
Setelah berhasil mengirimkan pesan, Yue Yin terfokus bagaimana cara menjinakkan Harimau itu. Hadirnya puluhan pendekar aliran hitam tak membuat Yue Yin hilang naluri bertahan. Seolah ia sedang menari di udara bebas, kepakan sayap dan kemilau bulunya terlihat begitu indah. Serangan api hitam disertai petir membuat penampilan Yue Yin semakin mempesona.
Meskipun hanya memiliki setengah dari kemampuan aslinya, Insting Dewi Bunga miliknya tak berkurang sedikit pun. Hal itu juga yang membuat ia leluasa menghindari setiap serangan yang terarah padanya.
"Bagaimanapun juga aku sudah berusaha! Tapi jika begini saja aku kalah, heh ... Bukankah ini memalukan!" batin Yue Yin sembari memperpendek jaraknya dengan Harimau Sisik Naga yang masih menyerang sembarangan.
Disisi lain, para pendekar topeng hitam dan beberapa pendekar topeng emas terlihat mulai berkumpul di belakang Mudong Shen dan Yong Li. Mereka menunggu perintah dari dua pimpinan kelompok tersebut yang masih memperhatikan pertarungan dua hewan suci tersebut.
Mudong Shen semakin menyukai Merpati Bulu Surga wujud dari Yue Yin itu saat dirinya menyaksikan betapa kuatnya tubuh Merpati itu terhadap listrik. Tak jarang ia tersenyum sinis, namun senyumnya berubah ketika menyadari telah banyak dari bawahannya yang tewas akibat serangan sembarangan dari Harimau Sisik Naga.
"Hiraukan saja mereka! Mereka itu lemah, menyusahkan jika harus bertarung sementara melindungi, bukan? Lebih baik kita bergegas untuk bertindak sebelum situasi menjadi semakin kacau," kata Yong Lin berusaha menyadarkan lamunan Mudong Shen.
"Benar! Mereka hanya sekumpulan pertapa ahli tahap menengah yang menyedihkan. Sebaiknya kami bergerak lebih dulu, jika ketua masih ragu!" ucap salah seorang pendekar bertopeng emas yang memiliki corak naga di bagian dahinya.
"Bagaimana menurutmu? Ah sudahlah ... Berbicara denganmu saat ini seperti bicara dengan batu!"
"Kalian majulah! Cari kelemahannya lebih dulu, oh ... sebaiknya kalian menyerangnya bersama burung itu, kurasa itu pilihan bagus," kata Yong Li yang masih melayang diudara. Sikapnya begitu santai dan dingin.
Beberapa pendekar topeng emas mengangguk bersamaan kemudian memberi perintah pada para pendekar topeng hitam dibelakang mereka untuk ikut bergerak.
"Haish ... Haish! Bukankah kau punya masalah dengan si Mu Yuan itu? Aku takut jika dia datang, akan mengambil apa yang jadi perhatianmu saat ini! Aku lebih memilih bertarung dengan hewan itu daripada terlibat pertarungan kalian yang membosankan itu!" ujar Yong Li mencoba mengingatkan Mudong Shen.
Raut wajahnya berubah ketika Yong Li menyinggung nama itu. Meskipun sebenarnya orang yang disebut oleh Yong Li itu juga merupakan bagian dari aliansi. Mu Yuan, ketua kelompok keempat yang merupakan patriark dari sekte Mawar Putih.
Yong Li tahu benar jika Kumbang Perak memiliki masalah persaingan yang kompleks dengan Mawar Putih, meskipun hanya ada enam sekte yang berkuasa di wilayah Kerajaan Hao. Empat diantaranya adalah sekte aliran netral yang cenderung masuk dibawah naungan sekte aliran hitam. Hanya ada dua sekte yang bekerja dibawah naungan aliran putih, yakni sekte Awan Biru dan sekte Langit Cerah. Masalah dua sekte yang di ketahui Yong Li juga berkaitan dengan sekte aliran putih tersebut.
__ADS_1
Kembali Mudong Shen menoleh Yong Li kemudian tertawa keras. Ekspresi wajahnya terbaca seakan meremehkan.
"Kau pikir aku takut padanya? Jika bukan karena permintaan Maharaja Yan, aku tak akan sudi bergabung bersama dia! Leluconmu tak lucu sama sekali! Selama Pedang Angin milikmu terus bekerja sama dengan Kumbang Perak ku. Apa yang ku takutkan, ha ha ha ...."
"Baiklah! Baiklah ... Kau menang! Dasar kumbang tua. Coba lihatlah, bawahan ku bekerja dengan cukup baik, bukan?" sergah Yong Li mengalah kemudian mengalihkan pembicaraan dengan menunjuk pertempuran yang terjadi.
"Cih! Jika saja yang ku bawa beberapa elit sekte seperti yang kau bawa pasti aku tak akan kalah darimu! Dasar Pedang busuk," timpal Mudong Shen kesal.
Keduanya menyudahi pembicaraan yang tak penting tersebut tanpa akhir yang pasti. Mereka mengamati jalannya pertarungan bawahan mereka yang terkesan membantu Merpati Bulu Surga dalam menjinakkan Harimau Sisik Naga.
SWOOSHH ...
Gelombang ledakan akibat benturan energi mengisi keheningan hutan tersebut. Tak jarang menimbulkan gema dan getaran tanah di sekeliling area pertarungan.
Serangan gabungan dari para pendekar topeng hitam yang dibantu beberapa pendekar topeng emas sedikit demi sedikit mampu menyudutkan hewan suci tahap atas tersebut. Begitu juga dengan penggunaan Insting Dewi Bunga Yue Yin juga perlahan mampu menekan pergerakannya.
WHIRRR ... WHIRRR ...
KRRKK ...
Senyum lebar Yong Li tercipta ketika para pendekar topeng hitam menggabungkan kekuatan mereka dan mengeluarkan satu gabungan jurus terakhir untuk mengalahkan harimau tersebut.
GROAARRR ...
KABOOMMM ...
__ADS_1
Yue Yin juga mengikuti pergerakan para pendekar bertopeng tersebut. Menggunakan seluruh energinya yang tersisa untuk mengeluarkan serangan terakhir.
ZZZTTT ...
BLAARRR....
Disisi lain, Mudong Shen mengerutkan dahinya ketika melihat wujud Merpati Bulu Surga yang ia incar itu perlahan memudar hingga terlihat transparan.
"Apa ini?! Mungkinkah burung itu hanya bagian kecil dari kekuatan yang sebenarnya? Oh ... Tak kusangka, burung kecil itu bahkan lebih berharga dari kucing besar itu," seru Mudong Shen dengan ekspresi wajah terkejutnya.
"Oh! Aku baru menyadarinya? Bukankah artinya kesempatanmu menggunakannya untuk menembus tahapanmu menjadi hanya tinggal impian! He he ...." kelakar Yong Li santai setelah sempat terkejut bersamaan dengan Mudong Shen.
Yue Yin tak menyadari batas waktunya, ia terlalu menikmati pertarungannya sampai melupakan jika energinya telah habis. Meskipun pada akhirnya ia kembali ke dalam tubuh Tiandou secara alami, namun ia merasa belum puas sebab masih ingin bermain bersama para pendekar bertopeng yang membantunya mengatasi hewan suci tersebut.
"Heh! Sudah mencapai batas ya? Tidak menyenangkan sekali, haihh ...." gumam Yue Yin sebelum menghilang begitu saja tak berbekas.
Menyaksikan hal tersebut membuat Mudong Shen memandang sinis ditempat Yue Yin menghilang. Dalam hatinya ia berjanji akan mencari keberadaan wujud Merpati Bulu Surga yang asli. Sebelum tepukan Yong Li pada bahunya menyadarkannya.
"Sudahlah! Masih ada kesempatan lain! Saat ini yang terpenting bagaimana kita mengurus sisanya, sebelum si tua Mu Yuan itu datang dan mengacau," kata Yong Li sembari menoleh kearah Harimau Sisik Naga tergeletak tak berdaya.
Ditempat lain, Chen Seng memimpin bawahannya termasuk anggota sekte yang ia pimpin menuju ketempat sumber ledakan yang menggema barusan. Chen Seng menyakini kalau pertarungan telah dimulai, entah kelompok mana yang sampai lebih dulu.
Meskipun dirinya masih dalam kebimbangan, namun dengan terpaksa ia bergerak menuruti perintah Yan Chui. Chen Seng berjanji pada dirinya sendiri, setelah menyelesaikan urusan soal Harimau Sisik Naga tersebut, ia akan membawa pulang seluruh anggota sektenya. Dan tidak mau ikut andil dalam rencana selanjutnya, walaupun itu artinya ia akan menentang perintah.
Menurutnya, lebih baik menentang perintah dan mendapat hukuman daripada harus membiarkan sektenya hancur karena dibantai.
__ADS_1
"Benar-benar sialann! Apakah aku punya pilihan lain? Oh ... jika ada maka aku akan memilih pilihan itu! Dasar kurang ajar," geram Chen Seng menahan kedongkolannya.