
Lan Lihua mengambil napas dalam-dalam sebelum menyambut serangan tersebut sambil menengadahkan kepalanya sejenak. Kemudian melompat ke arah para pendekar topeng emas sembari mengeluarkan jurus dasar pedang bintang ungu, Tarian Pedang Bintang Ungu.
Pertarungan pun tak terhindarkan lagi, Lan Lihua berada di tengah-tengah dari ribuan pendekar aliran hitam itu, gerakannya begitu gesit dan lincah. Meskipun dirinya menyadari stamina yang dimiliki sangat terbatas, namun Lan Lihua yakin dengan apa yang dikatakan Bing Long.
Akantetapi, pendekar topeng emas itu seperti mengacuhkan Lan Lihua. Terlihat jelas kalau arah pandangannya bukan menuju pada Lan Lihua melainkan lurus ke depan, hanya beberapa saja dari mereka yang meladeni Lan Lihua dan sisanya terus melesat maju mengikuti pendekar topeng hitam sebelumnya.
Terhitung tak lebih dari seribuan orang yang menyerang Lan Lihua menggunakan senjata mereka masing-masing, selebihnya terus melaju tanpa menoleh sedikitpun seolah ada sesuatu yang besar tengah mereka tuju.
Sementara itu, orang yang dikenali sebagai panglima perang Kerajaan Yan tersebut hanya berdiri melipat tangannya didepan dada sambil menatap lurus, seolah sedang melihat sesuatu yang jauh. Memang tempat mereka saat ini lebih tinggi dibanding pusat desa maupun wilayah sekitar, tak heran sebab berbatasan langsung dengan Hutan Hibei sebelah barat.
Apa yang dilakukan Lan Lihua nyatanya berhasil menarik perhatian pendekar topeng emas lainnya. Gerakannya lincah dan sulit ditebak, membuatnya dengan mudah melukai beberapa pendekar topeng emas sementara dirinya lepas dari serangan balik.
"Ck ... Gadis bodoh," ucap Nian Zhen sebelum melesat dengan kecepatan tinggi menyusul pasukan yang lain setelah beberapa saat sebelumnya menyunggingkan senyum seolah orang yang ia tunggu kedatangannya telah tiba.
Praktis, Lan Lihua hanya mampu menghadang seribu pendekar topeng emas dan itupun ia lakukan dengan usaha tinggi sebab ia tak memberi jeda lawan sama sekali. Padahal jika dihitung secara kekuatan, Lan Lihua yang hanya berada di tingkat Pertapa Bumi tahap dasar seharusnya kepayahan menghadang beberapa pendekar topeng emas yang sebagian besar memiliki basis kekuatan diatas Pertapa Bumi tahap dasar.
Cukup lama Lan Lihua bergerak cepat berpindah tempat menyerang pendekar topeng emas yang merasa dipermainkan, mereka seperti terlambat melihat pergerakan Lan Lihua. Bing Long juga tak menunjukkan dirinya sama sekali, hanya membantu dengan mengalirkan spiritnya melalui ruang jiwa Lan Lihua.
"Kurang ajar wanita ini...! Hng ...." gerutu salah seorang pendekar topeng emas yang telah beberapa kali terkena sayatan pedang.
Beberapa dari mereka juga telah kehabisan kesabaran dan merubah pola pergerakan mereka dengan cukup dinamis dan tanpa Lan Lihua sadari, pergerakannya diarahkan ke dalam formasi serangan mereka.
Ketika Lan Lihua telah berada tepat ditengah formasi, pendekar topeng emas yang memancingnya pun mundur dengan cepat dan masuk kedalam barisan formasi.
JAM KUNCI JIWA : PETIR DUNIA
KLAARRKK!!
__ADS_1
JDEERR!! JDEERR!!
DDUAARR!!
Seruan mereka menggema bersamaan, sementara kedua tangan membentuk sebuah tanda. Formasi serangan berelemen petir yang dibentuk oleh dua puluh empat orang pendekar topeng emas membuat Lan Lihua terkejut dan hampir kehilangan konsentrasi.
Serbuan kilat dibarengi dengan petir hitam dari dua puluh empat arah mengarah keatas kemudian menjadi satu dan langsung menghujam Lan Lihua.
Bing Long tak tinggal diam begitu saja, ia keluar dari ruang jiwa kemudian menyatu dengan tubuh Lan Lihua. Hampir sama saat melawan pendekar topeng putih dan biru beberapa waktu sebelumnya, namun kini lebih dari itu.
SPIRIT NAGA ES : OMBAK PENELAN BUMI
WHONG!! WHONG!!
WHIRR!!
Bing Long yang kini menyatu dengan tubuh Lan Lihua namun tak mengambil kesadarannya, melepaskan teknik jurusnya begitu petir dari formasi yang berbentuk seperti dua kepala harimau itu belum mencapai dirinya.
Petir hitam dari jurus formasi berbenturan dengan energi es seperti ombak lautan menimbulkan suara ledakan yang terdengar hingga bermil-mil.
Bahkan efek benturan tersebut menyerang balik pendekar topeng emas yang melayang di udara hingga terhempas ke berbagai arah.
WUSH!!
SRINGG!!
Belum hilang efek benturan kedua jurus tersebut, Lan Lihua di serang oleh pendekar topeng emas lain menggunakan teknik pedang. Kontan saja hal tersebut melukai lengan kanan Lan Lihua hingga mengakibatkan luka yang cukup lebar. Darah segar merembes keluar mengalir di lengannya, sementara tatapan matanya tajam mengarah ke beberapa pendekar yang melukai dirinya.
__ADS_1
"Sial...! Aku kehilangan fokus untuk beberapa saat," gerutu Lan Lihua sambil menekan luka tersebut menggunakan telapak kiri.
"Maafkan aku, Dewi...! Ini salahku yang tak waspada terhadap serangan tiba-tiba," aku Bing Long terlihat menyesal dari nada bicaranya.
Sementara itu, Liu Zey tengah berhadapan dengan belasan pendekar bertopeng emas. Pendekar bertudung yang ia selamatkan sedikit terlambat itu kini terkapar lemah meskipun masih dalam keadaan sadar. Praktis membuat Liu Zey sendirian, akantetapi dirinya mampu mengimbangi serangan dari belasan pendekar topeng emas dan terbukti kalau peningkatan kekuatannya beberapa waktu yang lalu membuatnya sedikit diatas angin.
"Dia cukup kuat, aku rasa dia setara dengan Nona Xue Mei! Maafkan kami tak bisa membantumu nona, uhukk...!" gumam salah seorang pendekar bertudung sebelum batuk darah, terlihat disebagian tubuhnya menderita berbagai luka sayatan yang cukup lebar. Namun lebih ringan daripada yang dialami pendekar bertudung lainnya.
"Heh...! Kenapa kalian menjauh? Apa kalian takut padaku? Bukannya tadi kalian bilang mau memotongku menjadi beberapa bagian? Cih ... Mana kesombongan kalian tadi, tunjukkan!" geram Liu Zey dengan nada sedikit menekan.
Belum sempat mereka melakukan gerakan menyerang untuk membalas ejekan Liu Zey, tubuh mereka termasuk juga Liu Zey terhempas energi yang begitu kuat sampai-sampai beberapa pendekar topeng emas yang tak siap, terbawa hempasan dan membentur dinding bangunan.
"Apa-apaan kekuatan ini? Mereka gila ...!" pekik salah satu pendekar topeng emas ditengah hempasan gelombang energi yang begitu kuat.
"Nona Lihua...!" batin Liu Zey sambil menahan hempasan tersebut menggunakan busurnya.
Xiao Li dan Xiao Wu pun terkena hempasan tersebut tak terkecuali Xue Mei, ketiganya hampir tak bisa menguasai tubuh mereka. Xue Mei dibuat takjub menyadari asal sumber hempasan energi kuat tersebut, ia menyakini itu adalah dampak dari pertarungan wanita yang membantunya. Dalam hati, ia semakin yakin akan kekuatan yang dimiliki Lan Lihua tersebut. Terdapat sedikit perasaan di hatinya bahwa mungkin jika aliansi aliran putih-netral mendapatkan dukungannya, perang wilayah ini mungkin akan dimenangkan aliansi aliran putih-netral Kerajaan Shio.
"Lan Lihua, ya? Mungkin dialah yang diharapkan Ketua Jing Yun...! Aku tak sabar untuk segera bergabung dengan aliansi ... Nona Lan, tunggulah!" cakap Xue Mei beberapa saat setelah berhasil menguasai keseimbangan tubuhnya, kemudian bergegas mempercepat laju larinya.
Di waktu yang sama, Tan Hao tersentak hingga membuatnya berhenti mendadak dan begitu juga dengan Fen Fang. Meskipun keduanya sama sekali tak terkena efek, namun keduanya sama-sama terkejutnya.
"Hua'er...! Kekuatan ini ... Milik Bing Long! Oh, sial? Hua'er bertahanlah!!"
"Ini berasal dari gadismu? Oh ... Haha, benar-benar ... hebat!" sergap Fen Fang diselingi tawa puas, namun pandangannya mengarah ke arah lain seolah melihat sesuatu yang ia kenali.
Tanpa menunda lagi, Tan Hao mengeluarkan kecepatan maksimalnya meninggalkan Fen Fang begitu saja. Hal itu disadari Fen Fang, namun ia tak berniat mengejar Tan Hao tetapi sejenak ia seperti berpikir kemudian melesat ke arah yang sebelumnya ia pandang.
__ADS_1