Legenda Dewa Surgawi

Legenda Dewa Surgawi
Ch. 36 ~ Pencapaian Tiga bersaudara


__ADS_3

Setelah menjelaskan semua yang perlu diketahui kemudian Tan hao duduk bersila yang diikuti oleh mereka.


Dengan sekejap saja mereka telah berpindah tempat di mana hanya ada ruang besar berwarna gelap tanpa ujung tanpa dasar. Mereka merasa tepat ditengah-tengahnya, melayang.


Jika mereka dipindahkan bersama tubuh fisik saja, namun tidak dengan Tan hao. Dia dengan bebas keluar masuk dimensinya sendiri dalam bentuk aura spirit. Sementara tubuh fisiknya masih berada didunia nyata sedang duduk bersila di bawah pohon beringin yang dijaga oleh Ye yuan.


Keempat wanita itu kaget serta kebingungan. Mereka tanpa sadar saling menoleh kesana kemari entah mencari apa.


"Tak perlu dipastikan lagi, kalian berada di ruang dimensiku, bagian dari Dunia dimensi yang luasnya satu bumi. Kalian hanya punya waktu satu tahun disini, yang artinya 1 Jam di dunia nyata. Jadi manfaatkan kesempatan untuk berlatih. Aku disini bukan untuk menonton, tapi untuk membimbing kultivasi kalian.." ucap Tan hao yang tiba-tiba ada di tengah-tengah mereka, sontak saja mereka terkejut dengan muka pucat namun beberapa saat kembali normal.


"Iya kami akan berlatih, tapi berlatih yang bagaimana?. Bisa tidak, jelaskan yang lebih rinci". gerutu Sui jiu dengan muka kesal kemudian mengembungkan pipi.


"Bagaimana kami akan berlatih di tempat asing"


"Pikiran ku sungguh kosong ketika berada disini, seperti kehilangan ingatan tentang tenaga dalam".


Wen liu dan Zey liu mengatakan apa yang mereka rasakan hampir bersamaan.


Yang berbeda adalah Ran liu, dia hanya diam saja namun kedua matanya tertutup kemudian tangannya menyatu terbalik ujung jarinya tepat di depan pusar sambil berdiri tegap.


"Haihh,.... lihatlah Ran, dia memiliki hati serta pikiran yang jernih. Dengan cepat dia menyadari bahwa disini terdapat banyak Energi Alami yang bisa membuka seluruh Meridian tubuh yang bisa menciptakan Lingkaran tenaga dalam baru. Heh.. Sekarang cobalah". kata Tan hao dengan ekspresi seperti kecapekan.


"ehh, benarkah? aku hanya memiliki sekitar 1000 lingkaran tenaga dalam, jika benar terdapat Energi Alami, maka aku bisa menciptakan lebih banyak lingkaran tenaga dalam lagi. Baiklah akan kucoba". gumam Wen Liu pelan yang langsung mengikuti Ran liu.


Kemudian Zey Liu juga melakukan hal yang sama, ketiganya dalam posisi yang sama tetapi mereka tidak sadar ketika telah berkonsentrasi, tubuh mereka bergerak ke arah yang berbeda. Sui jiu mengamati kejadian itu dengan memiringkan kepalanya seperti penuh tanya.


"Apa yang kau pikirkan? mereka akan baik-baik saja. Tubuh mereka bergerak sesuai arah aliran energi yang mereka serap. Semakin mereka menjauh semakin bagus, jika mereka tetap berdekatan energi mereka akan saling bertabrakan. Dimensi ini bergerak. Apa kau kira tempat ini diam, hehh". ucap Tan hao santai sambil membuka kedua tangannya kesamping.


"ohh begitu rupanya. Menurutmu berapa banyak mereka bisa menciptakan lingkaran tenaga dalam?". ucap Sui jiu dengan masih mengamati ketiganya yang belum berhenti menjauh dari tempat semula.


"Energi Alami disini tak terbatas semakin banyak yang terserap semakin bagus, tapi menurutku dengan kualitas tulang yang mereka miliki, kemungkinan semuanya sama. Sekitar 2600 Lingkaran tenaga dalam keseluruhan. Tapi itu bisa lebih kurang atau lebih tinggi, tergantung jiwa mereka". kata Tan hao menjelaskan dengan memandang Ran Liu yang seluruh meridiannya telah terbuka. Tan hao bisa melihat dengan jelas menggunakan kemampuan Mata Dewa nya.


Setelah beberapa saat memandang, kemudian Tan Hao mengeluarkan Buah Naga 9 Kehidupan dari ruang kosong didepannya dengan telapak tangan membuka keatas.


"Jangan banyak bertanya. Ini, makanlah dan lakukan penyerapanmu sendiri. Aku yakin kau akan bisa mencapai Tingkat Langit yang kau impikan sejak lama itu". ucap Tan hao tegas dengan senyum ramah kemudian menyerahkan buah itu pada Sui jiu.


"ah ini. Baiklah". jawab Sui jiu singkat.


Meskipun hanya diam saja tetapi dalam hati Sui jiu masih sangat ingin mengatakan banyak hal.


Buah Naga 9 Kehidupan merupakan sumber daya langka, kini berada di genggaman tangannya. Untuk mencapai Pertapa Langit tidak akan mustahil lagi dengan dukungan sumber daya itu. Kualitas tulang yang dimiliki Sui jiu berada di tingkat Tulang Singa emas. Dengan Energi alami serta sumber daya yang ia miliki. Akan sangat mungkin untuk menaikkan kualitas tulangnya ke Tulang Naga Muda.

__ADS_1


Tanpa berlama-lama lagi Sui jiu langsung memakan buah itu kemudian duduk bersila. Proses yang menyakitkan itu tidak butuh bantuan dari oran lain sebab disini terdapat Energi Alami yang tak terbatas.


Mereka berempat melakukan kultivasi masing-masing dengan Tan hao masih mengamati proses yang mereka lalui.


Setelah beberapa waktu, Tan hao menyerapkan ke masing-masing dari mereka Bunga Daun Ulat tanpa mereka sadari kecuali Sui Jiu. Tentu saja itu dilakukan Tan hao tanpa alasan, sumber daya itu berfungsi meningkatkan Kualitas Tulang. Khasiat yang didapatkan tentu akan sangat tinggi mengingat dengan dukungan Energi Alami yang tak terbatas berada di dimensi ini.


Cukup lama Tan hao mengamati, dan ia tidak menemukan kendala apapun yang mereka hadapi. Membuatnya tersenyum senang.


Tan Hao melihat dengan Mata Dewa nya, yang dengan jelas memperlihatkan lingkaran tenaga dalam mereka yang terus bertambah. Berputar mengikuti aliran darah, berpusat di dantian mereka yang nampak membesar. Itu merupakan pencapaian terbaik mereka.


Tanpa mereka sadari, sudah seminggu mereka berkultivasi. Menurut Tan hao beberapa saat lagi mereka akan tersadar.


Dan benar saja, yang pertama tersadar adalah Ran liu.


Dengan perlahan dia membuka matanya serta melepaskan penyatuan jari-jarinya secara bersamaan.


"Tuan Muda, eh.. perasaan sebelum ini aku berada di dekat Tuan Muda tapi sekarang kenapa jauh sekali, heh.." seru Ran liu sesaat kemudian terkejut mengetahui bahwa dia hanya melihat sesosok kecil di kejauhan.


Dengan menggerakkan jari telunjuknya cepat, membuat Ran Liu seperti tersedot oleh energi kuat yang membuatnya terbang mendekati Tah hao secepat angin.


Tan Hao kemudian memasang badannya, sektika itu menghentikan laju Ran liu dengan memeluknya dengan sebelah tangan.


" Ohh, Tulang Naga Muda dengan Lingkaran tenaga dalam 2200, lebih cepat dari yang aku perkirakan, eh wanita ini sungguh memiliki bakat luar biasa, sayangnya dia terlalu lembut. Tidak akan cocok jika menggunakan Spirit Energi". batin Tan Hao.


"um-m bisakah Tuan Muda melepaskan saya. eh emm". ucap Ran Liu dengan agak tergagap malu.


Lamunan Tan hao seketika berhenti.


"eh, maaf. Bukan maksudku. ah sudahlah. Selamat untukmu, bisa mencapai tingkat Pertapa Tahap Bumi dengan kualitas tulang Naga Muda. Aku senang dengan pencapaianmu". ucap tan hao dengan melepaskan pelukan ringannya.


" Harusnya aku yang berterima kasih pada Tuan Muda, selama ini aku tidak pernah bermimpi bisa mencapai tingkatan ini. Berkat Tuan Muda aku mampu melampaui apa yang aku mimpikan.. Terima kasih Tuan Muda". sergap Ran Liu dengan penuh Hormat serta kepala sedikit menunduk.


" ah jangan sungkan begitu, selama seminggu ini kau menjalaninya dengan baik. Lebih cepat dari yang aku tetapkan. Bukankah itu karena kemampuanmu sendiri. Aku hanya berjaga untuk hal terburuk tetapi sejauh ini kalian tidak menghadapi kendala apapun". tandas Tan hao dengan senyum merekah.


"Seminggu? aku merasa baru sehari, ternyata secepat itu waktu berlalu. Ahh Tuan Muda selain Tampan juga orang yang baik, dan mempunyai kemampuan tinggi. Sungguh beruntung kami bisa menjadi bawahan Tuan Muda.." ucap Ran liu sekali lagi dengan penuh hormat walaupun sempat terkejut mengetahui waktu berlalu begitu cepat.


"ahh iya, soal itu aku juga baru menyadari. Kenyataan bahwa waktu di pulau Phoenix dengan waktu di alam dunia berbeda. Setelah aku keluar dari sana, Pantas saja orang lain tak percaya jika umurku masih 13 tahun. haihh.." kata Tan Hao membalas perkataan Ran liu dengan menghela nafas pelan.


"Bahkan akupun tak menyadari itu, haih pantas saja Tan'er tidak mengalami peningkatan yang signifikan, Alam Dunia ini terlalu lambat dari yang aku pikirkan. haihh oh Shiling kapankah aku menemukanmu, sungguh hatiku merindukanmu, belahan jiwaku..." gumam Ye yuan di dalam pikiran Tan Hao sambil bersenandung.


Tan hao hanya tersenyum melihat tingkah polah Ye yuan di dalam pikirannya.

__ADS_1


Sebelum Ran liu bertanya lebih lanjut tentang Pulau Phoenix itu, Wen Liu telah tersadar kemudian zey liu juga sudah tersadar. Membuat tan hao melakukan hal sama hanya saja dia tidak memeluk mereka hanya memegang tangan mereka secara bersamaan.


Apa yang dilakukan Tan hao tentu saja untuk mengetahui peningkatan tulang mereka, Mata Dewa milik Tan hao tidak bisa melihat kualitas tulang seseorang.


Dan sesaat kemudian ia melepaskan pegangannya.


"kalian berdua memiliki Tulang Naga muda, ohh sangat bagus. Zey, lingkaran tenaga dalammu yang terendah di antara kalian. Tapi tak masalah, itu sudah cukup bagus. Kalian berada di tingkat Pertapa sekarang. Selamat untuk kalian". kata Tan Hao dengan senyum ramahnya.


"ohh. Terimakasih Tuan Muda". ucap bersamaan kedua wanita itu.


Tan Hao hanya mengangguk pelan dengan senyum ramah sambil mengusap-usap rambutnya.


Mereka bertiga telah mencapai tingkat Pertapa Bumi sesuai yang di perkirakan Tan hao, hanya saja tingkatan mereka masih berada satu tingkat dibawah perkiraan.


Ran Liu mencapai Tingkat Pertapa Tahap Bumi tingkat Atas, sedangkan Wen Liu mencapai Tingkat Pertapa Tahap Bumi tingkat menengah, dan Zey Liu yang paling rendah, hanya mencapai Tingkat Pertapa Tahap Bumi tingkat dasar.


Hanya Ran Liu saja yang mendekati Tingkat Puncak. Dan yang tersisa hanya Sui jiu yang masih belum tersadar.


Menurut Tan Hao, Sui Jiu akan mampu mencapai Pertapa Langit tingkat menengah atau atas.


"Tuan Muda, Hmmm.....apakah kemampuan kami sekarang cukup untuk melakukan rencana awal.." ucap Zey Liu pelan dengan setengah menunduk, sebab ia tidak percaya diri karena kemampuannya adalah yang terendah.


"Oh, kau mengkhawatirkan dirimu hanya akan jadi beban nantinya, benar?. Tenang saja, kemampuan kalian sudah mampu mengimbangi Tetua Lembah Hijau jika satu lawan satu. Lagi pula aku juga akan memberi kalian jurus baru,..


Jurus yang kalian miliki sebelumnya tidak bisa lagi digunakan dengan tingkat kalian saat ini..". kata Tan hao dengan memegang bahu Zey liu sambil senyum tipis.


"Oh. Benarkah? jurus apakah itu Tuan? pasti sangat hebat.. Ah aku sangat beruntung memiliki Tuan Muda sebagai Tuan ku". ucap Ran liu dengan tanpa sadar memeluk Tan hao tanpa tedeng aling-aling.


"E-ehh". Tan hao hanya melongo dibuatnya, tatapan konyol dengan ekspresi wajah bodoh.


"ah kakak memalukan, jaga sikap kakak dong. aishhh.."


"Haihh kakak sungguh blak-blakan, bahkan di depan kami..hehhh".


Seketika itu Wen serta Zey dengan sigap menutup kedua matanya lalu berkata bersamaan.


"ehh, umm..maaf Tuan Muda. Maaf atas kelancanganku.." ucap Ran liu seketika melepaskan pelukannya serta menuduk dengan wajah merah merona, tatapan matanya melirik kesana-kemari karena malu.


"ennakk. eeehhh maksudku tidak masalah. Aku akan memberikannya setelah keluar dari dimensi ini, kita tunggu Sui Jiu dulu.." sergap Tan hao dengan konyol lalu berubah serius.


Memang kultivasi Sui jiu yang terlama diantara mereka sebab bagi Pertapa untuk naik tingkat bukan hal yang mudah. Meskipun Sui jiu masih tidak ada kendala apapun namun tetap saja membutuhkan waktu lebih lama.

__ADS_1


__ADS_2