Legenda Dewa Surgawi

Legenda Dewa Surgawi
Ch. 64 ~ Rencana Langit


__ADS_3

Feng Zhenzu sejak melihat Tan hao ketika pulang berburu menyadari bahwa ada sesuatu yang tidak biasa dalam diri Tan Hao. Namun ia tidak memikirkan itu lebih lanjut dan baru setelah selesai menyantap makan malam dirinya tersadar.


Aura yang terpancar dari tubuh Tan hao terasa begitu hangat. Meskipun tak berwujud dan tak terlihat oleh mata. Feng Zhenzu yang berada di tingkat Alam Dewa Petir bahkan tak mampu membaca ataupun mengetahui tingkat kultivasi dari Tan Hao. Dia hanya bisa mengerutkan dahi ketika mencoba membaca tingkat kultivasi Tan hao.


Selama ini Feng Zhenzu berfikir bahwa Tan hao hanyalah manusia biasa bukan seorang pendekar tapi sekarang ia tau bahwa itu salah. Feng merasa pengetahuan dan dari gaya bicara Tan hao menunjukkan bahwa dia bukanlah seorang biasa.


Feng Zhenzu bisa melihat bahwa Leluhur Lan yang berada di Alam Dewa Api juga merasakan hal yang sama dengannya hanya saja Leluhur Lan menunjukkan reaksi yang melebihi dirinya.


"Baiklah, aku rasa kalian tak perlu lagi menyembunyikannya, lanjutkan apa yang jadi pembicaraan kalian tadi." ucap Feng Zhenzu jelas sambil menaruh kendi arak diatas meja.


Ketiganya memandang kaget Feng secara bersamaan kemudian saling memandang satu sama lain. Leluhur Lan terlihat yang paling antusias sebab dirinya ingin mengetahui lebih banyak pengetahuan yang dimiliki Tan hao yang sempat terhenti.


Sementara Tan hao bersikap santai dengan masih memandang kalung yang di pakai Lan Lihua. Tan hao merasa hal ini berkaitan dengan Dewi LianHua namun dirinya belum menemukan cukup informasi.


"Kakek Lan, apa kau tau mengenai Tujuh Pusaka Dewa dan Lima Kitab Dewi Suci." kata Tan hao membuka pembicaraan yang sesaat lalu hanya hening.


Bukan hanya Leluhur Lan tapi juga Feng Zhenzu tersentak kaget dengan apa yang dikatakan Tan hao.


"Ya aku tau semua itu salah satunya yang saat ini ada pada Hua'er. Tapi aku tak tau dimana letak pusaka lainnya dan kelima kitab itu. Selama ini pengetahuan mengenai keberadaannya masih sedikit." kata Leluhur Lan yang terlihat serius.


Lan Lihua hanya diam mendengarkan tanpa bisa ikut campur sebab pengetahuannya memanglah masih terbatas. Sementara Feng Zhenzu nampak serius.


Ketika Tan hao ingin memperlihatkan senjata miliknya, ia baru menyadari bahwa salah satu cincin dimensi miliknya telah hilang. Cincin pemberian Yao Liu yang berisi seluruh sumber daya dan harta.


"Ahh, bagaimana bisa,-!! Pasti terlepas saat pertarungan waktu itu." batin Tan hao singkat.


Sementara cincin yang dipakai dijari tengah Tan hao merupakan Cincin Dimensi Alam yang ia pakai untuk menyimpan seluruh buku milik Yao Liu, roh hewan buas dan berbagai senjata.


Tan hao terlihat menyesal telah menghilangkan pemberian berharga dari pamannya, ia berjanji dalam hati suatu saat nanti akan pergi mencarinya.


"Aku memiliki dua pusaka dewa serta dua kitab dewi."

__ADS_1


Bersamaan dengan itu, jentikan halus jari Tan hao memunculkan dua bilah pedang dari ruang hampa. Hal itu membuat ketiganya terkejut bukan main.


Kemudian Tan hao memperkenalkan kedua senjata miliknya.


"Aku memiliki Pedang Dewa Surgawi dan juga Pedang Dewa Hampa. Alasan mengapa aku sampai bisa sekarat padahal memiliki dua pusaka dewa karena aku hanya bisa mengeluarkan 20% kekuatan yang dimiliki keduanya. Kuakui saat itu aku mengabaikan pelatihan dan memandang tinggi kemampuan yang ku miliki."


Leluhur Lan dan Feng Zhenzu terkesima bersamaan memandang kedua pedang dewa di hadapannya. Keduanya bisa melihat jelas Aura yang terpancar dari kedua pusaka dewa itu begitu kuat hingga mereka merasakan sedikit kengerian. Terutama Aura dari Pedang Dewa Hampa, bukan hanya kuat namun juga sangat pekat dan seperti tak berbatas.


"Menurut rumor yang aku dengar, seseorang yang bisa menggunakan kedua pusaka ini hanyalah mereka yang sudah berada di tingkat Alam Dewa." kata Leluhur Lan tanpa sadar sambil memandangi kedua pusaka itu.


Sesaat kemudian Leluhur Lan dan Feng Zhenzu saling pandang sejenak kemudian memandang Tan hao bersamaan yang terlihat terkejut.


"Jadi artinya kau..-!!" seru mereka bersamaan yang membuat Lan Lihua tersentak kaget tak mengerti.


"Benar. Tingkatanku berada di Alam Dewa Petir...,-!!"


Tan hao menghentikan perkataannya ketika menyadari bahwa dirinya tak bisa merasakan kekuatan apapun yang ada dalam tubuhnya. Tan hao terkejut sendiri menemukan bahwa saat ini ia hanyalah seorang biasa dengan tingkat kultivasi paling rendah.


"Ohh pantas saja aku selama ini tak bisa melihat tingkatan yang kau miliki, ternyata kemampuan telah hilang saat koma,-!!" kata Feng Zhenzu menimpali perkataan Tan Hao.


Leluhur Lan tak bereaksi apa-apa tentang itu, ia terlihat penasaran dengan hal lain.


"Lalu kedua Kitab Dewi itu,-!!"


Pertanyaan Leluhur Lan berhasil membuat Tan hao kembali tenang walaupun ia masih tidak percaya bahwa kekuatannya telah hilang tak tersisa. Dalam hati Tan hao meyakini bahwa Dimensi Suci yang dikatakan Dewi LianHua lah penyebab hilangnya kekuatan yang dimilikinya.


"Jadi artinya, penjelasan panjang lebar yang ku dengar, intinya adalah menyuruhku berlatih dari awal,-!! Haihh bukankah ini termasuk membuang waktu ya, dasar Dewi Suci yang kelewat Suci..-!!" kata Tan Hao dalam batin.


Tan hao menyadari dirinya tak bisa menunjukkan kedua kitab tersebut sebab saat ini kekuatannya tak cukup mampu mengeluarkan kedua kitab tersebut yang telah menyatu dalam tubuhnya.


"Sebenarnya aku ingin tunjukkan tapi aku harus akui saat ini kekuatanku tak bisa melakukannya, hehe." ucap Tan hao polos sambil mengusap kepala belakangnya.

__ADS_1


Reaksi Leluhur Lan dan Feng zhenzu sama. Hanya menggeleng kepala ringan dengan melipat kedua tangannya di depan.


Tan hao kemudian mengatakan bahwa dalam dirinya terdapat dua kitab yang telah menyatu alami, yang pertama kitab 1000 kehidupan dan yang kedua Kitab Ilusi Dewa Yaoshan. Leluhur Lan yang paling terkejut, sebab ia tau benar bahwa kitab Ilusi Dewa Yaoshan tidak dapat dimiliki seorang manapun dengan tingkat kultivasi tinggi sekalipun. Di dalam pencariannya selama ini, ia menemukan bahwa Kitab Ilusi Dewa Yaoshan hanya dimiliki oleh keturunan langsung.


"Oh anak muda,-!! Kau membuatku bahagia sampai nyawaku seolah ingin keluar dan menari. Aku tau mengenai asal usul aslimu dan aku tak ingin mengatakannya. Kuharap ini dirahasiakan sampai waktunya tiba."


Leluhur Lan berseru senang disertai senyum merekah saat Tan hao mengatakan bahwa dalam dirinya terdapat Kitab Ilusi Dewa Yaoshan yang menyatu alami. Dirinya begitu percaya pada apa yang dikatakan Tan hao sebab selama dalam pengobatan yang dilakukannya, ia merasakan sendiri jika ada sesuatu yang murni dan kuat di dalam tubuh Tan hao.


"Ohh begitu ya,-!! Aku tak menyangka di dunia ini ada yang mengetahui identitas asliku. Aku mengakui pengetahuan Kakek Lan." kata Tan hao setelah tersentak sejenak.


Lan Lihua hanya diam tak mengerti selama pembicaraan berlangsung memutuskan untuk pergi beristirahat dan hanya berpamitan singkat yang juga hanya dibalas anggukan ringan ketiganya.


Dalam batin Lan Lihua sebenarnya masih ingin terus menemani Tan hao tapi dirinya merasa pusing dan bodoh ketika tak mampu membuat satu pertanyaan pun untuk ikut dalam pembicaraan yang ada. Kesedihan yang dirasakan sebelumnya telah hilang bersamaan dengan rasa canggung bodoh yang dirasakannya.


Walaupun ia masih penasaran dengan identitas Tan hao yang sebenarnya, namun ia sadar perkataan Leluhur Lan ada benarnya. Sebuah identitas yang sangat penting harus dirahasiakan jika tak ingin bernasib sama seperti dirinya.


Setelah Lan Lihua pergi, ketiganya melanjutkan pembicaraan dengan ditemani arak yang dibawa Feng Zhenzu. Terlihat Tan hao begitu menikmatinya, padahal baru beberapa saat lalu ia pertama kali meminum arak.


Ketiganya sudah tak merasa canggung ataupun saling menahan ucapan. Arak yang mereka minum bersama seakan menjadi media mempererat hubungan.


Penjelasan Tan hao berhenti saat Feng Zhenzu mulai menuangkan arak yang ia bawa kedalam gelas kecil. Ketiga nya begitu larut yang diselingi tawa kecil.


Pembahasan mengenai apa yang dikatakan Tan hao berhenti begitu saja setelah Leluhur Lan memutuskan mengakhiri pembicaraan yang juga disetujui Feng Zhenzu.


Feng Zhenzu bahkan menawarkan diri untuk melatih Tan hao dari awal untuk mendapatkan kembali kekuatannya yang langsung diterima Tan hao dengan rasa senang.


Feng Zhenzu dan Leluhur Lan memutuskan akan melatih Tan Hao dan Lan Lihua secara bersamaan mulai besok. Setelah Tan hao mengatakan memiliki cara untuk melepas segel hati yang ada pada diri Lan Lihua.


Leluhur Lan begitu terlihat bahagia mendengar bahwa Lan Lihua masih memiliki kesempatan untuk menjadi lebih kuat lagi, selama ini Lan Lihua hanya berada pada tingkatan Pertapa Ahli tanpa mampu naik ketingkatan selanjutnya.


Kekhawatiran Feng Zhenzu juga perlahan tergantikan dengan sebuah harapan baru, itu terlihat dari ekspresinya ketika menuangkan arak gelas demi gelas dengan senyuman lebarnya.

__ADS_1


__ADS_2