Legenda Dewa Surgawi

Legenda Dewa Surgawi
Ch. 35 ~ Rencana Perburuan


__ADS_3

Setelah semua pikiran berat yang dialaminya, Tan Hao menyempatkan diri melihat serta memberi penyembuhan singkat pada Kaisar Obat, setelah itu dia pergi ke tanah lapang di di tengah hutan.


Hanya sekejap saja Tan Hao sudah berada di bawah pohon Beringin besar. Karena ia tak punya lagi susu simpanan dan hanya kantong kulit kosong yang terselip rapi di pinggang kanannya, Tan hao hanya duduk bersandar dengan kaki menekuk sebelah serta menggigit sehelai rumput sambil memikirkan tentang dirinya sendiri.


"Kau seperti bayi saja, tak minum susu sehari wajahmu tampak seperti mayat hidup. aihh, kenapa kau tak membelinya tadi.." ucap Ye yuan tiba-tiba muncul dengan tangan dilipat kedepan.


"hehe, sebentar lagi akan datang, iya benar. Tunggu saja, susu segar akan datang. hehe.." ucap Tan hao santai sambil menutup mata.


"ehh, bocah rakus. Kau berpikir terlalu tinggi. Mana ada susu segar di tengah hutan begini.. kau..


Ucapan Ye yuan terhenti ketika pandangannya terarah pada sekelompok gadis yang ia kenali. Sedang berjalan ringan ke arahnya.


"ehh, haishh aku lupa ada mereka.. pantas saja bocah ini begitu santai.." batin ye yuan dengan ekspresi konyol.


"Selamat pagi Tuan Muda, apakah kita akan langsung berangkat..? ehh dimana saudari Sui.. apa dia tidak ikut.." sapa hangat Ran Liu dengan senyum manisnya lalu berubah ekspresi celingukan.


"ahh kalian lama sekali, aku sampai kehausan menunggu ratusan tahun disini.."


"Ratusan tahun palamu, baru beberapa menit.. Dasar tikus.." seru Ye yuan dengan kekesalan yang konyol.


Tan hao tidak menghiraukan seruan Ye yuan, dia hanya mengubah posisi duduknya dan terlihat begitu serius.


"Apa kalian tak membawa susu segar untukku.." ucapnya dengan wajah serius namun konyol.


"Ahh itu, umm aku belum punya..


"hei, apa yang kakak pikirkan, maksud Tuan Susu segar dari sapi merah, isshh memalukan.." sergap Wen Liu dengan menggeleng pelan.


Sontak saja Ran liu semakin salah tingkah karena menyadari salah mengerti maksud Tan hao. Hanya menunduk dengan pipi memerah.


Memang hanya Ran liu lah yang seakan bersikap terlalu menunjukkan perasaannya, itu yang membuat dia sering salah perkataan. Usia mereka memang bisa dikatakan terpaut jauh namun dengan badan kekar serta wajah tampan, siapa wanita yang tak tertarik dengan Tan hao. Apalagi sifat Tan hao yang baik serta berbicara jujur tanpa pernah berbohong sekalipun.


"Apakah Tuan ingin aku mencarikannya, tapi sepagi ini tidak ada toko yang buka.." tandas Zey Liu menawarkan diri dengan penuh hormat.


"ah tidak perlu, sudahlah. Lagian aku juga tidak terlalu membutuhkannya. aku hanya bercanda tadi, banyak pikiran yang menderaku, aku berpikir untuk sesekali bergurau hehe.."


"Baiklah, sekarang aku akan jelaskan. Kita akan pergi ke Lembah Hijau, membebaskan Liqin Mei, hindari pertarungan sebisa mungkin. Sebelum membagi tugas, aku ingin kalian menunjukkan kemampuan kalian.." kata Tan Hao dengan wajah serius namun ramah.


"Kemampuan?? maksud Tuan tingkat kekuatan kami? Disini?" sergap Ran Liu serius.


"Ya, tunjukkan padaku. Jangan sungkan.."

__ADS_1


"Baiklah, Tuan?" ucap serempak tiga bersaudara itu.


Tan hao masih duduk bersandar namun berposisi serius. Dia ingin melihat sejauh mana tingkatan mereka, jika masih belum sesuai dengan yang diharapkan, Tan hao berencana membawa mereka untuk berlatih di Dunia Dimensi miliknya.


Alasan yang masuk akal, sebab satu jam di dunia nyata setara dengan satu tahun di duni dimensi.


Dimensi yang dimaksud tentu saja berbeda dari yang pernah dimasuki oleh ketiga Tetua Tombak serta ketua Sekte.


Tan Hao memiliki 2 cincin Dimensi Alam, yang satu pemberian pamannya, yang satu lagi pemberian orang tuanya. Jadi yang akan digunakan Tan hao untuk berlatih tenaga dalam tentu saja Cincin dimensi Alam pemberian pamannya. Sebab, ketiga wanita itu menurut Ye yuan tidak akan mampu menahan kekuatan Energi Spirit jika dipaksakan.


Oleh sebab itulah, Tan Hao berencana melatih mereka mengembangkan tenaga dalamnya. Walaupun Tan hao tidak pernah belajar atau menggunakan tapi karena ia punya Kitab 1000 Kehidupan, membuat Tan Hao mencapai pemahaman tinggi tentang dasar kultivasi tenaga dalam maupun pengembangan tingkatannya.


Dengan seksama Tan hao mengamati ketiga wanita itu, mereka bersama-sama mengeluarkan Aura tenaga dalam mereka yang tak butuh waktu lama, sebab tingkatan mereka hanya sampai pada Pendekar Ahli Puncak.


Melihat hal itu, Tan hao hanya tersenyum kecut.


" Baiklah, cukup.."


"Bagaimana Tuan? apakah kekuatan kami cukup untuk membantumu?" ucap Zey Liu segera setelah melihat ekspresi Tan hao.


"Hmm jauh dari kata cukup, haihh. Aku rasa harus menunda beberapa jam lagi untuk berangkat, aku ingin melatih kalian bertiga hingga sampai pada tingkat Pertapa Bumi atau lebih tinggi lagi lebih bagus.. itu tergantung pada keteguhan hati kalian.."


"A-apa? Pertapa Bumi? beberapa jam?"


"kakak, aku tidak salah dengar kan?"


"Tidak, memang itu yang Tuan Muda tadi katakan"


Ketiga wanita itu kaget bukan main, sebab pernyataan Tan hao sungguh sangat mustahil untuk dilakukan, di dunia pun orang berbakat setinggi langit, pasti tak akan mampu mencapai tingkat Pertapa hanya dalam beberapa jam dan yang dikatakan Tan hao, pertapa tahap bumi, tingkatan yang lebih tinggi lagi.


"Apakah Tuan muda tak salah bicara? bagaimana mungkin kami bisa melakukan itu" Ucap tegas Ran Liu dengan wajah serius.


"Tepat sekali. Aku tak salah bicara. Tunggu Saudari Sui datang dan kita akan memulai latihannya". sergap Tan hao serius dengan tatapan ramah.


Akhirnya mereka semua duduk di bawah Pohon Beringin dengan daun yang lebat, sambil menunggu kedatangan Sui Jiu, Tan hao bercerita tentang kehidupannya selama bersama pamannya. Yang tentu saja cerita-cerita konyol saja yang diceritakan.


Ditengah-tengah mereka tertawa, tiba-tiba Sui jiu datang sambil melemparkan sekantong Susu Segar dari Sapi merah kesukaan Tan Hao.


Lemparan itu nyatanya lagi-lagi tepat mengenai wajah Tan hao, yang langsung membuat tertawa ketiga wanita di dekatnya.


"Bisa tidak datang baik-baik dan menyerahkannya dengan lembut, dasar wanita Nekat. kau perlu ku beri...

__ADS_1


hoooo.. ehh". ucapan Tan hao berhenti tiba-tiba serta mata melotot.


Sui jiu datang dengan pakaian yang berbeda dari sebelumnya, kini dia berganti pakaian yang lebih menonjol.


Dengan setelan pakaian berwarna hijau kecoklatan lengan panjang serta bagian depan dada sedikit terbuka, dan memperlihatkan bagian perutnya. Sedangkan bagian bawah hanya menutup sampai bagian lutut serta terdapat belahan pendek di antara kedua pahanya seperti jaring-jaring berwarna coklat.


Meskipun rambutnya berwarna coklat kehitaman, dengan di gerainya sebagian dan sebagian lagi di jepit membuatnya tampak sangat cantik. Apalagi dengan perpaduan mata lebar serta hidung kecil mancung dan bibir mungil merona menambah Aura kegadisannya.


Bahkan Ran liu yang merupakan tercantik diantara mereka sempat merasa canggung melihat perubahan penampilan Sui jiu.


"Bidadari darimana ini, cantik. Cantik sekali.. wahhhh.. apalagi yang itu.. hmm nyamm..nyamm..". ucap Tan hao konyol dengan hidung mimisan serta tatapan mata penuh bintang.


..Pppllllaaakkkk..


"Lihat apa kau, dasar mesum. Huft..". ucap Sui Jiu sebal setelah menampar keras pipi Tan Hao yang langsung membuatnya terbalik konyol kebelakang dengan darah dari hidung beterbangan.


Meskipun bersikap sebal serta marah namun dalam hati Sui jiu berkata lain.


Didalam pikiran Sui jiu.


"Hihihi, dengan begini aku bisa terus menggoda orang brengsek ini, salah sendiri dulu membuatku hampir mati, sekarang rasakan pembalasan tak terduga dariku, hahaha mulai sekarang kau akan kubuat tak berdaya dengan tubuh indahku, hohoho aku akan puas jika membuatmu tersiksa setiap hari. Tuan Muda apanya, umur 13 apanya. Apa kau kira aku bisa kau bodohi, dasar brengsekkk. Wajah serta tubuhmu bisa berbohong tapi tulangmu tidak. ha haha kau mau ini, hohoho ini untukmu ini untukmu habiskan habiskan jangan sisakan..". Dengan membentuk bayangan kecil konyol, sui jiu sedang menyiksa Tan hao dengan caranya yang nyeleneh, dengan mengapit kepala tan hao dan meminumkan berkantong-kantong susu Sapi.


"aku berganti pakaian serta penampilan agar tidak dikenali anggota Malam Gelap yang lain, tapi kau malah melihatnya dengan pengertian lain. Aku sungguh merasa serba salah.. huh" ucap Su jui dengan membuang muka.


"Dasar wanita Nekat, kecantikan dan keindahan tubuhmu lumayan tapi sifatmu seperti laki-laki membuatku menyesal mengenalmu..haihh". seru Tan hao dengan mengusap-usap pipinya.


"Sudah sudah hentikan kalian. Apa tidak bisa akur? setiap kali bertemu selalu saja begini.." ucap Ran liu menengahi dengan wajah memerah malu.


Kedua wanita lainnya hanya duduk tenang sambil menepuk jidatnya konyol.


"heh, kau punya rencana akupun juga punya. Dasar wanita murahan. Tunggu saja, akan kubuat kau yang tergila-gila pada tan'er.." seru Ye yuan dalam hati dengan tatapan serius namun tersenyum tipis.


Dan mereka pun kembali bersikap normal. Serta Tan hao mulai menjelaskan rencana yang akan dijalankan. Oleh karena kemampuan Sui jiu telah mencapai Pertapa Ahli atas, maka tidak sulit untuk membuatnya naik 2 tingkat lagi.


Satu hal yang diketahui oleh Sui Jiu seorang adalah usia tulang Tan hao menunjukkan dia berumur 18 tahun tetapi wajah serta tubuhnya terlihat berumur 13tahun.


Namun Sui jiu tidak mengetahui alasan mengapa itu terjadi. Dia hanya berkeyakinan dengan pikirannya sendiri, jika sifat serta sikap tan hao menunjukkan umur 18 tahun baginya itu yang menjadi alasan kenapa dia memilih menggunakan keindahan tubuhnya untuk membalaskan kekalahan memalukan yang diterimanya beberapa waktu yang lalu.


Dan ye yuan mengetahui hal itu, Sui jiu tidak tahu bahwa rencananya akan dibalikkan oleh Ye yuan.


Dan dengan bergabungnya Sui jiu.. maka nantinya Tan hao akan dikenal sebagai Pendekar Raja Empat Dewi yang telah menyelamatkan Putri dari Sekte Tujuh Tombak Emas.

__ADS_1


__ADS_2