Legenda Dewa Surgawi

Legenda Dewa Surgawi
Ch. 113 ~ Tiandou Vs Gao Zhan 3


__ADS_3

Gao Zhan langsung mengenali pusaka tersebut. Yang entah bagaimana, membuat tubuhnya gemetar ketika menyaksikan letupan letupan energi hitam di sekujur tubuh Tetua Tiandou yang terlihat menyerupai letupan magma.


Akal sehatnya bekerja lebih keras saat Tetua Tiandou melempar senyum dingin. Kepercayaan dirinya seolah tertindih sesuatu yang berat, kini Gao Zhan hanya terpaku dengan mata membelalak.


"Apa kau tahu tentang keberadaan dua yang lainnya?" tanya Tetua Tiandou. Namun anehnya, suara yang keluar dari mulut Tetua Tiandou terdengar berat dan bergetar. Seolah suara tersebut berasal dari banyak orang.


Gao Zhan tercekat, ia membuka mulut tanpa mampu mengeluarkan kata-kata. Tubuhnya terasa berat ketika Tetua Tiandou semakin mendekat. Gao Zhan hanya bisa mengumpat dalam hati.


"Kenapa kau diam? Tak ada jawaban atau kau ketakutan?" tanya Tetua Tiandou sekali lagi, namun kali ini suaranya lebih ringan. Terdengar seperti dua orang yang berbicara bersamaan.


Gao Zhan menelan ludah, pikirannya melayang tak jelas arah.


"Kau siapa? Aku tak mengerti maksudmu,"


Tetua Tiandou tertawa cukup keras, kemudian menatap tajam. Seolah tatapan itu ingin mencabik-cabik tubuh Gao Zhan. Terang saja wajahnya langsung pucat pasi.


"Bukankah kau baru saja menyebut namaku? Alasanmu naif sekali,"


Gao Zhan tersedak ludahnya sendiri, ia tak menduga sosok yang ia sebut Dewa Diyu Zhi Shen itu, kini berada dan menguasai tubuh Tetua Tiandou. Sontak membuat tubuhnya semakin bergetar hebat hingga mengeluarkan keringat dingin.


"B-baiklah! Sejauh yang aku ketahui, Seruling Iblis berada di tangan orang yang bernama Fen Fang, aku juga tidak tahu kebenaran pastinya," kata Gao Zhan bernada berat seperti menahan ketakutan.


"Fen Fang ya? Hmm ... Lalu yang lainnya?"


"Palu Pembalik Jiwa! Aku tak tahu tentangnya, hanya tahu namanya saja. Organisasi tempatku berada tak pernah menyebut pusaka itu,"


Tiandou melirik tajam tanpa berkata apapun, lirikan yang langsung ditangkap oleh mata ketakutan Gao Zhan. Membuat nafasnya memberat. Tak lama setelah itu reaksi sinis disertai aura membunuh yang begitu pekat terarah padanya, bahkan energi pelindung tak kasat mata yang melingkupi tubuhnya seolah tak berguna sama sekali.


Glekk ...

__ADS_1


Gao Zhan menelan ludah dengan tubuh gemetaran menyadari jika Tiandou yang sekarang berada di depannya bukan lagi orang yang sama beberapa saat lalu. Setiap tatapan dan perkataannya tak dapat ia duga sama sekali, semuanya seolah menunjukkan tak ada kata ampun.


"Pusaka itu berada ditangan pendekar yang telah lama meninggalkan dunia persilatan. Dia berada di Kekaisaran Chu, kabar terakhir menyebutkan orang itu memiliki nama Tang Yu, selain itu aku tidak tahu informasi lainnya!" terang Gao Zhan, raut wajahnya menunjukkan keterpaksaan.


Sementara Tiandou tersenyum sinis, kemudian melepaskan genggamannya pada pedang sabit matahari. Gao Zhan dibuat merinding ketika melihat pedang tersebut melayang diudara, tepat disamping kanan Tiandou.


"Sheng Yin! Yu Zhou! Aku pasti akan mencari kalian. Suatu saat, kita akan pergi ke dunia atas untuk membalas dendam! Aku telah menemukan orang yang pantas untuk kujadikan Tuanku, kuharap kalian juga menemukannya?" gumam Tiandou tertunduk.


Zhi Shen, dewa iblis kematian yang dulu memperalat Jiwei Dan. Kini merasuki tubuh Tiandou melalui pedang sabit matahari. Dan hal itu tak diketahui oleh siapapun, bahkan Tan Hao pun tak bisa merasakan kehadirannya yang selama ini berada di dalam pusaka peninggalan ketua sekte Lembah Hijau tersebut.


Begitu juga dengan Zhi Shen, kesadarannya telah lama tertidur dan baru beberapa saat lalu terbangun. Kekuatannya yang dahsyat tidak bisa dikendalikan oleh Tetua Tiandou meski ia tahu keberadaannya.


Tetua Tiandou yang telah dikuasai oleh Zhi Shen terdiam sesaat kemudian memandang langit. Seolah ada seseorang diatas sana.


"Apa kau takut padaku?" tanyanya pada Gao Zhan.


Gao Zhan tertunduk dengan cepat, reaksi tubuhnya seolah memberi hormat. Sesuatu yang tidak pernah ia sangka akan terjadi padanya.


Tetua Tiandou melirik ke arah Gao Zhan yang masih tertunduk. Kemudian ia tertawa kembali, dan itu membuat Gao Zhan sedikit keheranan.


"Sialann ... Benar-benar sialann! Siapa sangka bertemu makhluk mengerikan itu ditempat ini," batin Gao Zhan yang masih memaki dirinya sendiri.


"Lalu? Apa kau tahu tentang tujuh pusaka dewa suci?" Tetua Tiandou kembali bertanya namun pandangannya masih menghadap langit yang berbintang.


Gao Zhan kembali tersentak membisu. Ia tak habis pikir, bagaimana bisa seorang iblis tertarik dengan pusaka dewa. Hal itu juga yang tengah menjadi incarannya, namun sampai saat ini tak sekalipun ia menemukan keberadaan maupun melihat wujud pusaka dewa tersebut.


Lamunannya terhenti ketika langit malam yang dipenuhi bintang mendadak gelap. Ia memperhatikan langit mencoba mencaritahu penyebabnya. Sementara itu Tetua Tiandou yang telah dikuasai penuh dewa iblis yang berada di pedang sabit matahari menyeringai tajam. Seolah tahu akan ada orang yang datang.


Dan benar saja, awan hitam yang memenuhi langit malam memunculkan percikan petir ungu menyambar beraturan.

__ADS_1


"Hoo ... Apakah itu dia? Ku pikir dia telah tewas waktu itu?" gumam Tiandou yang suaranya terdengar bergetar. Reaksinya begitu antusias, itu terlihat dari posisi tubuhnya yang seolah sedang menanti.


Gao Zhan kebingungan dengan apa yang terjadi. Yang ada dibenaknya saat ini hanya mencari cara untuk kabur selagi ada kesempatan sekecil apapun. Berulang kali ia memandang Tiandou yang berdiri membelakanginya. Memastikan apakah Tiandou masih memperdulikannya atau tidak.


Ia juga merasa penasaran, siapa yang tengah di tunggu Tiandou. Tapi akal sehatnya mengatakan untuk secepatnya melepaskan diri dari iblis kematian itu.


"Aku tahu apa yang kau rencanakan! Hng ... Terimakasih!"


Gao Zhan mengerutkan dahi ketika Tiandou berterimakasih, ia tak bisa memahami jalan pikiran orang yang berada di depannya itu.


Namun, sebelum sempat ia mengatakan sesuatu untuk bertanya lebih jauh. Tiba-tiba tubuhnya terasa kaku, tak berselang lama mulutnya mengeluarkan darah segar yang mengalir begitu saja.


"Apa yang terjadi? A-aku ... ."


Pedang sabit matahari menusuk menembus tubuhnya tepat dibagian dada sebelah kiri. Ia menunduk dengan keterkejutan bercampur ketakutan. Beberapa detik setelah itu, kulitnya menyusut seolah terserap sesuatu dengan cepat.


Gao Zhan berteriak namun tak bersuara. Hanya mulutnya yang terbuka lebar sementara kedua tangannya memegang pedang iblis tersebut seolah berusaha mencabutnya. Namun semua usahanya sia-sia. Tubuhnya mengering dengan cepat, energinya terkuras habis.


"Hmh ... Jiwa yang lemah! Membosankan." gumam Tiandou datar.


Pedang sabit matahari seolah mempunyai kesadaran sendiri, setelah berhasil menyerap energi dan jiwa Gao Zhan. Pedang itu bergerak melepaskan diri dari tubuh Gao Zhan yang terduduk tak bernyawa. Tubuhnya kering kerontang, terlihat sangat memilukan. Ekspresi wajahnya yang terdongak sangat menyedihkan.


Awan gelap yang terselumuti petir ungu kian mendekat. Tiandou menyeringai lebar, raut wajah dinginnya berubah penuh emosional tinggi.


"Datanglah! Kemarilah anak dewa sialann?! Ha ha ha ... Aku akan memastikan kematianmu hari ini, ha ha ha ... ."


*****


***halo!! selamat malam pembaca setia. Yang tidak setia tidak selamat malam he he. Btw, chapter ini harusnya update kemarin malam cuman karena satu dan lain hal baru diupdate malam ini. Jadwal update tetap dua hari sekali, kenapa? karena selain waktu untuk proses revisi bab bab awal juga karena kesibukan dunia fana, e.ehh dunia kerja maksudnya. Jadi diharapkan memaklumi. kalo gak maklum ya gapapa sih he he.

__ADS_1


oh ya satu lagi, sempatkan untuk like dan komen ya sebagai bentuk dukungan kalian. Komen dan Vote tidak diwajibkan tapi sangat disarankan. Oke baiklah cukup sekian dan ...


Selamat membaca*** ...


__ADS_2