
"Perintah macam apa itu? Bukankah itu pemaksaan namanya! Cih ... tapi sepertinya ini menarik ...!" gerutu Chen Seng ditengah laju larinya sambil melihat sebutir pil berwarna hijau di tangannya.
Chen Seng kembali melanjutkan perjalanannya setelah pemuda tersebut selesai memberi perintah, disaat itu pula cincin dijarinya berubah warna menjadi merah.
Berbekal sebutir pil yang diberikan pemuda itu, Chen Seng menyanggupi perintah yang diberikan padanya tanpa menolak atau mempertanyakan. Sebab ia yakin, kalau pemuda tersebut pastilah memegang janjinya.
Disaat yang lain, Yong Li terlihat mengkonsumsi sesuatu yang ia ambil dari balik lengan bajunya. Ia juga memberikannya pada Mudong Shen. Keduanya memandang wanita bertopeng ungu bermotif anggrek itu dengan tatapan tajam.
"Cih! Jika tenagaku tak habis untuk formasi tadi, aku tak akan menggunakan pil berharga ini hanya untuk melawannya!" gerutu Yong Li pada Mudong Shen.
"Dasar kucing busuk! Kau memiliki barang berharga seperti ini tanpa memberitahuku! Darimana kau dapatkan Pil Roh Hitam ini?"
"Berhenti merengek! Jika bukan karena terpaksa, aku tak akan sudi menggunakannya. Aku membayar harga yang tinggi untuk satu butirnya, dan aku hanya mampu membeli dua butir saja! Seharusnya kau memberiku jaminan, bukan ocehan,"
"Heh! Aku berutang budi padamu kalau begitu. Kita bicarakan nanti saja, sekarang kita urus wanita itu dulu," kata Mudong Shen sembari melirik tajam wanita yang kini menghunuskan pedangnya mengarah ke mereka berdua.
Tanpa menunggu waktu lagi keduanya segera mengkonsumsi sumber daya tersebut. Pil Roh Hitam merupakan sumber daya tingkat enam yang khasiatnya begitu besar ketika tubuh seorang pendekar kehabisan energi tenaga dalam.
Berbahan selembar Daun Api Tulang Petir, satu pasang Jamur Emas Yin dan Yang, beberapa helai Rumput Giok Sutra dan lima belas bahan lainnya. Memiliki dua kegunaan utama jika dikonsumsi dalam keadaan tenaga dalam melemah, yakni dapat melebarkan tiga ratus meridian kecil kemudian mengunci aliran darah dalam tulang. Menguatkan dantian ketika porsi tekanan dalam meridian meningkat akibat tekanan darah tertekan hingga akhirnya menimbulkan ledakan energi tenaga dalam secara ekstrem.
Tenaga dalam keduanya yang tiba-tiba meningkat pesat membuat wanita bertopeng ungu tersebut menatap tajam dibalik topengnya. Terlihat jelas olehnya jika aura energi yang terhempas dari tubuh keduanya menguat dua kali lipat.
__ADS_1
"Oh ... Hoho hoho! Kucing Busuk, aku seperti terlahir kembali! Ha ha, kekuatanku ...." seru Mudong Shen tertawa lebar sembari menengadahkan kedua tangannya sambil mengepal.
"Cih ... Seratus koin perak terbuang sia-sia! Dan Kumbang Jelek ini malah begitu bahagia! Menyebalkan ...." gerutu Yong Li dalam pikirannya, disusul kemudian gelak tawa yang terdengar dipaksakan.
"Kalian, dua pria tua menyedihkan! Ingatlah, hari ini adalah hari kematian Kumbang Neraka dan Pedang Singa. Hng ...!" kata wanita bertopeng ungu, terdengar suaranya seakan bergema seperti dua orang yang sedang berbicara bersamaan.
Mudong Shen dan Yong Li saling pandang sembari mengerutkan dahi, seolah bertanya ke masing-masing apa yang terjadi pada wanita itu. Keduanya tak habis pikir, selalu dibuat terkejut dengan kecepatan perubahan yang terjadi pada wanita itu.
"Sepertinya wanita itu punya pusaka lain, dilihat dari kepercayaan dirinya yang tinggi untuk membunuh kita,"
"Ya, kau benar! Kita harus hati-hati. Aku takut ini tak akan mudah, dan lagi kita harus selalu waspada. Suara yang kita dengar tadi sepertinya berasal dari dalam diri wanita itu," timpal Mudong Shen memberi penjelasan singkat.
"Dewi! Aku merasakan kalau mereka berdua berada ditingkat Pertapa Surga tahap atas. Terlebih mereka baru saja mengkonsumsi sumber daya untuk meningkatkan tenaga dalam mereka. Dirimu yang hanya Pertapa Langit tak akan sanggup melawan mereka seorang diri,"
"Haish! Baiklah ... Baiklah! Semakin lama sikapmu semakin menyerupainya, huh!"
Mudong Shen lagi-lagi dibuat heran, pendengarannya tak salah. Hanya pemahamannya yang belum bisa mencerna. Ia mendengar dengan jelas percakapan itu, Mudong Shen memandang Yong Li mencoba memastikan apakah Yong Li juga mendengarnya atau tidak tapi ternyata ekspresi Yong Li tak menunjukkan hal itu.
Energi tenaga dalamnya yang terlihat seperti kobaran api itu semakin membesar dan terus membesar hingga ia hampir kehilangan kontrol tubuhnya karena dibuat hilang fokus oleh percakapan wanita itu dengan sosok tak kasat mata.
Ledakan energi tenaga dalam ditubuhnya efek dari Pil Roh Hitam belumlah selesai menyatu sempurna, Yong Li telah memperingatkan hal itu sebelum mereka mengkonsumsinya. Tapi suara yang terdengar oleh telinganya hampir membuyarkan konsentrasinya.
__ADS_1
Ketiga orang tersebut cukup lama membuang waktu, mereka terfokus untuk memusatkan energi masing-masing tanpa ada satupun dari mereka yang berinisiatif melakukan pergerakan lebih dulu.
Sementara itu, Chen Seng dibuat terkejut ketika sampai, yang ia lihat pertama kali adalah tiga orang tengah memancarkan energi tenaga dalam yang memiliki warna berbeda. Begitu juga dengan penglihatan beberapa pendekar topeng biru dan putih, Sementara tiga orang pendekar topeng hitam menyebar ke tiga titik berbeda setelah sampai, mereka juga mengamati situasi yang terjadi.
"Bahkan dua orang menyebalkan itu kewalahan menghadapinya? Benar-benar mengejutkan, hmm ... Aku mengerti sekarang! Siapapun yang dekat dan memiliki hubungan dengannya, pasti memiliki kekuatan yang mengerikan pula. Oh ... Untung saja aku memilih berpihak, jika tidak! Mungkin anggota sekte ku akan seperti mereka,! batin Chen Seng sembari mengamati sekitar, raut wajahnya menjadi lain ketika melihat begitu banyak mayat bergelimpangan dengan luka yang sama serta beberapa potongan tubuh yang berserakan.
Chen Seng melihat nyaris tak ada yang hidup dari bawahan kedua ketua kelompok tersebut, membuat dirinya merasa lega dengan keputusannya sendiri. Tangannya masih menggenggam erat sebutir pil yang ia terima dari pemuda yang ia temui beberapa saat yang lalu.
"Sepertinya aku harus bergerak sekarang atau orang itu membunuhku dengan jarinya, heh!" gumam Chen Seng pelan sembari melirik ke salah satu kumpulan awan.
Tak membuang waktu lagi, Chen Seng melompat cepat ketempat tiga orang itu berada yang masih saling pandang.
"Aku kira terjadi sesuatu yang serius! Ternyata hanya menghadapi seorang wanita, dan kalian memanggil bantuan? Wah ... Reputasi yang hilang entah kemana,"
Kedatangan Chen Seng yang tiba-tiba disertai perkataan bernada olokan tersebut membuat Mudong Shen gerah. Kepalanya yang terasa panas akibat menahan gejolak energi dalam tubuh yang tak kunjung berhenti membuatnya marah.
"Jika kau datang hanya untuk mengolok lebih baik kau pulang ke sektemu? Orang lemah sepertimu tak pantas berbicara seperti itu di hadapanku!"
"Oh ... Santai! Aku datang bukan untuk mengolok tapi membantu, tapi setelah aku pikir. Sepertinya yang perlu aku bantu adalah wanita ini, hmm! Tak adil rasanya, dua pria tua berkemampuan tinggi mengeroyok seorang wanita. Heh ... hehe," kelakar Chen Seng sebelum ia mengkonsumsi pil berwarna hijau yang ia genggam.
"Hng! Orang lemah yang mau berkhianat ya! Kau orang payah ...."
__ADS_1
Kedua mata Mudong Shen terbelalak lebar melihat pil yang baru saja ditelan Chen Seng, begitu juga dengan Yong Li. Keduanya terkejut bukan main.