
Pelayan wanita itu pun berdiri dan melangkah ingin meninggalkan Tan hao yang tergelatak tak bergerak.
" Jangan terburu-buru pergi dong.. haihh wanita cantik yang sadiss.. setelah memaksaku harus berpura-pura mati, lalu mau pergi begitu saja tanpa tanggung jawab.
Setidaknya, makamkan dulu dong mayatku ini.. atau aku akan jadi hantu penasaran yang akan terus menghantuimu.. hiiii hhii hihihihi.." kata Tan hao setelah berdiri dengan memasang wajah seram serta kedua tangan kedepan wajah membentuk cakar.
Mendengar suara di belakangnya, pelayan wanita itu menoleh ketakutan dengan wajah pucat yang tersenyum paksa.
"whaaaaaaaa.. jangan jangan pergi pergi aku masih gadis belum menikah. pergi pergiii.." seru pelayan itu dengan wajah takut tapi konyol yang tangan nya melambai ke kanan ke kiri.
Tanpa disadari, kekonyolan Tan hao yang tidak di duga bisa menular pada orang yang dia temui.
*Tiba-tiba berubah serius
" Masih terlalu dini untukmu bisa melukaiku, untuk bisa membunuhku?? jangan mimpi.." ucap Tan hao dengan expresi dingin serta tatapan tajam yang menusuk.
" haha jangan sombong, jika senjata tak bisa melukaimu tapi ilusi ku sanggup membuatmu merasakan rasa sakit yang tak terbayangkan yang serasa lebih baik mati daripada harus merasakan.." kata Pelayan itu dengan tangan bersiap merapal jurus.
" Omong kosong, buktikan.." seru Tan hao dengan lantang tanpa kuda kuda atau pun lainnya, terkesan tanpa pertahanan.
" heh, dasar sombong. Kau tak mengenal siapa aku.. kau akan mati pada waktunya.." batin Pelayan itu dan langsung merapalkan jurus serta menjerit keras.
..TARIAN PISAU ILUSI..
Seketika itu muncul ribuan pisau berbentuk S yang berputar dan semua mengarah ke tubuh Tan hao, tanpa jeda waktu setelah jeritan itu pisau pisau tersebut secara bergantian menghujam tubuh Tan hao tanpa berhenti.
Sementara Tan hao tetap dalam posisi nya tak bergeming sedikitpun bahkan bertahan dengan satu tangan pun tidak. Terlihat seperti orang yang pasrah akan serangan semengerikan itu.
"hahahaha rasakan kehebatan jurusku, kau akan merasakan rasa sakit itu selama belasan tahun di dalam dunia ilusiku hahaha mati kau manusia sombong..." seru pelayan wanita itu dengan penuh percaya diri serta tawa lantang yang mengejek.
Serangan pisau pisau itu nyatanya memang menembus tubuh Tan Hao tetapi tak ada darah sedikitpun, Serangan tenaga dalam yang di lancarkan itu nyatanya hanya lemah di hadapan sepersepuluh Aura spirit milik Tan hao.
" Apakah ini jurus terhebatmu??. jika begitu mohon juga kau rasakan ilusi ku yang lemah ini..
..Ilmu Ilusi Dewa : Halusinasi..
kkrrrrr krrrttaakkk..
__ADS_1
Bbbbllllaaaaarrrrrr...
Seketika itu dunia ilusi milik pelayan wanita itu hancur berkeping-keping serta bersamaan dengan itu. Pelayan wanita tersebut diam mematung dengan mata hampir melotot tajam.
Beberapa saat kemudian, dari mulut serta hidung pelayan wanita itu mengalir sedikit darah segar, dan setelah itu kedua mata nya juga mengalir darah segar kemudian kedua telinganya juga mengalir sedikit darah. Namun darah yang keluar tidak banyak hanya satu aliran saja.
Pelayan wanita itu tubuhnya kaku bagaikan patung pahatan dengan expresi menyedihkan.
..**Ilmu Ilusi Dewa : Halusinasi..
...LEPAASSS**...
Hanya beberapa saat saja Tan hao mengeluarkan jurusnya lalu melepaskannya..
Tiba-tiba tubuh pelayan wanita itu ambruk kebelakang kaku terlentang dengan expresi wajah yang tidak berubah. Yang bersamaan dengan itu darah segar mengalir dari mulut hidung mata serta telinga pelayan itu.
Tan hao berjalan pelan mendekati tubuh pelayan itu lalu berjongkok disamping tubuhnya, serta dengan cepat menyentuh kening Pelayan wanita itu dengan telapak tangan kanannya.
Sesaat kemudian muncul cahaya putih keemasan menyelimuti tubuh wanita itu.
Cahaya Putih keemasan yang muncul sesaat dan terus hilang bersamaan dengan di lepaskannya sentuhan telapak tangan Tan hao.
" Bahkan hanya sepersepuluh dari ilmu ilusiku bisa membuatmu sekarat dan hampir mati. Masih?? berani sombong tentang ilusi di depanku?.." ucap Tan hao pelan seraya berdiri membelakangi pelayan wanita itu dengan kedua tangan terlipat kebelakang.
" Aku masih berbaik hati. Alasanku menyelamatkan nyawamu adalah penjelasan darimu.." lanjut Tan hao dengan melirik tipis pelayan wanita itu yang masih batuk mengeluarkan sisa-sisa darah kental.
Cukup lama Tan hao menunggu pelayan itu sedikit pulih dari serangan ilusi yang ia lancarkan dengan meminum beberapa gelas susu. Serangan yang diterima pelayan itu memang hanya sepersepuluh dari jurus aslinya dari Kitab Ilusi Dewa Yaoshan yang dimiliki Tan hao.
Namun, meskipun hanya sepersepuluh saja tapi Ilmu Ilusi Dewa : Halusinasi adalah tingkatan jurus kedua setelah Ilmu Ilusi Dewa : Jebakan yang menyerang pikiran lawan dengan memasukkan Aura spirit meliputi area disekitar lawan yang menyebabkan terbaliknya jurus yang lawan gunakan.
Memang ilmu ilusi yang di capai Tan hao hanya sampai tingkatan Halusinasi. Itu yang membuat Tan hao belum bisa menggunakan Pedang Dewa Hampa. Dan Pedang Dewa Surgawi nya tidak bisa di gunakan untuk ilmu ilusi sebab punya kemampuan lain yang tak kalah istimewa namun sejauh ini Tan hao tidak pernah menggunakan senjata, karena menghormati pesan terakhir pamannya untuk tidak menggunakan senjata jika tidak dalam posisi sulit.
Dengan menengguk beberapa gelas susu sambil mengingat kenangan bersama pamannya saat meminum 10 guci susu Beruang taring merah yang setiap seminggu sekali selalu di bawakan pamannya bersamaan dengan mencari santapan di dalam hutan pulau phoenix.
Tan hao sesekali tersenyum tipis mengingat kekonyolan serta ketegasan pamannya yang kadang tak tahu waktu. Yang sekarang menurun pada Tan hao tanpa ia sadari.
Lamunan Tan hao di hentikan dengan suara parau seorang wanita.
__ADS_1
" Terima kasih, telah mengampuni serta menyelematkan nyawaku. Sungguh aku tak tahu dimana batasanku dan sekarang mataku telah terbuka karenamu.." ucap pelan serta lemah dengan suara parau pelayan wanita itu, yang mengubah posisinya menjadi terduduk bersila.
" Ohh ku kira butuh waktu beberapa hari lagi, aku akan segera pergi dari sini jadi makanlah ini dan jelaskan semua nya padaku.." ucap Tan hao lembut serta tenang sambil menyerahkan sehelai Rumput Giok Sutra.
" k-kau punya sumber daya setingkat ini?? tidak kusangka.. kau penuh dengan kejutan.." ucap pelayan wanita itu lalu dengan cepat mengambil serta mengkonsumsinya.
Ttok tok tok tok
"..Tuan Muda apakah sudah bangun? kami sudah siap.." ucap Liu Ran setelah mengetuk pintu kamar Tan hao.
" ohh masuklah, aku sudah bangun.." seru Tan hao menyahut dengan masih menuangkan sisa susu di guci terakhirnya ke dalam gelas kecil.
" Tuan kami sudah sii..
Oh maaf Tuan, lebih baik kami menunggu diluar.." kata Liu Ran setelah masuk yang belum sempat menyelesaikan ucapannya terkaget melihat ada seorang wanita dengan duduk bersila di depan Tan hao yang duduk di atas kursi. Jaraknya memang beberapa langkah, tapi dari sudut pandang Liu Ran cukup dekat yang pastinya akan membuat siapapun yang masuk dari pintu itu akan salah mengira.
" Kemarilah, untuk lebih jelas. Jangan biarkan pikiran kotor menguasai pikiranmu, ego yang tinggi disebabkan adanya pikiran kotor yang telah mendarah daging.." ucap Tan hao setelah menengguk segelas susu terakhirnya sebagai sarapan pagi.
" Maafkan kami Tuan Muda, lain kali kami akan lebih berhati-hati..
Tuan Muda, siapakah wanita ini. Pakaian yang di kenakan sama persis dengan kami, tapi kami tak pernah punya rekan kerja sesama pelayan di penginapan ini.." kata Liu Wen penasaran.
" aahh untuk pertanyaanmu, biarkan dia yang menjawab nanti setelah tubuhnya pulih.." kata Tan hao sambil mengamati pelayan wanita itu yang ternyata bukanlah pelayan di penginapan tempat Tan hao menginap.
" Sepertinya telah terjadi pertarung kecil disini, aku baru menyadarinya sekarang. Mungkin wanita ini salah satu pembunuh bayaran yang terkenal sadis tanpa ampun itu..." gumam pelan Zey Liu setelah mengamati ruangan kamar yang sedikit berantakan.
" hahaha kau benar saudari zey, hanya pertukaran dua jurus saja, dan aku salut bahwa kau cukup jeli memahami situasi. Sepertinya aku tak salah pilih orang hehe hehe hehe.. " kata Tan hao santai dengan tawa khasnya
Zey Liu cukup kaget mendengar pernyataan Tan hao, sebab zey Liu hanya bergumam lirih yang bahkan kedua kakaknya yang cukup dekat saja tak mendengar.
"Tak perlu kagum seperti itu hahaha aku memang memiliki penglihatan serta pendengaran yang lumayan bagus.. hhaha haha ha ha haa.." lanjut Tan hao yang berexpresi bangga serta dengan tawa lebar.
" Namaku Sui Jiu atau Si Pisau Ilusi. Salah satu anggota pembunuh bayaran Malam Gelap, aku di sewa oleh salah satu Tetua sekte Tujuh Tombak Emas. Tetua Shi Fei untuk melenyapkanmu karena di anggap sebagai batu sandungan rencananya.." ucap pelan namun jelas pelayan wanita itu dengan memperkenalkan diri. Serta menjelaskan singkat tentangnya.
Yang membuat Tan hao tersenyum lebar..
"Lanjutkan penjelasanmu.." Ucap Tan hao mantap.
__ADS_1
" Yaa, kami pembunuh bayaran bergerak di malam hari untuk melaksanakan misi, dan aku hanya salah satu anggota dari ketua kedua Malam Gelap. Yang di ketuai oleh 5 orang Ketua dengan berbeda indentitas. Ada Pembunuh Malam Ketua Satu, Pembunuh Gelap Ketua Dua. Pembunuh Racun Ketua Tiga, Pembunuh bayangan Ketua Empat, dan Busur Pembunuh Ketua Lima. Yang mana Pembunuh Gelap di danai langsung oleh Tetua Shi fei sejak beberapa tahun terakhir.." jelas Suu Jiu panjang lebar namun terus berlanjut sampai menjelaskandengan gamblang.
Bahwa Tetua Tetua Shi fei akan mempercepat perebutan jabatan Ketua Sekte serta mengambil alih semua tambang sumber daya dan juga mengincar Tombak Naga Es yang sekarang masih tersembunyi di ruangan yang hanya Ketua sekte saja yang mengetahui letaknya.