapan yang terjadi. Seolah ia tak tertarik untuk ikut dalam pembicaraan. Itulah yang menyebabkan Xinxin bertanya-tanya dalam benaknya.


"Jangan bilang kau mengkhawatirkan nasib teman-temanmu itu? Bukankah ini sudah menjadi kesepakatan kita dari awal, apapun yang terjadi rencana tetap harus berjalan."


"Apakah saudara Mu sedang memikirkan cincin yang menyala merah sejak tadi itu?" timpal Yan Chui sambil melirik Mu Yuan.


Mu Yuan, Patriark sekte Mawar Putih itu menghela napas pelan sambil memejamkan matanya.


Xinxin terdiam. Ia mulai memikirkan apa yang dikatakan Mu Yuan, dalam benaknya membenarkan hal itu. Ekspresi wajahnya menjadi lain, ia terlihat serius memandangi gelas teh di hadapannya.


"Kita hanya bisa menunggu pasukan Kerajaan Shu datang. Setelah kabar aliansi sekte aliran hitam di kerajaan ini bergejolak karena kematian patriark mereka, itu menjadikan sekte aliran putih merasa akan tercipta rasa aman," ujar Yan Chui menerangkan.


"Jadi maksudmu kita mendukung pasukan Kerajaan Shu untuk mengambil alih kerajaan?" tanya Xinxin penasaran setelah mendengar penjelasan singkat Yan Chui.

__ADS_1


"Kata guru, lebih baik menggunakan tangan orang lain untuk mengambil emas di dalam kotoran. Setelah pemilik tangan itu berhasil mengambil, kita hanya harus membunuhnya untuk menguasai sepenuhnya," sahut Yan Wu sambil menikmati makanannya, bahkan saat makan pun senyumnya masih melekat.


"Oh?! Aku tak mengira, rencana kalian begitu brillian ...! Tapi jika tak demikian yang terjadi? Sekte aliran putih tak akan membiarkan hal ini begitu saja, bukan?" tanya Xinxin lagi seolah masih tidak tenang dengan jawaban yang ia dengar.


"Aku memiliki teman yang akan membantuku memastikan ini berjalan dengan benar. Saat ini yang bisa kita lakukan adalah menunggu. Setelah pasukan Kerajaan Shu datang, kita dukung mereka dengan alasan untuk membalaskan dendam atas kematian mereka bertiga," jelas Yan Chui. Sementara pandangannya melirik kearah Mu Yuan.


Xinxin yang merupakan selir ketiga Maharaja Yan Ho adalah orang yang diberikan wewenang untuk melakukan persiapan di Kerajaan Shio, selain karena pengalamannya yang tinggi soal menghadapi pembicaraan dengan banyak orang, juga karena dia bagian dari Asosiasi Menara Emas selama lebih dari dua puluh tahun yang berarti identitas dan keamanannya terjaga.


Ketiganya terdiam dengan pemikiran masing-masing, terlihat dari mereka yang paling kentara khawatir adalah Mu Yuan. Sementara Yan Wu masih menikmati santapannya.


"Bagaimana jika aku juga salah satu dari yang dikorbankan? Apakah aku masih bisa tenang, sementara rakyat dan anggota sekte ku bergantung dari hasil rencana ini? Aku harus berhati-hati dengan mereka mulai saat ini, atau aku akan menyesal nanti," batin Mu Yuan sambil memainkan gelas tehnya, sesekali ia melirik Xinxin dan dua orang di depannya.


Disisi lain, Sui Jiu seakan tak percaya dengan apa yang ia dengar. Selama percakapan di antara mereka, Sui Jiu tak henti-hentinya dibuat terkejut. Dalam pikirnya, ia tak menyangka bahwa alasan dibalik dirinya mendapat perintah membunuh Xinxin adalah karena statusnya sebagai selir Raja Yan dan bukan sebagai salah satu dari mata-mata sekte aliran hitam.


"Aku tak percaya ini? Jadi selama ini, incaran Raja Yan bukan hanya wilayah tapi seluruh kerajaan? Mungkinkah dia berniat mendirikan dinasti kekaisaran sendiri? Oh ... Ini masalah yang lebih serius dari kelihatannya. Hmm ...."


Beberapa saat setelah mencerna semua informasi yang ia dapatkan, sebelum meninggalkan tempat itu. Sui Jiu menyempatkan diri melihat kekuatan yang dimiliki ketiga orang tersebut. Namun, beberapa kali mencoba hanya Mu Yuan yang dapat ia lihat tingkat kekuatannya. Sementara Yan Chui dan Yan Wu seperti orang awam biasa, tidak bisa ia lihat tingkat kekuatannya.

__ADS_1


"Sebenarnya siapa dua orang ini? Yang satu seumuran Tuan Muda dan yang satu lagi seumuran dengan Tiandou. Hmm ... Tapi kenapa aku tak bisa melihat kekuatannya? Ahh, lain kali sajalah! Yang terpenting aku harus cepat kembali dan memberitahukan hal ini kepada Tuan Muda," gumam Sui Jiu sembari membuang muka berniat meninggalkan tempat itu.


"Buru-buru sekali! Apa kau sudah mendapatkan yang kau cari? Hmm ... Kata guruku, itu tidak baik lho ...."


__ADS_2