Legenda Dewa Surgawi

Legenda Dewa Surgawi
Ch. 96 ~ Lembah Pertarungan


__ADS_3

"Apa ini! Sungguh mengerikan, beruntung kita pergi dari tempat itu," ujar Tetua Shuxan terbelalak melihat ular raksasa dengan percikan petir di sekujur tubuhnya.


Ketiganya bergidik pucat kala bersamaan melihat ledakan energi yang dahsyat di balik awan menyusul adanya energi bersosok ular raksasa yang muncul.


"Tidak usah di pertanyakan lagi, bukan? Kekuatan ini milik siapa," kata Liu Zey yang masih menatap langit.


Hanya Tetua Shuxan yang paham maksud dari Liu Zey sedangkan Su Kong menatap tak percaya dengan apa yang ia lihat. Seketika keberaniannya luntur begitu saja kala melihat pertarungan yang terjadi.


"Aku bahkan mengira jika kekuatan dia tak mempunyai batas. Seorang yang mengagumkan, meskipun dia hilang beberapa tahun terakhir saat dirinya baru bergabung dengan Tujuh Tombak Emas,"


"Kakak Ran pasti akan sangat bahagia mengetahui jika dia telah kembali, sayangnya ... Wanita yang bersamanya itu," timpal Liu Zey sebelum Tetua Shuxan meneruskan perkataannya. Keduanya masih menatap langit.


Guntur dan petir terdengar menggelegar, bahkan kilatan cahayanya menerpa tubuh Tetua Shuxan dan Liu Zey. Sementara Su Kong terduduk ditanah dengan mata membelalak ke bawah tepat dibelakang keduanya berdiri menatap arah pertarungan terjadi.


•••••


BLAARRRGGG... DUAARRR...


JDEERRR... JDEERRR...


BLAARRR...


WHOSHH..WHOSSHH..WHOSHH.....


Goncangan hebat terjadi menyusul sambaran petir dari balik awan menghujami tubuh energi Ular raksasa, sesaat setelah Tan Hao menyerangnya menggunakan Pedang Dewa Hampa yang sebelumnya terlapisi petir ungu menembus kepala energi berwujud seperti naga tanpa tanduk.


"Haohao, kau harus menyerap kekuatan ular tulang petir ini sebelum hangus oleh petirmu, itu akan berguna suatu saat nanti," Ye Yuan berbicara saat Tan Hao masih melayang di udara setelah berhasil menembus kepala ular tersebut.


"Ya, aku mengerti," balas singkat Tan Hao.


Saat tubuh energi ular tersebut masih dihujami petir, Tan Hao dengan begitu cepat melesat kearah Yin Zhu berada.


"Apakah seperti ini resiko dari menggunakan kekuatan yang jauh melebihi batasan tubuh? Menyedihkan," gumam Tan Hao sedikit tercengang dengan apa yang ia lihat.


Tubuh Yin Zhu menghitam bahkan wajahnya menyusut seperti tak berdaging dengan bola mata sedikit menonjol. Mulutnya bahkan terbuka lebar dengan ujung gigi lancip. Begitu menyedihkan kondisi yang dialami Yin Zhu, aliran energi yang keluar dari tubuhnya juga mulai menyusut.


Gerakan telapak tangan Tan Hao yang menempel pada kepala Yin Zhu membuat tubuhnya terjatuh dengan kedua lutut bertumpu.


Energi gelap yang keluar dari tubuh Yin Zhu perlahan terserap oleh Tan Hao. Bersamaan dengan itu pula sambaran petir dari balik awan hitam mulai memudar.


Lan Lihua tak percaya dengan apa yang ia lihat, selama ini ia tahu benar bahwa Tan Hao sama sekali tak berlatih tentang hal tersebut.


"Simpan rasa penasaranmu, aku akan memberitahumu nanti Dewi! Sekarang saat nya kau menunjukkan kekuatanmu, bukankah masih ada seorang wanita lagi disana," ujar Bing Long menyadarkan lamunan Lan Lihua yang masih memandang Tan Hao dari kejauhan.

__ADS_1


"Oh!! Kau benar, baiklah. Kita bereskan wanita tua sombong itu," balas Lan Lihua yang mengubah arah pandangannya ke tempat Tetua Tiandou bertarung melawan Ming Yin.


Diwaktu bersamaan, pertarungan yang terjadi antara Tiandou dan Ming Yin terhenti sesaat.


Ming Yin menyadari rekannya mengalami kekalahan telak, ia tak berniat untuk bermain-main lagi. Rencananya berubah, ia memutuskan untuk menghabisi Tiandou lebih cepat kemudian melarikan diri sebelum Tan Hao mendatanginya.


"Kurang ajarr! Aku tak menyangka akan seperti ini,-!"


Ming Yin menatap tajam Tiandou, ia menggenggam erat selendang iblisnya.


"Kau harus mati," teriak Ming Yin.


Tiandou menyadari benar inilah saatnya ia menunjukkan keseriusan tinggi.


"Aku siap kapanpun, Tuan! Keluarkan seluruh potensi pedang iblis biar aku yang membantu menguasai kesadaran Tuan," kata Yue Yin penuh keseriusan.


Gerakan ringan tangannya memunculkan Pedang Sabit Matahari dari cincin dimensi. Tanpa menunggu waktu lama lagi Tiandou langsung memegang erat gagang pedang iblis tersebut.


AARRRGGGHHHH


PEDANG SABIT MATAHARI


Erangan keras Tiandou terdengar nyaring bersamaan dengan munculnya aura hitam pekat dari bilah pedang tersebut, yang kemudian membesar hingga menyelimuti tubuh Tiandou.


Kejadian ini persis saat ia melawan Yong Li beberapa hari sebelumnya.


"Pedang itu! Bagaimana mungkin,-! Jadi artinya dia adalah orang yang membunuh Dandan kecil? Oh ... Kurang ajarr, sekarang aku tak punya alasan untuk tak membunuhnya,"


Ming Yin menyangka Tiandou lah yang telah membunuh muridnya dan merampas senjata miliknya. Dendam yang tersimpan begitu lama begitu menguasai pikiran Ming Yin hingga ia hilang konsentrasi sekeliling.


TARIAN SELENDANG DARAH


"Akan aku hancurkan tubuhmu berkeping-keping,"


Seru Ming Yin penuh amarah melesat kearah Tiandou yang masih menstabilkan kekuatannya.


Ming Yin menyerang menggunakan jurus andalannya yang bertipe serangan membabi buta seperti mencabik-cabik lawannya.


Selendang iblis miliknya sekeras baja, memungkinkan benda keras apapun akan hancur jika terkena jurus ini.


Namun, belum sempat serangan tersebut sampai pada Tiandou, tiba-tiba ia membuka kedua matanya yang menghitam seluruhnya. Terlihat jelas auranya sangat berbeda dari sebelumnya.


Begitu dingin serta kejam, ekspresi wajahnya tak menunjukkan apapun hanya tatapan matanya yang terlihat begitu serius.

__ADS_1


PEDANG SABIT PENCABUT NYAWA


Arrrgggghhhh...


Tiandou mengerang hebat ketika ia mengeluarkan jurus pertama dari pedang sabit matahari.


Gelombang energi yang begitu besar menghantam hujaman jurus selendang darah Ming Yin.


BLAARRR..


KBOOMM...


CLRKK..CLRKK...


Ledakan dahsyat terjadi begitu keras hingga terasa sampai ke tempat Tetua Shuxan dan lainnya berada.


Dampak dari dua jurus yang beradu seimbang tersebut cukup luas, menumbangkan pohon dari jarak puluhan meter.


"Kakak Tiandou! Aku harus membantunya," seru Liu Zey setengah terkejut setelah merasakan dampak ledakan yang terjadi. Pandangannya tertuju penuh pada arah datangnya ledakan tersebut.


Sebelum Liu Zey melangkah lebih jauh, Tetua Shuxan menghentikannya.


"Kau mau kemana? Tetaplah disini dan patuhi perintah Tuan Muda. Aku yakin senior Tiandou mampu melakukannya," kata Tetua Shuxan sembari memegang pergelangan tangan Liu Zey.


"Tapi aku ...."


"Percayakan ini pada mereka berdua," Tetua Shuxan meyakinkan Liu Zey sekali lagi.


Liu Zey menunduk, ia meneteskan airmata.


"Andaikan aku lebih kuat, andaikan aku lebih kuat lagi ... Pasti! Pasti aku bukan hanya sebagai penonton seperti ini," gumam Liu Zey.


Ditempat lain diwaktu yang sama, Lan Lihua tercekat kaget hingga menghentikan laju larinya.


"Orang itu ternyata menyimpan kekuatan sebesar ini? Oh Haohao, apa yang dulu kau ajarkan padanya," batin Lan Lihua sembari menatap sisa-sisa asap yang membumbung tinggi.


Bing Long tertawa kecil di dalam ruang jiwa Lan Lihua.


"Benarkan? Kau belum mengenal siapa sebenarnya Tan Hao itu, kan? Dia bukan orang sembarangan meskipun kenyataannya ia belum melakukan peningkatan pelatihan selama ini,"


"Jangan menertawaiku! Lebih baik kau beritahu aku apa yang kau ketahui," ketus Lan Lihua.


Bing Long yang masih tertawa kini menahan tawanya,

__ADS_1


"Ehemm ... Baiklah-baiklah sesuai keinginanmu, Tan Hao itu bukan hanya keturunan Saint murni tetapi ia juga ... Pada intinya ia memiliki pengetahuan diatas semua manusia alam ini miliki terlepas dari kitab dewi pada dirinya, hanya saja ia belum bisa mengeluarkan seluruh potensinya sendiri,"


"Apa?! Oh pantas saja aku seperti memiliki hubungan dengannya, jadi seperti itu kebenarannya," Lan Lihua terkejut bukan main mendengar penjelasan Bing Long, reaksinya bercampur antara tak percaya dan bahagia.


__ADS_2