
Beberapa penginapan biasa yang didatangi ternyata tidak ada kamar kosong yang tersisa, Lan Lihua nampak kesal sementara Tan Hao mencoba menenangkannya.
Selama hampir dua jam keduanya mengelilingi area luar Kota Zhongnan namun tak mendapatkan kamar penginapan, malah mereka menemui orang-orang yang hanya menggoda Lan Lihua di sepanjang jalan.
Merasa lelah dan memang tak lama lagi petang datang, akhirnya Tan Hao mengajak Lan Lihua untuk sejenak melepas lelah di kedai makan tak jauh dari tempatnya berdiri sambil mencaritahu penginapan yang masih membuka kamar.
"Sudahlah Hua'er...! Hentikan sikapmu itu, jika disini tak ada kamar penginapan, kita akan masuk ke area bagian dalam. Kita disini saja dulu, aku merasa Kakek Fang akan segera muncul,"
Tan Hao mencoba merayu Lan Lihua sambil berjalan memasuki sebuah kedai yang kelihatannya merupakan kedai paling mewah di tempat itu. Tapi begitu mereka masuk, tatapan tak menyenangkan langsung terarah pada mereka dari orang-orang yang tengah menikmati teh mereka.
Hanya ada beberapa meja yang terisi dan sangat sedikit pengunjungnya. Tan Hao menghitung mereka yang menatapnya tak kurang dari dua puluhan orang dan lainnya kelihatan acuh.
"Apa mereka dari kalangan orang kaya? Mereka ini, masih bisa seperti ini padahal sebuah desa tak jauh dari sini hampir saja lenyap keberadaannya." lirih Tan Hao sambil menyiapkan tempat duduk persis di sebelah pintu masuk kedai dan dekat dengan jendela.
Seorang pelayan wanita menghampirinya tak lama setelah Tan Hao duduk bersama Lan Lihua dan Han Xue. Setelah memesan beberapa macam makanan, Tan Hao juga memesan satu guci arak berukuran sedang. Itu ia lakukan karena merasa kalau Fen Fang tak lama lagi akan datang.
Tan Hao sempat heran hingga mengerutkan dahinya ketika pelayan tersebut sedang berbisik dengan kepala pelayan namun mereka sembari menatap ke arahnya. Meskipun ia bisa menebaknya tapi hanya sesaat saja sebelum mengalihkan pandangan ke orang yang berpenampilan terpelajar.
"Ah, Tuan Muda Feng Xian menepati janji ternyata. Kupikir dia hanya asal bicara saja," ujar seorang pria kurang lebih berusia dua puluh lima tahunan yang disambut gelak tawa empat rekannya yang lain.
Terlihat seorang pria muda baru saja memasuki kedai bersama tiga orang pengawal, tatapannya yang tajam langsung terarah pada kelima orang yang duduk di belakang Tan Hao dan hanya berjarak tiga meja.
Pria itu tak lain adalah Qing Feng Xian dari Bangsawan Qing, langkahnya terhenti tepat di samping Lan Lihua yang tengah duduk sambil memangku dagu.
__ADS_1
"Oh, aku merasa seperti mengenalmu? Wajahmu tidak asing bagiku!" tanya Feng Xian sembari melirik Lan Lihua.
"Dia adalah Putri Lun Lisha...!"
Feng Xian langsung menatap tajam Tan Hao untuk beberapa saat setelah ia menjawab pertanyaannya, sebelum kemudian memandang Lan Lihua kembali tetapi kini sorot matanya berbeda.
"Nona Lisha? Oh, sudah lima tahun ... Lima tahun anda pergi, kupikir tak pernah lagi kembali. Apa anda baru kembali hari ini? Mereka ini pasti pelayan dan pengawal anda, bukan!"
Lan Lihua melirik tajam Tan Hao seolah jika bisa, lirikan itu seperti ingin membunuh. Disisi lain, Tan Hao menahan senyum sembari membuang pandangannya.
"Kau siapa? Apa aku mengenalmu? Mereka temanku, jadi jangan anggap mereka pelayan!"
"Oh hahaha, aku pikir cara bicaramu akan berbeda tapi ternyata masih saja sekasar ini...! Baiklah, baiklah aku mengalah. Tapi aku penasaran, kenapa anda tak langsung kembali ke kediaman. Tempat ini tak cocok untuk anda," Feng Xian tertawa sembari merendahkan badannya berniat untuk duduk di sebelah Lan Lihua.
Feng Xian tersentak hingga membuatnya kembali berdiri, "Ah itu, benar juga. Baiklah, lain kali aku akan berkunjung ke kediaman Lun. Sampai nanti, Nona Lisha,"
Beberapa saat kemudian pesanan telah datang, setelah pelayan menyiapkan semua makanan di atas meja. Tertangkap oleh penglihatan Tan Hao saat pelayan wanita tersebut menyelipkan sebuah kertas kecil di bawah mangkuk yang nantinya akan digunakan Lan Lihua.
'Aku disini sejak lama, perhatikan baik-baik! Han Ning itu merupakan keturunan dari Klan Iblis Peri penguasa Benua Naga. Dia juga memiliki hubungan dekat dengan Raja Yan Ho, aku berani memastikannya. Sebelum kesini, aku telah lebih dulu menyelidiki siapa itu Du Tianxing serta hubungannya dengan kunci perak itu....'
Tan Hao tersentak kaget untuk beberapa saat tapi kemudian bersikap normal ketika menyadari kalau ternyata Fen Fang telah ada di dalam kedai tersebut yang mengambil tempat di paling pojok belakang.
'Lalu! Apa yang kakek dapatkan?' tanya Tan Hao dalam pikirannya. Keduanya memang sejak dari awal bertemu selalu menggunakan alam bawah sadar sebagai pilihan untuk saling berbicara.
__ADS_1
'Han Ning itu memiliki nama asli, Mo Zhi Ruo. Keturunan utama Klan Iblis Peri dan dia juga memiliki warisan kekuasaan yang sangat luas dimasa depan, jika kembali ke klannya. Lalu, Du Tianxing ini sepertinya bukan bangsawan biasa! Aku menemukan kalau dia memiliki hubungan dekat dengan Permaisuri Zhu Mei. Lebih dari itu, kunci perak itu ternyata kunci Makam Kuno Iblis Peri yang ada di pusat Benua Naga. Rumornya, ada harta tak terbatas disana, juga ada berbagai macam kitab teknik jurus tingkat tinggi yang jumlahnya puluhan ribu. Sumber daya tanaman lengkap terdapat di sana dan kemungkinan adanya hewan suci tingkat surga yang tersegel di suatu tempat di lokasi makam kuno itu. Kabarnya, hewan itu berwujud burung.'
Alis Tan Hao turun naik mendengarkan penjelasan dari Fen Fang, ia tak menyangka hanya dalam sehari saja bisa mendapatkan informasi sebanyak dan sepenting itu.
Tak ada pembicaraan lagi setelah itu, sebab konsentrasi Tan Hao terpecah ketika tangan Lan Lihua tiba-tiba ditarik oleh seorang pria berkumis panjang.
"Apa maksudmu ini?" Lan Lihua meronta saat pria itu menariknya keluar dari kedai tersebut.
Sontak saja hal itu menjadi perhatian para pengunjung yang ada termasuk Feng Xian. Tetapi hal berbeda justru terlihat dari ekspresi wajah Han Xue.
Tan Hao berdiri dengan cepat kemudian berjalan lebih cepat menyusul Lan Lihua yang ditarik keluar pria paruh baya yang entah darimana datangnya.
"Katakan siapa kau? Apa tujuanmu mengaku sebagai Lun Lisha?" tanya pria tersebut setelah membuang tangan Lan Lihua begitu saja sambil menatap garang.
Lan Lihua memegangi lengannya sebelum kemudian menjawab, "Namaku Lan Lihua! Dan aku tak pernah mengaku sebagai siapapun. Orang-orang bodoh entah darimana yang tiba-tiba memanggilku seperti itu. Apa kau pikir aku mau mengganti nama pemberian kakekku begitu saja, cih ...!"
"Jangan coba memanfaatkan kemiripan wajahmu dengan mendiang keponakanku...! Kakakku pasti akan langsung membunuhmu jika kau berani memakai nama putrinya!"
Bukan hanya Lan Lihua yang terkejut, Tan Hao juga sama terkejutnya mendengar hal itu.
"Tunggu paman! Ini salah paham, aku bisa jelaskan! Kami sama sekali tak tahu soal siapa itu Lun Lisha dan darimana dia berasal. Niat kami singgah ke kota ini hanya untuk membeli kuda, tapi begitu masuk terjadi hal yang seperti." Tan Hao berusaha menjelaskan, ia berpikir untuk tidak selalu memakai kekerasan dalam menyelesaikan masalah.
"Lun Lihao...! Apakah kau meragukan kejujuran teman-temanku?" Fen Fang tiba-tiba berseru keras, entah sejak kapan ia berdiri di salah satu atap kedai lainnya yang berada di depan kedai tersebut.
__ADS_1