Legenda Dewa Surgawi

Legenda Dewa Surgawi
Ch. 79 ~ Pegunungan Hewan Buas 2


__ADS_3

Su Kong merasa kebingungan dengan apa yang harus ia lakukan untuk membantu pemulihan Liu Zey, ia hanya merebahkan tubuh Liu Zey diatas sebuah potongan kayu besar dan memandanginya tanpa bisa berbuat apa-apa.


"Aku harus apa?! Dasar pelatihanku bahkan jauh lebih rendah darinya. Ahh.. Menyebalkan situasi ini." keluh Su Kong dengan menopang dagunya.


Hal yang tidak diketahui Su Kong bahwasannya apa yang terjadi pada Liu Zey bukanlah sebab kehilangan banyak tenaga dalam. Melainkan Energi Roh nya yang tidak cukup kuat hingga tubuhnya tak kuat menahan ledakan energi spirit dari Siluman Buas Merak Biru.


Sebenarnya, Liu Zey telah dilarang oleh Tiandou untuk menggunakan Energi Spirit. Beberapa tahun silam keduanya memiliki hubungan setelah kejadian waktu itu.


Tiandou secara langsung mengajari dan memberinya cara penggunaan Roh dari Siluman Buas saat keduanya menemukan Merak Biru yang merupakan Siluman Buas tingkat akhir.


Saat keduanya menghabiskan waktu berdua untuk memburu sisa-sisa anggota Lembah Hijau yang melarikan diri ke Hutan Kematian. Tanpa disengaja, Liu Zey menemukan seekor Merak Biru dalam keadaan lemah dan memberitahukan hal itu pada Tiandou.


Tak sulit bagi Tiandou untuk mengetahui bahwa melemahnya Merak Biru saat itu karena baru saja naik tingkat.


Sampai pada akhirnya, Tiandou merasa Merak Biru ada kecocokan dengan diri Liu Zey, ia memutuskan untuk membatalkan keinginannya untuk menyerap roh Merak Biru.


Ia berulang kali mengatakan bahwa dasar penyerapan yang ia ajarkan masih belum sempurna, Tiandou meminta Liu Zey untuk tidak menggunakan Energi Spirit sebelum dirinya menemukan cara yang tepat untuk mengajarkannya.


Meskipun dengan bantuan Yue Yin, namun Tiandou tak bisa menyamai pemahaman atau bahkan mendekati Tan Hao dalam hal Energi Spirit. Itu sebabnya ia berusaha semaksimal mungkin memperkecil dampaknya.


Liu Zey saat itu merasa begitu senang hingga membuatnya semakin menyukai Tiandou yang secara umur tak jauh beda dengannya.


Setelah beberapa bulan berikutnya, keduanya berpisah jalan. Hal itu yang menyebabkan penguasaan Energi Spirit Liu Zey tak terlatih dengan baik.


Selama itu, Liu Zey hanya mengandalkan tenaga dalamnya ketika bertarung. Bahkan kedua kakaknya tak mengetahui hal ini.


Perasaan Liu Zey dan Tiandou memang telah terjalin namun keduanya tak cukup mampu mengatakan satu sama lain.

__ADS_1


Kembali ke saat ini, tak seorang pun tau tentang apa yang terjadi pada dirinya kecuali dirinya sendiri. Tak berapa lama, setelah matahari mulai meninggalkan tempatnya. Liu Zey tersadar.


Ia terbangun dengan tubuh lemah, pandangannya tertuju pada Su Kong yang duduk tertidur di sampingnya.


Liu Zey tersenyum ketika melihat bahwa Su Kong memanglah orang yang baik namun sikapnya yang sedikit berlebihan. Terbukti ketika dirinya tak sadarkan diri, jika Su Kong hanya memanfaatkan kemampuannya seharusnya ia pergi melarikan diri namun itu tak dia lakukan.


"Hehh?! Orang ini.." gumam Liu Zey dengan suara lemah.


"Hei, bangunlah. Aku merasa lapar,-!! Bisakah kau bangun dan memberikanku makanan?!" ucap Liu Zey sembari mengoyangkan bahu Su Kong.


Su Kong tersadar dengan kemalasannya sembari menguap ringan. Tanpa sadar kebingungannya membuat dirinya tertidur disisi Liu Zey.


Ketika kesadarannya telah kembali, Su Kong tergagap seperti terkejut.


"Ehh?! Oh.. Kau sudah siuman?! Bagaimana keadaanmu sekarang?" kata Su Kong sekenanya.


"Baguslah jika begitu?! Aku sempat khawatir tapi sekarang sepertinya tidak ada masalah,-!! Kalau begitu aku harus berburu, tunggulah sejenak." kata Su Kong sembari berdiri dengan menepuk-nepuk pakaiannya.


Liu Zey hanya mengangguk ringan saat Su Kong memandangnya sejenak kemudian melompat pergi.


"Biarpun kau sedikit berlebihan dengan sikapmu tapi aku rasa kau orang yang baik dan bertanggung jawab. Heh?!" batin Liu Zey sembari mengeluarkan sebotol air dari cincin dimensi.


Beberapa saat setelah Su Kong pergi, Liu Zey duduk bersila diatas potongan kayu. Alasan menyuruh Su Kong untuk pergi berburu dan meninggalkannya sendirian bukan hanya untuk mencari bahan makanan melainkan memberinya waktu memulihkan roh nya.


Keberadaan Su Kong tentu saja secara tidak langsung memperlihatkan kemampuannya yang lain dan itu beresiko tinggi kedepannya.


Liu Zey dengan pasti memposisikan dirinya bermeditasi penuh hingga membuat seolah tubuhnya mengeluarkan hawa panas.

__ADS_1


Dengan berbekal ingatan akan arahan dari Tiandou, Liu Zey sangat berhati-hati dalam memulihkan Roh nya yang setengah rusak akibat ledakan besar energi spirit yang ia lakukan.


Tak berselang lama, rona wajah Liu Zey kembali normal meskipun tubuhnya masih terasa lemas.


Pemahaman tentang dasar energi spiritnya yang dangkal membuatnya cukup lambat dalam hal memulihkan Roh. Meskipun ia mengetahui cara paling mudah adalah menyerap roh dari hewan buas lain namun ia tak melakukannya sebab ia tak ingin mengambil resiko jika gagal menyerap dan mengolahnya.


Jalan satu-satunya yang dapat Liu Zey lakukan saat ini hanyalah memperkuat fisiknya. Dan itu bisa disiasati dengan mengkonsumsi berbagai sumber daya. Bisa berupa tanaman atau bahkan Pil sumber daya.


Meskipun Rumput Giok Sutra tak memberikan khasiat yang besar pada tingkatannya saat ini namun satu-satunya yang ia miliki di dalam cincin dimensi hanya sumber daya tersebut.


Setelah proses pemulihan Roh yang ia lakukan usai, tak menunggu waktu lagi dirinya mengkonsumsi lima helai Rumput Giok Sutra.


Liu Zey cukup yakin bahwa kuantitas lebih dari cukup daripada kualitas untuk saat ini.


"Sepertinya aku harus mulai mengumpulkan sumberdaya lagi. Hehh,-!!" kata Liu Zey saat mengetahui bahwa Sumber daya yang ia miliki hanya tersisa beberapa ikat saja dan hanya dua macam. Rumput Giok Sutra dan Bunga Anggrek Biru.


Beberapa waktu kemudian.


"Haihh, cukup sulit berburu di daerah ini?! Kupikir Hutan selalu menyediakan makanan yang berlimpah namun nyatanya aku hanya mendapatkan dua ekor Kelinci Hutan ini." kata Su Kong sejenak kemudian menjatuhkan dua ekor kelinci hutan yang lumayan berdaging.


Liu Zey tersenyum sejenak menggelengkan kepalanya.


"Hutan memang selalu menyediakan makanan, kau saja yang cukup bodoh dan kebanyakan tingkah?! Lupakan soal itu,-!! Lebih baik segera panggang, aku sudah menyiapkan beberapa ranting kayu." Liu Zey menunjuk tumpukan ranting kering yang lumayan banyak.


Memang setelah menyerap khasiat dari Rumput Giok Sutra, ia berkeliling sekitar tempatnya istirahat sembari menunggu Su Kong kembali tak lupa juga mengumpulkan beberapa ranting kering.


Reaksi Su Kong terlihat malas namun ia tetap melakukan apa yang diminta Liu Zey.

__ADS_1


"Dasar wanita?! Dimana-mana selalu sok berkuasa. Perintah sana perintah sini. Haihh,-!! Menyusahkan?!" keluh Su Kong sembari menata menata ranting kering di depannya.


__ADS_2