
Hari masih tergolong pagi tapi Tan Hao memutuskan untuk segera melanjutkan perjalanan, berlama-lama di satu tempat membuatnya tidak nyaman.
Hal itu juga disadari Lan Lihua, tapi kini mereka pergi dengan membawa serta Han Xue. Tak ada rencana apapun yang mereka buat, hanya tujuan mereka sama, Kota Zhongnan.
Fen Fang masih tinggal di penginapan rembulan merah, selain untuk mengurus Tuan Han Song dirinya juga merasa penasaran dengan apa yang terjadi sebenarnya. Karena ia berpikir Tan Hao tak akan tertarik dengan itu, ia memutuskan untuk tinggal lebih lama dan bersepakat akan bertemu di Kota Zhongnan satu hari lagi.
Perjalanan Tan Hao dan lainnya ditempuh dengan berjalan kaki, setelah mereka keluar dari penginapan tanpa diketahui Han Song yang sedang tidak berada di tempat dan Han Ning yang masih sibuk mengurusi Yin Song. Praktis langkah mereka tanpa hambatan.
Demi menjaga keamanan di perjalanan, Lan Lihua masih sempat meminta Han Xue untuk memakai tudung sebelum keluar dari penginapan beberapa saat lalu.
Jalan besar yang mereka lewati sangat sepi, kanan kiri jalan hanya ada pepohonan dan beberapa hewan liar kecil. Tak ada jejak langkah yang menunjukkan adanya aktifitas di jalan tersebut membuat perjalanan mereka terasa tenang.
'Aku harap Sui Jiu sudah pergi ke kota kekaisaran bersama Liu Ran. Jika mereka sudah ada disana, mungkin aku sedikit tak terlalu khawatir. Tapi masalahnya, ada banyak pendekar berilmu tinggi yang mungkin saja ada dibelakang Pangeran Li Chen An itu ... Hmm, Senior Tiandou juga belum ada kabarnya sampai saat ini! Haih ... Membosankan sekali,'
Tan Hao berjalan di belakang dua wanita itu, ia memangku kepalanya menggunakan kedua tangan sementara bibirnya sibuk memainkan sebatang rumput.
Sebelumnya Fen Fang mengatakan bahwa butuh setengah hari perjalanan untuk sampai di kota Zhongnan, itupun jika tidak mengambil waktu istirahat.
Lan Lihua sendiri terlihat cukup dekat dengan Han Xue, entah karena perasaan iba atau memang karena dirinya merasa pernah diposisi yang sama. Keduanya nampak saling terlibat pembicaraan santai yang sesekali diselingi tawa kecil.
'Oh ya, aku harus meningkatkan kualitas tulang ku. Tidak mungkin, aku terus terusan menggunakan spirit energi untuk memperkuat tulang saat sedang bertarung, itu mengkonsumsi terlalu banyak tenaga. Tapi aku membutuhkan beberapa hewan buas tingkat langit ... Dimana aku bisa menemukannya, heh!'
__ADS_1
"Kak Hao, sebaiknya kita istirahat disana lebih dulu. Han Xue bukan pendekar seperti kita, dia butuh mengatur napas...!" Lan Lihua meminta Tan Hao tetapi tidak menoleh, itu membuat Tan Hao tersenyum kecut.
"Ya! Terserah...! Lakukan semaumu saja...."
Tan Hao tidak lantas mengikuti keduanya, ia memilih beristirahat di bawah pohon lain yang tak begitu jauh dari tempat kedua wanita itu.
'Bagaimana bisa aku mencari hewan buas tingkat langit kalau harus menjaga kedua orang itu, eh!' Tan Hao membatin seraya memainkan salah satu kakinya yang bertumpu lutut sambil mengawasi Lan Lihua.
Merasa apa yang dilakukannya sia-sia, Tan Hao bangkit dari sandarannya dan langsung duduk bersila. Menurutnya, lebih baik berlatih di dalam ruang roh selagi menunggu kedua wanita itu beristirahat.
***
Fen Fang terlihat mondar-mandir di depan penginapan, bukan tanpa alasan. Perasaannya tidak tenang untuk beberapa saat setelah kepergian Tan Hao.
"Tuan pendekar, aku lihat anda sedang tidak baik? Apa yang mengganggu pikiran anda?" tanya Yin Song ramah, ia keluar bersama Han Ning yang membantu memapahnya.
Fen Fang terkejut untuk sesaat sebelum tatapannya begitu tajam ke arah Han Ning, "Tidak masalah! Aku hanya sedang menunggu Tuan Han, sudah selama ini dia tidak juga kembali. Apa kau tahu kemana dia pergi?"
Yin Song dan Han Ning saling pandang sejenak sebelum kemudian Yin Song duduk di kursi panjang di samping pintu masuk.
"Aku tidak tahu apa yang membuat anda menunggu kakak! Tapi sepertinya dia tidak akan pulang hari ini, lebih baik tuan beristirahat saja. Oh ya, dimana pemuda yang menolongku, aku ingin berterimakasih padanya!"
__ADS_1
Fen Fang mengalihkan pandangannya setelah melirik tajam Han Ning, "Dia sudah pergi, membawa gadis yang kalian korbankan! Alasanku menunggu Tuan Han hanya untuk meminta penjelasannya!"
"Apa?! Bagaimana bisa kalian membawa pergi gadis keturunan iblis ...!"
"Ning'er...! Sudah, hentikan! Maafkan adikku Tuan Fang, dia memang emosional. Tapi apakah benar, pemuda itu membawa Zhi Ruo?" Yin Song menghentikan Han Ning sebelum ia melanjutkan seruan keterkejutannya, sikapnya yang tenang membuat Fen Fang sedikit mengendurkan kewaspadaannya.
"Benar...! Kondisinya sangat buruk, dan bukannya kalianlah iblis sebenarnya? Bagaimana mungkin seorang saudara memperlakukan saudaranya seperti itu?"
Yin Song menghela napas panjang sebelum kemudian memandang langit, "Ini salahku yang tak memberitahu kalian sebelumnya! Tuan Fang, tahukah anda marga Zhi Ruo itu? Apa anda pernah mendengar nama Klan Iblis Peri ...!"
Fen Fang berbalik badan mendengar ucapan Yin Song tersebut, ia benar-benar tak percaya dengan pendengarannya. "Apa maksudku? Siapa gadis itu...?"
"Mo Zhi Ruo...! Keturunan utama Klan Iblis Peri, dia juga memiliki hubungan darah dengan Raja Yan Ho. Pengorbanan Kakak Han Song selama ini telah menjadi sia-sia karena kesalahanku. Tuan Fang! Bisakah anda menemui teman tuan untuk mewaspadainya? Tidak masalah jika kalian bawa pergi, tapi kalian harus berhati-hati. Sifat asli Klan Iblis Peri tidak akan pernah kalian duga ...!"
Apa yang dikatakan Yin Song membuat Fen Fang benar-benar terkejut, untuk beberapa saat dirinya bahkan memastikan dengan mengamati reaksi serta ekspresi wajah Yin Song dan Han Ning bergantian.
'Mereka tidak sedang berbohong! Lalu gadis itu saat bercerita juga terasa tidak ada kebohongan ... Apa ini? Ada apa dengan keluarga ini! Mereka semua benar-benar tidak bisa dipercaya. Tapi, Klan Iblis Peri ini...! Sebaiknya aku bergegas menemui Hao Hao sebelum semuanya benar terjadi, baiknya menyiapkan diri sejak awal,'
Fen Fang merasa tidak ada yang bisa ia percaya, yang bisa ia lakukan saat ini lebih baik berhati-hati sejak awal atau akan terjadi hal buruk. Klan Iblis Peri yang dimaksud itu dirinya tahu benar siapa mereka, bahkan dia sendiri tak pernah menang bertarung dari salah satunya jika tidak di bantu Pertapa Tupai.
Ingatan dari belasan tahun lalu saat dirinya masih menjadi iblis pembantai tak akan pernah bisa ia lupakan, kekalahan pertama ia dapatkan saat melawan salah satu pendekar dari Klan Iblis Peri ketika sedang berburu siluman buas tingkat langit di pedalaman Benua Naga.
__ADS_1
"Baiklah, sampaikan salamku pada Tuan Han Song! Jaga diri kalian ... Aku pamit!"