
Fen Lian memijat keningnya, ia merasa benar-benar dipusingkan dengan apa yang terjadi di Desa Hibei. Selesai memberi arahan kepada bawahannya, ia memutuskan untuk menyendiri di kamarnya memikirkan segala hal mengenai kemungkinan apa yang akan menimpa Asosiasi.
"Ayah! Sepertinya benar dugaanmu, aku mungkin akan menghabiskan banyak waktu disini. Tempat terpencil yang ku kira jauh dari konflik politik tapi nyatanya tidak! Jika bisa kembali memilih, aku lebih baik pergi ke kota kerajaan." keluh Fen Lian sambil melihat keluar dari jendela kamarnya.
Diwaktu yang sama Manager Xinxin terlihat berjalan tergesa-gesa setelah keluar dari ruang pertemuan. Ia langsung menemui dua orang yang berdiri tak jauh dari gerbang masuk, Fen Lian dapat melihat hal tersebut. Karena memang jendela kamarnya mengarah langsung ke gerbang masuk asosiasi. Letak kamarnya yang berada di lantai tiga membuat pandangannya ke arah luar begitu luas.
Senyum kecil tercipta di bibirnya, dalam pikirnya ia cukup senang dengan kinerja Xinxin yang tak menunda perintah darinya. Cukup lama Fen Lian memperhatikan gerakan gesit Xinxin dalam memberi arahan petugas asosiasi.
"Oh iya! Kenapa aku sampai melupakan keberadaan Tuan Tan Hao? Identitasnya yang misterius itu mungkin saja bisa membantu situasi disini. Lagipula dia juga bagian dari pemilik Asosiasi, benar juga! Kenapa aku tak terpikirkan sebelumnya?"
Fen Lian terlihat begitu antusias ketika teringat keberadaan Tan Hao di desa Hibei. Ia yakin jika Tan Hao bukanlah orang dari kalangan biasa, itu terlihat dari kekayaan serta luas pengetahuannya.
Belum sempat ia beranjak dari tempatnya, berniat menyuruh orang untuk mencaritahu keberadaan Tan Hao, ia melihat tak jauh dari pintu gerbang asosiasi Tan Hao bersama tiga wanita tengah berjalan santai. Hal tersebut membuat Fen Lian begitu gembira.
Bergegas ia keluar dari kamar untuk menemui Tan Hao, dalam pikirnya ia merasa membicarakan permasalahan yang terjadi dengan orang yang memiliki pengetahuan adalah jalan terbaik.
Manager Xinxin melirik sinis ketika Tan Hao dan yang lainnya berjalan melewati dirinya. Sementara itu disisi lain, Sui Jiu membalasnya dengan lirikan tajam disertai tekanan kecil dari tenaga dalamnya. Sontak hal tersebut membuat Manager Xinxin merinding dan akhirnya membuang muka melanjutkan arahannya pada petugas jaga asosiasi.
Tan Hao bukannya tak menyadari tetapi ia memilih bersikap santai seakan tak mengetahuinya. Sama halnya dengan Lan Lihua, dirinya hanya diam sepanjang perjalanan. Meskipun Liu Zey mengajaknya berbicara namun hanya dijawab sekenanya.
"Apakah ada yang ingin mentraktirku sarapan? Sepertinya disana makanannya cukup enak!" ujar santai Tan Hao sambil menunjuk kedai makan yang ramai pengunjung tak jauh dari anak tangga menuju bangunan Asosiasi Menara Emas.
__ADS_1
Liu Zey tertawa kecil mendengar permintaan Tan Hao tersebut, sedangkan Lan Lihua hanya datar tanpa ekspresi.
"Aku tahu maksudmu adalah aku, cih ...." sahut Sui Jiu kesal.
Tan Hao tersenyum lebar tanpa menjawab. Sikapnya seakan seperti anak kecil yang meminta permen dengan kepolosannya. Membuat Sui Jiu menggelengkan kepalanya.
"Baiklah! Hentikan sikap manismu itu, membuatku mual saja," gerutu Sui Jiu mengalah.
"Hahaha ... Seharusnya memang begitu kan? Ayo cepat, aku sudah lapar." ujar Tan Hao berjalan lebih dulu.
Sui Jiu tersenyum sinis sembari melipat tangannya, hal tersebut membuat Liu Zey tertawa. Ia seperti kembali mengingat masalalu saat masih bersama-sama.
"Kak Hao Hao! Apa kau tidak menyadari? Orang-orang disini sepertinya tidak beres?" bisik Lan Lihua.
"Heh ... Terserah kau sajalah! Yang penting aku bisa mandi dan berendam air hangat, menikmati waktu dengan nyaman," kata Lan Lihua sambil menutup matanya.
"Tuan Muda! Tuan Tan Hao ...."
Sebelum sempat mengambil tempat duduk, Tan Hao dikagetkan dengan teriakan yang memanggil namanya. Membuat orang-orang yang berada di kedai melihat ke arah Tan Hao bersamaan.
"Haish ... Belum juga menenangkan diri, datang satu lagi wanita menyebalkan," keluh Tan Hao konyol.
__ADS_1
"Apa yang terjadi semalam? Mengapa baru kembali sekarang?" tanya Fen Lian setelah cukup dekat.
"Banyak hal yang perlu aku urus! Setidaknya membuat situasi berjalan normal untuk saat ini. Mengapa memanggilku? Ada urusan apa?"
"Oh jadi begitu! Ah itu ... Sebaiknya Tuan Muda kembali ke Asosiasi, aku ingin membicarakan hal penting yang membuatku gelisah. Lagipula, kenapa tuan repot-repot mengantri di kedai jika asosiasi bisa menyediakan keperluan tuan?" jawab Fen Lian kemudian menjelaskan secara singkat.
Posisi Tan Hao di dalam Asosiasi Menara Emas setara Fen Lian. Meskipun sebenarnya Fen Lian lebih tinggi karena merupakan anak dari pendiri Asosiasi. Saham dan kontribusi Tan Hao beberapa tahun terakhir menjadikannya orang paling penting Asosiasi Menara Emas, meskipun itu melalui Sekte Tujuh Tombak Emas sebagai perantaranya.
Kapanpun Tan Hao mau, dimanapun ia mendatangi cabang asosiasi. Sudah pasti akan disambut dan disediakan segala keperluan yang dibutuhkannya. Namun selama ini Tan Hao tidak menyadari dan cabang pertama yang didatanginya adalah di Desa Hibei ini. Untuk itulah Fen Lian menjelaskan secara singkat apa yang seharusnya diterima Tan Hao dari Asosiasi Menara Emas.
"Hahaha, sepertinya kau tak mengenalku dengan baik! Aku bukan orang yang menggunakan kekuasaan sebagai alat untuk mempermudah segala urusan. Lalu, hal apa yang membuatmu gelisah? Apakaha berhubungan dengan yang terjadi di luar sana?" terang Tan Hao sembari tertawa. Namun perhatiannya tertuju ke para pengunjung kedai yang masih melihatnya.
"Sebaiknya ikuti aku! Kita bicarakan di dalam, disini terlalu terbuka untuk diketahui banyak orang," pinta Fen Lian mengajak Tan Hao.
"Oh ... Baiklah! Sepertinya memang lebih baik di dalam sana,"
Lan Lihua mengangguk pelan ketika Tan Hao menoleh kearahnya, seolah meminta persetujuan. Disisi lain, Sui Jiu tengah sibuk memperhatikan orang-orang yang sedari tadi memandang lain kearah mereka.
Tanpa menunggu waktu lama lagi, Tan Hao mengiyakan ajakan Fen Lian. Mereka berjalan mengikuti Fen Lian dari belakang sembari masih memperhatikan situasi sekitar.
Sui Jiu terfokus ke satu orang yang duduk santai menikmati arak sendirian di sudut lain kedai tersebut. Orang yang berpakaian biasa dengan memakai ikat kepala berwarna hitam. Tak menunjukkan bahwa ia seorang pendekar. Namun Sui Jiu melihat hal lain dari yang terlihat.
__ADS_1
"Sepertinya tak akan lama lagi! Apa yang direncanakan aliansi sampai mengirimkan banyak pendekar yang menyamar ditempat ini? Heh ... Sepertinya aku akan puas bermain," batin Sui Jiu setelah memutuskan mengakhiri perhatiannya dan mengikuti yang lainnya menaiki anak tangga yang menuju bangunan gedung Asosiasi.