
Sui Jiu kembali menjelaskan, jika ada kelompok kuat di belakang Tetua Shi fei. Bukan hanya satu yang mendukungnya, kelompok kuat ini tak bisa diremehkan kehadirannya jika Tetua Shi Fei berhasil mengambil alih kepemimpinan Sekte Tujuh Tombak Emas.
Kami kelompok Pembunuh bayaran saja yang begitu kuat di kota ini harus tunduk terhadap kekuatan di belakang itu. Kelima ketua Malam Gelap tak pernah bisa menolak perintah yang diberikan.." kata Siu jui panjang lebar sambil menundukkan kepalanya.
Sebenarnya, Sui jiu masih belum lama bergabung tetapi dia memiliki banyak informasi mengenai itu. Karena selama bergabung dirinya selalu dalam pilihan utama untuk menjalankan misi permintaan Tetua Shi Fei.
" Berarti kali ini misimu gagal?? lalu apa yang akan kau lakukan sekarang?.." ucap Tan hao dengan menaikkan sebelah alisnya.
" Dalam organisasi Malam Gelap, hanya ada kata berhasil atau mati. Tidak ada kegagalan apapun yang bisa diterima. Setelah ini, aku akan kembali ke wilayah kerajaan Hao.." sahut Sui Jui dengan masih menunduk.
" Saudari Sui jika berkenan, kau bisa menjadi bagian dari kami bertiga, kami memang bukan pendekar hebat.. bukankah kau tidak punya pilihan lain lagi sekarang? kurasa jika kau sendiri dan melarikan diri cepat atau lambat, kau pasti akan di bunuh karena kau punya banyak informasi berharga.." sergap Liu Ran dengan mendekat lalu mengusap rambut Sui Jiu pelan.
" Apa kau tahu, siapa saja kelompok kuat itu dan sejauh mana rencananya..??.." kata Tan hao serius sambil berdiri menatap langit langit kamar.
" Maaf aku tidak tahu mengenai rencana pastinya, yang jelas kelompok itu berasal dari sekte Lembah Hijau. Yang memanfaatkan Sekte Anggrek Suci.." jawab mantap Sui jiu dengan mengangkat kepalanya pelan dan terlihat mata Sui jiu sembab menahan airmata keluar.
" Baiklah kurasa cukup, pagi sudah tiba saatnya pergi. Oh ya, aku tidak ingin kau pergi kemanapun. Mau atau tidak kau harus bergabung denganku sekarang.. Bagaimana??.." ucap Tan hao meyakinkan.
" Tidak ada pilihan lain, nyawaku adalah milikmu Tuan. Sekarang terserah kau mau aku bagaimana, aku terima.." ucap Sui jiu sembari mengusap kedua pipinya.
" Saudari Sui jangan khawatir, Tuan Muda begitu baik kita aman bersamanya dan kau akan menjadi saudari keempat kami, apa kau keberatan.." Ucap Liu wen dengan tersenyum lembut penuh keramahan.
Sui jiu hanya mengangguk pelan dengan menahan tipis senyuman di bibirnya.
"Baiklah sudah cukup basa.basi nya. sekarang kita harus pergi dari sini. Aku akan ke Asosiasi Menara Emas. Apakah kalian tahu tempatnya.." kata Tan hao menatap senang dengan kecocokan yang terlihat antara mereka berempat.
Setelah merasakan Ilmu Ilusi dari Tan hao, sifat licik serta brutal Sui jiu hilang bersamaan dengan keluarnya darah darah kental dari dadanya yang membuat sifat serta sikap Sui jiu kembali seperti saat belum mengenal dunia kejahatan.
" Oh Tuan akan kesana, aku tahu tempatnya namun itu hanya cabangnya saja. Pusatnya ada di dalam wilayah kekaisaran Tang yang jauh dari sini.." kata Sui jiu mantab dengan rona wajah membaik.
" baiklah, kita pergi kesana sekarang.." ucap Tan hao sambil melangkahkan kaki keluar kamar.
...
Sementara itu Tetua Tiandou tengah berlatih di kediamannya sembari menunggu kabar dari Tan hao.
Dia terlihat duduk bersila dengan mata terpejam.
Bagi pemilik kekuatan Spirit energi, berlatih dapat di lakukan di dalam Dimensi spirit masing-masing pendekar yang berada jauh di alam pikiran.
__ADS_1
Kasus khusus terjadi pada Tan Hao dan Tiandou. Mereka bukan hanya berlatih sendiri tapi memiliki inti spirit yang bisa menjadi guru ketika berlatih di Dimensi Spirit.
"Sekarang Tuan lepaskan keterikatan pikiran dari nurani.. Fokuskan Energi menyebar seimbang keseluruh tubuh. Rasakan setiap celah yang ada dalam tubuh dan penuhi setiap celah yang ada dengan energi spirit.." jelas Yue yin memberi petunjuk pengembangan kualitas diri pada Tiandou.
"Bagus begitu, teruskan. Darah bukan kehidupan tapi darah penghubung pergerakan setiap anggota tubuh, gunakan darah sebagai perantara penyebaran energi murni spirit Tuan. Rasakan setiap aliran darah didalam tulang sekalipun ada aliran darah jangan sampai terlewat.. " Lanjut Yue yin dengan berdiri di depan Tiandou sambil memberi arahan untuk setiap proses pengembangan diri.
Dengan tenang Tiandou melakukan semua arahan Yue yin.
Setiap proses yang berjalan mengakibatkan tubuh Tiandou yang berada di dunia luar memancarkan cahaya menyelimuti.
Beberapa saat kemudian, Tubuh Tiandou bergetar pelan yang menandakan proses pengembangan diri akan segera berakhir.
Dengan cepat Yue yin memberi arahan setelah mengetahui bahwa Tiandou sudah hampir berhasil.
" Sekarang, alirkan Spirit energi Tuan keseluruh permukaan kulit tanpa terkecuali. Lakukan dengan tenang serta cepat.." seru Yue yin memberi arahan dengan expresi wajah berharap.
Dengan segera Tiandou mengalirkannya sesuai arahan Yue yin, yang ternyata menimbulkan rasa sakit seperti di tusuk ribuan jarum merata di seluruh permukaan kulitnya.
"aarrggggghhhhh" hosh hosh hoshh.. S-sepertinya aku g-gagal huh huh huh.." kata Tiandou beberapa saat kemudian setelah berteriak kesakitan serta nafas tersengal-sengal.
" Tidak. Tuan berhasil melakukannya. Kulit Tuan sekarang sekeras baja serta tubuh Tuan seringan Kapas.." ucap Yue yin dengan tersenyum ramah serta mata setengah terpejam yang membuat dirinya terlihat begitu imut serta cantik.
" ehh.. ahh syukurlah jika begitu um-...ohh.." gumam Tiandou pelan karena salah tingkah setelah melihat senyuman Yue yin dengan pipi memerah.
" Apakah Tuan Tiandou menyukai Yue yin..??"
Mendengar pernyataan itu semakin membuat Tiandou salah tingkah.
" Ah ti-tidak.. hanya sedikit terkejut saja mengetahui bahwa kau begitu manis saat sedang tersenyum hehe hehe.." ucap Tiandou dengan malu.malu nya.
" oh begitu, sebenarnya Yue yin menyukai Tuan. Tapi ternyata Tuan tidak suka yue yin yaa.. ummm.." kata Yue yin sambil mengadu kedua telunjuknya dengan melirik ke kanan dan kiri.
" ehh, suka suka.. aku bahagia bisa mengenalmu.." kata Tiandou dengan expresi wajah kaget bodohnya serta dengan tatapan mata menyimpan sesuatu.
Tiba-tiba sikap serta expresi Yue yin berubah.
" Tuan ingat aku ini hanya spirit dari hewan surga bukan manusia. Jadi jangan berpikir yang macam-macam. Hanya dengan sikap manis saja membuat Tuan begini.." ucap Yue yin dengan sikap berkebalikan dari sikapnya yang tadi.
Yang sontak saja membuat Tiandou seperti tertembak panah di jantungnya dengan expresi kecewa konyol.
__ADS_1
" haihh, sudah kuduga akan begini. Dasar burung muka dua. Sebentar manis sebentar menyeramkan..ohh malangnya nasibku.." Gumam pelan Tiandou dengan memegang dadanya serta memasang muka wajah malas.
" Sudah, jangan seperti Tuan Muda. Kekanak-kanakan sekali.. kembali ke tubuh Tuan sana.." ucap Yue yin dengan tegas.
...
Sementara itu di pusat kota perdagangan yang letaknya tak jauh dari Sekte Tujuh Tombak emas, hanya butuh satu hari perjalanan biasa untuk sampai.
"Hei coba lihat disana, bangsawan dari mana dia sungguh tampan sekali..
"Bukan cuma tampan, lihatlah dia di kelilingi 4 wanita cantik, sungguh dia begitu beruntung..
"eh lihat wanita yang disamping kanannya itu, dia lebih cantik dari lainnya. mereka ini dari mana datangnya, sungguh pemandangan indah..
Terdengar suara suara halus di beberapa kerumunan orang yang berada di sepanjang jalan utama masuk pusat kota perdagangan.
Pandangan mereka semua tertuju pada seorang laki-laki muda tampan yang menggunakan pakaian ungu gelap kehitaman serta pedang terselip di pinggangnya yang di temani oleh empat wanita muda cantik.
Tatapan para wanita tertuju pada laki laki muda itu sedangkan tatapan para pria sekitar tertuju pada empat wanita muda itu.
"Tuan muda, aku merasa di telanjangi oleh mata mereka semua. Bisakah kita berjalan lebih cepat.." ucap salah seorang wanita muda itu yang berpakaian warna hijau tua dengan berselendang di bagian belakangnya.
" Hahaha biarkan saja, Anggap saja sedang memberi mereka keberuntungan hari ini.." ucap laki-laki muda itu dengan tawa renyahnya seakan menikmati setiap pandangan yang tertuju padanya.
" haihh, Lagi lagi Tuan Muda bersikap begini.. hiiiihhhh.." ucap wanita muda yang lain dengan pakaian merah tua kehitaman tipis dengan pedang pendek terselip di pinggang kirinya disertai lenguhan kecil gemas konyol.
Mereka berlima berjalan dengan santai seolah sedang menjadi bagian dari anggota karvanal yang menjadi tontonan seluruh orang yang di lewati.
Sesekali laki-laki muda itu melambaikan tangan dengan senyuman ramahnya. Namun keempat wanita di sisinya berbeda sikap, ada yang tetap menatap tajam kedepan, ada yang malu malu berjalan, ada juga yang seolah bosan dengan keadaan dan ada juga yang bersikap gemas tapi dingin.
Beberapa saat kemudian, kelima orang itu berhenti di depan sebuah bangunan tinggi besar menyerupai sebuah istana pagoda yang berwarna putih bersih serta mempunyai banyak menara runcing di tiap ujung atapnya.
Di samping bangunan tinggi besar itu berdiri sebuah bangunan berbentuk seperti sebuah kedai yang sangat biasa, berwarna kuning tua serta beberapa orang lalu lalang keluar masuk. Sangat kontras jika di lihat dari depan. Kedua bangunan tersebut.
••••••••••••••••••
*****Haloo pembaca , saya mengucapkan terima kasih atas dukungan kalian. Saya menyadari masih banyak kesalahan kata serta tanda baca. Saya berusaha lebih baik lagi kedepannya.
Oh ya, jika situasi sudah normal saya berencana mengeluarkan 2 chapter perhari di jam yang berbeda.. Tidak ada crazy up sebab saya menggunakan metode Tembak tulis.
__ADS_1
Terima kasih untuk yang sudah mampir..
Semoga kita sehat selalu*****..