Legenda Dewa Surgawi

Legenda Dewa Surgawi
Ch. 122 ~ Sisi Lain


__ADS_3

Setelah menghabiskan beberapa waktu untuk berdiskusi, akhirnya Tan Hao membiarkan Chen Seng pergi dengan membawa serta tekanan mental yang cukup berat. Tak ada pertarungan diantara mereka sebab Chen Seng tak berani bertindak setelah mengetahui pasti siapa Tan Hao sebenarnya.


Dalam laju pelariannya, Chen Seng tak henti-hentinya mengumpati dirinya sendiri sebab tak berdaya bahkan sebelum beradu pedang.


"Sialann! Jika bukan karena si Jalang Xin itu, aku tak mungkin mengalami masalah ini! Bukannya mendapat keuntungan tapi sekteku malah jadi taruhan." gerutu dalam hati Chen Seng dalam kecepatannya menerobos hutan untuk menyusul orang-orang sekte yang lebih dulu mundur dari tempat perkumpulan.


Sementara itu diwaktu yang sama, Tan Hao nampak begitu santai berjalan bersama Lan Lihua yang menaruh banyak pertanyaan namun selama ini belum ia utarakan. Sikap diam Tan Hao membuat Lan Lihua kebingungan walaupun tak ada ekspresi berlebihan di wajahnya.


"Untuk apa kau terus memperhatikanku, Hua'er? Apa ada sesuatu yang salah?" tanya Tan Hao menyadari reaksi Lan Lihua yang nampak jelas gelisah.


"Bagaimana keadaan orang itu? Aku tak melihatnya sejak tadi?"


"Tiandou maksudmu? Ah ... Ceritanya panjang, mungkin saat ini dia tengah berjemur atau mungkin berendam air rebusan naga! Hemm ...."


"Eh! Apa benar begitu?" Lan Lihua terkejut bodoh mendengar jawaban Tan Hao, raut wajahnya seperti anak-anak yang ketahuan menambah porsi makan malam.


"Hahaha! Sudah, tak perlu terlalu dipikirkan. Dia baik-baik saja! Lalu apa kabar dengan saudara Sui? Kalian tak kemari bersama?"


Mendadak ekspresi Lan Lihua berubah ketika mendengar pertanyaan Tan Hao tentang wanita lain, pipinya mengembung namun sorot matanya terlihat kesal sambil membuang wajah.


"Mana aku tahu! Dia pergi begitu saja meninggalkanku, seperti perlakuanmu,"


"Oo ... Begitu! Hemm ... Kita pergi ketempat Zey Liu, kemungkinan saudara Sui disana? Lagipula ada yang ingin aku pastikan setelah ini," ajak Tan Hao tetapi langkahnya masih sangat santai, tak menunjukkan seorang yang tengah terburu-buru.

__ADS_1


"Kakak! Katakan padaku tentang Sheng Long? Apa kedudukannya? Bahkan Bing Long pun tak bersedia menceritakannya padaku," tanya Lan Lihua terlihat serius.


"Oh! Jadi inikah alasan reaksimu tadi? Sebagai reinkarnasi dewi kehidupan, sepantasnya kau memiliki ingatan tentangnya walau hanya pecahan kecil, bukan? Lalu apa maksud perkataanmu tentang kedudukan?"


"Naga! Sebenarnya mereka makhluk apa? Dan apa alasan mereka berada? Menurutku bukankah naga itu hanya satu jenis! Tapi kenapa mereka mengatakan ras dan kasta?"


Lan Lihua bertanya sambil berhenti melangkah mengimbangi langkah Tan Hao yang tertinggal dibelakangnya. Dalam pikirnya, Lan Lihua merasa sikap Tan Hao berbeda dari biasanya. Cenderung diam dan datar, sekalipun bicara yang ia keluarkan perkataan yang remeh. Sampai saat ini pun ia tak bisa memahami jalan pikiran pemuda yang ia kagumi tersebut.


"Hemm ... Asal usul mereka tak ada yang tahu, tetapi rentang hidup mereka lebih tinggi dari manusia. Bisa dikatakan bahwa naga adalah makhluk pertama yang mendiami bumi hingga mereka menemukan cara berkultivasi. Menurut kitab 1000 kehidupan, Dewa Pencipta bumi yang mengajari mereka hidup dan berlatih dibunuh salah satu naga yang diangkat sebagai pemimpin ras naga hanya karena tak mengajarkan satu ilmu terakhir ...."


"Bagaimana bisa dewa pencipta dapat dibunuh? Bukankah dia abadi?" sergap Lan Lihua ketika Tan Hao menghentikan penjelasannya.


Tan Hao melempar senyum tipis sebelum melanjutkan penjelasannya sembari terus berjalan menerobos rimbunnya hutan.


Lan Lihua mengangguk pelan, hawa dingin menjelang pagi yang mulai terasa membuat keduanya sedikit canggung saling bertatapan.


"Ehem ... Apa kau tahu, Hua'er? Dewa Kehancuran memisahkan langit dan bumi menjadi tiga bagian bersamaan dengan diciptakannya makhluk berkaki dua yang memiliki hati sebagai perasa dan takdir sebagai jalan hidup. Tempat kita merupakan dunia paling dasar, dimana hanya ada orang-orang lemah bercocok tanam kedengkian dan keiri-hatian. Diatas kita, ada manusia lain yang memiliki kecerdasan dan ketangguhan lebih baik, mereka itulah yang disebut Saint. Dan diatas mereka adalah dunia dimana para Naga berada. Alam Cahaya 12!"


"Ouh ... Hmm!"


"Tetapi pada kenyataannya, tidak semua naga bertempat tinggal disana atau terlahir dari sana. Disana terdapat duabelas ras naga dan ada lebih dari ratusan kasta berbeda, jika aku tak salah memahami. Bing Long bukan bagian dari salah satu duabelas ras naga tersebut. Tetapi untuk Sheng Long! Hehe ...."


"Kenapa tertawa! Apakah ada yang lucu disini? Apa kakak meledek pengetahuanku?" ketus Lan Lihua bereaksi atas sikap Tan Hao yang berubah dari keseriusan beberapa saat sebelumnya.

__ADS_1


"Aku menertawai takdirku bukan dirimu! Sheng Long, Naga Emas Pemangsa Iblis adalah pemimpin kelima dari ras kedua terkuat di masa lalu dan menjadikan dirinya sebagai salah satu leluhur terkuat dari lima leluhur terakhir yang masih ada di tiga alam. Alasanku tertawa adalah bagaimana cara Dewa Yaoshan mengendalikannya atau mungkin menjadikannya seorang teman! Sekuat apapun Saint alam atas, tidak akan pernah bisa mengalahkan naga yang telah melalui ribuan reinkarnasi seperti Shen Long ...."


Ekspresi Tan Hao berubah seketika, sebelum melanjutkan kembali perkataannya.


"Bahkan aku masih belum mengetahui dengan jelas, siapa sebenarnya Raja naga Long Wang yang pernah aku lawan!"


Lan Lihua menghela napas ringan kemudian tersenyum hangat, seolah menyadari apa yang dirasakan Tan Hao. Kemudian ia berjalan lebih cepat untuk dapat berada tepat di depan Tan Hao sambil berjalan mundur.


"Lalu bagaimana dengan jalan takdir kita selanjutnya? Aku penasaran, seperti apakah nanti kehidupan kita? Apa pendapat kakak ... U-um?"


"Uhukk ... Uhukk! Pfffttt ... Kearah mana kau bicara, gadis kecil?" ucapan Tan Hao yang seolah tak memiliki perasa akan kemauan wanita membuat Lan Lihua bersungut sebal.


TSING ...


"Heh! Apa ada yang lucu? Dasar makhluk berkaki dua berotak kuda ...."


DDUAAKH ...


Hantaman keras diterima Tan Hao tepat dibagian paling sensitif miliknya membuatnya melotot menahan sakit ribuan tahun tak berjeda. Tendangan yang dilesakkan Lan Lihua dengan penuh kekesalan tersebut berhasil memaksa Tan Hao mengerang kesakitan dengan wajah bodohnya.


"Aww aww ... Aw! Sa-kit ... Dasar Monster berkaki gajah, ukh sakit ukhh ...."


Tan Hao berguling kesana kemari sembari mengumpat tak jelas, sementara Lan Lihua tersenyum jahat seolah terdapat dua tanduk merah di kepalanya memandang Tan Hao yang bereaksi konyol ketimbang disebut kesakitan.

__ADS_1


__ADS_2