Legenda Dewa Surgawi

Legenda Dewa Surgawi
Ch. 95 ~ Pertemuan 3


__ADS_3

Tetua Shuxan dan yang lainnya menjauh dari area yang menjadi pertarungan sesuai arahan Tan Hao sebelumnya, meskipun Liu Zey bersikeras ingin membantu namun itu tak mengubah keputusan dari rencana yang tak bisa ia sepelekan.


Butuh beberapa waktu bagi Tetua Shuxan menjelaskan hingga membuat Liu Zey menerima meskipun dalam hatinya enggan meninggalkan area tersebut.


Tentu saja pergerakan mereka tak diketahui oleh Yin Zhu maupun Ming Yin sebab tertutup oleh ilusi yang Tan Hao lepaskan saat ia menggerakkan sebelah tangannya.


Kembali ke area pertarungan, Tiandou dan Ming Yin telah ratusan kali bertukar serangan. Lesatan pukulan maupun tendangan yang dilancarkan Tiandou nyatanya tak cukup membuat Ming Yin tertekan.


Energi yang terpancar pada tubuh Tiandou begitu besar namun itu bukan masalah sama sekali bagi Ming Yin, terlihat ia beberapa kali melempar senyum sinis ketika menangkis maupun menghindari serangan frontal yang dilepaskan Tiandou.


Ming Yin terlihat begitu menguasai pertarungan walaupun dirinya tak mempunyai celah menyerang balik.


"Orang ini ternyata boleh juga, cukup lama aku tidak bermain seperti ini," batin Ming Yin dalam gerakan cepat menghindari serangan Tiandou.


Ming Yin merasa senang sebab selama ini dirinya tak pernah bertarung begitu lama, julukan Dewi Iblis disematkan padanya lantaran dalam menghadapi lawan tak pernah sampai tiga kali gerakan untuk menghabisi nyawa lawannya.


Disisi lain, angin berhembus menerpa tubuh Tan Hao yang masih diam berdiri beradu pandang dengan Yin Zhu yang masih mempertahankan senyuman tipis khasnya.


"Tan'er kau harus berhati-hati. Aku baru menyadari jika orang ini memiliki hubungan dengan Ular Tulang Petir, tapi aku tak bisa merasakan keberadaannya didalam tubuh orang ini." Ye Yuan memperingatkan Tan Hao sesaat setelah ia selesai bermeditasi di dalam ruang jiwanya.


Tan Hao mengerutkan dahinya, ia kini menatap tajam Yin Zhu.


"Hewan suci peringkat ketujuh? Apa kau yakin soal ini? Aku merasa orang sepertinya tak cukup mampu melakukan itu."


Yin Zhu yang sejak tadi hanya duduk diam tiba-tiba berdiri, muka wajahnya tak seramah beberapa saat yang lalu.


Ia membersihkan lengan bajunya yang tak kotor.


"Baik. Cukup basa basinya,"


Yin Zhu mengeluarkan senjatanya dan langsung melesat ke arah Tan Hao. Gerakannya begitu ringan dan cepat.


"Dia datang!! Tidak? Sebelah kiri," seru Ye Yuan didalam ruang jiwa Tan Hao.


Tubuhnya begitu ringan hingga ia dengan mudah mengubah arah serangannya, namun ia tak mengetahui jika orang yang sedang dihadapinya mempunyai mata dewa.


"Aku tahu. Mengapa kau begitu emosional seperti itu, diam dan lihat." eram Tan Hao sinis pada Ye Yuan.


Tan Hao nyatanya tak menggunakan energi spiritnya, ia lebih mengandalkan energi tenaga dalamnya yang juga didukung dengan Zirah Naga Suci yang ia kenakan.


TRAANNKK..


"Oh.. Zirah Naga ya? Lumayan," batin Yin Zhu sedikit terkejut ketika pedangnya terpental saat menghujam rusuk kiri Tan Hao.


"Baik! Coba kita lihat seberapa besar kekuatan Pusaka Dewa ini,"


Yin Zhu melompat mundur beberapa meter setelah mengetahui serangan mengecohnya tidak berhasil. Dirinya begitu penasaran dengan kekuatan dari pusaka yang organisasi tempatnya berada incar selama ini.


"Dia mulai serius, berhati-hatilah. Aku siap kapanpun," seru Ye Yuan begitu emosional.


Tan Hao juga melihat dengan jelas bahwa terjadi perubahan pada energi yang Yin Zhu lepaskan. Energi yang sebelumnya cukup halus dan tak begitu menekan kini dengan cepat berubah begitu gelap dan berat.

__ADS_1


"Bocah, kau boleh menggunakan pusaka dewa tetapi aku tak akan sungkan lagi," seru Yin Zhu yang sikapnya berubah berkebalikan dari sebelumnya.


Energi berat dengan percikan petir menyelimuti tubuhnya, Mata Dewa Tan Hao melihat jelas bahwa energi tersebut berbentuk kepala ular dengan mulut terbuka.


PEDANG RANTAI : TUSUKAN IBLIS


Susunan pedang mengitari tubuh Yin Zhu, terlihat menggeliat seperti seekor ular, ujung pedang yang menyerupai lidah ular menghunus tajam ke arah Tan Hao.


Beberapa detik setelahnya susunan pedang bertingkat dua tersebut melesatkan ujung pedang yang terselimuti petir ke arah Tan Hao.


Disaat bersamaan, Tan Hao yang berekspresi datar melihat gerakan yang dilakukan Yin Zhu bergumam.


"Kesombongan hanya akan menelan kepahitan,"


Pedang Dewa Surgawi keluar dari sarungnya tanpa disentuh Tan Hao, seolah memiliki kehendak sendiri.


Tan Hao menunjukkan dua ujung jarinya.


TARIAN PEDANG DEWA SURGAWI


Kekuatan pedang dewa menunjukkan kemampuannya, menciptakan ribuan bayangan pedang yang menyatu seolah seperti perisai yang bergerak maju.


ILUSI DEWA : HALUSINASI


Tan Hao bergumam kecil, tanpa jeda ia mengeluarkan jurus ilusi miliknya. Yang berbeda kali ini adalah ia tak menggunakan Pedang Dewa Hampa. Melainkan menggabungkan jurus ilusi pada pedang dewa surgawi.


BLAARRRRGGGHH


Ledakan energi bertumpuk dipermukaan perisai yang tercipta dari pergerakan pedang dewa surgawi.


Kekuatan yang cukup untuk memusnahkan satu kota itu beradu dengan serangan jurus tusukan iblis.


DDUUUAARRR


BLAARRR..


SYIUU..SYIUUU.. KLRRRRKKK..


Penggabungan jurus yang selama ini belum pernah ia lakukan nyatanya menghasilkan kekuatan luar biasa. Bukan hanya mementahkan serangan Yin Zhu tetapi juga meluluhlantakkan area sekitar hingga membentuk cekungan lebar yang begitu dalam.


"Kurang ajarr!!" seru Yin Zhu tak bisa menahan amarahnya.


"Tidak perlu terlalu terkejut, bukan?"


Tan Hao menarik kembali pedangnya dengan gerakan yang sama, melayang tepat di sebelah kanan tubuhnya.


Yin Zhu mengumpat kesal "Dasar brengsek, dia lebih kuat dari yang kuduga. Kekuatan Ular Tulang Petir hanya ku miliki beberapa persen dari aslinya selama ini tak pernah kalah dan sekarang? Bocah ini,-!!"


"Apa kau masih berniat merebut Zirah ini dariku,"


Tan Hao menatap dingin, ekspresi wajahnya begitu serius. Hal tersebut membuat Yin Zhu bergidik hingga tak sadar dirinya melangkah mundur.

__ADS_1


"Brengsek!! Ada apa denganku?"


"Mungkinkah?"


Lan Lihua yang sejak awal berdiam diri dan hanya menyaksikan pertarungan singkat yang terjadi mulai berjalan kesisi Tan Hao.


"Kau benar! Jurus ilusi milik Haohao sudah menghancurkan ruang jiwamu tanpa kau sadari,"


Yin Zhu mengumpat dalam hati, ia merasa terbodohi dengan sikap Tan Hao sejak awal. Tubuhnya bukan hanya terasa lemas namun juga tenaga dalamnya semakin lama semakin menyusut.


Sebenarnya Lan Lihua tak menyadari itu jika Bing Long tak memberitahukannya. Beberapa waktu sebelum Tan Hao melancarkan serangannya, Bing Long menyadari ada yang aneh dengan jurus pedang Tan Hao.


Ia mengeluarkan jurus pertama tanpa menyentuh pedangnya ditambah jurus kedua yang sebenarnya tidak bergabung melainkan melekat beresonansi dengan putaran jurus pedang dewa surgawi.


Bing Long cepat menyadari bahwa tujuan Tan Hao bukan mengadu serangan melainkan menyerang secara terbalik yang menjadikan pedang dewa surgawi sebagai pengecoh.


"Kau! Bocah brengsekk? Aku tidak akan mengampunimu," seru Yin Zhu penuh dengan amarah, hingga urat wajahnya terlihat menonjol dan kedua mata membelalak.


DEWA ULAR : IBLIS PEMIKAT SETAN


DDUUAAARRRR...


HONGG..HONGG..HONGG..


Ledakan energi besar terjadi menyelimuti tubuh Yin Zhu, energi hitam pekat seperti nyala api terus membesar hingga tercipta sempurna berbentuk seekor ular raksasa bertulang putih dibagian tengah tubuhnya dari leher hingga ujung ekor.


Ribuan nyala petir menyambar kecil di setiap rongga tulang. Kepala ular tersebut menyerupai kepala naga namun tidak memiliki tanduk.


"Energi ini? Si bodoh ini berniat membumi hanguskan tempat ini sementara aku masih disini, dasarr sialann,"


Ming Yin yang masih disibukkan oleh serangan tanpa henti Tiandou terkejut bukan main merasakan ledakan energi besar menghantam dirinya.


Begitu juga Tiandou, yang dengan cepat melakukan gerakan mundur mengambil jarak.


Tan Hao terperangah melihat wujud asli hewan suci yang dibicarakan Ye Yuan. Meskipun pada kenyataannya itu bukan merupakan tubuh aslinya melainkan hanya sebagian kekuatan darinya yang berhasil diserap oleh Yin Zhu.


"Itu dia! Rajanya hewan iblis, meski hanya sebagian kecil kau tak bisa meremehkannya," seru Ye Yuan didalam ruang jiwa.


"Mengagumkan!! Sungguh sangat indah," gumam Tan Hao ringan.


"Tetapi? Jika itu petir, akulah penguasanya,!!"


Pedang Dewa Hampa keluar dari cincin dimensi bersamaan dengan seruan lantang Tan Hao.


Dengan cepat Tan Hao meraih pedang tersebut kemudian terbang kearah kepala ular. Yang mengejutkan adalah Pedang Dewa Surgawi ikut bergerak mengikuti Tan Hao.


Selama melesat tersebut, tubuh Tan Hao beserta Pedang Dewa Hampa mengeluarkan petir ungu secara bersamaan. Petir yang luar biasa kuat hingga menciptakan awan mendung di langit.


PEDANG HAMPA : PETIR ILAHI


Teriakan Tan Hao yang begitu lantang dengan menghunuskan pedangnya menciptakan gemuruh dahsyat di langit, awan hitam memunculkan ribuan sambaran petir.

__ADS_1


__ADS_2