Legenda Dewa Surgawi

Legenda Dewa Surgawi
Ch. 163 ~ Aliansi Tandingan


__ADS_3

Matriark Zhang Weili bersama Tetua Feiying memimpin Aliansi Aliran Putih-Netral. Mereka berangkat dari kota Dong An yang letaknya sebelah selatan Kota Kerajaan Shio.


Pembentukan mereka memang dirahasiakan sesuai permintaan Pangeran Li Fen An dan baru beberapa bulan belakangan melakukan perencanaan setelah Patriark Sun Sian kembali dari kota kerajaan.


Aliansi terbentuk berkaitan dengan dukungan terhadap Pangeran Li Fen An selaku pewaris sah Kerajaan Shio, tiga sekte besar aliran putih merapatkan barisannya sesuai kesepakatan bersama saat pertemuan terbatas yang dilakukan di sekte Tujuh Tombak Emas.


Selaku yang memimpin aliansi, sekte Tujuh Tombak Emas hanya mengirimkan empat orang tetua tombak beserta sebagian besar anggota sekte.


Dengan berlindungnya Pangeran Li Fen An dan Putri Li May Lin di sekte Tujuh Tombak Emas, membuat Patriark Sun tak punya pilihan lain selain tinggal di sekte bersama beberapa perwakilan aliansi selain dari adanya beberapa tetua tombak yang berjaga.


Sesuai informasi yang mereka dapatkan dari mata-mata yang diutus beberapa hari lalu, perubahan pergerakan pasukan dari wilayah Kerajaan Yan yang dulu sebenarnya masih milik Kerajaan Shio dan diambil alih paksa kemudian dijadikan markas mereka beberapa tahun sebelumnya, membuat Tetua Jing Yun menurunkan perintah untuk segera bertindak.


"Senior Fei, kita akan segera sampai setelah melewati perbukitan ini! Apa kau merasa gentar?" tanya Matriark Zhang Weili ditengah laju larinya.


"Gentar...! Tidak! Kau sudah tahu alasanku, bukan?" sahut Tetua Feiying tanpa menoleh, tatapannya terfokus ke depan.


"Yah...! Aku tahu! Menurutmu, kenapa Raja Yan Ho mau membantu Pangeran Li Chen An? Bukankah sebagai adik termuda Kaisar Wang, dia cukup makmur dan mendapatkan hak kekuasaan yang lebih daripada raja lainnya!"


"Hmm ... Mungkin karena dia tak cukup puas hanya sebagai raja, kematian Raja Li Xiuhuan juga seperti menjadi angin segar baginya untuk kembali menguasai Kerajaan Shio! Pangeran Li Chen An terlalu bodoh dan menganggap dengan uang bisa melakukan segalanya. Sudahlah ... Sekarang lebih baik kita fokus, pertempuran akan segera terjadi, persiapkan dirimu!"


Tetua Feiying terdiam sejenak, sorot matanya sangat tak biasa. Ia merasakan gelombang energi tipis seperti melewatinya. Menyadari energi tersebut tak normal, ia segera memberitahu pasukan untuk waspada dan bersiap.


Sementara itu, Tetua Jing Yun melesat bersama dua orang lainnya dari arah berlawanan. Sejak keberangkatan mereka, dirinya memang memilih untuk bergerak sendirian lebih dulu. Entah apa tujuannya, ia bahkan tak memberitahu Tetua Feiying. Sebelum akhirnya bertemu dengan dua orang lainnya dalam perjalanan.


***


Lan Lihua mengeram tak bersuara menyadari kalau staminanya tak akan bertahan lebih lama lagi, bukan hanya karena ia tak beristirahat sejak berkultivasi bersama Liu Zey, tetapi juga karena Bing Long menyatu dengan tubuhnya. Hal itu menyebabkan energinya lebih cepat terkuras.


"Tidak apa, Paman Bing! Heh, mari kita tunjukkan apa itu kekuatan ...!" tekad Lan Lihua setelah kembali menemukan dirinya.


Lan Lihua merobek selendang kiri di pinggangnya untuk mengikat luka di lengan sebelum akhirnya melepaskan aura membunuh yang begitu pekat.

__ADS_1


Bing Long bukannya tak menyadari tetapi dirinya hanya bisa mengumpat dalam hati, tubuh Lan Lihua tak bisa bertahan lama untuk menyatu dengan dirinya. Kini, yang bisa ia lakukan hanya mengerahkan segenap kemampuan yang dapat ditampung tubuh Lan Lihua.


"Hanya melawan satu orang saja, butuh berhari-hari...! Kalian sedang menonton apa? Mari kita bereskan lalu menyusul yang lain," keluh salah satu pendekar topeng emas yang memegang sepasang pedang berujung tumpul.


Perkataan tersebut membuat ribuan pendekar topeng emas berteriak serentak sebelum akhirnya bergerak bersamaan kearah Lan Lihua sembari mengeluarkan teknik jurus masing-masing.


Lan Lihua menarik pedang bintang ungu kemudian mengarahkannya ke langit.


JURUS PEDANG : PEDANG PERUNTUH LANGIT


WHONG!!


GLUDUKK!!


JJDERR!! JDERR!!


Pasukan topeng emas mendadak berhenti di udara sebelum akhirnya terhujani ribuan energi pedang berukuran normal. Kontan saja hal itu membuat mereka berjibaku menangkis serbuan energi pedang yang terlihat seperti air hujan, tak ada habisnya.


Terbuat dari material meteor ungu murni yang ditempa Lan Hou menggunakan teknik jiwa kera api, menjadikan pedang tersebut memiliki tingkat kelas suci. Meskipun masih kalah kekuatan dibanding Tongkat Raja Kera yang memiliki material sama.


Pasukan topeng emas tak satupun dapat beranjak dari tempatnya, pergerakan mereka hanya terfokus untuk menangkis hujan energi pedang yang menghujam tiada henti berkecepatan tinggi.


Sementara Lan Lihua menggunakan kesempatan itu untuk menelan pil penambah stamina yang telah ia siapkan beberapa waktu sebelumnya.


Ledakan terjadi dimana-mana ketika satu persatu dari pendekar topeng emas mengeluarkan jurus mereka, kontan saja hal itu membuat langit seolah seperti penuh dengan kembang api jika dilihat dari jauh.


"Heh...! Ternyata mereka payah dan lamban berpikir," ujar Lan Lihua sesaat setelah selesai menyerap khasiat pil penambah energi.


"Jangan buang waktu lagi, Dewi Lan! Pergunakan jurus dariku seperti waktu itu," saran Bing Long menyadari ada yang tak beres dengan aliran energi di tubuh Lan Lihua.


"Aku juga berniat begitu...! Aku merasa tubuhku sangat ringan, entah apa maksudnya tetapi aku jadi lebih mudah bergerak," balas Lan Lihua sesaat setelah berhasil memusatkan energi kedalam pedangnya.

__ADS_1


RAUNGAN NAGA LANGIT : PEMBEKU BUMI


BLAARRR!!


GROOARR!! SWISSHH...


WHIRR ... WHIRR ...


KLRKKK ...


Area sekitar pertarungan dituruni butiran es setelah terdengar bunyi raungan dari langit. Lan Lihua masih menghunuskan pedangnya lurus keatas sembari tangan kirinya membentuk tanda di depan dada.


Pasukan topeng emas seketika terhenti di udara tanpa mampu mengelak sebelumnya setelah berhasil menghancurkan hujan energi pedang. Tubuh mereka ditumbuhi butiran es yang berkembang sangat cepat, sampai akhirnya seribu orang pendekar topeng emas tersebut membeku sempurna di udara, terlihat dari jauh berkilauan seperti mutiara akibat memantulkan cahaya matahari.


"MATI!!"


BLAARR!!


PRAAKK!! CRIING!!


Tercipta kilatan cahaya dari langit kemudian menyebar, bersamaan dengan gerakan tangan Lan Lihua seperti memotong udara. Tubuh beku pasukan topeng emas hancur berkeping-keping seperti serpihan kaca pecah, tak ada satupun dari mereka yang tersisa.


Langit dipenuhi kemilau cahaya yang indah terlihat dari jauh setelah terdengar bunyi nyaring yang menggema bersahutan hampir bersamaan.


Bahkan pasukan aliansi aliran putih terhenti dibuatnya, mereka semua terkesima melihat keindahan langit yang terjadi tiba-tiba tersebut, tanpa mereka tahu bahwa itu terbuat dari tubuh seribu orang pasukan aliran hitam.


Tan Hao terhenti mendadak, ia melebarkan kedua matanya ketika melihat hal itu, sesaat kemudian ia tersenyum tipis yang berubah seperti terkekeh ringan.


"Harusnya aku tak terlalu khawatir dengannya!! Wanita itu lebih monster daripada aku untuk urusan melenyapkan serangga, eh' hehe!!"


"Eh...! Energi ini ... Aku seperti mengenalnya!"

__ADS_1


Tan Hao mengalihkan perhatiannya ke arah lain, ia baru menyadari ada energi dalam jumlah tak kalah besar berlawanan arah dari Aliansi Aliran Hitam.


__ADS_2