
Semenjak kejadian penyerangan manusia ular terakhir kali, situasi Kota Shaoguan berangsur tenang. Dalam dua hari terakhir penduduk kota bekerja seperti biasanya tanpa ada rasa takut.
Dibawah perintah Ying Yue, pendekar dari asosiasi memang mengumumkan jika kota Shaoguan akan aman mulai dari sekarang. Asosiasi Menara Emas cabang Shaoguan tidak segan dalam menjamin kebenaran berita itu.
Tapi meskipun begitu, penduduk kota yang sebagian besar adalah pembudidaya ginseng air tidak lantas mengubah gaya bekerja mereka yang lambat. Malah dengan situasi yang aman kini, mereka seperti diberikan keleluasaan untuk bersantai.
Fen Fang berjalan santai menyusuri jembatan yang memanjang mengikuti aliran sungai yang membelah kota sambil mengamati para pekerja yang kini terlihat menikmati waktu mereka sambil bergurau. Padahal sebelum ini, mereka tak satupun yang membuka suara bahkan raut wajah mereka pun bisa dikatakan buruk dalam bekerja.
“Aku masih tak mengerti, kenapa mereka ini masih saja tidak bersemangat. Orang-orang disini memang aneh semua, cih ... Ini tidak baik, tidak baik....”
Pendekar Seruling Iblis itu berjalan ke arah dimana gedung asosiasi berada. Ia cukup tahu kalau saat ini Tan Hao sedang berlatih bersama Lan Lihua, untuk itulah ia ingin menemui Ying Yue.
Tak butuh waktu lama baginya untuk sampai, penjagaan gedung juga terbilang masih ketat seperti biasanya. Tapi kali ini ia harus berhadapan dengan dua orang penjaga pintu masuk, tidak seperti saat terakhir kali dirinya lewat dengan begitu mudah.
Penjaga kali ini tidak sekeras yang ada di gerbang masuk kota, itu terlihat dari cara mereka menyambut dan menanyakan maksud dan tujuan.
Bahkan setelah Fen Fang mengatakan ingin menemui Manager Ying Yue, salah satu penjaga hanya meminta sedikit waktu untuk pergi melapor.
Beberapa saat kemudian, Manager Ying Yue nampak salah tingkah dengan pipi yang memerah ketika berjalan berdampingan dengan Fen Fang ke ruangannya.
Ying Yue memiliki penampilan lebih menawan dari sebelumnya dengan setelah baju yang telah berganti.
Tak ada pembicaraan diantara keduanya sampai mereka masuk ke dalam ruang kerja dari manager asosiasi.
Fen Fang yang semenjak lalu merasa bingung dengan tingkah orang-orang, kini ia terkejut bukan main ketika melewati kaca tempat penyimpanan sumber daya.
__ADS_1
‘I-ini...! Bagaimana mungkin? Oh pantas saja mereka bersikap seperti itu. Tapi, aku ternyata cukup tampan juga, hihihi ... Sepertinya ini hal yang bagus, hehe...!’
Meskipun sempat kaget dengan perubahan dirinya sendiri tetapi dengan cepat pikirannya berubah lain, ia melirik Ying Yue sambil terkekeh pelan.
“Ada apa tuan? Apakah ada yang salah denganku?” Ying Yue menangkap lain reaksi Fen Fang tetapi tetap saja terlihat wajahnya masih tersipu seolah sedang melihat sesuatu yang ia sukai.
“Ah tidak, tapi sepertinya mataku baru terbuka. Ternyata Nona Ying Yue sangat menawan, bahkan hatiku berdesir karenanya,” Fen Fang menggoda sambil memainkan salah satu tangannya.
Terang saja hal itu membuat Ying Yue makin tidak karuan, ia bahkan sampai salah duduk. Sementara dalam hatinya, Fen Fang tertawa licik.
“Ah benarkah? Tuan bisa saja menyanjungku...! Tapi sebelum aku jatuh dalam rayuanmu, bolehkah tuan katakan apa tujuan tuan menemuiku?”
Fen Fang bertingkah seperti selayaknya anak muda bangsawan, ia mengeluarkan beberapa benda dari dalam cincinnya dengan ekspresi setengah sombong.
Ada tiga benda yang dikeluarkan Fen Fang yang membuat pandangan mata Ying Yue langsung berubah. Benda itu merupakan milik penatua ular yang ia bantai, Fen Fang memang ingin menjualnya pada asosiasi terlepas berapapun harganya sebab benda itu tak bermanfaat untuknya.
Ketiga benda itu bernilai tinggi bagi pelatihan pertapa, terlebih juga bisa menjadi bahan yang bagus untuk membuat Pil Obat kelas menengah. Asosiasi Menara Emas cabang Shaoguan memang membutuhkan banyak benda seperti itu, untuk itulah Ying Yue langsung tertarik.
“Benar...! Selain cantik Nona Yue juga berwawasan luas, bagaimana dengan harga untuk ketiga benda ini? Berapa yang bisa aku dapatkan?” rayu Fen Fang meletakkan ketiga benda itu diatas meja sambil tersenyum.
“Tiga ratus koin emas! Tuan bisa mendapatkan tiga ratus koin emas untuk ketiga benda ini!”
“Baiklah, aku terima!”
Jawaban Fen Fang itu berhasil mengejutkan Ying Yue, ia tak mengira jika orang di depannya ini setuju begitu saja tanpa menawar lebih tinggi lagi.
__ADS_1
Sementara Fen Fang sendiri berpikir itu lebih baik daripada tidak memiliki uang sama sekali, setelah ia menghabiskan banyak koin hanya untuk membuat satu formasi.
Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, bergegas Ying Yue meminta salah satu pelayan untuk pergi menyiapkan pembayaran sementara dirinya mengamankan ketiga benda itu sambil menyanjung Fen Fang.
“Sepertinya sedang terjadi kesepakatan disini? Kali ini apa yang Nona Yue dapatkan?”
Kedatangan Tan Hao mengejutkan keduanya, bahkan mereka sama-sama tak menyadari hawa kehadiran Lan Lihua. Padahal jelas-jelas jika Lan Lihua berdiri disamping Tan Hao.
Terlebih Fen Fang, ia merasa tertekan saat tak sengaja menatap mata kucing yang berada di pundak Tan Hao.
“Ah Tuan Muda Hao sudah kembali! Dari yang terlihat, sepertinya pelatihan Nona Lihua berhasil. Aku memberi selamat atas keberhasilan nona...!” Ying Yue berdiri dari duduknya kemudian memberi penghormatan sebelum kembali ke tempat duduknya.
“Terimakasih Nona Yue! Aku bisa berhasil karena bantuan Kak Hao Hao, jika tidak! Mungkin saat ini aku belum bisa keluar dari tempat itu,”
Sementara itu Tan Hao menatap lugu Fen Fang yang telah menjadi lebih muda, penampilannya saat ini terlihat seumuran dengan Tetua Tiandou.
‘Kenapa kau menatapku seperti itu? Apa kau takut aku menyaingi ketampananmu, heh!’
‘Dasar kakek tua, semakin tua semakin seperti bayi. Untuk apa aku takut padamu, kupikir kau telah menjadi santapan ular, cih...!’
Keduanya berbicara menggunakan pikiran, Tan Hao langsung bisa mengenali Fen Fang. Berbeda dengan Bao Jia dan Ying Yue yang tak bisa mengenalinya. Untuk beberapa saat, Tan Hao menyadari apa yang ingin dilakukan Fen Fang pada Ying Yue tetapi dirinya merencanakan lain.
‘Sejak kapan kau mau memelihara hewan? Cih ... Apa sekarang kau jadi penangkar kucing liar?’ sindir Fen Fang sambil menatap tajam Yi Jin yang telah berubah wujud menjadi seekor kucing biasa tetapi masih terdapat beberapa corak di bulu kepalanya.
‘Kakek Fang lebih tidak masuk akal lagi, sejak kapan perkembangan tubuh kakek tumbuh terbalik, cih! Lagipula, kucingku ini bisa dengan mudah mencabik wajah putih susumu itu...! Apa ... Apa kakek mau mencobanya!’
__ADS_1
Perubahan tubuh dari Kylin Air Api ke wujud kucing biasa bahkan sekelas Fen Fang tak bisa mengetahui jati dirinya. Tan Hao cukup tahu hal itu, maka dari itu ia bersiasat menggunakan Yi Jin untuk mengerjai Fen Fang sebelum mengajaknya menuju Kota Shuning.
‘Mereka ini, sama-sama gilanya...! Nasib buruk apalagi ini, sampai bertemu dua orang tak waras dan sekarang bertambah satu lagi, oh ya dewi... Kuatkan aku bersama mereka!’ keluh Yi Jin dalam hati setelah menatap bergantian keduanya yang masih beradu sindiran.